
Konten dewasa๐
"Malam terbaik untuk pasangan kekasih adalah, malam dimana bisa berjalan berdua menikmati indah nya momen bersama walau pun berada ditengah kota. berbeda dengan pasangan suami-istri, karna merasa malam pertama dan malam lainnya adalah malam terindah yang mereka lalui hanya berdua"
๐บ Happy Reading ๐บ
Adrian yang melihat Malika kesusahan duduk di depan meja rias untuk membuka siger yang berada dikepala nya pun segera membantu Malika, ia melepaskan penjepit satu persatu yang menempel di rambut Malika. tampak beberapa kali Malika meringis kesakitan karena beberapa dari jepit itu terlalu merekat kuat di rambutnya, Adrian yang merasa bersalah pun meminta maaf berkali-kali.
"Aduh duh, pelan-pelan mas sakit tau" ucap Malika
"Iya maaf maaf sayang" ucap Adrian
"Mas cabut lagi ya" tanya Adrian takut salah
"Iya, tapi pelan-pelan" jawab Malika meringis karena menahan sakit saat jepit ditarik dari rambutnya, tanpa mereka sadari duo rempong yaitu Jihan dan Ashya tengah menuju kamar untuk beristirahat. karna memang sifat jahil dan penasaran mereka, setelah mendengar Malika mengaduh pun muncul ide gila mereka untuk menguping.
"Hihihi hihihiii" tanpa sadar Ashya dan Jihan pun cekikikan dan membuat Adrian penasaran
"Tunggu sayang, mas seperti mendengar suara tertawa orang di luar kamar deh" ucap Adrian yang menghentikan kegiatannya
"Aduh mas tanggung, ini sedikit lagi" ucap Malika setengah teriak yang membuat Jihan serta Ashya pun terbelalak dan membuka mulut nya lebar-lebar yang mendengar dari balik pintu kamar Malika, namun tiba-tiba pintu kamar terbuka dan mereka berdua jatuh terjerembab masuk kedalam kamar Malika.
"Aduhhhh, sakit" kompak Jihan dan Ashya mengaduh karna kening dan kepala mereka saling berbenturan
"Astagfirullah, Jihan dan Ashya kalian sedang apa nempel-nempel di pintu kamar?" tanya Adrian yang aneh dengan kelakuan sang adik dan adik iparnya itu
"Ya Allah, nih anak berdua pasti mau nguping ya?" ucap Malika menghampiri Adrian sambil membawa siger yang masih setengah menempel di rambutnya dengan baju pengantin yang masih melekat ditubuhnya
"Hehehee, maaf ya kak" ucap mereka serempak yang dalam hitungan detik bangun dan langsung kabur masuk kekamar Ashya lalu mengunci pintu sebelum kedua kakak mereka mengamuk, sedangkan Malika yang mengomel pun tak mereka hiraukan
"Hadehh hampir saja, untung kita bisa kabur dari amukan mereka" ucap Jihan
"Gimana mereka nggak marah, emang salah kita juga sih Jie langsung piktor dan maen nguping aja. Hahaaa" ucap Ashya dan bersamaan mereka pun tertawa merasa bodoh sudah menguping dan berpikiran yang tidak-tidak, kemudian mereka pun bergantian mandi dan berganti piama couple. Jihan dan Ashya pun tertidur pulas setelah sejam lebih bercerita tentang apa saja, bagi mereka yang penting jadi bahan obrolan karna telah lama tidak berjumpa.
๐๐๐
Adrian menenangkan Malika yang masih mengomel-ngomel dengan kelakuan Ashya dan Jihan, tak habis pikir memang dengan kelakuan duo rempong yang selalu saja bikin ulah nyeleneh itu.
"Sudah sayang jangan ngomel terus, yuk kita lanjutin buka siger dan baju nya. habis itu baru deh kita.."
