The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 27 - MERASA TIDAK ENAK HATI



"Ketika kita dihadapkan kepada sebuah pilihan yang ternyata dapat menimbulkan kesalah pahaman terhadap orang lain, maka rasa bersalah dan enggan lah yang selalu menjadi beban pikiran padahal semua itu telah menjadi kewajiban kita. namun banyak dari orang lain yang tidak mau mengerti dengan segala keputusan yang mereka rasa tak adil bagi nya sekali pun itu keputusan yang baik"


🌺 Happy Reading 🌺


Malika yang keluar dari ruangan pak Hadi dengan langkah gontai pun kembali menuju ke ruangan nya. seketika tubuh nya lemas dan berpikir nanti pasti ia akan menjadi bahan ghibah di seluruh kantor, terlebih masalah yang kemarin saja belum terselesaikan dan kini sudah muncul hal baru yang lebih mengagetkan. bagaimana ia bisa melewati nya dengan tenang bahkan untuk membayangkan wajah pak Anton rekan senior nya dikantor saat tahu kalau kerjaan nya di gantikan oleh malika saja ia tak berani.


Aina yang kebetulan lewat dan hendak menyerahkan laporan kepada mba Jenny pun bertanya kepada Malika perihal murung nya ia.


"Woy, kenapa lagi loe Ka? tadi datang wajah loe seneng banget eh sekarang tiba-tibanjadi murung gini? tanya Aina yang penasaran melihat perubahan wajah Malika


"Gue bingung Na" ucap nya


"Bingung kenapa?" tanya Aina lagi


"Tadi pas gue ke ruangan pak Hadi, gue di suruh menggantikan pekerjaan pak Anton untuk mengatur langsung keluar dan masuk nya keuangan dari rekening perusahaan Na" jawab Malika menjelaskan


"Wow, hebat banget donk. sekarang loe udah megang kerjaan yang penting banget di perusahaan" puji Aina


"Hebat apa nya, gue malah nggak enak tau sama pak Anton. habis ini gue jadi bahan ghibah lagi sekantor, ya Allah cobaan apa lagi ini?" keluh Malika


"Oh iya juga, masalah loe yang kemarin aja belum kelar apa lagi ditambah sekarang loe ngambil kerjaan orang. udah pasti loe jadi bahan gosip lagi dah seantero dunia" ucap Aina yang malah meledek sahabat nya itu


"Rese loe, bukan nya bantuin gue malah bikin puyeng. udah sono balik ke ruangan loe" usir Malika yang kesal karna di ledek Aina


"Iya iya gue becanda, ya udah sabar aja ya Lika sayang. gue yakin loe pasti bisa kok menghadapi semua nya" peluk Aina mencoba memberi support kepada Malika


"Makasih Na" ucap Malika


"Ya udah gue nyerahin laporan dulu ya k'mbak Jenny, entar jam makan siang kita ngobrol lagi" ucap Aina yang di jawab anggukan oleh malika lalu ia pun pergi meninggalkan Malika menuju ruangan Jenny setelah itu Malika pun kemudian melanjutkan pekerjaan nya.


🍁🍁🍁


Pagi ini setelah mengantar Malika ke kantor Adrian pun harus mengikuti rapat dengan sang papah dan para pemegang saham, rapat bulanan yang kadang membosankan bagi nya terlebih sebagian anggota yang hadir pun berusia sama dengan papah nya sedangkan sebagian lagi sudah seperti kakek nya. Walau pun usia mereka sudah lanjut, tapi keserakahan masih dapat terlihat dari beberapa mereka yang memang berharap dapat menggantikan pak Permana di posisi yang sekarang di tempati Adrian.


Rapat yang menurut Adrian berjalan dengan alot dan membosankan itu akhirnya selesai juga, hampir dua setengah jam mereka berkutat dengan pembahasan yang notabene menyudutkan sang ayah sebagai pemilik perusahaan. terlebih karna penyakit jantung sang papah membuat mereka beranggapan sangat pantas untuk menggantikan posisi nya sedangkan di posisi itu telah di isi oleh Adrian sebagai penerus perusahaan Surya Permana Grup tetap saja mereka mencari cara untuk menggantikannya. rapat pun selesai saat jam makan siang, Adrian dan pak Permana di ikuti Lisa juga Pram keluar dari ruang rapat setelah menjabat semua para anggota pemegang saham lalu mereka ber empat menuju ke ruangan CEO yang di tempati oleh Adrian sekarang.


"Dimakan pah" Adrian menyerahkan sekotak bento menu makan siang dengan jus jeruk manis dan segelas air putih yang sebelumnya ia menyuruh kepada pak Yanto supir sang papah untuk membelikan makan siang di restoran Jepang untuk mereka ber empat makan siang dan termasuk untuk sang supir juga, Adrian memang sosok atasan yang tidak pandang bulu menuruni sifat sang papah jika menyuruh bawahan membeli makanan pasti ia pun membelikan makanan yang sama juga untuk mereka.


