The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 57 - BERCINTA DI KANTOR



Konten dewasa๐Ÿ’ž


"Ketika sepasang kekasih tengah di mabuk asmara, terkadang mereka pun sampai melupakan jika berada di waktu dan tempat yang tak seharus nya"


๐ŸŒบ Happy Reading ๐ŸŒบ


Adrian dan Malika benar-benar tengah di mabuk kepayang, Adrian yang memang sangat mencintai Malika dan kini telah memiliki nya sudah pasti tidak akan membiarkan masa-masa kebersamaan mereka luput dari kemesraan meski itu berada di dalam kantor sekali pun ia akan melakukan segala cara demi terwujudnya hasrat yang tiba-tiba datang


Kini kedua nya tengah tertidur lemas tak berdaya setelah dua ronde mereka habiskan dengan berc***a di dalam kantor, Adrian memeluk Malika yang masih dalam keadaan polos tanpa busana yang dibalut selimut tebal. ia pun sangat bersyukur dapat memiliki Malika dan mertua yang bisa mempercayai nya, walaupun sampai saat ini ia belum bertindak untuk membongkar semua fitnah Sheila terhadap nya karna ia masih mencari waktu yang tepat agar membuat wanita itu jera.


"I love you Malika" Adrian bangun lebih dulu dan mencium kening Malika dengan penuh kasih sayang


"Hmm, sudah jam berapa mas?" tanya Malika seperti kebiasaannya saat bangun pagi


"Jam sebelas siang sayang" jawab Adrian tersenyum geli karna ia tahu pasti Malika masih belum sadar berada dimana saat ini


"Astagfirullah Aladzim, kita kesiangan mas?" Malika tiba-tiba bangun dari tidur nya dengan ekspresi kaget namun Adrian hanya membalas nya dengan tersenyum dan seketika Malika pun melihat sekeliling ruangan yang nampak sangat berbeda dengan tempat tidur mereka di apartemen lalu ia pun akhirnya tersadar setelah melihat tubuh nya dan tubuh Adrian yang polos hanya di balut selimut tebal


"Ya ampun, kita masih di dalam kantor ya mas? maaf mas Lika sampai kelupaan saking capek nya" ucap nya lagi


"Ya udah kalau gitu Lika mandi dulu ya mas?" Malika pun beranjak dari tempat tidur membawa selimut untuk menutupi diri nya namun belum sempat Malika melangkah Adrian menahan nya


"Kenapa mas? Lika kan harus buru-buru karna pekerjaan yang menumpuk di kantor" tanya nya bingung


"Ini, kalau kamu bawa selimut nya mas jadi gimana donk?" Adrian balik bertanya


"Yah mau gimana lagi, kan selimut nya cuma ada satu mas" ngeles Malika agar Adrian mengalah pada nya, lalu ia pun melangkah dan mengambil alih selimut itu namun Adrian yang tak mau kalah pun menyusul Malika masuk ke dalam kamar mandi sebelum pintu nya di tutup


"Ya ampun mas, mau ngapain sih?" protes Malika namun Adrian segera mengambil selimut yang membalut tubuh Malika dan melemparkannya ke atas tempat tidur lalu ia pun kembali melancarkan aksi nya dari mulai mencium bibir mungil Malika yang telah memudar lipstik nya, turun ke leher jenjang sang istri hingga menciumi bagian sensitif favorit nya. hingga kini Malika hanya bisa pasrah dan menikmati setiap cumbuan Adrian di tubuhnya.


Alhasil mandi dan mengenakan pakaian yang seharus nya hanya beberapa menit saja, kini lebih dari setengah jam mereka lakukan bersama-sama. sembari menyelam minum air itu lah pepatah yang sepertinya menjadi pedoman Adrian saat ini, karna ia memang pandai dalam mencuri-curi kesempatan kepada Malika


Tanpa mereka berdua sadari Pram yang hampir satu jam lebih telah menunggu sang atasan di depan pintu ruangan nya, dan berharap agar Adrian selesai melaksanakan meeting penting nya itu dengan sang istri namun dirinya mau pun Malika tak kunjung keluar juga. ia pun tak berani menganggu kesenangan bos nya itu, karna menggangu nya sama saja masuk ke dalam kandang singa yang siap mengamuk kapan saja. jadi mau tidak mau ia tetap menunggu sambil duduk di depan meja sekertaris, kemudian mondar-mandir seperti setrikaan membuat Lisa yang melihat nya pun pusing dibuat nya. tapi tiba-tiba pintu ruangan Adrian pun terbuka dan nampak sosok sang atasan yang di tunggu-tunggu keluar bersama sang istri


