The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 46 - MALIKA HAMIL?



"Yang dicari dari sebuah pernikahan adalah kebahagiaan, yang di tuju dari sebuah pernikahan adalah kesetiaan dan yang ditunggu-tunggu dari sebuah pernikahan adalah keturunan. maka bersabarlah karena Tuhan telah menciptakan semua dengan sebaik-baiknya"


🌺 Happy Reading 🌺


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam dan Adrian baru saja tiba di apartemennya, tanpa terasa dari sore hingga malam ia ngobrol dengan trio sekertaris dan juga Alan sahabat nya itu sekalian memberikan oleh-oleh untuk mereka. banyak pembicaraan yang mereka bahas termasuk strategi dalam menghadapi fitnah Sheila terhadap Adrian dan beruntung mereka semua berniat membantu nya


Adrian yang sudah lelah pun akhirnya memilih untuk langsung merendam diri di bathtub dengan aromaterapi untuk merefleksikan seluruh badannya, bayangan-bayangan bersama Malika selama berbulan madu pun muncul di benak nya. sungguh kenangan indah yang tak kan terlupakan dan seketika ia merasa sangat kangen dan ingin memeluk istri nya itu namun Malika berada jauh di rumah sang ayah, Adrian yang telah sadar dari lamunannya itu pun segera bangkit dan setelah sebelumnya ia mengosongkan isi bathtub ia pun membersihkan tubuhnya dibawah guyuran shower.


Beberapa menit kemudian Adrian sudah nampak segar dengan memakai kimono dan celana bokser, ia pun duduk di kasur sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil yang berada di kepala nya.


"Coba aja ada Malika di sini, pasti ia sudah melayani ku dengan baik" gumam Adrian yang merasa hampa seperti seorang jomblo menunggu datang nya kekasih


Adrian pun akhirnya memilih untuk menghubungi Malika, karna ia merasa jika para wanita tidak akan menghubungi duluan terlebih jika sedang ngambek walau pun sebenarnya mereka sangat ingin tapi gengsi sudah pasti jadi prioritas utama dalam pemikiran mereka. terdengar bunyi sambungan telpon dari sana namun belum juga di angkat Malika hingga Adrian mencoba yang kedua kali dan akhirnya terdengar suara wanita yang sangat ia rindukan itu


"Halo, Assalamualaikum" sapa Malika dari balik telpon


"Waalaikum salam, sayang" jawab Adrian bersemangat seperti mendapatkan suntikan energi hanya dengan mendengar suara sang istri


"Ada apa mas?" tanya Malika singkat


"Udah tidur sayang?" tanya Adrian


"Udah dari selepas shalat isya tadi mas, ini baru aja bangun" ucap Malika yang menandakan bahwa ia terbangun karena panggilan telpon dari Adrian


"Maaf ya sayang, mas jadi bangunin kamu ya?" Adrian meminta maaf


"Nggak apa-apa kok mas, Lika juga emang dari tadi nungguin telpon dan kabar dari mas Adrian tapi nggak nelpon-nelpon juga" ucap Malika jujur dan membuat Adrian sangat senang mendengar nya


"Maaf ya mas nggak tau kalau Lika nungguin telpon mas dari tadi, mas baru sampai di apartemen ini. dari sore tadi ngobrol dengan Alan, Pram, mas Andre dan kak Chris di cafe kita sampai malam sayang jadi baru sempet telpon kamu" ucap Adrian yang jujur


"Oh gitu, iya nggak apa-apa mas. seru donk bisa ngobrol rame-rame?" ucap Lika


"Iya seru banget sayang, terlebih Alan yang sepertinya menyukai Aina. gimana kalau kita jodohin mereka?" tanya Adrian namun tidak ada jawaban dari Malika


"Lika masih marah sama mas?" tanya Adrian lagi namun tetap tidak ada jawaban


"Maafin mas ya sayang selalu bikin kamu sedih dan kesal, mas janji ke depannya akan berusaha jadi suami yang lebih baik lagi buat Lika" ucap Adrian bersungguh-sungguh namun samar-samar terdengar suara orang tidur dan ternyata Malika ketiduran,lalu Adrian pun refleks melihat jam dinding kamarnya ternyata hampir pukul sebelas malam pantesan istrinya sudah terlelap


"Ya Allah, maafin mas lagi ya sayang udah gangu tidur kamu. sayang Lika jauh di rumah ayah coba kalau dekat pasti udah mas peluk dan ciumin kamu saking gemes nya, ya udah kalau gitu selamat tidur istri ku sayang. muachhh" ucap Adrian lalu menutup telpon


"Terimakasih ya Allah ternyata Lika masih mempunyai sedikit kepercayaan untuk ku, semoga masalah ini bisa cepat selesai dan kami bisa berkumpul kembali..aamiin" Adrian memanjatkan doa dalam hati nya lalu ia pun berbaring di atas tempat tidur dan terlelap dalam tidur nya


🍁🍁


Matahari pagi mulai menyinari dunia dan pukul tujuh pagi Adrian pun sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, setelah sekian lama ia berlibur hari ini hari pertama ia masuk kembali dan sesuai kesepakatan mereka setelah resepsi maka Malika pun akan bekerja di perusahaan Adrian.


