The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 73 - DUNIA PERNIKAHAN



"Ketika kita sebagai umatnya menjalani hidup dengan baik atau berusaha menjadi lebih baik, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi sang Rabbi untuk memberikan kebahagian dalam kehidupan ini"


🌺 Happy Reading 🌺


"Tok tok tok, Sayang. dengerin penjelasan mas dulu ya" ucap Alan mengetuk pintu sambil memohon kepada sang istri dengan perasaan khawatir


"Cukup mas, Aina butuh waktu mencerna semua ini dan tolong mas tinggalkan Aina sendiri" pinta Aina dari dalam kamar sambil terisak mencoba menumpahkan rasa sakit didadanya saat ini


"Kamu cuma salah paham sayang, mas nggak ada hubungan apa-apa sama Dea" Alan kembali berusaha meyakinkan sang istri karna ia takut terjadi apa-apa pada Aina dan calon anak mereka


"Jangan bohong mas, terus kenapa dia sering banget telpon dan chat kamu di rumah?" suara Aina mulai meninggi


"Mas juga nggak tau sayang, yang pasti dia cuma tanya pekerjaan yang nggak dimengerti. Mas kan nggak mungkin marahin dia cuma karna hal itu" Alan berusaha menjelaskan lagi


"Bohong, mas pasti ada apa-apa kan sama dia?" sangka Aina


"Astaghfirullah, sayang jangan berprasangka buruk dulu. Demi apapun, mas berani sumpah kalau mas memang nggak ada hubungan apa-apa dengan Dea" kali ini suara Alan yang bernada tinggi


"Aina sayang, coba keluar sebentar kita omongin ini baik-baik. Mas nggak mau berlarut-larut dalam kesalah pahaman ini, please sayang" Alan kembali membujuk sang istri dan akhirnya Aina pun bersedia keluar dari kamar, Alan yang tak mau kehilangan kesempatan pun segera memeluk Aina dan menjelaskan bahwa Dea itu adalah karyawan baru dikantornya yang harus banyak belajar dan kebetulan ia bertanya kepada Alan jadi sebagai atasan yang baik Alan pun mengajari nya dengan baik. Aina pun akhirnya mengerti dan melupakan kesalahan pahaman ini demi keutuhan rumah tangga mereka pastinya


☘️☘️☘️


Saat ini rumah tangga Malika dan Adrian semakin lengkap dengan hadirnya baby Rayn, bahkan Adrian yang terkenal gila kerja semakin males-malesan untuk datang ke kantor karna lebih memilih berdekatan dengan istri dan buah hati nya


"Mas, kamu nggak masuk kerja lagi hari ini?" tanya Malika yang melihat sang suami tidak beranjak bangun dari tempat tidurnya sambil memeluk Rayn


"Nggak sayang, mas masih mau main sama baby Rayn" jawabnya tanpa berpaling dari menciumi pipi gembul sang anak yang tengah tertawa kegelian karna ulah sang papah


"Kamu udah seminggu loh bolos kerja mas, jangan mentang-mentang bos jadi semaunya. kasian kan mas Pram dan lagi masa papah Permana yang balik ke kantor gantiin kamu?" gerutu Malika yang merasa tak enak dengan asisten pribadi dan papah mertua nya itu


"Tapi mas beneran nggak mau jauh dari si gembul ini, rasanya mas sudah tersihir" ujarnya sambil menyubit pelan pipi gembul Rayn dengan gemasnya


"Alesan aja kamu mah mas, pulang kerja nanti kan masih bisa ketemu lagi" Malika masih melanjutkan protesnya namun sang suami sepertinya masih tetap enggan terlalu lama meninggalkan baby Rayn walaupun hanya beberapa jam saja, melihat Adrian seperti itu benar-benar seperti orang yang sedang dimabuk kasmaran yang untungnya kepada darah dagingnya sendiri bukan kepada wanita lain


"Oh iya mas,, masalah Aina dan mas Alan menurut mas sendiri gimana?" tanya Malika yang kini tengah menyusui Rayn dan duduk diatas kasur samping Adrian


