
"Cemburu itu tanda cinta, cemburu juga tanda sayang. tapi jika cemburu selalu datang dan membuat keributan, maka berhati-hatilah karena cinta bisa saja menghilang "
🌺 Happy Reading 🌺
Malika kembali disibukkan dengan pekerjaan nya setelah melewati beberapa hari dari penculikan yang di alami nya, Adrian sempat khawatir namun Malika berhasil meyakinkan nya bahwa ia akan baik-baik saja. terlebih Adrian akan selalu setia mengantar jemput Malika dan memastikan sang istri selamat sampai di rumah
"Assalamualaikum mas, sudah makan siang belum?" tanya Malika dari balik telpon genggam nya
"Waalaikum salam, sebentar lagi sayang" jawab Adrian singkat karna ia tahu bahwa Pram sedang memesankan makan siang untuk nya dan ia makan di kantor karna nanti ada rapat jadi tidak sempat makan di luar
"Kamu sudah makan?" tanya Adrian
"Ini Lika sekarang mau makan siang di cafe depan kantor sama Aina mas" ucap Lika sambil melangkahkan kaki keluar lobby kantor menuju cafe depan berjalan bersama Aina, Lika tau Adrian pasti msh cemburu namun ia berusaha untuk menenangkan nya
"Ehmm sayang mas ngga bisa ikut gabung dan makan siang dengan kalian" ucap Adrian
"Iya nggak apa-apa mas, lagian kalau mas berangkat sekarang juga pas mas sampai cafe jam makan siang Lika udah habis. tetap aja kan nggak sempet makan siang bareng" seru Lika
"Iya sayang, mas juga nggak mau takut entar kamu jadi nungguin mas dan malah nggak makan lagi. kan nanti kita bisa makan malam di rumah" ucap nya dan tiba-tiba muncul ide di otak Adrian untuk menebus kecemburuan nya pada malika
"Oh iya sayang, gimana kalau entar kita makan malam di restoran? kan kita jarang tuh bisa makan malam berdua aja, nanti mas yang reservasi tempat nya ya " pinta Adrian
"Iya mas, Lika setuju" balas Malika
"Oh iya sebentar lagi ada kejutan buat Lika" ucap Adrian
"Kejutan? kejutan apa mas?" tanya nya penasaran
"Kalau di kasih tau nama nya bukan kejutan donk, tunggu aja ya sayang" jawab Adrian
"oh iya ya, sudah kalau gitu Lika mau pesen makan siang dulu ya mas. nanti sore jangan lupa jemput Lika, wassalamu'alaikum" ucap Malika penuh kesenangan dan membuat rona merah pada pipi nya sambil menutup telpon setelah mendengar balasan salam dari Adrian, Malika pun memilih menu yang berada di meja tempat duduk nya saat ini tanpa di sadari Aina sedari tadi memperhatikan tingkah laku nya
"Ehem ehemm, udah kaya obat nyamuk nih gue. mesra-mesraan terus, kagak kasian apa di depan ada jomblo?" sindir Aina yang mulai memanyunkan bibirnya
"Hahaaa, sorry-sorry blo (jomblo), smpe lupa gue lagi bareng loe" ucap Malika
"Terus terus, makin jadi nih ngeldek nya. ya udah cepetan pesen makan yuk gue udah laper banget nih ka" ucap Aina dan langsung memesan menu setelah pelayan cafe datang menghampiri nya, sepuluh menit pesanan mereka telah tersedia dan mereka pun makan siang dengan lahap nya
🍁🍁🍁
Siang hari setelah jam istirahat para staf berkumpul di lobby utama, suasana nampak ramai dengan percakapan para staf yang merasa bingung dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya sampai mereka semua dikumpulkan di lobby utama. begitu pun juga dengan Malika dan Aina yang bingung dan heran melihat kerumunan orang karena mereka baru saja sampai di lobby setelah selesai makan siang dari cafe depan kantor.
