
"Kebahagiaan sahabat adalah kebahagian kita juga, terlebih jika mereka pun dapat bersanding dengan sang kekasih yang semakin menambah kebahagiaan untuk semua nya"
๐บ Happy Reading ๐บ
Hari ini adalah momen paling sakral buat Alan dan Aina, setelah hampir setengah tahun mereka menjalin hubungan akhirnya melangkah juga ke pelaminan. nampak wajah gugup Alan yang sebentar lagi akan mengucapkan ijab kabul di depan sang calon ayah mertua
"Tenang Lan, tarik nafas dalam-dalam terus buang pelan-pelan. gue yakin loe pasti bisa melafalkan nya dengan satu kali tarikan nafas" Adrian yang jadi saksi dari mempelai pria pun mencoba menghilangkan rasa gugup pada sahabat nya itu
"Loe sih enak ngomong doang, tetap aja bro gue deg-degan. apalagi bertatapan langsung sama bokap nya Aina nambah grogi gue" sanggah Alan yang terlihat tegang saat ini
"Loe kira dulu gue nggak ngerasain di posisi loe, sama gue juga grogi. apalagi pernikahan gue termasuk dadakan" sikut Adrian tak mau kalah
"Ngomong-ngomong si Blue mana? dia udah dateng belum?" tanya Alan memastikan ke datangan sahabat itu
"Udah tenang Lan, gue yakin entar juga dia dateng" jawab Adrian meyakinkan sahabat nya itu
Flashback Adrianโฌ๏ธ
Rasanya baru kemarin ia mengejar-ngejar Malika untuk meminta maaf dan akhirnya menikahi wanita yang di cintai nya itu, sebuah perjuangan yang lumayan bagi Adrian di tambah ia sempat mendapat amukan dan makian dari Malika, ayah mertua dan keluarga nya juga. tapi semua hal itu tidak pernah Adrian sesali, karna dengan begitu cinta nya dan Malika bisa bersatu dan mungkin ini memang takdir tuhan yaitu sebuah musibah yang malah berujung kebahagiaan
Adrian tersenyum kala melihat sang istri yang tengah mendampingi Aina berjalan menuju ruang ijab kabul, Malika nampak cantik mengenakan pakaian bridesmaids dengan atasan kebaya berwarna rose gold dan rok batik sebagai pelengkap nya. meskipun perut nya kini sudah membesar namun bagi nya Malika terlihat sangat cantik, seksi dan terpancar aura nya membuat nya harus menahan diri untuk memeluk sang istri saat ini juga. Malika pun melangkah bersama Jihan dan Ashya berjalan beriringan menggunakan pakaian berwarna senada namun berbeda bentuk pakaiannya mendampingi Aina hingga duduk bersebelahan dengan Alan yang sempat terpana melihat calon istri nya yang sangat cantik menggunakan kebaya putih dengan dandanan khas pengantin sunda itu, namun ia pun kembali menetralkan perasaan nya berusaha fokus karna ijab kabul akan segera di mulai.
"Bismillah" Alan kembali melafazkan doa setelah Aina duduk di samping nya dan semua nya telah siap
Sesuai susunan ijab kabul pada umum nya, penghulu pun menanyakan beberapa pertanyaan tentang kebenaran berkas-berkas calon pengantin dan setelah selesai Ayah Aina lah yang menikahkan langsung tanpa diwakili oleh penghulu.
