The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 47 - PERIKSA KEHAMILAN



"Kebahagiaan dalam pernikahan akan semakin bertambah dengan datang nya penerus keturunan, dan semua akan semakin indah dengan celotehan-celotehan serta tingkah lucu mereka yaitu makhluk mungil yang mempunyai sihir pemikat hati"


🌺 Happy Reading 🌺


"Assalamualaikum" salam Adrian lalu ia pun membuka pintu rumah kediaman Adhitama


"Waalaikum salam, masuk Dri" ucap pak Tama yang sudah bersiap berangkat ke kantor


"Ayah mau berangkat ke kantor? Malika ada yah?" tanya Adrian menyalami tangan pak Tama dengan harap-harap cemas karena memang sebelumnya ia tidak menghubungi Malika terlebih dahulu


"Ada tuh di meja makan lagi uring-uringan Dri, kata nya hari penerimaan kerja nya di kantor kamu undur ya?" tanya sang mertua


"Oh iya yah, soalnya ada hal penting yang harus kami lakukan hari ini jadi terpaksa Adrian undur hari kerja Lika" ucap Adrian memberikan alasan


"Emang urusan apaan Dri? kok ayah nggak tahu?" tanya sang mertua yang penasaran seperti papah nya tadi


"Ada deh yah, ayah sama kaya papah nih penasaran banget. tenang nanti Adri kabarin di grup keluarga kita yah" ucap Adrian karna memang mereka sudah mempunyai grup keluarga yang beranggotakan Adrian, Malika, pak Permana, mamah Nadine dan sang mertua yaitu pak Tama tak terkecuali duo pelopor terbentuk nya grup whatup itu sendiri yaitu Jihan dan Ashya


"Oh papah kamu juga penasaran sama kaya ayah donk, lagian kamu sih Dri main rahasia-rahasiaan begitu sama orang tua kan kami jadi penasaran juga" sindir pak Tama


"Maaf ya yah, bukannya maksud Adrian mau merahasiakannya tapi semua nya harus jelas dulu baru Adri kasih tahu kebenaran nya nanti" ucap Adrian yang merasa tak enak hati dengan sang mertua


"Pak kita berangkat sekarang, mobil nya sudah siap" mas Andre sang sekertaris pak Tama pun masuk kedalam lalu tersenyum melihat adrian


"Oke deh kalau mau kalian begitu, tapi jangan lupa langsung kabarin ya? kalau gitu papah berangkat ke kantor dulu ya Dri, wassalamu'alaikum" ucap pak Tama


"Hati-hati dijalan ya yah, waalaikum salam" ucap Adrian


"Kami permisi dulu ya Dri" ucap Andre yang mengikuti pak Tama dari belakang


"Iya mas" jawab Adrian, kemudian ia pun menuju meja makan yang tak jauh dari ruang tamu tersebut menemui Malika


"Assalamualaikum cantik" sapa Adrian menggoda sang istri yang tengah manyun karna gagal masuk kerja hari ini sedangkan ia sudah rapih berdandan sejak pagi-pagi


"Waalaikum salam" jawab Malika yang masih ngambek


"Udah cantik begini kok cemberut sih? nanti cantiknya hilang loh" goda Adrian


"Ngapain sih mas ke sini? udah sana pergi meeting aja dengan si Angela" usir Malika


"Angela?" Adrian pun mencoba berpikir keras, oh iya hari ini memang seharusnya ia meeting dengan Armada grup yang sudah pasti diwakili oleh Angela, tapi ia cancel karna akan pergi memeriksa kandungan bersama Malika


"Iya mas sengaja membatalkan hari pertama Lika masuk kerja karna ingin meeting dengan anak pemilik Armada grup itu kan?" sindir Malika


"Nggak, kamu kata siapa sayang?" tanya Adrian bingung


"Udah deh mas jangan bohong, tadi mas Pram yang nelpon Lika bilang kalau Lika masuk kerja nya harus diundur. terus Lika tanya sekarang jadwal mas Adrian apa? kata nya ada meeting dengan Armada grup dan setahu Lika Armada grup kan perusahaan milik orang tua Angela yang terkenal seksi dan menggoda itu udah pasti Angela yang mewakili meeting nya kan? ngaku aja deh mas" cecar Malika yang terbakar api cemburu