"Pram ini makan siang mu dan ini juga untuk mu Lisa" ucap Adrian yang menyodorkan dua kotak bento kepada kedua bawahannya itu


"Terimakasih pak" ucap Pram dan Lisa hampir berbarengan, sedangkan pak Yanto yang sebelumnya menaruh empat kotak bento di ruangan Adrian sebelum mereka selesai rapat pun kini berada di dalam mobil dan tengah menyantap sekotak bento berisikan nasi dengan lauk daging teriyaki, chicken katsu, tamagoyaki, karaage dan ebi furai itu beserta jus alpukat dan sebotol air mineral yang sudah pasti membuat nya sangat kenyang. dan Lisa pun pamit untuk kembali ke ruangan nya karna ia merasa sungkan makan bersama sang atasan di tempat yang sama.


"Oh iya dri apa kamu sudah mengambil tindakan mengenai kejahatan yang di perbuat Anthonius?" tanya sang papah sambil menikmati makan siang nya


"Untuk saat ini belum pah, Adri masih mencari bukti-bukti lebih banyak lagi sebelum melaporkan nya ke pihak berwenang. supaya nanti ia lebih lama mendekam di penjara dan membayar semua kejahatan yang telah dilakukannya terhadap keluarga kita dan om Tama" ucap Adrian yang merasa heran dengan perbuatan Anthonius itu


"Semoga berhasil nak, maafin papah jika kamu dan Malika jadi terlibat karna masalah kami" ucap sang papah menyesali dan merangkul Adrian


"Nggak apa-apa pah, ini memang sudah takdir Allah dan memang kesalahan Anthonius yang terlalu pendendam karna tidak dapat memiliki mamah Nadine" ucap Adrian yang menenangkan sang ayah, Pram yang sedang menikmati makan siang nya pun ikut terharu dengan pemandangan yang di lihat nya. tiba-tiba ia merasa kangen dengan orang tua nya yang sudah lama tiada dan tanpa terasa air mata nya pun jatuh, buru-buru Pram pun menghapus nya takut ketahuan oleh kedua atasan nya itu.


"Tok tok tok, permisi pak" sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka


"Iya silahkan masuk Lisa" jawab Adrian yang mengenali suara pengetuk pintu, lalu Lisa pun membuka pintu dan masuk dengan membawa sebuah map coklat lalu menyerahkan nya kepada Permana


"Maaf pak Permana tadi ada kurir datang dan menyerahkan map ini, kata nya di kirim untuk bapak" ucap Lisa lalu menyerahkan map itu, Adrian dan Pram pun bingung bagaimana bisa pas sekali seakan si pengirim tahu jika pak Permana hari ini masuk kantor


"Terimakasih Lisa" ucap pak Permana sembari menerima map dari lisa


"Sama-sama pak, kalau begitu saya kembali ke ruangan" ucap Lisa lalu meninggalkan ruang kerja Adrian setelah pak Permana mengangguk tanda menyetujui nya


Permana yang merasa penasaran pun membuka map coklat itu, betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari map tersebut dan tiba-tiba merasa sakit dada nya seakan ingin jatuh pingsan namun berhasil ditangkap adrian sebelum sang papah jatuh membentur lantai sedangkan map yang berisi foto-foto itu berserakan di lantai ruangan adrian. Adrian yang panik pun segera menidurkan papah nya di sofa dan menyuruh Pram menghubungi pak Yanto agar segera membawa mobil ke lobby depan kantor untuk membawa papah nya kerumah sakit terdekat, setelah itu Pram pun mengambil map dan foto-foto yang berserakan dilantai. dan mereka pun sama terkejut nya melihat foto-foto itu, ternyata itu adalah foto Nadine bersama Anthonius yang membuat sang papah kolabs. Adrian sangat kesal namun ia mencoba berpikir cepat untuk membawa sang papah ke rumah sakit terlebih dahulu, Adrian dan Pram pun bersama-sama menggotong pak Permana kerumah sakit melalui lift dan segera membawa nya ke dalam mobil. sempat menjadi kepanikan para karyawan yang sempat melihat sang pemilik perusahaan pingsan yang tengah digotong Adrian dan pram menuju rumah sakit.


"Pak Yanto cepat bawa papah kerumah sakit terdekat" perintah Adrian yang berada di kursi belakang memangku sang papah, sedangkan Pram duduk disamping supir setelah membantu Adrian memasukkan pak Permana ke dalam mobil


"Baik mas" jawab pak Yanto dan segera melajukan mobil menuju rumah sakit


Beruntung jam makan siang sudah lewat dan jalanan pun lengang, sehingga mereka pun sampai di rumah sakit lebih cepat hanya sepuluh menit dari kantor, Adrian pun menghubungi Jihan untuk menyusulnya ke rumah sakit dan menyuruh Jihan pula untuk mengabari Nadine karna saat ini Adrian sangat kesal dan enggan untuk menghubunginya..


- BERSAMBUNG -


🌹 TERIMAKASIH untuk para reader masih setia menunggu author menulis kelanjutan cerita the Ceo's wedding secret ini, semangat ya buat para orang tua yang anak-anak nya masih harus daring karna pandemi. semoga pandemi ini segera berlalu dan rutinitas sehari-hari kembali seperti biasa nya..aamiinπŸ€²πŸ’