"Ada apa ya Na? kok semua pada kumpul di sini sih?" tanya Malika yang heran
"Gue juga nggak tau Ka, kan kita sama-sama habis makan siang jadi mana gue tahu ada apaan" ucap Aina yang aneh dengan pertanyaan Malika
"Ya juga sih, ya udah kalau gitu buruan yuk kita gabung" ucap Malika sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dan mereka pun setengah berlari masuk ke dalam barisan para staf karyawan PT New Logistic karna pak Hadi selaku atasan mereka sedang berjalan menuju barisan seperti akan memberi pengumuman penting
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua" pak Hadi mengucap salam dan di jawab serentak oleh seluruh staf karyawan
"Baiklah saya akan langsung kepada inti nya saja, karna anda semua pasti bertanya-tanya. kenapa dan ada apa siang hari ini saya mengumpulkan anda semua? Sebelum nya saya akan memanggil saudari Malika untuk maju ke depan" setelah pak Hadi mengucap nama Malika dan menyuruh nya untuk maju ke depan, serentak seluruh pasang mata yang hadir di sana pun memandang nya seperti bertanya ada apa lagi dengan Malika? dan Malika yang terkejut pun sempat di sikut Aina dan menyuruh nya segera maju ke depan
"Iya iya bawel, kenapa ya kok gue yang di panggil?" tanya Malika bingung
"Nggak tau, mau di kasih penghargaan kali loe" ucap Aina asal yang malah membuat Malika semakin bingung
"Dasar ngibul" ucap Malika dan setengah berlari menuju ke depan menghindari Aina yang refleks ingin mencubit nya
"Baiklah karna saudari Malika sudah berada di sini maka saya akan memberitahukan, bahwa saya selaku wakil pimpinan mengucapkan permohonan maaf karena telah mencurigai dan menuduh saudari Malika telah melakukan korupsi dan penggelapan uang perusahaan. karna semua bukti sudah kami dapatkan dan pelaku nya pun sudah diamankan oleh pihak yang berwajib" tiba-tiba Pram pun datang bersama beberapa orang polisi membawa seseorang yang telah diborgol tangan nya yang tidak lain adalah pak Ronald, ketua bagian perencanaan yang selama ini selalu menuduh Malika telah menggelapkan dana perusahaan. sontak semua yang hadir pun kaget terlebih Malika dan Aina namun mereka akhirnya lega bahwa kebenaran akhirnya terungkap dan Malika pun yakin ini adalah campur tangan sang suami yang telah membantu nya karna kehadiran Pram sudah menjadi jawaban dari kejutan yang tadi Adrian ucapkan
"Makasih mas Adrian" gumam Malika dalam hati karna masalah nya sudah terselesaikan dan nama baik nya pun sudah bersih
"Pak Ronald, gila gue nggak nyangka banget ternyata dia yang selama ini fitnah Malika" ucap salah satu karyawan bernama Jenny atasan dari Aina itu
"Iya bener, pantesan aja dia ngotot banget nuduh Malika dan sengaja buat Malika malu biar mundur dari perusahaan" ucap seorang karyawan perempuan lainnya dan seketika ruangan pun menjadi ricuh dengan omongan-omongan yang pasti terdengar tidak enak di telinga pak Ronald sendiri, yah maklum lah kita kan manusia yang memang hanya bisa nya menghakimi terlebih orang itu salah atau pun belum tentu salah di mata dan mulut kita rasa nya semua sama yang penting ngejeplak aja dulu benar atau salah nya urusan belakangan
"Saya minta semua untuk diam, biarlah pak Ronald membayar semua perbuatannya dengan hukum yang berlaku dan ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar bersikap amanah dalam menjalankan kewajiban pada perusahaan. dan terimakasih kepada pak Pram selaku perwakilan dari perusahaan Surya Permana grup yang sudah memberikan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh pak Ronald. silahkan pak polisi untuk membawa pak Ronald dan mempertanggung jawabkan semua kejahatannya" Ronald pun akhirnya di bawa polisi untuk di jebloskan kedalam penjara dan ia pun menjadi saksi kunci untuk mendapatkan dan mengungkap dimana keberadaan Anthonius saat ini
"Perwakilan dari Surya Permana grup? klo nggak salah itu perusahaan jasa dan kontruksi terbesar di Indonesia ya. gila Malika dibantu perusahaan besar sekelas Surya Permana grup, ada hubungan apa ya mereka?" tanya salah seorang karyawati yang kepo karna Malika di bantu perusahaan Adrian
"Hussst, jangan suudzon dulu ah. gue sih bodo amat dia ada hubungan apa kek, yang penting lihat donk perwakilan nya keren dan ganteng banget kan orang nya. nggak nolak deh gue jadi pacar nya" ucap karyawati yang bernama Mella itu menatap lekat pada Pram yang berjarak hanya beberapa meter itu
