The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 67 - ADA HUBUNGAN APA HILLARY DAN SHEILA?



"Semua takdir dan peristiwa yang terjadi pasti telah di rencanakan tuhan dengan sebaik-baiknya, kita sebagai manusia hendaknya selalu bersyukur dan meminta agar takdir yang diberikan sang pencipta adalah takdir yang baik dan berguna buat kehidupan kita selanjutnya. bukan malah berusaha mengubah takdir dengan segala cara, yang bahkan merugikan umat lain nya"


🌺 Happy Reading 🌺


"Maaf ada hubungan apa anda dengan Sheila?" tanya Adrian yang tak bisa menahan rasa penasaran nya


"Secara ikatan kami tidak memiliki hubungan apa-apa, namun secara emosional saya merasa kasihan kepada nya terlebih ia adalah korban dari kebejatan Anthonius suami saya sendiri" kata-kata Hillary sukses membuat semua orang kaget dan semakin penasaran


"Sini sayang" ujar nya kepada seorang gadis mungil yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kediaman Adhitama


"Saya yakin sebagian dari anda semua mengenal anak ini, benar ini adalah Sean anak dari Sheila yang menjadi korban pemerkosaan oleh Anthonius" ucap nya yang membuat semua orang semakin kaget dan shock mendengar nya


"Anthonius memang berniat membalaskan kepada tuan Permana dengan berniat menghancurkan Adrian, ia mengetahui jika Sheila sangat menyukai Adrian dan selalu mengejar-ngejar nya dan ia memanfaatkan Sheila untuk meluluskan rencana nya. tapi sayang Anthonius tergoda dengan kecantikan paras dan tubuh seksi Sheila hingga ia malah memperkosa nya hingga Sheila pun hamil dan memiliki nama Sean" Hillary mengungkapkan kebenaran siapa ayah Sean sebenarnya, dan membuat semua orang yang mendengarnya nampak shock untuk kesekian kali nya


"Astaga, Jadi Anthonius yang sudah menghamili Sheila?" tanya Nadine tak percaya


"Iya benar, dia laki-laki kurang ajar yang telah merenggut kebahagiaan Sheila dan ia pula yang telah menyuruh Sheila untuk menghancurkan rumah tangga kalian" ucapan Hillary tertuju kepada Malika dan Adrian


"Andai saja saya bisa mencegah nya berbuat hal bodoh itu, mungkin nasib nya tidak lebih buruk dari sekarang. dan kini saya menyesali semua nya, saya benar-benar minta maaf kepada kalian semua atas segala hal yang telah mereka lakukan" Hillary menangkup kan kedua tangan nya bersimpuh di hadapan Adrian, Malika dan seluruh hadirin di sana


"Tidak Hillary, kamu tidak bersalah dalam hal ini. semua murni karna kebodohan mereka dan saya cukup prihatin dengan apa yang menimpa mu, tapi kamu adalah wanita yang kuat dan tegar hingga rela membawa anak hasil perbuatan suami mu dengan wanita lain tanpa tersirat rasa benci di wajah mu saat ini" Nadine pun menarik nya untuk bangun


"Benar nyonya Hillary, anda tidak bersalah. dan terimakasih atas ketulusan hati anda, semoga tuhan selalu memberikan kebahagiaan dalam diri anda yang sangat luar biasa ini" ucap Malika ikut memapah Hillary bangun dari simpuh nya lalu memeluk Hillary dan juga Sean


"Terimakasih Malika dan nyonya Nadine, kalian benar-benar wanita berhati mulia. saya merasa malu jika mengingat apa yang telah Anthonius lakukan kepada kalian, tapi kalian tetap bersikap baik kepada ku dan juga Sean" ucap Hillary setelah Malika melepaskan pelukan nya


"Nyonya dan Sean tidak bersalah, jadi buat apa kami harus membenci kalian. terlebih saat ini Sean sangat membutuhkan kasih sayang karna berjauhan dengan kedua orang tua nya" Malika bersikap bijak


"Oh iya lalu bagaimana dengan masa depan Sean selanjutnya?" tanya Nadine yang penasaran karna sekarang Sean bisa di bilang sebatang kara


"Rencana nya saya yang akan menjadi ibu asuh nya dan membiayai semua sekolah, pengobatan dan keperluan Sean nanti. bagaimana pun juga naluri seorang ibu dalam diri saya tidak mungkin tega melihat Sean terlunta-lunta, terlebih kini tidak ada sandaran hidup yang ia punya" Hillary memeluk sambil mengelus kepala Sean dengan penuh kasih sayang


"Alhamdulillah, kamu memang wanita luar biasa Hillary. jika saya berada di posisi kamu, belum tentu saya bisa melakukan hal seperti itu" puji mamah Nadine


"Ya udah kalau gitu jangan bersedih lagi, ayo nyonya Hillary dan Sean ikut makan dan mencicipi makanan kami" ajak Malika yang di sambut antusias oleh Sean yang memang sangat lapar dan mereka pun makan sambil berbincang-bincang mengenai berbagai hal, Hillary dan mamah Nadine terlihat sangat nyambung saat mengobrol, mungkin karna kedua nya sama-sama wanita karir yang memiliki bisnis sendiri


