The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 13 - MASALAH BARU



"Ketika pernikahan sudah didepan mata dan semua perencanaan pun dilakukan, pasti ada saja kendala dan ujian dihadapan. semuanya terjadi karena sang maha esa berusaha semakin menyatukan dengan memberikan sedikit ujian kepada para pasangan".


🌺Happy Reading 🌺


➡️Folback Adrian


Setelah makan siang Adrian dan Pram pun kembali kekantor, mereka menyiapkan seluruh dokumen penting untuk meeting dengan PT. Angkasa jaya nanti. Pram pun kembali memastikan semua keperluan dari booking resto di hotel X2 yang sudah ia pesan dari kemarin, juga dokumen dan hal-hal penting lainnya yang ia rasa sudah komplit semua. tepat jam setengah dua siang Adrian dan Pram pun berangkat menuju hotel yang tidak jauh dari kantor hanya sekitar 10 menit mereka pun sudah sampai, dan beruntung jalanan Jakarta siang ini tidak macet sehingga sampai lebih cepat.


Adrian turun dari mobil yang disusul Pram dengan memberikan kunci kepada parkir valet hotel, mereka pun masuk ke lobby menuju resto yang hanya berjarak dua ruangan dari lobby hotel itu. kemudian Adrian dan Pram membuka masker, lalu pram menyerahkan Faceshield yang telah ia persiapkan dan langsung mereka kenakan bersamaan.


"Capek juga ya Pram klo terus-menerus pakai masker gini, kadang saya sampai nggak ngenalin teman sendiri loh ketika kami tidak sengaja bertemu" Adrian mengawali pembicaraan


"Benar mas, rasanya malah jadi susah nafas juga ya?" jawab Pram membenarkan


"Semua hal dibatasi, dan prosedur pun harus kita jalani. tapi bagaimana pun juga kita tetap dianggap beruntung karena masih bisa menghirup udara disaat pandemi ini ya Pram, semoga pandemi ini segera berakhir dan semua kegiatan bisa kembali normal seperti biasa nya. aamiin" Ucap Adrian yang diaminkan pula oleh pram


Seorang pelayan pun menghampiri mereka untuk menanyakan menu apa yang akan mereka pesan, Adrian pun memesan makanan tapi ia meminta hanya minuman yang diantarkan sang pelayan sedangkan makanannya diantar sekitar satu jam lagi setelah mereka meeting. Pelayan pun mengangguk mengerti dan ia pun meninggalkan meja Adrian, tak lama setelah itu datanglah perwakilan dari PT. Angkasa jaya dan meeting pun segera mereka mulai.


Ada poin-poin penting dalam meeting kali ini yang harus diselesaikan oleh Pram, yaitu secepatnya mencari tahu siapa dalang dari kecelakaan para pekerja beberapa hari yang lalu dan apa motif dari pelaku melakukan hal itu. pihak PT. Angkasa jaya pun berjanji membantu menyelidiki karena mereka merasa ikut andil dalam proyek ini dan para pekerjanya lah yang mendapatkan dampak dari kecelakaan tersebut. mereka pun sepakat untuk saat ini mencari tahu sendiri tanpa melibatkan pihak berwenang, dan proyek pembangunan akan dilanjutkan sesuai dengan jadwal semula yang telah mereka sepakati agar terkesan mereka tidak merasa disabotase dan membuat pelaku masuk kedalam perangkap yang akan mereka buat.


Tak terasa meeting sudah berjalan hampir satu jam dan pelayan yang sudah panggil Pram pun segera mengantarkan menu pesanan Adrian yang telah ia pesan sebelum nya, meeting pun mereka lanjutkan dengan lebih santai sambil makan dan tertawa. Adrian memang sudah mengenal mereka yang kebetulan adalah anak buah/bawahan dari sahabatnya Alan pemilik PT. Angkasa Jaya, yang bekerjasama untuk pembangunan cabang di Bandung milik perusahaan Surya Permana Grup yang dipimpin Adrian saat ini.


Alan yang kebetulan harus keluar kota untuk mengurusi tender perusahaannya yang sempat ada kendala sehingga tidak dapat mengikuti meeting kali ini, ia pun mempercayakan semuanya kepada orang kepercayaan nya kepada pak Hilman untuk membahas proyek kerjasama selanjutnya dengan Adrian.


"Mohon maaf pak Adrian, apa benar yang saya dengar dari pak Alan kalau anda akan segera menikah?" tanya pak Hilman disela-sela pembicaraan mereka


"Alhamdulillah benar, inshaallah saya akan menikah bulan februari pak Hilman" jawab Adrian penuh binar kegembiraan


"Alhamdulillah, semoga acaranya berjalan lancar ya pak" pak Hilman mendoakan


"Aamiin, jangan lupa nanti datang ya pak?" lanjut Adrian


"Inshaallah pak Adrian, saya pasti datang kalau diundang" jawab Hilman lagi dan diiringi tawa mereka bersamaan


"Baiklah saya rasa meeting hari ini sudah cukup, sesuai kesepakatan kita akan tetap melanjutkan proyek pembangunan dan bertindak seperti tidak mencurigai sesuatu sambil mencari tahu siapa dalang dari kecelakaan yang menimpa para pekerja kemarin. Terimakasih untuk meeting hari ini dan tolong sampaikan salam saya kepada pak Alan" ucap Adrian sambil berdiri dan mengulurkan tangan kepada pak Hilman


"Baik pak Adrian pasti akan saya sampaikan kepada pak Alan dan terimakasih atas jamuan makannya" jawab pak Hilman seraya membalas jabatan tangan Adrian, dan kemudian pamit bersama asisten nya berbarengan dengan Pram yang menuju kasir membayar semua pesanan.