"Yuk sayang kita berangkat" ajak Adrian sambil menggandeng sang istri keluar dari ruangan nya setelah mereka nampak segar dan rapih kembali menggunakan pakaian kerja nya


"Alhamdulillah, mas Adrian akhirnya keluar juga. begini mas" ucap Pram yang bangkit dari duduk nya lalu menghampiri Adrian


"Nanti kita obrolin lagi ya Pram, sekarang saya mau makan siang dulu dengan istri tercinta" ucap Adrian dengan senyum tak bersalah nya dan kemudian berlalu begitu saja bersama Malika meninggalkan Pram yang nampak kesal dengan perbuatan atasan nya itu


"S*alan si bos, gue udah bela-belain nunggu sampe nahan laper karna belum makan siang. Eh dia malah ngeloyor gitu aja malah nggak ngajak-ngajak lagi, padahal kan lumayan bisa makan siang gratis" gumam nya dalam hati karna bahaya jika terdengar Lisa yang bermulut ember bisa di aduin ke Adrian


"Kasian, udah nungguin lama eh si bos nya malah pergi gitu aja. yang sabar ya mas Pram ini ujian, hihihiii" tawa Lisa sambil berlalu meninggalkan Pram untuk makan siang bersama rekan-rekan gosip nya


"Yehh, dasar ember" ketus Pram semakin kesal di buat nya, akhirnya ia pun memilih untuk turun kelantai dasar menggunakan lift lalu keluar kantor mencari cafe terdekat untuk mengisi perut nya yang sudah kelaparan itu


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Mas, Lika nggak enak tau sama pak Anton dan teman-teman lainnya. masa dari pagi sampai makan siang Lika belum juga kembali, padahal kan cuma nganterin file doang" eluh Malika saat mereka tengah menikmati makan siang nya di sebuah restoran tak jauh dari kantor mereka


"Udah nggak usah di pikirin sayang, pak Anton dan teman-teman kamu juga pasti ngerti kok" ucap Adrian menenangkan gundah di hati Malika


"Mas sih enak tinggal ngomong kayak gitu, tapi kan tetap aja Lika yang ngerasain nya. awas lain kali jangan kayak gitu lagi ya mas, kantorkan tempat buat bekerja bukan buat kita mesra-mesraan" ancam Lika yang kesal dengan perbuatan Adrian tadi namun dengan sadar ia pun menikmati nya


"Iya sayang, inshaallah mas coba deh nggak akan kayak gitu lagi nanti. tapi Lika jangan ngambek ya" ucap Adrian membujuk sang istri dan hanya di jawab anggukan oleh Malika tanda setuju


"Ya udah habisin sayang makan nya, nanti kita langsung ke kantor. kata nya Lika banyak kerjaan?" bujuk Adrian


"Iya mas, Lika harus nginput data keluar masuk keuangan yang kemarin sempat terbengkalai. belum lagi harus bikin laporan bulanan juga" ucap nya yang nampak pusing dengan banyak nya pekerjaan terutama saat sang ayah melarang nya bekerja dan membuat kerjaan nya di kantor semakin menumpuk


"Jangan terlalu di porsir sayang, kasian kamu dan calon anak kita. sekarang kerjakan yang sanggup kamu kerjakan selebih nya nanti serahkan kepada pak Anton saja" usul Adrian


"Ih mas Adrian ada-ada aja deh, masa kerjaan Lika yang ngerjain pak Anton sih? kan pak Anton atasan Lika masa ngerjain kerjaan bawahan nya. beliau juga kan banyak kerjaan kali mas" ucap Malika yang tak habis pikir dengan ucapan sang suami barusan


"Maksud mas Lika di suruh berhenti kerja gitu?" tanya nya kesal


"Aduh, salah ngomong lagi deh gue" gumam Adrian dalam hati


"Nggak gitu sayang, maksud mas lebih baik sekarang-sekarang ini Lika istirahat sampai saat nya melahirkan. nanti kalau sudah kembali fit pasca melahirkan bisa kembali bekerja lagi kok" ucap Adrian serba salah


"Nanti yang gantiin kerjaan Lika sekarang siapa? terus kalau udah ada ganti nya, habis itu Lika mau balik kerja lagi orang itu di pecat gitu aja mas?" cecar Malika yang akhirnya membuat Adrian bingung harus berkata apa lagi karna semua ucapan nya dapat di patahkan oleh Malika


"Ya udah terserah Lika aja baik nya gimana, tapi kalau nanti ngerasa nggak enak badan jangan di paksain ya sayang" ucap Adrian penuh perhatian


"Iya mas, Lika pasti akan jaga kondisi badan dengan baik. dan semoga semua nya bisa berjalan dengan lancar, aamiin" ucap nya yang ikut di amini oleh Adrian, lalu mereka pun melanjutkan makan siang sambil ngobrol-ngobrol banyak hal dan sesekali tertawa bersama jika ada cerita yang lucu


