
Konten Dewasa ๐
"Mencintai dan di cintai adalah suatu anugerah yang diberikan kepada sang pencipta, tinggal bagaimana kita merawat dan menjaga nya hingga membuahkan benih cinta yang baik serta tumbuh dengan penuh kasih dan sayang"
๐บ Happy Reading ๐บ
Sore itu Adrian membawa Malika menuju restoran yang sudah ia reservasi, sebenarnya mereka hendak pulang terlebih dahulu untuk mandi dan berganti pakaian namun mereka batalkan dan akhirnya sepakat untuk langsung ke restoran setelah pulang kerja. mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi dan di khawatirkan akan ada nya banjir yang menggenangi beberapa daerah hingga membuat kemacetan yang cukup parah, jadi mereka memilih untuk langsung menuju restoran saja.
Pukul tujuh malam mereka baru sampai di restoran karna kemacetan yang cukup parah, dan beruntung mereka memilih untuk langsung berangkat dari kantor kalau tidak mungkin makan malam nya akan batal melihat kondisi cuaca dan kemacetan seperti itu.
"Mohon maaf apa nyonya dan tuan sudah reservasi? atas nama siapa?" tanya seorang keamanan di depan restoran
"Kami sudah reservasi atas nama Adrian Putra Permana" ucap Adrian yakin dan pelayan yang berada di belakang petugas keamanan itu pun segera mengecek nama pada layar komputer dan benar tertera nama Adrian di sana, lalu pelayan itu pun mengantarkan dan mempersilahkan Adrian untuk duduk di meja reservasi dekat jendela yang menghadap ke jalan. kemudian Malika dan Adrian memilih menu yang sudah diberikan, sedangkan pelayan tersebut mencatat nya dan meminta mereka untuk menunggu sampai pesanan datang.
"Gimana kamu suka nggak sayang sama restoran nya?" tanya Adrian
"Suka kok mas, tapi kenapa nggak di cafe mas aja?" jawab Lika dan berbalik bertanya
"Itu sekarang cafe kamu sayang, kan sudah mas berikan sebagai mas kawin" jawab Adrian
"Iya kenapa sih mesti di jadiin mas kawin, itu kan hasil jerih payah mas selama ini? mas nggak dengerin ucapan Lika waktu itu ya, kan Lika bilang nggak mau kalau cafe itu di jadiin mas kawin (baca bab 21- Mas kawin dan gaun pengantin)" ucap Malika yang seketika cemberut
"Maaf ya sayang, itu emang udah janji mas." ucap Adrian
"Tapi kan Lika malu mas saat orang-orang dengar mas kawin nya berupa seperangkat alat shalat dan berlian di tambah lagi sebuah cafe pula, mereka pasti berpikiran kalau Malika itu matre dan yang meminta semua itu" ucap Lika murung
"Jangan dengarkan kata-kata orang, yang pentingkan mas yang tahu siapa Lika. dan Mas kan memang pernah berjanji kalau keinginan mas bisa terkabul dengan menikahi Lika, mas akan berikan mas kawin hasil dari jerih payah mas sendiri dan cafe serta SE set berlian itu lah hasil nya" ucap Adrian sambil menggenggam tangan Malika
"Tapi kok Lika baru protes sekarang masalah mas kawin ini?" tanya Adrian penasaran
"Emang mas mau Lika protesnya di depan ayah, papah, seluruh keluarga dan penghulu juga? kan malu mas, terlebih hal seperti itu kan harus nya sudah di bicarakan sebelum akad. pasti banyak yang berpikiran jelek dan nanti nya akan menjadi bahan omongan, lagian dari kemarin Lika nggak punya kesempatan buat ngobrolin ini sama mas takut nya akan berdebat seperti sekarang ini. mas sih nggak dengerin perkataan Lika" ucap Malika masih emosi
"Iya maaf sayang, jangan marah lagi ya" bujuk Adrian dan hanya di balas senyuman oleh Malika yang sebenarnya merasa beruntung memiliki suami seperti Adrian, dan obrolan mereka sempat terhenti dengan kedatangan pelayan tadi. lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan sambil menyantap makan malam yang telah di sediakan itu
Malika memesan menu seafood yang memang sejak tadi ia inginkan, Adrian pun hanya mengikuti kemauan sang istri dengan memesan menu yang sama. sebenarnya Malika ingin mengajak Adrian ke bandar Jakarta berhubung Adrian sudah reservasi restoran nya sejak beberapa hari yang lalu jadi Malika mengurungkan niat nya, lain kali saja pikir nya.