Adrian yang sedang mengenakan kemeja biru laut dipadan kan dengan celana bahan hitam dan jas yang sama pun nampak gagah berdiri di depan cermin, saat memegang wajah rasa nya agak perih lalu ia melihat ada goresan sedikit diwajah tampan nya itu yang ternyata bekas kuku tangan nya sudah panjang karna lupa memotong nya selama berbulan madu. Adrian pun segera mencari gunting kuku yang berada di laci meja rias kamar nya namun yang ia dapatkan benda pipih berwarna putih


Adrian pun mengambil benda itu dan betapa terkejutnya setelah ia lihat dua garis merah pada benda tersebut, Adrian yakin itu adalah sebuah tes kehamilan dan ia kembali teringat saat pagi hari Malika berantusias membangunkannya seperti ingin memberitahu sesuatu namun urung dilakukan karna setelah itu kedatangan Sheila ke apartemen mereka dan sejak saat itu Malika pun ngambek serta memilih untuk tinggal di kediaman Adhitama


"Alhamdulillah ya Allah, Malika hamil?" tangan Adrian pun bergetar mengucap syukur dan ia pun tak kuasa menahan air mata nya


Betapa bodoh nya ia sampai tidak mengetahui kehamilan sang istri, beruntung hari ini ia mencari gunting kuku kalau tidak mungkin entah sampai kapan ia bisa tahu jika Malika mengandung anak nya karna Adrian memang jarang sekali membuka laci atau pun sekedar membuang sampah karna semua itu dikerjakan oleh asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu di apartemen nya


Adrian hendak menelpon Malika namun urung ia lakukan, ia bingung harus berbuat apa tapi di lain sisi ia sangat senang mengetahui di dalam rahim Malika terdapat benih cinta mereka. akhirnya ia putuskan untuk menelpon Pram dan membatalkan masuk kerja hari ini dan penerimaan kerja Malika pun ia minta undur untuk beberapa hari lalu Adrian pun memilih menelpon Gladis seorang dokter kandungan yang kebetulan ia ingat membuka praktek di rumah sakit dokter pribadi sang ayah dan merupakan teman SMA nya dulu


"Halo Adrian, tumben ada apa kamu telpon?" ucap sang dokter dari balik telpon


"Hari ini kamu buka praktek Dis?" tanya Adrian


"Oh pasti kamu mau periksa kandungan istri kamu ya?" tanya sang dokter menebak


"Nah itu tau, bisa kan Dis? maaf nih dadakan soal nya aku nggak mau kalau istri harus cek kandungan dengan dokter laki-laki" ucap Adrian yang nampak cemburu dalam kata-kata nya itu


"Ya ampun sama dokter aja pake cemburu kamu Dri, oke nanti aku atur biar istri kamu masuk daftar pasien ku hari ini" ucap dokter Gladis yang mengerti kekhawatiran Adrian itu


"Alhamdulillah, makasih ya Dis. kalau gitu sampai bertemu nanti dirumah sakit, Bye" ucap Adrian


"Oke bye, sampai bertemu nanti calon ayah" ucap sang dokter setelah itu sambungan telpon pun terputus


Gladis pun tidak menyangka jika Adrian menghubungi nya, ia pun teringat kala masa SMA dulu Adrian merupakan siswa yang populer. selain pintar dalam pelajaran ia pun selalu mendapatkan juara dalam kejuaraan beladiri mau pun olahraga dan mengharumkan nama sekolah mereka dengan prestasi-prestasi yang gemilang, tak ayal banyak para siswi yang menyukai nya termasuk sahabat Gladis bernama Angela yang sangat tergila-gila kepada Adrian namun cinta nya di tolak karna Adrian memilih fokus pada sekolah. Gladis pun bukan nya tidak menyukai Adrian tapi ia lebih ke kagum dengan sikap dan karakter yang dimilikinya, waktu itu Adrian memang sosok laki-laki yang baik, rajin ibadah dan supel kepada siapa saja tak jarang karna sikap nya itu menjadikan para wanita salah paham namun Gladis sempat mengetahui bahwa Adrian mencintai dalam diam seorang gadis yang beda beberapa tahun dari mereka dan itu adalah teman sepermainan nya saat kecil yang ia ketahui juga sebagai istri Adrian sekarang


"Luar biasa kesetiaan si Adrian, akhirnya dia mendapatkan kebahagiaan itu" gumam sang dokter


"Ah sudah lah, sekarang waktu nya bersiap-siap ke rumah sakit" ucap Gladis yang memang terbangun karena telpon dari Adrian tak lupa ia pun menghubungi suster jaga untuk memasukkan nama Adrian karna ia lupa menanyakan nama sang istri untuk di masukkan ke daftar pasien nya hari ini