Setelah Pram kembali mereka pun keluar hotel dan menunggu parkir valet mengambil mobil mereka, setelah mobil sampai lalu memberi tip Adrian dan Pram bergegas meninggalkan hotel menuju kantor mereka. setelah sampai kantor Adrian bergegas menuju lift lalu masuk ke ruangannya diikuti oleh Pram, dan mereka terkejut ternyata ada pak Bramantyo paman dan bibi Adrian dari almarhum ibunda didalam ruangannya itu. Dan sepertinya ini bukan pertanda baik Adrian dan Pram seperti memiliki pemikiran yang sama.


"Assalamualaikum, paman dan bibi tumben datang ke kantorku? ada perlu apa?" Adrian bertanya sambil menyalami paman dan bibinya itu


"Paman dan bibi dapet informasi dari mana?" tanya Adrian mengalihkan pembicaraan


"Kamu nggak usah tahu, sekarang jawab iya atau tidak?" tanya sang paman lagi


"Iya paman" jawab Adrian pelan


"Kenapa kamu tidak undang paman dan bibi kamu ini? apa kamu sudah tidak menganggap kami ini ada hah?" tanya paman


"Bukan begitu paman, acaranya mendadak dan tidak mengundang banyak orang hanya keluarga inti juga tetangga dekat saja yang diundang" Adrian menjelaskan


"Terus kamu anggap kami ini apa? bukan keluarga dekat kalian atau orang lain sampai sengaja tidak kalian undang ya?" bentak pak Bram


"Sabar paman, Adrian akan jelaskan semuanya jadi paman jangan emosi dulu ya" ucap Adrian


"Bagaimana paman tidak emosi, keponakan paman satu-satunya saat lamaran tidak mengundang paman dan bibi dari almarhum ibundanya, sedangkan om dan Tante dari pihak ayah mu saja kamu undang. paman nggak habis pikir apa sekarang kamu sudah dicuci otaknya sama si Nadine itu ya? apa dia yang suruh kamu tidak mengundang paman dan bibimu ini ya? karna semua disiapkannya oleh Nadine kan?" cecar sang paman


"Kebetulan memang tante Nadine lah yang menyiapkan semua nya, tapi ia tidak melakukan semua yang paman sangka kan. dia hanya mencoba membantuku untuk menyiapkan segala keperluan lamaran dan lain-lain nya saja" jawab Adrian


"Alahhh pasti itu cuma akal-akalan nya saja untuk mencari perhatian kamu" sangkal sang bibi


"Tapi bi ia benar-benar tulus dan.."


"Paman nggak mau tahu, dan paman sangat kecewa sama kamu Adrian. ayo mah kita pulang" ucap sang paman sambil pergi meninggalkan Adrian diruangannya


Adrian yang melihat sang paman dan bibinya pergi pun tidak bisa berbuat apa-apa, lalu ia pun meremas rambutnya dan memukulkan tangannya ke udara karna merasa kesal tidak diberi kesempatan menjelaskan semuanya. sedangkan Pram yang dari awal berada di ruangan Adrian pun hanya bisa diam dan tidak melakukan apa-apa karena baginya ini adalah masalah keluarga yang tidak patut ia campuri.


Adrian pun merasa bingung bagaimana sang paman bisa secepat itu mengetahui nya, sedangkan media saja tidak ada yang bisa mendapatkan informasi dengan cepat. Adrian merasa ini berkaitan dan ada orang yang sengaja membuat keributan diantara Adrian juga sang paman.


"Pram apa kamu merasa ada kejanggalan dengan kedatangan paman Bramantyo tadi? kenapa ia bisa mengetahui berita lamaranku dengan cepat sedangkan media saja tidak mengetahuinya?" tanya Adrian bingung


"Benar yang mas katakan, saya pun merasa curiga dengan hal ini" jawab Pram


"Aku minta secepatnya kamu suruh anak buah mu menyelidiki ini semua, dan aku merasa hal ini berkaitan dengan dalang dari kecelakaan proyek di bandung dan juga para penjahat yang membuntuti keluarga Malika" perintah Adrian


"Baik mas semua nya akan saya selidiki, kalau begitu saya permisi" ucap Pram yang kemudian keluar dari ruangan Adrian lalu menghubungi anak buahnya untuk segera mendapatkan bukti dan informasi yang Adrian inginkan. Tanpa terasa senja pun telah datang, hiruk pikuk kendaraan mulai ramai dan jalanan dipenuhi lautan manusia yang hendak pulang meninggalkan rutinitas mereka seharian dan menuju ke tempat paling nyaman yaitu rumah..


🌹Hai readers mohon maaf telat update, soalnya banyak kegiatan yang harus author kerjakan. dimohon pengertiannya ya para readers yang baik dan tidak sombong..


Jangan lupa juga untuk selalu vote dan komen yang bijak ya, sebagai penyemangat author membuat kelanjutan Novel The Ceo's wedding secret ini. thanks all💐