🍁🍁🍁


Waktu sudah hampir petang, seluruh keluarga dan tamu undangan sudah pulang ke kediaman masing-masing. Malika tengah duduk di depan cermin sambil menyisir rambut nya setelah selesai mandi sore saat Adrian masuk ke kamar sehabis merapihkan lantai bawah tempat mereka menggelar acara syukuran tujuh bulanan calon anak mereka tadi


"Seger nya yang udah mandi" Adrian memeluk tubuh Malika dari belakang, ia pun tak luput mengelus perut sang istri yang sudah nampak besar itu


"Iya donk, udah sana mandi mas. bau asem tau" perintah Malika sambil pura-pura mencet hidung nya untuk meledek sang suami yang baru selesai beberes itu


"Wah ada yang ngeledek nih" Adrian menyeringai dan mulai terlintas ide jahil nya untuk mengerjai sang istri, Adrian pun sengaja menggendong Malika masuk ke kamar mandi dan memaksa nya untuk berc*mb* hingga akhirnya Malika terpaksa mandi untuk yang ke dua kali nya


Karena perbuatan Adrian barusan membuat Malika kesal, sejak keluar dari kamar mandi bibir nya terus manyun menandakan kekesalan yang sedang ia rasakan. sedangkan Adrian dibelakang nya hanya tersenyum geli melihat ekspresi sang istri yang sangat lucu menurut nya itu


"Maaf deh sayang, habis nya tadi Lika sengaja sih ngeledekin mas" mohon Adrian walaupun sebenarnya ia sangat senang, karna beberapa hari ini ia memang tidak dapat menyalurkan hasrat nya sebab Malika selalu mengeluh capek dan lelah hingga ia pun tak tega untuk meminta jatah nya


"Maaf, maaf. bilang aja mas seneng dan emang sengaja kan ngelakuin itu?" Malika mulai ngedumel karna perlakuan sang suami


"Oh pasti" celetuk nya tanpa sadar dan membuat nya refleks menutup mulut nya


"Tuh kan?" cibir Malika yang sudah hafal betul dengan kemes*man sang suami


"Iya deh mas janji nggak akan begitu lagi, asalkan kalau mas minta jangan di tolak ya?" ucap Adrian yang tak mau rugi


"Huhhh, inshaallah nggak janji ya" ketus Malika yang semakin di buat kesal, ia pun memilih berbaring di kasur lalu membelakangi sang suami karna masih kesal dengan tingkah Adrian yang semakin menjadi terlebih kini ia sedang hamil besar


"Hemm" Malika menjawab dengan malas


"Udah ngantuk ya?" tanya Adrian lagi, namun tak di jawab


"Sayang masih marah ya sama mas?" Adrian mencoba meredakan emosi Malika


"Ehhmmm" jawab nya singkat


"Kok gitu sih sayang, kan mas udah minta maaf. jangan marah lagi donk?" Adrian memohon sambil membalikan badan Malika agar menghadap ke arah nya, namun Malika masih berpura-pura menutup mata nya


"Kok malah merem sih, lihat mas dulu sayang" pinta Adrian, tapi Malika masih tak bergeming


"Ya udah kalau gitu, selamat tidur ya sayang. cup" Adrian mengalah karna tahu Malika pasti sangat capek, ia pun memilih mencium kening dan memeluk tubuh sang istri sampai kedua nya pun tertidur pulas setelah seharian mengadakan acara syukuran tujuh bulanan calon anak mereka


☘️☘️☘️


"Alhamdulillah ya mas sebentar lagi Malika dan mas Adrian akan mempunyai anak, rasa nya Na seneng banget semua masalah yang menimpa keluarga mereka bisa selesai dengan baik. rasa nya nggak sabar deh buat gendong baby" ucap Aina kepada Alan yang sama-sama tengah duduk di ruang tamu rumah nya


"Gendong baby? emang kamu udah siap sayang?" tanya Alan yang mendekatkan tubuh nya perlahan


"I-iya, eh maksudnya baby Malika mas" ucap Aina terbata yang gugup karena pertanyaan Alan yang ambigu


"Sebentar lagi juga kita punya sayang, atau mau dibuat dari sekarang?" Alan kembali menggoda Aina yang sudah memerah wajah nya seperti kepiting rebus


"A-apa? nggak usah deh mas, nanti aja" Aina kaget mendengar ucapan Alan yang mulai menjurus mesum itu


"A-aina buatin minum dulu ya, mas mau minum apa?" gugup Aina yang semakin menjadi karna mata Alan yang terus menatap nya tanpa kedip


"Nggak usah" tolak Alan halus yang menahan lengan Aina saat ia bangun hendak ke dapur membuatkan minum


"Emm, emang mas nggak haus?" tanya Aina lagi mencoba mencari alasan, karna jika ia sudah dalam pelukan Alan maka akan sulit bagi nya untuk menghindar, bukan jawaban yang ia dapatkan tapi Alan malah menarik aina jatuh di atas pangkuan nya dan mencium bibir nya dengan penuh gairah. semula Aina hanya diam terpaku kemudian ia pun larut dalam ciuman yang semakin memanas itu, Aina pun merangkulkan tangan nya di leher Alan sedangkan tangan Alan mulai meraba d*d* Aina yang membuatnya semakin ter*ngs*ng, tanpa terasa baju atasan mereka pun telah terbuka entah kemana dan Alan beralih menciumi leher dan gundukan kenyal milik Aina yang membuat nya mendesah.