"Oh jadi istri mas yang cantik ini lagi cemburu ya?" goda Adrian lagi


"Nggak, ngapain juga mesti cemburu" sanggah Malika menutupi kebenaran nya


"Hahaaaa" Adrian tak bisa menahan tawa nya karna melihat tingkah Malika yang lucu saat tengah cemburu


"Iihhhh mas nyebelin banget, malah ketawa lagi" ucap Malika kesal


"Habis nya kamu lucu kalau lagi cemburu sayang, gemes deh mas jadi pengen langsung gendong kamu ke kamar" ucap Adrian sambil mencubit hidung Malika yang blush membuat rona merah di pipi malika


"Apaan sih mas ngomongnya vulgar begitu, malu tau" ucap Malika yang malu


"Emang kenapa sih sayang, kan kita udah sah jadi wajar aja kan berduaan di kamar" Adrian menggoda Malika


"Nggak mau, ini masih pagi tau mas" tolak Malika


"Oh ya udah entar agak siangan dikit boleh donk?" ledek Adrian


"Mas" protes Malika


"Hehehe, mas bercanda kok sayang" ucap Adrian senang menggoda sang istri


"Ya udah karna berhubung kamu sudah cantik begini, sekarang ikut mas yuk" ajak Adrian


"Ikut kemana mas?" tanya Malika penasaran


"Udah ikut aja sayang, nanti kamu pasti tahu kok" ucap Adrian merahasiakan tujuan nya dari Malika


"Sebentar mas Lika ambil tas dan handphone dulu ya di kamar" ucap Malika yang memang sudah nampak rapih menggunakan kemeja putih dipadu dengan blezer hitam dan celana panjang bahan berwarna senada sedangkan rambutnya sebahunya ia ikat kebelakang, Malika memang berniat pergi kekantor Adrian hari ini namun gagal karena mendapat telpon dari Pram dan mengundur hari kerja nya menjadi esok lusa


"Mas anterin ke atas ya?" ucap Adrian


"Iiihh emang Lika anak kecil apa pake dianterin segala, nggak usah mas Lika sendiri aja" ucap Malika menolak Adrian karna ia merasa akan terjadi sesuatu jika Adrian ikut ke kamar bersama nya dan Adrian pun hanya tersenyum geli melihat tingkah lucu sang istri jika ia menggoda nya


"Awas hati-hati sayang, pelan-pelan naik tangga nya" ucap Adrian khawatir melihat Malika setengah berlari menaiki tangga rumah menuju ke kamar nya


"Iya iya mas, ih tumben deh bawel banget" ucap Malika yang melangkah pelan menuruti perintah sang suami tak berapa lama Malika pun turun kembali menuju ke ruang tamu dimana Adrian berada


"Yuk mas kita pergi" ucap Malika yang sudah selesai mengambil tas dan handphone dari kamar nya


"Ayo sayang" ucap Adrian yang langsung menggandeng tangan dan merangkul Malika, secara tak langsung ia ingin menjaga nya. namun hal itu membuat Malika merasa risih karena tumben Adrian merangkul nya sangat erat hingga membuat nya agak sulit berjalan


"Ya udah biar mas gendong aja deh, daripada nanti kamu jatuh pas jalan kan bahaya" ucap Adrian yang langsung menggendong Malika masuk kedalam mobil tanpa mengindahkan protes istri nya itu


"Udah kamu duduk yang manis aja ya sayang, terus kalau nanti mau beli apaan gitu di jalan bilang mas ya" Adrian memberi pesan yang aneh menurut Malika, dan Adrian pun segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit tanpa sepengetahuan Malika


"Tumben, kamu kenapa sih mas?" tanya Malika yang selalu penasaran dengan tingkah aneh suami nya itu


"Nggak kenapa-napa sayang, mas cuma mau manjain kamu aja. emang nggak boleh ya?" Adrian beralasan


"Oh gitu, boleh mas tapi rasa nya kok berlebihan ya?" ucap Malika


"Masa mau manjain istri di bilang berlebihan sih sayang" ucap Adrian dan Malika pun hanya terdiam tersipu malu mendengar kata-kata Adrian barusan, seperti biasa dua pasutri ini pun menikmati perjalanan mereka dengan di iringi lagu romantis dan sesekali Adrian pun bersenandung menghibur Malika agar tersenyum selama perjalanan