๐๐
"Haiii" saat mereka tengah menikmati makan malam nya sebuah suara mengalihkan pandangan mereka dan membuat Malika terkejut
"Ternyata benar ini Malika, senang akhirnya kita bisa bertemu lagi" ucap Joe
"Hai, Joe. kamu makan di sini juga?" ucap Malika ramah dan membuat raut wajah Adrian seketika berubah mendengar nama Joe
"Oh ini yang nama nya Joe, lumayan juga orang nya" gumam Adrian dalam hati
"Iya kebetulan gue ada janji dengan sutradara, kita akan membicarakan film terbaru yang akan gue peran kan" ucap Joe bangga
"Wahhh hebat, selamat ya Joe" ucap Malika sembari mengulurkan tangan nya
"Iya makasih, loe sendiri sama siapa ke sini?" ucap Joe yang membalas jabatan tangan Malika sambil melirik adrian seperti bertanya siapa yang sedang bersama Malika saat ini
"Perkenalkan saya Adrian, suami dari Malika" ucap Adrian dengan percaya diri lalu menjabat tangan Joe karna ingin melepaskan jabatan tangan mereka dan dijawab anggukan oleh Malika saat Joe menatap nya seperti membenarkan perkataan Adrian. Ia pun sempat kaget karena tak menyangka bahwa Malika sudah bersuami, namun ia semakin yakin melihat cincin melingkar di jari manis Malika sebelah kanan yang sama dengan cincin di jari manis Adrian dan bagi Joe rasa nya seperti patah hati sebelum memulai karna ia sempat tertarik dengan Malika wanita yang telah di tolong nya
"J-jadi loe udah nikah Malika? kok nggak cerita-cerita sama gue?" tanya Joe yang sempet memikirkan Malika setelah pertemuannya saat itu, namun ia lupa untuk menanyakan nomer telpon nya terlebih ia pun malu untuk datang ke rumah Malika
"Iya gue udah nikah, belum ada sebulan dan belum ngadain resepsi. lagian gue juga nggak mungkin kan langsung cerita-cerita sama orang yang baru gue kenal kaya loe" sindir Malika
"Hahaaaa, iya ya. kan kita baru kenal masa udah ngobrolin masalah rumah tangga ya" ucap Joe menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dan merasa bodoh dengan pertanyaan nya barusan
"Iya inshaallah pasti gue undang, mudah-mudahan loe juga nggak sibuk dan bisa hadir" ucap Malika
"Pasti gue usahakan datang" ucap Joe yakin
"Oh iya, saya sampai lupa berterimakasih karna beberapa hari yang lalu anda telah menolong istri saya dari penculikan. mohon maaf saya belum sempat bertemu dan mengucapkan nya langsung" ucap Adrian yang tiba-tiba merangkul pundak Malika seperti mengisyaratkan bahwa Malika adalah milik nya
"Sama-sama, karna memang kebetulan gue melihat nya dan hanya berniat menolong. Oh iya panggil aja gue Joe" ucap nya
"lagi-lagi Gue? sok akrab banget nih orang" Adrian bergumam lagi dalam hati nya
"Baiklah Joe, bagaimana kalau kamu ikut bergabung makan malam dengan kami sebagai ucapan terimakasih telah menolong istri saya?" tanya Adrian menawarkan
"Aduh maaf seperti yang gue bilang tadi, gue juga ada janji dengan sutradara jadi silahkan kalian lanjutkan makan malam nya dan gue nggak mau ganggu pengantin baru" tolak Joe mencoba mengerti
"Baiklah kalau gitu lain kali anda tidak boleh menolak" ucap Adrian
"Oke bisa di atur dan ini kartu nama gue, kalau gitu gue permisi dulu ya Malika dan Adrian" ucap Joe pamit yang memang sudah di panggil manager nya untuk masuk ke ruangan private khusus yang di sediakan pihak restoran untuk acara rapat atau meeting di sana, berbeda dengan Malika dan Adrian yang memilih tempat khusus pasangan di area tanpa rokok
Folback Adrianโฌ๏ธ
Adrian membaringkan tubuh nya di samping Malika yang tengah tertidur pulas setelah sebelumnya ia mandi dan mengganti pakaian, hari ini adalah momen yang sangat menyenangkan bagi nya. karna pertama kali nya ia bisa makan malam berdua di luar dan bermesraan bersama Malika walaupun sempat ada perdebatan dan gangguan dari kehadiran Joe namun ia bisa memastikan bahwa Malika tidak akan berpaling dari nya, terlebih sikap dan tingkah laku Malika terhadap Joe seperti kepada teman dan tidak ada perhatian khusus.