"Mellaaaa, biasa banget deh kalo ngeliat yang ganteng langsung pengen di embat. mau di kemanain si Alex?" ucap Neysa salah seorang sahabat Mella berusaha menyadarkannya
"Ya nggak apa-apa kali Sa, nama nya juga lagi nyari yang pas" ucap Mella menyangkal
"Huhhhh,,dasar ganjen" ucap teman-teman nya kompak yang membuat seluruh perhatian beralih kepada mereka dan mereka pun refleks terdiam karna melihat pah Hadi menatap tajam kearah mereka
"Sekali lagi saya sebagai perwakilan pimpinan menyampaikan permohonan maaf dan dengan ini nama baik saudari Malika sudah bersih dari segala tuduhan, apakah saudari Malika bersedia memaafkan saya dan seluruh karyawan yang mungkin pernah berkata dan bersikap kurang baik terhadap anda?" permohonan pak Hadi kepada Malika dengan mengulurkan tangannya
"Inshaallah saya sudah memaafkan semua nya pak" jawab Malika penuh keyakinan membalas uluran tangan pak Hadi dan di selingi tepukan tangan seluruh orang yang hadir, Malika tulus memaafkan mereka karna bagi nya tidak baik untuk menyimpan dendam terutama karna situasi dan kondisi yang memang sengaja di manfaatkan oleh pak Ronald atas suruhan Anthonius sehingga menjadikan mereka semua menjadi salah paham terhadap nya
"Baiklah semua masalah yang selama ini menjadi gosip dan pembicaraan tak mengenakan sudah clear, jadi saya harap yang selama ini berlaku dan berkata tidak baik kepada saudari Malika untuk meminta maaf langsung. dan ini akan menjadi introspeksi diri kita semua agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan berucap terlebih berkaitan dengan perasaan orang lain, terimakasih atas perhatiannya dan silahkan melanjutkan pekerjaan masing-masing" tutup pak Hadi lalu meninggalkan lobby utama dan kembali menuju ruangan nya, sedangkan beberapa karyawan yang merasa pernah salah paham pun menyalami dan meminta maaf kepada Malika satu persatu lalu kembali ke tempat kerja nya masing-masing
"Selamat ya mba Malika akhirnya semua masalah sudah clear" ucap Pram sambil menjabat tangan Malika
"Terimakasih banyak ya mas Pram, Alhamdulillah berkat bantuan mas Pram dan mas Adrian semua masalah Lika bisa selesai. padahal kalian berdua pasti sangat sibuk tapi masih sempet-sempet nya ngurusi masalah Lika? sekali lagi makasih banyak ya mas" ucap Lika terharu sembari menerima jabatan tangan Pram lalu melepaskan nya
"Sama-sama mba, ini semua permintaan mas Adrian dan ia memang sengaja memberikan bukti setelah tuan besar pulih dan pernikahan mas dan mba Malika telah dilaksanakan. tapi ada syarat dari mas Adrian yang harus mba Lika lakukan karna semua masalah nya telah selesai di bantu oleh nya" ucap Pram yang membuat Malika dan Aina bingung
"Hahhhh syarat mas?" tanya Lika tak percaya
"Masa mas Adrian bantu istri pake perhitungan sih mas?" tanya Aina yang juga tidak percaya dengan kata-kata Pram barusan
"Saya juga belum tahu apa syarat nya mba, jadi kalau mba Malika nggak percaya silahkan tanya langsung kepada mas Adrian ya" ucap Pram yang memang tidak tahu apa yang di inginkan atasan nya itu, ia hanya menjalankan tugas sesuai yang di rencanakan oleh Adrian. ia pun enggan bertanya lebih rinci kepada Adrian, sebab sudah pasti bukan jawaban yang Pram dapatkan melainkan hanya ejekan-ejekan yang membuat telinga nya serasa berdengung kencang, bahkan Pram sempat berpikir untuk protes kepada Tuhan kenapa mesti orang seperti Adrian yang di berikan jodoh duluan sedangkan diri nya boro-boro untuk menikah pacaran aja belum pernah karna hidup nya di habiskan hanya untuk melayani Adrian dan kini Adrian malah hidup enak-enak dengan istri baru nya. Nasib jadi jomblo ternyata emang nggak enak ya, terlebih pram mempunyai atasan yang julid seperti Adrian rasa nya makin terpuruk lah ia..
- BERSAMBUNG -
🌹THANK YOU buat para readers setia author,, ingat untun tetap semangat ya menjalani hari-hari walau di tengah pandemi ini. dan semoga yang terdampak banjir bisa mendapatkan bantuan yang layak dan banjir bisa surut secepatnya hingga kita semua bisa berkumpul dengan keluarga seperti sediakala.. Aamiin
Jangan patah semangat, terus berusaha dan berdoa ingat semua masalah pasti ada jalan keluar nya, dan jangan lupa untuk selalu like/vote dan komen bijaknya ya untuk menyemangati author dalam membuat kelanjutan novel The ceo' s wedding secret ini.. terimakasih banyak semua💐