🍁🍁🍁


Lima belas menit berlalu dan mobil Adrian pun tiba di depan rumah sakit tempat sang ayah rutin berobat selama ini, Adrian pun ingin bergegas membawa Malika ke ruang praktek dokter Gladis karna sang dokter sudah mengirim pesan jadwal periksa kehamilan Malika selama menjadi pasien nya


"Mas kok kita kerumah sakit? emang kita mau jengukin siapa mas?" tanya Malika penasaran


"Mau jengukin dede bayi kita, sayang" singkat Adrian


"Dede bayi? maksud nya mas udah tahu kalau Lika.." ucapan Malika terhenti karena ia terkejut Adrian telah mengetahuinya


"Iya sayang, mas Adrian udah tahu kalau kamu mengandung buah hati kita. maafin mas ya yang terlambat mengetahui nya dan mas janji akan selalu berusaha menjaga kalian dengan sepenuh jiwa dan raga mas" ucap Adrian bersungguh-sungguh sambil mengecup tangan dan kening Malika lalu ia menyerahkan test peck yang di tinggalkan Malika di dalam laci meja rias apartemen nya


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" ucap Malika dalam hati nya


"Kenapa kamu sembunyikan semua ini sayang? mas Adrian jadi khawatir karena kamu berada jauh dari jangkauan mas" tanya Adrian


"Sebenarnya Lika nggak ada niat menyembunyikannya mas, waktu itu saat Lika ingin memberitahu mas Adrian tapi nggak sempat karna keburu Sheila datang yang membuat Malika emosi dan mengurungkan niat untuk memberi tahu mas tentang kehamilan ini" Malika pun berterus terang


"Maafin mas ya sayang" Adrian pun memeluk Malika dengan penuh kasih sayang


"Oh iya terus kalau mas tidak melihat hasil tes kehamilan ini kamu niat memberitahu mas sampai kapan?" Adrian penasaran


"Nggak tahu deh mas sampai kapan nya, karna masih emosi jadi Lika nggak kepikiran itu" jawab Malika polos


"Ya ampun, terus kalau gitu nanti kamu cek kandungan sama siapa sayang? dan mas akan ngerasa semakin bersalah jika melewatkan momen-momen kamu ngidam dan menjaga anak kita hingga lahir" Adrian pun sedikit kesal dengan sikap Malika yang lebih mementingkan emosi tanpa memikirkan keadaan diri nya dan sang calon bayi nanti


"Iya maaf mas, Lika nggak bermaksud seperti itu" Malika pun menyadari kesalahannya


"Sayang dengerin mas ya, seberapa besar rasa kesal atau benci nya kamu sama mas kapan pun itu. tolong, kalau menyangkut kesehatan serta keselamatan kamu dan calon bayi kita, singkirkan dulu segala bentuk gengsi juga amarah dan prioritas kan diri kalian dari apa pun itu" Adrian memohon kepada Malika


"Iya mas, maafin Lika ya mas" ucap Malika yang mulai terisak karna merasa bersalah


"Mas yang seharusnya minta maaf karena kurang perhatian sama Lika, ya udah yuk kita cek kondisi anak kita dan ibu nya" ajak Adrian dan mereka pun keluar dari mobil masuk kedalam rumah sakit, lalu setelah bertanya dan dapat petunjuk dari salah satu receptionis mereka pun menuju keruang praktek dokter kandungan tak jauh dari lobby utama rumah sakit


☘️☘️☘️


Nampak beberapa orang berada di ruang tunggu di depan ruang praktek sang dokter, mereka ada yang datang sendirian, bersama anak dan ada juga pasangan suami istri disana yang sama-sama mereka menunggu giliran di panggil ke dalam ruang praktek. beruntung Adrian yang telah mereservasi jadwal praktek dengan dokter Gladis tidak berapa lama menunggu akhirnya nama adrian pun di panggil dan mereka pun menuju ke dalam ruangan dokter


"Atas nama tuan Adrian, silahkan masuk" seorang suster mempersilahkan Adrian yang merupakan nama pasien urutan selanjutnya, lalu Adrian dan Malika yang mengerti pun segera bangkit dari tempat duduk nya dan memasuki ruangan praktek


"Terimakasih suster" ucap Adrian dan di balas senyum ramah oleh sang suster


"Selamat siang dok" sapa Malika yang terlebih dahulu memasuki ruangan dokter Gladis itu, Adrian dan Malika yang mengerti pun tidak berjabat tangan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan saat ini terlebih saat ini mereka berada di rumah sakit


