The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 32 - PARA PENJAHAT BERAKSI



"Ketika manusia sudah dibutakan dengan harta, tahta bahkan wanita keburukan yang terlihat pun seolah menjadi pembenaran yang dipaksakan. Berpikir waras adalah salah satu cara yang kita pakai dalam menjalani sebuah kehidupan"


🌺 Happy Reading 🌺


Pagi-pagi sekali tante Nadine dan Jihan mengunjungi rumah sakit dengan membawa bubur dan buah-buahan untuk tuan Permana, mereka berharap jika Adrian memberikan izin untuk menemui sang papah yang masih tertidur pulas karna efek obat yang semalam ia minum.


Adrian yang semalaman tidur disofa rumah sakit dengan ditemani oleh Pram sang asisten setia sedang mandi dan berniat akan berangkat kerja pagi ini, sedangkan Pram yang sudah bangun dan mandi duluan tengah pergi membeli sarapan untuk atasannya itu.


"Assalamualaikum" ucap Nadine dan Jihan masuk ke kamar rawat inap pak Permana


"Waalaikum salam" dijawab oleh pak Permana yang ternyata sudah bangun dari tidur nya


Tante Nadine pun berlari menghampiri sang suami yang nampak masih lemas dan pucat itu, ia memeluk sang suami dan menangis karena menyesali perbuatan nya hingga mengakibatkan sang suami kolabs dan terbaring lemah seperti ini


"Maafin mamah pah, semua gara-gara mamah kalau mamah tidak menemui Anthonius pasti papah tidak akan seperti ini" Isak Nadine sangat menyesali tindakan bodoh nya itu


"Bagaimana bisa mamah bertemu dengan Anthonius? apa selama ini dibelakang papah mamah selalu bertemu dengannya?" tanya pak Permana memastikan kesetiaan nyonya Nadine


"Tidak pah, mamah berani sumpah pah baru sekali ini menemuinya" sumpah Nadine meyakinkan sang suami


"Tapi foto-foto itu.."


"Pah percaya sama mamah, mamah bertemu Anthonius hanya meminta agar ia melupakan dendam nya kepada papah dan mas Tama. mamah tidak mau anak-anak kita menjadi korban keegoisannya, mamah tidak ada maksud lain pah hanya itu" Nadine mencoba menjelaskan


"Jadi mamah sudah tahu jika Anthonius dalang dari semua masalah yang menimpa keluarga kita dan Tama?" ucap Permana yang terkejut jika Nadine ternyata telah mengetahui semua nya


"Iya pah, jadi saat malam itu Adrian menceritakan semua kejahatan Anthonius terhadap Malika dan keluarga nya mamah mendengar semua percakapan kalian. mamah merasa sangat bersalah pah karena orang lain yang menjadi sasaran dendam Anthonius, jadi mamah mencoba menghubunginya dan memohon agar ia menghentikan semuanya tapi ternyata itu juga menjadi jebakan untuk menghancurkan rumah tangga kita. sekali lagi mamah minta maaf pah, mamah tidak berpikiran panjang dan masuk dalam jebakkannya" ucap Nadine yang semakin terisak tangisannya


Adrian yang sudah berpakaian kemeja rapih keluar dari kamar mandi dan telah mendengar penjelasan Nadine kepada sang papah, lalu ia pun menghampiri mereka.


"Pah, apa papah percaya dengan semua omongan tante Nadine?" tanya Adrian kepada sang papah yang membuat terkejut mereka bertiga dengan kedatangan Adrian tiba-tiba


"Tapi Dri, mamah mu ini tidak mungkin berbohong" ucap sang papah


"Dia bukan mamah ku pah..!!" ucap Adrian dengan nada tinggi yang seketika membuat sang papah pun terdiam


"Adrian maafin Tante nak, kamu boleh benci tante tapi tolong biarkan Tante merawat papah mu sampai sembuh dan membayar kesalahan tante ini" ucap Nadine membungkukkan badannya dan memohon kepada Adrian


"Mah, bangun mah. mamah nggak boleh kayak gini" ucap Jihan yang akhirnya bersuara


"Kak, kakak bisa nggak sih ngehargai mamah sedikit aja. kurang baik apa sih mamah sama kakak, sampai kakak tega banget misahin mamah sama papah. inget kak sebentar lagi kakak akan menikah, gimana rasanya dipisahin sama orang yang paling kakak cintai? mikir kak" Jihan mulai emosi dan menuding Adrian


"Oke saya beri kesempatan, tapi kalau terjadi lagi hal buruk terhadap papah. kamu dan Tante Nadine harus bertanggung jawab" ucap Adrian penuh emosi, ia pun mengambil jas dan tas kerjanya lalu pergi keluar kamar rawat


Didepan kamar rawat ternyata Pram sudah menunggunya dengan menenteng dua box sarapan yang rencananya akan mereka santap sebelum berangkat kerja, karna saat Pram akan masuk kamar rawat tadi ia sempat mendengar pertengkaran jadi ia hanya menunggu diluar. dan sarapan yang dibeli pun urung ia berikan, karna ia tahu mood bos nya saat ini sedang tidak bagus. Pram pun hanya mengikuti Adrian dari belakang memasuki lift dan keluar dari rumah sakit mengendarai mobil menuju kantornya.