"Saya terima nikah dan kawin nya Aina Nissa binti Andi Darmawan dengan mas kawin yang tersebut di bayar tunai" ucap Alan yang sempat grogi akhirnya bisa melafalkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas, tak berapa lama terdengar suara Adrian yang membuat Alan nampak lega setelah sebelumnya sengaja menggoda diri nya
"SAHHHH" teriak Adrian tepat di telinga Alan yang sontak membuat sang sahabat kaget sekaligus lega mendengarnya, tak ayal banyak para tamu yang memang kalangan keluarga kedua mempelai tertawa melihat kejahilan Adrian itu
"Astaghfirullah aladzim, pelan-pelan ke Dri" refleks Alan menutup telinga sebelah kanan nya yang terasa berdengung setelah Adrian teriak tadi
"Ya udah gue ralat nih" ancam Adrian
"Eh, iya iya jangan jangan donk" sergah Alan gelagapan mendengar nya sontak kembali membuat semua nya pun tertawa
Acara ijab kabul pun selesai dilaksanakan dan para sahabat dan keluarga pun memberikan ucapan selamat kepada Alan dan Aina, kini sesi foto pengantin bersama keluarga dilanjutkan dengan para bridesmaids dan groomsmen dengan berbagai gaya yang konyol pasti nya
"Widihh, selamat bro sekarang loe udah jadi seorang suami" Biru menghampiri Alan dan mengucapkan selamat atas pernikahan sahabat nya itu
"Gue kira loe nggak dateng blue" Alan membalas jabatan tangan sahabat nya itu
"Tenang Bro gue pasti sempat-sempatin dateng di acara pernikahan loe berdua, walaupun tadi hampir telat dateng nya karna sempet terjebak macet gue untung ijab kabul nya belum mulai tadi" ucap Biru menjelaskan
"Oh iya, kenalin ini Naira" Biru memperkenalkan pasangan yang ia bawa
"Siapa nih? pacar apa calon loe Blue?" Alan penasaran melihat Biru membawa seorang cewek yang baru pertama kali ia lihat, karna biasa nya ia selalu tahu incaran atau pacar dari sahabat nya itu
"Doain aja" ucap Biru sambil menatap sosok wanita cantik bergaun rose gold sesuai warna pakaian Bridesmaids yang memang di siapkan Alan untuk pasangan Biru sebagai Groomsmen di pernikahan nya dan kedua nya pun tersenyum menampakkan kesan pasangan yang tengah di mabuk asmara
"Nah ini dia, untung loe dateng Blue coba kalau sampe nggak bisa di ancurin motor kesayangan loe ma si Alan" tiba-tiba Adrian datang sambil menepuk pundak Biru dan membuat mereka semua pun tertawa mendengar ucapan Adrian
"Si-alan emang bener-bener dah kalau ngambek, bikin gue atut" timpal Biru yang ikut menggoda sahabat nya itu
"Wah, mulai rese nih di acara gue" cibir Alan
"Udah ah, sambil makan yuk ngobrol nya" ajak Alan yang menggandeng sang istri lalu di ikuti Adrian dan Biru menggandeng pasangan nya masing-masing
"Ngomong-ngomong si Blue ngajak siapa itu? gebetan baru nya ya?" tanya Adrian ke Alan yang merasa penasaran, karna biasa nya Alan selalu cerita mengenai sahabat nya itu
"Tau, loe tanya aja sendiri noh" jawab Alan sambil berlalu membalas menggoda Adrian yang tengah penasaran, namun akhirnya rasa penasarannya pun hilang setelah Biru memperkenalkan Naira secara langsung
acara dilanjutkan dengan makan siang bersama seluruh keluarga karna memang acara resepsi mereka dilakukan di malam hari, lewat jam satu siang para keluarga pun kembali ke kamar hotel masing-masing beristirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk acara malam nanti