"Mas rasa sih Aina cuma cemburu aja sayang, terlebih saat ini kan dia juga tengah mengandung dan pasti sangat sensitif kan seperti kamu dulu" ucap Adrian sambil mencubit hidung Malika, ia penah teringat saat dirinya dan Malika membeli perlengkapan calon anak mereka. saat di mall tepatnya dibaby shop ada beberapa abg yang tak berhenti-henti meliriknya sambil berbisik membicarakan ketampanan nya. lumayan lah sekedar berimajinasi jika Adrian jadi suami mereka, entah saking cemburunya atau memang tidak ada yang Malika sukai, ia pun buru-buru menggandeng sang suami keluar dari baby shop itu seperti menyiratkan kepada ABG itu bahwa Adrian itu sudah ada yang punya dan tidak bisa diganggu gugat alhasil menampakkan raut kecewa mereka setelah mengetahui ternyata Adrian itu laki-laki telah mempunyai istri yang tengah mengandung


"Yah gimana nggak cemburu kalau lihat perempuan curi-curi pandang ke suami sendiri, lagian perempuan itu kan sering telpon dan chat mas Alan saat berada dirumah, emang nggak bisa ya pekerjaan kantor dibahas dirumah udah gitu pake acara nanya udah makan apa belum lagi" ujar Malika yang kesal karna ikut merasakan kesedihan Aina saat beberapa hari yang lalu sahabat nya itu menjenguknya


"Lah kok jadi Malika yang sewot? mas nggak mau aja nanti Lika jadi ikut campur dan terlibat masalah rumah tangga orang lain" Adrian memperingati Malika


"Aina itu sahabat Lika mas bukan orang lain, jadi apa yang dia rasakan saat ini Lika juga seperti merasakannya" Malika tak terima ucapan sang suami


"Iya mas paham, Lika itu sahabatan dari zaman sekolah sama seperti mas dengan Alan. tapi sebagai sahabat kita juga punya batasan dalam mencampuri hal-hal yang lebih pribadi, mas cuma nggak mau nanti jadi boomerang buat Lika sendiri. yah zaman sekarang kan emak-emak maen labrak dan rekam aja terus sebar-sebarin video tanpa berpikir panjang buat kedepannya yang ada malah dilaporin karna pencemaran nama baik dan kena UUD ITE. Terlebih masalah Aina ini kan belum jelas kalau beneran ada apa-apa antara perempuan itu dan Alan, ya kan sayang?" nasehat Adrian sambil memeluk sang istri


"Iya mas, Lika juga tahu batasannya kok. ada kalanya Aina itu cuma butuh pendengar dari keluh kesah nya aja yang mungkin meringankan beban perasaannya saat ini, kalau pun diminta beri saran atau nasehat ya sesuai porsi nya Lika. karna menurut Lika kita itu jangan jadi kompor kalau tidak bisa meredakan api, maksudnya Lika nggak mau menjudge mas Alan berselingkuh atau apa tanpa bukti yang dilihat oleh mata kepala Lika, mas Adrian atau pun Aina sendiri. karna Lika juga nggak mau apa yang Lika ucapkan malah menghancurkan rumah tangga sahabat Lika sendiri mas, seperti kata mas tadi belum tentu benar apa yang dicemburui Aina itu yah mungkin cuma rasa sensitif yang berlebih dari seorang bu hamil aja" ucap Malika dengan sikap dewasanya


"Alhamdulillah, istri mas sedewasa ini pemikirannya. iya sayang kalau Aina curhat dengarkan aja, tapi kalau dia minta pendapat dan nasehat beri yang terbaik tanpa terkesan memihak atau membela siapa pun ya sayang" Adrian pun mengecup kening dan membelai rambut sang istri


"Iya Inshaallah mas" jawab Malika


"Yah si gembul udah bobo aja, padahal papah masih pengen maen" seloroh Adrian sambil beralih menggendong baby Rayn dari tangan Malika


"Ya udah Lika ke dapur dulu ya mas, lanjutin masak" ucap Malika


"Iya sayang, mas juga mau lanjutin tidur lagi" jawab Adrian lalu mengecup pipi gembul Rayn yang nampak terlelap kekenyangan dan menidurkannya di box bayi, kemudian Adrian pun kembali tidur sedangkan Malika membantu bibi di dapur