☘️☘️☘️


Setelah menelpon dokter Gladis dan menggunting kuku nya sebentar lalu Adrian pun mengambil kunci di atas nakas dan keluar dari apartemen, turun melalui lift ke basement tempat parkir mobil nya dan melajukan mobilnya menuju kediaman Adhitama untuk menjemput Malika disana


Sebelumnya Adrian pun mampir ke toko bunga lalu supermarket untuk berbelanja buah, susu ibu hamil dan keperluan lain nya. cukup sibuk seorang CEO perusahaan di pagi hari ini ya, bukan nya malah disibukan dengan pekerjaan kantor melainkan di sibukkan untuk memanjakan sang istri dan calon anak mereka menjadi kan Adrian sang calon ayah siaga


Adrian yang kembali menyetir pun mendapat email dari Pram, sebentar ia menepikan mobilnya dan mengecek email yang masuk dari Pram mengenai kesepakatan kerja sama dengan New Logistic tempat Malika kerja dulu dan setelah selesai ia pun kembali mengemudikan mobilnya ingin segera bertemu Malika, butuh setengah jam perjalanan jarak dari apartemen ke perumahan mereka namun Adrian memilih untuk mampir sebentar kerumah sang papah mengantarkan obat dan buah karna kemarin sebelum ke kediaman Adhitama ia dan Malika mampir kerumah Adrian untuk memberikan oleh-oleh dan melihat obat sang papah yang hampir habis, maka ia memutuskan setelah mengantar Malika dan ngobrol bersama Alan dan trio sekertaris pulang nya ia mampir kerumah sakit untuk menebus obat sang papah dan kebetulan sekarang ia akan bertemu Malika jadi sekalian saja ia antarkan obat dan membelikan buah untuk sang papah


"Assalamualaikum, pah ini obat papah sudah Adri belikan dan ini buah nya jangan lupa juga di makan ya" ucap Adrian setelah mencium tangan sang papah yang kebetulan tengah berjemur pagi hari di teras rumah


"Waalaikum salam, makasih Dri kamu sampai repot-repot nebusin papah obat" ucap sang papah yang melangkah duduk kekursi dan hendak mengajak Adrian ngobrol sambil minum teh yang sudah dibawakan mamah Nadine


"Adrian kapan sampai nak?" tanya mamah Nadine yang membawakan bubur dan obat sang papah


"Barusan aja mah" jawab Adrian lalu menyalami tangan mamah Nadine


"Ini Adrian nebusin obat papah mah, tolong mamah taruh ya takut kesenggol nanti jatuh kan mubadzir" pinta sang papah


"Iya pah"


"Makasih ya Dri kamu tahu aja kalau obat papah mau habis dan mamah belum sempet nebus obat nya" ucap mamah Nadine lalu masuk kedalam rumah untuk menyimpan nya ke dalam lemari


"Iya sama-sama mah" ucap Adrian


"Kamu hari ini bukan nya ke kantor ya Dri?" tanya sang papah yang aneh melihat jam segini Adrian masih berkeliaran diluar kantor


"Nggak jadi pah, mungkin besok atau lusa karna Adrian ada urusan yang lebih penting dengan Malika" ucap Adrian


"Urusan apaan? tumben banget sok-sokan misterius begitu?" tanya sang papah yang penasaran


"Ada deh pah, nanti Adri kasih tahu deh di grup keluarga kita. kalau gitu Adri pamit dulu ya pah, mau jemput Malika" Adrian pun pamit dan kembali menyalami tangan pak Permana


"Loh kamu semalam tidur dimana emang nya? papah kira kamu juga nginep dirumah Tama?" tanya sang ayah yang penasaran


"Semalam Adri ada urusan jadi pulang nya ke apartemen pah yang lebih deket, nah sekarang Adri mau jemput Malika nyelesaiin urusan penting tadi. ya udah Adrian berangkat ya pah salam sama mamah Nadine dan Jihan juga, Assalamu'alaikum" ucap salam Adrian


"Waalaikum salam, hati-hati Dri" jawab sang papah dan Adrian pun memasuki mobil keluar gerbang utama dan berbelok menuju kediaman Adhitama yang hanya berjarak beberapa rumah saja, rumah mertua yang nampak asri dan sangat cocok untuk ditinggali memang membuat Adrian sejak kecil betah berlama-lama bermain di sini namun sejak dewasa ia malu dan bingung harus beralasan apa untuk datang kesini terlebih dengan perasaan nya kepada Malika yang membuatnya semakin canggung walaupun hanya sekedar mengantar kue untuk om Tama yang di suruh sang papah dan sekarang ia bisa leluasa masuk tanpa harus mempunyai alasan lagi karna anak sang pemilik rumah kini telah menjadi milik nya..


- BERSAMBUNG -


🌹 Terimakasih selalu tak henti-hentinya author ucapkan untuk para readers setia yang selalu menunggu update terbaru novel The ceo's wedding secret ini, jangan lupa juga untuk selalu memberikan like/vote dan komen bijak nya ya para readers yang baik hati. thank you all..💐