Tidak salah Adrian memiliki sahabat seperti Alan sang arsitek muda dan seorang anak dari pemilik beberapa hotel bintang lima terbaik, terlebih para keluarga pun dimanjakan dengan fasilitas yang sangat baik, Alan menyediakan spa khusus para keluarga, bridesmaids dan groomsmen dengan para terapis pijat sesuai gender masing-masing yang di datangkan khusus untuk menjamu mereka semua. Adrian pun memilih di pijat di kamar sang papa, karna ia tidak mau dipijat bersama sang istri dalam kamar yang sama sedangkan terapis nya laki-laki dan ia tidak ingin tubuh mulus sang istri di lihat oleh terapis itu. sebenarnya bukan hanya Adrian, tapi para pasangan yang lain pun melakukan hal demikian demi kenyamanan bersama
Setelah rileks di pijat para terapis dan berganti pakaian santai, Adrian pun kembali bertukar kamar dengan mamah Nadine. ia ingin merebahkan tubuh nya di samping sang istri dan tidur sejenak sambil memeluk Malika. jarang-jarang kan datang ke acara pernikahan tapi bisa sesantai ini, terlebih yang menikah adalah sahabat nya sendiri dan ia pun larut dalam tidur siang menyusul Malika yang sudah terlelap
"Ceklek" suara pintu kamar di buka, dan nampak Alan memasuki kamar khusus untuk merias pengantin, nampak dua orang perias yang sedang melepaskan siger dan membuka perlahan sanggul di kepala Aina serentak menatap ke arah datang nya suara
"Kenapa mas?" tanya Aina melihat raut letih pada Alan yang telah sah menjadi suami nya beberapa jam yang lalu
"Nggak kenapa-kenapa, kamu masih lama sayang?" jawab Alan yang kemudian beralih tanya kepada sang istri yang masih sibuk dibantu melepas beberapa jepit di sanggul kepala nya itu
"Bentar lagi mas, ini tinggal ngelepas sanggul dan jepit nya aja" ucap Aina yang memang sudah melepas pakaian kebaya nya dan hanya menggunakan baju handuk berwarna putih yang menutupi tubuh nya saat ini
"Aduh duh, pelan-pelan mba" nampak Aina mengasuh saat salah seorang asisten perias melepas jepit dirambut nya, walaupun mereka melepasnya sudah pelan-pelan namun efek cengkraman jepit itu yang sudah berjam-jam melekat tetap saja berasa sakit bagi para pengantin. tak berapa lama akhirnya mereka selesai dan Aina yang mengerti ada yang ingin dibicarakan Alan pun meminta perias dan asisten nya itu untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan sampai nanti sore mereka sudah fresh dan kembali merias wajah nya untuk resepsi nanti malam
"Ada apa sih mas? kok wajah nya cemberut gitu?" tanya Aina yang menghampiri sang suami sambil mengelus pipi nya
"Nggak apa-apa sayang, mas cuma lagi berpikir aja" jawab Alan yang menggenggam tangan Aina kemudian mencium telapak tangan sang istri dengan penuh kasih sayang
"Mikirin apa mas?" tanya Aina memilih duduk di samping Alan yang kini menampakkan wajah serius nya
"Apa kita batalin aja ya acara resepsi nya?" ucap Alan lirih sambil menatap dalam manik mata sang istri
Deg, seketika jantung Aina seperti berhenti berdetak mendengar kata yang barusan terucap dari bibir suami nya itu
"Mas, jawab mas" Aina pun menangkup wajah sang suami yang tengah menunduk agar menatap wajah nya dan suara Aina pun terdengar parau seperti menahan tangis
"Mas cuma mau batalin resepsi ini dan bukan pernikahan kita" jawab Alan lirih
"Iya tapi kenapa mas? apa Aina punya salah sama mas?" Aina tak sabaran mendapat jawaban yang ambigu dari Alan
"Nggak, kamu nggak punya salah apa-apa. tapi mas Alan cuma nggak tahan aja" ucap Alan yang semakin membuat Aina bingung
"Nggak tahan? M-maksudnya?" Aina mulai panik, pikiran saat ini bercampur aduk dengan pertanyaan-pertanyaan dalam otak nya. apakah selama ini akan benar-benar mencintai nya? atau kah hanya sekedar untuk bermain-main saja?