"Tidur" ucap Malika memotong ucapan Adrian dan kembali duduk di depan meja riasnya
"Loh kok tidur sih?" protes Adrian tak percaya dan menghampiri Malika
"Emang nya kenapa? aku capek mas habis selesai ini mau mandi terus tidur deh" ucap Malika yang berbalik kembali menghadap cermin setelah menatap sang suami dan tiba-tiba membuat Adrian tak bersemangat
"Hahhhh, yaudah deh. sini mas bantu bukain biar lebih cepat" Adrian pun mengalah mencoba mengerti jika Malika pasti sangat capek mempersiapkan semuanya, karna acara yang seharusnya diadakan di hotel tiba-tiba berubah di kediamannya karna permintaan sang papah yang mendadak dan di setujui pula oleh om Tama demi keselamatan semua. ia pun dengan bersabar kembali membuka jepit yang menempel di rambut Malika hingga selesai lalu Malika pun memilih membuka baju di dalam kamar mandi karna ia masih canggung dengan Adrian. setelah Malika selesai mandi gantian Adrian lah yang masuk ke dalam kamar mandi dan berendam sebentar untuk menghilangkan penat nya karna tadi pagi sampai siang hari ia masih bekerja agar tidak ada media yang tahu jika malam ini ia menikah dengan Malika, sedangkan hampir seluruh karyawan nya tahu namun berusaha menutupi nya dan diam sesuai perintah Pram. apabila melanggar serta berita pernikahan Adrian sampai ke orang lain terutama media, maka konsekuensinya mereka pun akan di pecat dari perusahaan Surya Permana grup. dan di black list hingga susah mendapatkan pekerjaan diperusahaan lain, terlebih orang tersebut mendapatkan daftar hitam diperusahaan yang cukup berpengaruh itu
Adrian yang telah selesai mandi dan sudah berpakaian menggunakan kaos dongker dan celana boxer, ia pun menghampiri Malika yang tengah tertidur di kasur nya menggunakan piama biru laut berlengan pendek yang panjang nya selutut. bagi nya malam ini Malika terlihat sangat cantik mekipun tanpa riasan diwajah nya yang mungil berbentuk oval, berkulit putih, berhidung mancung khas Indonesia, bermata bulat dan berbibir tipis yang kemerahan meski tanpa dipoles lipstik sekali pun. Adrian merasa sangat beruntung bisa bersanding bersama wanita yang selama ini dicintai nya, Adrian pun berbaring di samping Malika dan memperhatikan dengan seksama kamar Malika yang penuh dengan hiasan-hiasan seperti kamar pengantin di sinetron-sinetron pada umumnya nya dengan bertabur bunga di lantai dan berbentuk hati pada kasur yang sekarang mereka tiduri. rasanya risih juga ya tidur dengan berhamparkan bunga dan beruntungnya bunga nya berjenis mawar berwarna merah dan putih, coba kalau bunga nya melati atau kamboja yang ada Adrian bisa pingsan di buat nya.
"Sayang, kamu udah tidur?" ucap Adrian yang mengelus pipi Malika
"Hemm" ucap Malika berpura-pura
"Sayang mas mau tanya ngomong-ngomong siapa yang dekor kamar ini? kayak nya niat banget ya?" tanya Adrian mencoba menyindir Malika, dan Malika yang merasa disindir pun membuka mata nya sebab ia hanya pura-pura tidur saja
"Jangan geer dulu deh mas, aku juga baru lihat tadi. Aina dan Ashya yang mendekor semua nya" ucap Malika yang mulai cemberut lalu bangun dan duduk membelakangi Adrian di tempat tidur nya
"Oh Aina dan Ashya, kirain yang siapin ini semua istri mas yang cantik ini" ucap Adrian memeluk sambil mencubit hidung Malika
"Auu, sakit tahu mas" ucap Malika
"Nih hidung aku sakit tau mas" ucap Malika polos dan ia pun membalikkan tubuh nya hingga kini mereka saling berpandangan satu sama lain duduk di atas tempat tidur Malika yang berukuran sedang itu.
"Sini mas obatin" ucap Adrian
"Cup" Adrian mencium hidung Malika sebagai obat dari rasa sakit nya dan membuat Malika kaget, Adrian pun kemudian berbisik melafalkan doa ditelinga Malika dan tanpa terasa hati nya pun seperti ikut melafalkan doa tersebut.
Setelah selesai melafalkan doa Adrian pun mencium kening Malika, lalu turun ke hidung dan sampai lah ke bibir nya. Malika yang memang belum pernah melakukan nya hanya terpaku diam, ia memang pernah berpacaran dengan Dimas namun diri nya selalu menolak jika Dimas akan mencium bahkan memeluknya sekali pun. hingga beberapa bulan mereka pacaran akhirnya Dimas pun berselingkuh dan hubungan mereka akhirnya kandas, beruntung Malika bisa menjaga diri nya hingga ia tidak sampai menyesal karena memberikan ciuman pertama nya kepada laki-laki seperti Dimas yang ternyata playboy cap ikan teri.
Adrian pun baru pertama kali melakukannya entah mengapa jika berhadapan dengan Malika hasrat nya selalu bergelora, hingga ciuman yang tadi nya lembut dan perlahan kini menjadi semakin beringas. ia pun mencumbu leher Malika hingga membuat nya mendesah tak tertahan, dan aneh ny Adrian malah semakin bersemangat untuk menciumi Malika.
"Jangan di tahan sayang" bisik Adrian sambil menciumi telinga Malika yang pasti membuatnya merinding geli tak karuan
Tangan Adrian pun mulai terbawa suasana menyusup kebagian paha dan area sensitif lain nya milik Malika, perlahan namun pasti ia pun melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan Malika setelah itu ia pun melepaskan seluruh pakaian nya dan sekarang mereka berdua bergelut di dalam selimut menikmati malam panjang dengan berolahraga malam.
Dua ronde berlalu dan waktu sudah menunjukkan pukul empat lebih dua puluh menit menandakan sudah waktu subuh, Malika pun larut dalam pelukan Adrian yang telah mencapai ******* nya. suara adzan pun terdengar jelas dari kediaman Malika yang hanya berjarak kurang lebih tujuh puluh meter ke masjid terdekat, Malika berusaha bangun namun rasa nyeri pada bagian bawah area sensitif nya pun membuat nya meringis kesakitan. dan Adrian yang melihat hal itu pun segera menggendong sang istri ala bridal style masuk kedalam kamar mandi.