🍁🍁🍁


Hari sudah siang menandakan jam istirahat bagi para pekerja tak terkecuali para perawat dirumah sakit, saat jam istirahat seperti ini lah rumah sakit terlihat agak sepi. Jihan yang berpamitan untuk membelikan makan siang untuk nya dan sang mamah pun keluar dari kamar, ia memilih membeli makan siang di kedai yang tidak jauh dari rumah sakit.


Saat situasi sedang sepi dan kebetulan nyonya Nadine sedang dipanggil perawat untuk keruangan dokter, dua anak buah Anthonius masuk kedalam kamar rawat pak Permana dan hendak menculiknya. Permana yang terbangun karena suara pintu dibuka pun menyangka bahwa itu adalah sang istri yang telah kembali.


"Siapa kalian"


"Mau apa kalian kesi.." pak Permana hilang kesadaran karna dibekap dengan sapu tangan berisi obat bius yang telah para penjahat itu siapkan


"Cepat kita bawa Zek" ucap salah satu penjahat yang bernama Baron kepada temannya Zeky


"Angkat ke kursi roda, dan kita turun melalui lift" ucap Zeky yang memang telah menyiapkan kursi roda milik rumah sakit


Mereka pun bergegas membawa tuan Permana menggunakan lift dan keluar menuju parkiran rumah sakit lewat pintu belakang, sedangkan nyonya Nadine yang kembali dari ruang dokter pun panik melihat sang suami tidak berada ditempat tidur nya, ia pun sudah bertanya kepada beberapa suster namun tidak ada yang mengetahui nya.


Nadine pun menghubungi Jihan, berharap jika sang suami sedang bersamanya mungkin berjalan-jalan ditaman rumah sakit pikirnya.


"Halo, ada apa mah?" tanya Jihan


"Halo Jihan, apa sekarang kamu sedang bersama papah?" tanya Nadine cemas


"Bersama papah? loh bukannya papah kan dikamar bersama mamah, Jihan baru aja selesai beli makan siang mah" ucap Jihan yang merasa heran dengan kata-kata mamah nya


"Astagfirullah, gimana ini Jihan. papah hilang nggak ada di kamarnya" ucap Nadine yang semakin panik


"Ya Allah, mamah sabar dulu. sebentar lagi Jihan sampai" ucap Jihan sambil menggunakan lift rumah sakit menuju lantai kamar rawat inap sang papah dan ia pun segera berlari menuju kamar setelah pintu lift terbuka


"Mah, bagaimana bisa papah menghilang?" tanya Jihan sambil terengah-engah karna tadi sempat berlari menuju kamar


"Tadi beberapa menit setelah kamu pergi mamah pamit kepada papah keluar sebentar karna dipanggil keruang dokter, tapi setelah kembali papah sudah nggak ada di kamarnya" tangis Nadine pun pecah tak terbendung lagi, mereka bingung apa yang harus dilakukan dan Jihan pun akhirnya memilih untuk menghubungi Adrian


Jihan menelpon Adrian sudah tiga kali namun belum diangkat juga, namun pada panggilan keempat Adrian mengangkat telponnya.


"Halo, Jihan ada apa?" tanya Adrian yang ternyata baru selesai makan siang bersama Pram diruangannya sedangkan handphone nya berada didalam laci


"Mas Adrian, papah hilang mas" ucap Jihan sedih


"Apa, hilang? gimana bisa papah hilang?" tanya Adrian terkejut begitu juga dengan Pram yang masih berada didalam ruangannya


"Iya mas tadi pas aku beli makan siang dan mamah pergi keruangan dokter, setelah kembali papah sudah nggak ada dikamar nya mas" ucap Jihan mencoba menjelaskan


"Astagfirullah aladzim, Jihan. sudah kakak peringatkan kamu dan ibumu untuk menjaga papah baik-baik, sekarang malah bikin papah menghilang. nggak becus" Adrian mulai emosi


"Maaf mas, Jihan dan mamah juga nggak tahu bakal jadi kayak gini" ucap Jihan menyesal


"Kakak nggak mau tahu, kamu cari papah sampai dapat" teriak Adrian kesal dan menutup telponnya, Adrian yang merasa kesal pun membanting handphone nya ke sofa yang berada diruangannya kemudian diambil oleh Pram dan mencoba menenangkan Adrian


"Mas sabar jangan emosi, yang terpenting sekarang kita cari tuan Permana terlebih dahulu" ucap Pram mencoba menyadarkan Adrian dari emosinya


"Benar kata mu Pram, batalkan semua jadwal ku siang ini dan suruh Lisa menghandle semuanya" ucap Adrian yang kemudian mengambil handphone nya dari Pram dan keluar ruangan memasuki lift dan keluar kantor menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Pram untuk mencari dimana keberadaan pak Permana saat ini..


- BERSAMBUNG -


🌹Hai readers alhmdulillah spesial hari ini bisa update lagi, semoga kalian tidak bosen untuk menunggu author melanjutkan cerita the Ceo's wedding secret ini dan jangan lupa untuk like/vote dan komen bijaknya ya.. thank you allπŸ’