"Iya mas udah nggak tahan, buat mangsa kamu sayang" tiba-tiba Alan menarik tengkuk Aina dan mencium bibir nya, Aina yang semula kaget pun namun akhirnya mengikuti permainan sang suami. karna toh sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri serta melakukan apa pun tidak perlu merasa takut dan berdosa lagi. cukup lama pagutan yang terjadi diantara mereka, hingga tangan Alan entah sudah menjelajah kemana dengan erangan yang tertahan. sampai akhirnya ciuman mereka pun terlepas karna kedua nya seperti kehabisan oksigen dan pagutan mereka kembali menyatu karna hasrat yang sulit dibendung
"Sabar mas, mas nggak mau kan sampai Aina nggak bisa berjalan normal saat resepsi malam nanti?" cegah Aina saat Alan berniat membuka baju handuk yang ia kenakan
"ck, maka nya itu mas pengen kita batalin aja resepsi nya dan semalaman di kamar sama kamu" jawab nya manja sambil merebahkan tubuh nya diatas Aina yang berada diposisi tiduran diatas sofa akibat pagutan mereka tadi
"Sabar mas, kan enggak enak sama Malika, mas Adrian dan tamu lain nya mas. terlebih dengan keluarga besar kita" Aina berusaha merayu sang suami agar bisa menahan hasrat nya sampai acara selesai nanti
"Ya udah deh, mas ke kamar mandi dulu ya" Alan pun beranjak bangkit dan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar
"Mau ngapain mas?" tanya Aina penasaran
"Mau ngapain lagi, ya mau mandi air dingin buat nidurin yang sudah terbangun" ucap nya lalu masuk ke kamar mandi dengan langkah gontai dan Aina yang mengerti pun hanya tersenyum di buat nya
๐๐๐
Hari telah berganti malam suasana ramai di ballroom Grand hotel Java Nusantara milik keluarga Alan yang sudah di penuhi para tamu undangan dengan dekorasi indah dan menakjubkan yang menggambarkan suasana acara berasa di sebuah taman, nampak anggun dan memikat Aina menggunakan gaun panjang berwarna putih dengan tatanan rambut yang di gerai ke belakang menambah aura kecantikan sahabat Malika itu dan nampak serasi dengan Alan yang menggunakan setelan jas hitam semakin memperjelas ketampanan nya malam ini
Kedua pengantin itu pun memasuki ruangan menuju pelaminan, dengan diiringi tepuk tangan dan tatapan para tamu yang memandang iri bercampur bahagia melihat kemesraan mereka berdua. senyum mengembang selalu nampak menghiasi wajah pasangan yang kini telah sah menjadi suami istri itu, rasa nya Alan ingin langsung membopong sang istri ke kamar jika mengingat hasrat yang sempat terpendam tadi
"Sabar, sabar" bisik Aina yang nampak mengerti dengan kegundahan sang suami
"Huh, kayak nya masih lama nih sayang" Alan pun menjawab lirih sambil ikut berbisik dan hanya dibalas tawa tertahan Aina karna merasa lucu dengan tingkah suami nya saat ini
"Seneng ya malah ngetawain mas, awas nanti malam nggak akan mas beri ampun" ancam Alan yang sontak membuat Aina tertawa dan menepuk lengan nya sedangkan Alan tersenyum jahil penuh kemenangan
Suasana pun semakin romantis dengan diiringi beberapa penyanyi dalam negri yang menjadi pengisi acara dalam resepsi pernikahan Alan dan Aina malam ini, beberapa pasangan pun ikut berdansa mendampingi pasangan pengantin yang lebih dulu menari di tengah-tengah ruangan tak terkecuali, Malika dan Adrian, Biru dan Naira, Jihan dan Joe, Ashya dan Ibra serta Bram dan Jelita dengan diiringi lagu romantis "Teman hidup" dari Tulus salah satu penyanyi populer dalam negri saat ini
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau milikku ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kitaโฆ
- BERSAMBUNG -
๐นHai para readers jangan lupa untuk selalu like/vote dan komen bijak nya ya, terimakasih..๐