Adrian menurunkan Malika dan ia pun segera mengisi bathtub dengan air hangat bercampur sabun beraroma terapi, dan nampak Adrian kembali gemas ketika melihat Malika yang masih malu menutupi kedua area sensitif nya dengan tangan. ia pun menggendong Malika lalu menaruh nya didalam bathtub dan kembali melancarkan aksinya untuk yang ketiga kali, sedangkan protes Malika tidak didengarkan nya.
โก๏ธFolback Malika
Malika terbangun dari tidur nya jam sembilan pagi karna suara berisik anak-anak yang bermain bola di sawah yang kering karna sudah dipanen dan ia merasa badan nya sakit semua akibat perbuatan Adrian semalam, terlebih saat subuh di kamar mandi pun Adrian mengulang kegiatan yang sama tapi tidak terlalu lama seperti sebelumnya sebab ia tidak mau meninggalkan kewajiban waktu subuh nya dan mereka pun melaksanakan nya secara berjamaah setelah mandi dan berpakaian.
Hal yang selalu Malika bayang kan yaitu bisa berjamaah dengan Adrian dan setiap bangun tidur bisa memandangi wajah nya saat ini pun seperti terpenuhi doa-doa nya selama ini, namun ia pun nampak aneh melihat ada noda darah diseprei nya apakah hari ini ia datang bulan. bergegas ia pun segera mengecek nya di dalam kamar mandi dan membuat Adrian pun terbangun karena mendengar suara Malika berlari dan menutup pintu.
Malika yang kembali dari kamar mandi dengan wajah kebingungan sempat membuat Adrian ingin bertanya namun ia urung lakukan dan tetap berpura-pura tidur, Malika pun kembali berbaring disamping Adrian lalu memandangi wajah sang suami yang berwajah tampan dengan hidung mancung, beralis tebal, juga berbibir tebal itu. Malika pun tanpa sengaja menyentuh bibir Adrian yang menjadi penyebab bibir nya kini terasa bengkak, dan refleks tangan Adrian pun menggenggam lengan Malika.
"Kenapa sayang, mau dicium lagi?" tanya Adrian menggoda Malika dengan mengedipkan sebelah matanya
"Ng-nggak, pantes aja bibir ku terasa bengkak sebab yang mencium ku bibir tawon yang besar ini" ucap Malika yang gemas dan mencubit bibir Adrian dan Adrian pun menggenggam tangan serta langsung memeluk Malika
"Oh rupa nya ada yang minta dihukum ya" ucap Adrian yang kembali menciumi wajah dan menggelitik tubuh Malika dengan bertubi-tubi, dan Malika pun tertawa tak bisa menahan rasa geli yang dibuat Adrian
"Hahaaaa, udah mas. ampun ampun" pinta Malika dan Adrian tak menghiraukan makin gemas saja melakukan nya, hingga tubuh Malika pun tertindih oleh nya
"Ini hukuman karna kamu sudah meledek bibir mas, lain kali hukumannya akan lebih dari ini" ucap Adrian dan menarik Malika masuk kedalam pelukannya sambil tiduran
"Mas" ucap Malika
"Hemm" jawab Adrian berpura-pura
"Mas, bangunnnnnn" teriak Malika di telinga Adrian, seketika adrian pun refleks bangun dan melepas pelukannya sambil menepuk-nepuk telinganya yang berdengung akibat ulah Malika
"Astagfirullah, jahil banget ya kamu. mau mas cium dan kelitikin lagi ya?" ancam nya
"Heheee, Peace. maaf nggak lagi deh mas" ucap Malika yang membentuk huruf v pada jari nya
"Aku mau tanya mas" ucap Lika
"Mau tanya apa sih sayang?" ucap nya yang hendak memeluk Malika lagi
"Kenapa ada noda darah diseprei ya mas? padahal ini kan bukan hal pertama yang mas lakuin ke Lika?" tanya Lika dengan wajah murung seperti mengingat kesalah pahaman yang memang belum diketahui nya itu
"Maafin mas ya sayang, yang penting sekarang mas sudah menepati janji dan telah menjadi suami Lika" ucap Adrian sambil mengecup tangan Malika dan ia masih belum ingin memberitahu kebenaran nya, biarlah saat ini menjadi rahasia dan akan ia ceritakan jika semua masalah dengan Anthonius dapat diselesaikan karna yang lebih penting saat ini adalah kebahagiaan Malika tanpa ada rasa bersalah jika ia mengetahui kebenarannya saat ini..
- BERSAMBUNG -
๐น Terimakasih untuk para readers yang masih setia, mohon maaf karena kemarin-kemarin sempat tertunda update karna waktu review yang cukup lama.
jangan lupa untuk selalu like/vote dan komen bijak nya ya, karna komen kalian menjadi semangat tersendiri buat author dalam membuat karya The ceo's wedding secret ini. thank you all๐