Adrian menyesal karena sempat cemburu kepada Malika, padahal sekarang Malika sudah menjadi milik Adrian seutuh nya. ternyata kecemburuan bisa menghilangkan akal pikiran orang lain dan beruntung kecemburuan Adrian ini masih terbilang wajar
"Sayang, udah tidur?" tanya Adrian membelai rambut Malika
"Hemmm" jawab Malika
"Sayang"
"Sayang"
"Hemmm, apa mas?" jawab Malika yang akhirnya terbangun karena Adrian sengaja berbisik di telinga Malika
"Balasan buat traktiran mas mana?" ucap Adrian
"Hah? balasan apa mas?" tanya Malika yang sadar dan bangun karna heran mendengar ucapan Adrian barusan
"Iya balasan buat traktiran mas tadi" jawab Adrian yakin
"Apa sih maksud nya mas? Emang harus di balas gimana?" tanya Malika yang masih heran dengan kelakuan suami nya itu
"Maksud mas balasan yang ini" Adrian lalu menarik tengkuk Malika dan mendekatkan bibir nya ke bibir Malika hingga membuat mata Malika terbelalak saking kaget nya karna Adrian mencium nya yang setengah sadar, ternyata ini toh yang di maksud Adrian dengan balasan traktiran nya, dasar mesum pikir Malika
"Ya ampun, kirain Lika balasan apa" dengus Malika kesal lalu mencubit paha Adrian yang saat ini mereka tengah duduk saling berhadapan
"Emang Lika pikir apa?" goda Adrian
"Apa ya?" ucap Malika salah tingkah di buat nya
"Apa ayo?" goda Adrian lagi
"Iiiihhhhhhh, rese banget sih jadi orang. bodo amat ah Lika mau tidur" ucap Malika yang langsung berbaring dan hendak menyelimuti badan nya, namun di tahan oleh Adrian dan menindih tubuh Malika. ciuman panas pun tidak terelakkan, Adrian semakin menjadi-jadi menciumi tubuh Malika dan tanpa Malika sadari seluruh pakaian nya pun sudah berserakan di mana-mana akibat di lucuti oleh Adrian. dan olahraga malam pun akhirnya mereka lakukan demi terwujud nya kehadiran cucu yang di nanti-nantikan oleh kedua orang tua mereka, karna hampir tiap hari sang ayah Malika selalu menanyakan kehadiran cucu nya dan kebetulan hal itu lah yang menjadi alasan pamungkas bagi Adrian untuk melancarkan segala aksi nya..
- BERSAMBUNG -
๐นHai para readers semua, terimakasih atas dukungan kalian dan komentar bijak nya. jangan lupa untuk selalu setia menunggu kelanjutan novel kisah perjalanan cinta antara Adrian dan Malika yang pasti nya penuh dengan lika-liku kehidupan, jangan lupa juga untuk like/vote dan komentar bijak nya ya. terimakasih kasih all..๐