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


"Ting" sebuah pesan chat berbunyi dari ponsel Aina, tertera nama Alan disana lalu Aina pun membuka notifikasi itu


"Aina, nanti sore mas jemput ya?" isi pesan dari Alan


"Emang nggak ngerepotin mas?" Aina membalas pesan


"Nggak kok, kebetulan mas lagi suntuk dengan pekerjaan nanti sepulang kerja kita mampir ke cafe atau mall yuk?" ajak Alan


"Ya udah, Aina ikut aja mas" balas nya


"Oke, kalau gitu nanti jam 4 sore mas tunggu di depan lobby ya. see you later" isi chat Alan dengan menyematkan emoticon tersenyum pada akhir tulisan


"see you too" balas Aina, seketika wajah nya pun sangat senang. Aina pun sudah bertekad untuk membuka hati nya untuk Alan jika memang sahabat Adrian itu serius menyukai nya karna ia tidak ingin berharap kepada Dendra rekan kantor yang ia sukai selama ini namun lebih menyukai sahabat nya sendiri dan kini tengah patah hati karna pernikahan Malika


"Semoga mas Alan laki-laki terbaik yang di berikan Allah untuk ku, Aamiin" doa Aina


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Sementara itu Sheila yang nampak kesal karna rencana nya gagal menghancurkan rumah tangga Adrian, lalu mengamuk dan menghancurkan hampir seluruh barang di kamar nya


"Prang, brak, bruk" Sheila melemparkan apa saja yang dapat di jangkau nya untuk melampiaskan kemarahan nya itu


"Kurang ajar, kenapa mereka sulit sekali di pisahkan. Adrian itu milik ku, awas kamu Malika sampai kapan pun tidak ada orang lain yang dapat memiliki nya selain aku" Sheila berteriak seperti kes*tanan


"Adrian kenapa kamu tidak pernah mencintai ku? kenapa selalu wanita itu yang ada di hati mu? kenapa? hu hu hu" Sheila pun akhirnya menangis meluapkan segala perasaan nya terhadap Adrian, karna memang sejak dulu hingga sekarang Adrian tidak pernah membalas cinta nya bahkan terkesan sangat dingin walau pun ia selalu menggoda nya dengan pakaian yang seksi dan mengundang nafsu namun tetap saja Adrian tak bergeming


"Semua ini gara-gara laki-laki tua biadab itu yang membuat ku kini jauh dari mu, maaf kan aku Adrian maafkan aku. hiks hiks hiks" Sheila terus meracau sendiri sambil terus menangis meratapi nasib yang telah di alami nya


"Tok tok tok, permisi nyonya" sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian nya lalu Sheila pun membukakan pintu kamar nya


"Ada apa?" tanya nya sinis karna merasa di gangu oleh beberapa anak buah nya yang datang


"Maaf nyonya Sheila saya ingin melaporkan bahwa sekarang kami cukup kesulitan untuk melancarkan aksi yang kita rencanakan, karna tuan Adrian telah menempatkan para penjaga dengan ketat untuk seluruh keluarga nya baik di rumah sakit, kediaman Permana dan di sekitar apartemen terlebih nona Malika yang tak pernah jauh dari nya bahkan beberapa anak buah kita babak belur di hajar para pengawal yang menyamar seperti orang biasa dan kami tidak dapat memprediksi nya" anak buah Sheila melaporkan bahwa mereka cukup kesulitan untuk mendekati keluarga Adrian


"Shit, ternyata kini Adrian sudah waspada dengan apa yang akan kita lakukan. nggak heran dia memang laki-laki cerdas yang dapat membaca situasi dengan baik, aku minta kalian cari celah sekecil apa pun agar rencana kita tetap dapat berjalan" perintah Sheila


"Baik nyonya, kami permisi" ucap anak buah nya itu lalu mereka pun pergi meninggalkan kamar Sheila yang nampak sangat berantakan itu


"Aku akan terus berusaha menghancurkan rumah tangga kalian, bagaimana pun cara nya. ha ha haaa" tawa jahat Sheila yang nampak sangat mengerikan sambil kembali masuk ke kamar nya, dan tanpa di sadari nya sedari tadi Sean nampak ketakutan melihat dan mendengar semua nya dari balik pintu kamar..


- BERSAMBUNG -


๐ŸŒน Terimakasih para readers yang setia, jangan lupa untuk like/vote dan komen bijak nya ya. semoga hari ini menyenangkan dan kita semua diberi kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas.aamiin๐Ÿค—


thanks you all๐Ÿ’