"Selamat siang juga bunda Malika dan pak Adrian" jawab dokter Gladis yang sudah mengetahui nama Malika dari data diri pasien yang sebelumnya di isi saat menunggu giliran


"Oh ini istri Adrian, ternyata benar dia lah wanita yang sejak dulu di cintai Adrian dan akhirnya berhasil Adrian jadi kan istri" ucap Gladis dalam hati yang memang masih mengenali wajah Malika wanita yang dicintai Adrian yang waktu itu tanpa sengaja ia dengar pembicaraan Adrian dan Alan


"Thanks ya Dis, berkat kamu istri ku bisa ikut jadwal praktek hari ini" ucap Adrian berterimakasih


"Sama-sama Dri, kebetulan ini memang sudah kewajiban saya sebagai dokter" ucap sang dokter


"Sayang, ini adalah dokter Gladis yang akan jadi dokter kandungan anak kita dan kebetulan adalah teman mas saat SMA dulu" ucap Adrian memperkenalkan sang dokter kepada Malika


"Senang bisa bertemu dengan dokter Gladis dan saya mohon bantuannya ya dok" ucap Malika


"Oke langsung saja bagaimana kabar nya bunda? kapan terakhir menstruasi?" tanya dokter Gladis bersikap profesional layak nya seorang dokter bertanya kondisi pasien nya


"Alhamdulillah baik dok, kira-kira awal bulan yang lalu seminggu sebelum kami menikah dok" jawab Malika mengingat siklus menstruasinya bulan lalu


"Baiklah kalau begitu silahkan bunda berbaring di ranjang dan saya akan memeriksa kondisi janin menggunakan ultrasonografi" pinta dokter Gladis


"Baik dok" Malika pun membuka blazer lalu menitipkan nya kepada adrian, kemudian ia pun berbaring di atas ranjang dan dibantu Adrian membuka sedikit kemeja bagian bawah. lalu suster yang sejak tadi berada di dalam ruangan pun mengolesi gel lembut ke bagian perut Malika


"Ini adalah posisi janin atau calon bayi ibu dan masih belum terlihat jelas jenis kelaminnya, usia kandungan di perkirakan sekitar enam minggu dan alhmdulillah semua kondisi nya sampai saat ini baik" dokter Gladis pun menjelaskan sambil menggerakkan alat bernama transducer itu di atas perut Malika yang sebelumnya telah di oleskan gel khusus oleh suster agar tidak terjadi gesekan dan luka saat digerakkan


Malika dan Adrian pun nampak terharu bercampur bahagia melihat calon buah hati mereka pada layar monitor ultrasonografi itu, nampak butiran bening meluncur perlahan di kedua pipi mereka dan rasa nya mereka ingin sekali memeluk, mencium serta menggendong sang buah hati me dunia ini. namun mereka harus tetap bersabar dan merawat nya dengan sebaik-baiknya agar calon anak mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai yang dokter sarankan


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mendapat resep vitamin serta saran dari dokter Gladis selama kehamilan. Adrian dan Malika pun akhirnya keluar dari ruang praktek dokter membawa buku panduan kehamilan, buku pemeriksaan lanjutan berikut hasil foto USG nya tadi, mereka pun menuju taman depan rumah sakit dan duduk disana menikmati semilir angin di siang hari yang bercuaca sejuk tidak terik seperti biasa nya


"Sayang kita foto selfi dulu yuk, nanti mas kirimkan ke grup keluarga kita karna para kakek pasti menunggu-nunggu berita gembira ini" ucap Adrian yang di setujui oleh Malika dan Adrian pun mengambil beberapa gambar Selfi mereka berdua sambil memamerkan hasil USG sang baby dan mengirimkan nya ke grup keluarga lalu mereka pun masuk ke dalam mobil yang diparkir tak jauh dari taman menuju pulang ke kediaman Adhitama..


- BERSAMBUNG -


🌹 Alhamdulillah spesial bonus hari ini, Terimakasih untuk para readers yang selalu setia dan memberikan like/vote dan komen bijak nya kepada author. jangan bosan-bosan ya menunggu kelanjutan cerita cinta antara Malika dan Adrian di novel The ceo's wedding secret ini, thanks you all..💐