Alan pun terus mencumb* Aina dengan gairah yang mulai memuncak, tangan nya pun mulai menuruni celana panjang yang Aina kenakan. namun tiba-tiba Aina pun tersadar dari hasrat nya


"Maaf mas, jangan dulu. aku belum siap" tolak Aina yang mulai menggenang air di pelupuk mata nya


"Astagfirullah" Alan pun memejamkan mata sambil memukul kepala nya, hampir saja ia melakukan perbuatan dosa yang lebih besar. padahal ia hanya tinggal menunggu sebentar lagi dan Aina akan seutuh nya menjadi milik nya, beruntung sang calon mertua memang masih tinggal di malang dan tidak melihat perbuatan nya. kalau tidak ia akan di cap buruk sebagai calon menantu yang ingin menodai anak semata wayangnya


Aina pun buru-buru memakai pakaian nya, begitu pun Alan kembali menggunakan kemeja nya yang berserakan dilantai. tanpa terasa air mata Aina mengalir, hampir saja ia tak dapat menguasai diri nya dan melakukan perbuatan bodoh yang mungkin bisa saja ia sesali nanti. ia teringat dengan janji nya bersama Malika, bahwa mereka hanya akan memberikan mahkota nya kepada sang suami bukan kepada pacar atau pun calon suami yang belum tentu akan menjadi suami mereka kelak. ia pun tak mau menyesali seperti Malika yang harus di rampas mahkota nya oleh Adrian, walau pun kenyataan sebenarnya bahwa Adrian tetap menjaga kesucian Malika sampai mereka menikah dan kebenaran itu masih sama-sama belum Malika dan Aina ketahui


"Sayang, maafin mas ya. mas khilaf, untung kamu tadi bisa menahan nya. kalau nggak? nggak tau deh mas pasti akan bikin kamu kecewa dan benci sama mas" Alan menghapus air mata Aina, kemudian menggenggam kedua tangan nya dan meminta maaf atas kekhilafan yang barusan terjadi, ia pun berjanji akan menahan hasrat nya sampai Aina benar-benar jadi milik nya seorang


"Kalau gitu mas pamit pulang aja ya, bahaya kalau mas masih berada di sini" Alan akhirnya memilih untuk pulang demi menghindari hal-hal yang tidak mereka inginkan, sebentar ia memeluk dan mengecup kening wanita yang di cintai nya itu lalu berjalan keluar rumah


"Iya mas, hati-hati dijalan ya" ucap Aina yang mengantar Alan keluar rumah


"Nanti mas hubungi ya kalau sudah sampai rumah, Assalamualaikum" ucap nya lalu masuk ke mobil dan melambaikan tangan nya


"Iya mas, Waalaikum salam" Aina membalas salam dan lambaian tangan Alan, ia pun kemudian masuk ke dalam rumah setelah Alan menyuruh nya masuk lalu terlebih dahulu lalu ia pun mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman Aina


"****, hampir aja gue ngelakuin hal gila. bener-bener bego, ngapain lagi loe Lan bertindak kayak gitu? harus nya loe sabar sebentar lagi juga Aina bakal jadi milik loe dan nanti juga loe bisa puas-puasin semua nya" Alan mengomeli diri nya sendiri sambil memukul kemudi setir yang ia pegang, sambil menyetir ia pun kini bertekad harus bisa menahan hasrat nya itu sampai ia dan Aina benar-benar sah menjadi pasangan suami istri. ia pun berjanji sekarang akan menjaga jarak agar tidak terpancing melakukan perbuatan yang akan di sesali nya itu..


-BERSAMBUNG-


🌹Halo para readers selamat lebaran ya, minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin dari author buat kalian yang merasa di buat kesal karna menunggu update novel The ceo's wedding secret ini. πŸ™πŸ™πŸ₯°


kenapa kelamaan nggak update? maaf author banyak kesibukan kalau lebaran begini, banyak tamu dan keluarga yang harus di kunjungi maklum author nggak punya kampung. kebetulan author dan suami asli Bekasi, jadi kita banyak berkeliling ke dua keluarga di sini. terutama bapak/ortu author yang memang anak pertama dari keluarga nya yang berjumlah 8 bersaudara. jadi bisa dibayangkan dong rame nya kayak gimana?, selamat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman, dan buat yang nggak bisa mudik jangan patah semangat ya inshaallah tahun depan semoga bisa berkumpul bersama keluarga.. thank you allπŸ’πŸ₯°