🍀🍀🍀


Waktu hampir menjelang siang hari Ashya tengah bersantai setelah selesai membantu bibi memasak, ia dan Malika termasuk putri konglomerat yang rajin dan terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah. tidak seperti beberapa kabar yang mengatakan bahwa anak orang kaya hanya bisanya ongkang-ongkang kaki saja dan tinggal suruh ini suruh itu, bagi mereka pengetahuan mengenai seputar urusan dapur dan pekerjaan rumah juga perlu karna mereka tipikal perempuan yang suka kebersihan dan tidak selalu mengandalkan orang lain. contohnya saja jika ada piring kotor di dapur dan para bibi sedang sibuk dengan pekerjaan lain maka mereka tidak akan sungkan untuk mencucinya walaupun nanti para asisten rumah tangga mereka menolak untuk dibantu tetap saja jiwa perempuan mereka keluar


Dering suara handphone mengalihkan perhatian Ashya yang tengah menonton televisi diruang keluarga, sambil memakan kue basah yang tadi pagi sempat ia titip pada sang bibi saat hendak belanja ke pasar. tertera nama sang sahabat yang telah menjadi iparnya itu, Ashya pun mengangkat secepat kilat didering ke dua


"Hallo, loe lagi ngapain Shya? sibuk nggak?" belum sempet Ashya mengucap kata Jihan sudah menanyainya duluan


"Hehehe, iya iya maaf. Assalamualaikum Ashya sahabat ku yang cantik, lagi ngapain? sibuk nggak?" Jihan cengengesan kemudian mengucap salam dan mengulang pertanyaan nya


"Nah gitu donk, kan enak di dengernya. waalaikum salam Jihan, gue lagi selonjoran aja nih cape habis bebenah rumah" jawab Ashya


"Jiahh, gaya loe bebenah rumah. paling tebang masak air" kini Jihan yang protes tak percaya dengan kata-kata Ashya


"Yeee, sirik aja loe. gini-gini gue kalau lagi nggak kerja rajin bebenah coy. belajar jadi calon ibu rumah tangga yang baik, jiahaaaa" ucap Ashya menyombongkan diri


"Terserah ape Kate loe dah Shya, nah berarti hari ini loe nggak ada acara kan, kita jalan yuk? sumpek gue dirumah terus" ajak Jihan


"Emang loe mau kemana sih?" tanya Ashya


"Kemana kek, ke mall boleh atau ke cafe juga boleh" jawab Jihan


"Tumben banget ngajakin gue, emang doi kemana? biasanya hangout loe kalau akhir pekan gini" tanya Ashya lagi


"Sibuk syuting dia Shya, loe sih enak udah kerja jadi bisa ada kegiatan. lah gue pengangguran, tapi loe nggak ada janjikan sama babang loe?" jawab Jihan yang memang masih belum bekerja setelah lulus kuliah


"Anda beruntung pas banget hari ini gue free, tapi kalau besok gue udah janjian sama yayang beb mau wisata kulineran jadi nggak bisa diganggu gugat" Ashya berujar


"Anjayyy, enak banget loe bisa hangout di hari Minggu. lah gue nggak jelas kapan kak Joe ada waktu, ternyata susah juga ya pacaran sama artis terkenal waktu dan ketemuan nya terbatas. malah susah lagi kalau diajak ke tempat umum, banyak lalat yang ngerubungin. hahaaaa" ucap Jihan


"Hahaaaa, itu mah resiko loe Jie, siapa suruh mau pacaran sama artis? udah gitu banyak fans nya lagi" seloroh Ashya


"Yah namanya juga cinta Shya"


"Makan tuh cinta, tapi hati selalu was-was kan?" pungkas Ashya


"Yeh malah ngeledek loe, yaudah tar jam 1 siang gue jemput ya kita ngobrol-ngobrol lagi sampai puas. udah dulu ya gue mau b*ker nih, wassalamu'alaikum" ucap Jihan lalu menutup telpon setelah Ashya menjawab salam nya


"Ya ampun dasar jorok loe, ya udah gue tunggu. Waalaikum salam" Ashya pun kembali meletakkan handphone nya di atas meja, ia melihat pada jam di dinding yang menunjukkan pukul sebelas siang berarti masih ada dua jam lagi dari janji nya dengan Jihan


Ashya pun memilih untuk mematikan televisi yang tengah menyiarkan sinetron bergenre sedih andalan salah satu saluran tv dengan ikon ikan terbang itu, ia memilih untuk makan siang terlebih dahulu setelah selesai Ashya pun bergegas ke kamar untuk mandi lalu melakukan kewajiban pada sang khalik. sejurus kemudian Ashya sudah siap dengan mengenakan kaos panjang berwarna putih dipadu celana jeans dan sneaker senada dengan bajunya, tak lupa juga rambutnya ia kuncir kuda dengan disematkan topi sebagai penutup kepala


"Tin tin tin" bunyi klakson mobil terdengar dari luar rumah, Ashya yang sudah paham betul siapa yang datang. buru-buru ia pun keluar kamar lalu menuruni tangga dan berpamitan kepada si bibi bahwa ia akan keluar bersama Jihan apabila sang ayah nanti pulang dan menanyakan keberadaan putri bungsunya itu


Mereka pun tiba di sebuah mall yang cukup jauh sekitar setengah jam perjalanan, karna Ashya mendapat rekomendasi dari temannya bahwa ada mall yang baru beberapa bulan buka dan cukup keren buat hangout anak-anak muda seperti mereka sehingga ia dan Jihan pun penasaran seperti apa tempatnya. setelah memarkir mobil dibasement mall, mereka pun naik melalui lift ke lantai pertama mall yang memiliki lima lantai itu


Tempat pertama yang mereka tuju yaitu bioskop, karna bagi mereka nggak afdol kalau ngemall tapi nggak sempet nonton terlebih saat ini sudah banyak film-film bagus yang ingin mereka tonton. Jihan bagian mengantri tiket, sedangkan Ashya membeli minum dan popcorn sebagai cemilan mereka saat menonton film. Dua jam sudah waktu berjalan yang telah mereka habiskan untuk menonton film Bilan sebagai karakter anak sekolah dengan drama percintaan nya, setelah puas nonton mereka pun beranjak menuju food court untuk mengisi perut tapi sebelumnya Jihan mengajak Ashya mampir ke butik untuk membeli baju


"Shya, sebelum makan kita cari-cari baju dulu yuk" ajak Jihan


"Loe mau beli baju Jie? ya ampun, baju loe kan udah seabrek-abrek dua lemari penuh Jie. kalau tuh lemari bisa ngomong udah protes kali karna dia nyesek penuh sama baju-baju loe" sindir Ashya


"Ishh, suudzon aja loe. gue mau beliin baju buat si gembul Rayn tau, loe emang udah ngasih kado buat keponakan kita?" ucap Jihan yang diselipi tanya itu


"Oh gue kira buat loe, gue udah ngasih dari awal kali. loe aja yang lambat masa sampai sekarang belum ngasih kado juga? kemana aja loe, padahal kan loe tinggal satu rumah?" cibir Ashya


"Sssst, Shya shya diem" cegah Jihan yang membekap mulut Ashya yang berada didepannya itu


"Apaan sih loe Jie?" elak Ashya sambil melepaskan tangan Jihan dari mulutnya


"Maka nya diem gue bilang, coba deh loe lihat kesana" Ashya pun mengikuti arah telunjuk Jihan


"Astaghfirullah aladzim" Ashya beristighfar karna kaget dengan apa yang dilihatnya


"Menurut loe gue salah lihat nggak Shya? benerkan itu kak Alan lagi sama cewek?" tanya Jihan yang dijawab anggukan Ashya


"Gila seksi bener tuh cewek" Ashya berseloroh saat melihat Alan dan perempuan itu berjalan melewati butik dan tanpa komando mereka pun buru-buru mengikuti kearah mana Alan dan perempuan yang bersamanya itu..


- BERSAMBUNG -


🌹 Alhamdulillah bisa update juga, kira-kira Alan sedang bersama siapa ya readers? tunggu aja ya kelanjutannya ceritanya.. jangan lupa like/vote dan komen bijak nya ya para readers, terimakasih untuk selalu setia menunggu kelanjutan dari novel the CEO wedding secret ini.. 💐