The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 22 - HATI YANG BERBUNGA-BUNGA



"Bagi sebagian wanita pemberian terindah dari sang kekasih tidak perlu berupa perhiasan dan kado mewah, hanya sekuntum bunga pun dapat membuat hati mereka bahagia. Sesederhana itu namun sangat berkesan"


🌺 Happy Reading 🌺


Hari semakin malam dan jam di dinding butik pun telah menunjukkan pukul setengah sembilan, bertepatan dengan rancangan setelan jas Adrian dan gaun untuk Malika yang sudah selesai dibuat. mereka berdua merasa senang dan puas bekerjasama dengan seorang desainer ternama yang sangat profesional serta mengerti keinginan konsumen nya, dan semuanya akan rampung sepuluh hari sebelum acara resepsi diselenggarakan.


"Terimakasih ya tante Anna atas waktu nya, dan kami pamit pulang karena sudah malam" ucap Adrian


"Tidak usah sungkan cah bagus, oh ya nanti asisten Tante akan kabari kalau gaun nya sudah jadi ya" jawabnya


"Sekali lagi terimakasih ya tante, Tante baik banget sudah mau meluangkan waktu nya untuk kami" ucap Malika pamit dengan menangkupkan kedua tangan nya lalu melangkah keluar dari butik


"Sama-sama cantik, semoga acara nya berjalan lancar. hati-hati di jalan yo" ucap tante Anna dan melambaikan tangan nya


Kemudian Adrian beserta Malika menuju mobil karna waktu sudah malam, dan butik pun sebentar lagi akan tutup. Tampak mas Pram selaku sekretaris Adrian sudah menunggu di depan mobil, dan ternyata ia sudah mengikuti mereka sejak keluar dari cafe.


"Selamat malam mas Adrian dan mba Malika" salam pram


"Loh mas Pram ada di sini juga? dari kapan?" tanya Malika pada Adrian


"Iya, dia mengikuti kita sejak dari cafe tadi. soalnya nanti Pram lah yang akan mengatur semua jadwal mas, agar tidak bentrok saat feeting baju nanti" jawabnya Adrian yang memang tadi sore menghubungi Pram untuk menyusulnya k'cafe, tapi sebelumnya Adrian pun tanpa sepengetahuan Malika menelpon sang calon mertua untuk izin mengajak Malika ke butik dan jalan-jalan.


"Iya aku ngerti mas, tapi kan bisa mas kabari nya lewat telpon saja. kasian tahu mas Pram nungguin dari sore" protes Malika


"Itu kan memang bagian pekerjaan nya sayang" sanggah Adrian


"Tapi mas.."


"Tidak apa-apa mba Malika, ini memang bagian dari pekerjaan saya. kapan pun dan dimana pun saat mas Adrian membutuhkan sebisa mungkin saya harus ada" Pram memotong ucapan Malika, yah walau pun sebenarnya ia harus menahan rasa bosan dan capek nya menunggu dua sejoli itu setelah seharian bekerja.


"Tuh kan sayang, Pram saja tidak keberatan" ucap Adrian sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya naik turun


"Hahhh,, cape deh ngomong sama kalian, ya udah kalau gitu mas Pram langsung pulang aja dan nggak usah ngikutin kami sampai rumah" perintah Malika yang mulai kesal dengan kekompakan mencari alasan dua laki-laki di hadapan nya itu, seketika Pram pun menatap Adrian seperti meminta persetujuan nya dan Adrian pun mengangguk kan kepalanya memberi kode bahwa ia menyetujui ucapan Malika agar Pram langsung pulang.


"Ya sudah Pram kamu langsung pulang saja sana, dari pada princess ku ini semakin marah dan mengeluarkan taring nya" ledek Adrian sambil mencubit pipi Malika yang sedang kesal


"Emangnya aku macan punya taring?" ketus Malika yang kemudian masuk kedalam mobil


"Baik mas Adrian dan mba Malika, setelah ini saya pun akan langsung pulang" ucap Pram berusaha menyela pertengkaran diantara mereka, yang sebenarnya ia pun senang dalam hati nya karna bisa langsung pulang ke rumah nya tanpa harus mengikuti kerumah Adrian terlebih dahulu yang kemudian di balas anggukan oleh Malika.


"Duluan ya Pram, dan hati-hati jangan ngebut di jalan. ingat, besok kamu harus bekerja keras lagi" ucap Adrian sambil menepuk bahu Pram kemudian masuk kedalam mobil


"Siap boss" ucap nya sambil menempelkan telapak tangannya di depan kening, seperti hormat gaya tentara.


🍁🍁🍁


Adrian pun mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran butik menuju rumah mereka, ia pun kemudian memutar lagu Akad milik payung teduh. lalu Adrian pun ikut bernyanyi saat mengalun nya reffrein lagu


"Bila nanti saatnya telah tiba


Ku ingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkan ku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau temani diriku"


Sambil bersenandung Adrian pun menepikan mobil nya, dan sempat membuat Malika bingung. lalu ia pun mengambil sebuket bunga mawar merah berbentuk hati dengan di hiasi mawar putih di sekelilingnya, dan memberikannya kepada Malika yang sedang terkejut itu.


"I love you Malika" ucapan romantis dari bibir Adrian yang dibarengi kecupan singkat di kening Malika, yang sukses membuat Malika semakin merona karena senang nya.


"Love you too" jawab Malika tersenyum manis sekali dihadapan Adrian yang kembali mengemudikan mobil nya


"Udah nggak ngambek lagi kan sayang?" tanya Adrian


"Nggak" jawab Malika singkat


"Suka nggak sama bunga nya?" tanya Adrian lagi


"Suka banget, makasih ya mas" ucap Malika, namun tiba-tiba ia pun merasa aneh bagaimana bisa ada buket mawar di kursi belakang mobil Adrian, sedangkan awal pertama malika naik mobil saat di jemput Adrian tadi sore di cafe dekat kantor ia pun menaruh tas nya di kursi belakang tapi tidak melihat ada buket bunga disana.


"Sejak kapan mas beli buket bunga ini? dari tadi kan kita selalu bersama" tanya Malika yang penasaran


"Hebat kan mas Adrian, bisa memberikan buket bunga tanpa membelinya dulu" Adrian mulai menyombongkan diri


"Iihh dasar sombong" Malika pun mencubit pinggang Adrian dan mereka pun tertawa bersama sambil berangkulan tangan


Kegembiraan dua sejoli itu tidak lepas dari campur tangan sang asisten Adrian yaitu Pram.


➡️Folback Pram


Pram pun yang sejak pagi sudah capek mengatur dan mengurus segala keperluan atasannya itu, saat tengah menyetir mobil nya hampir setengah jalan sampai apartemen namun ia harus menelan pil pahit karena di telpon Adrian untuk menyusul nya ke cafe. padahal hari ini Pram lah yang sudah menyiapkan semuanya dari mulai merencanakan kemana saja Adrian harus mengajak Malika, membuat janji dengan tante Anna serta membelikan buket bunga di jalan menuju butik yang di lihat adrian saat lewat tadi. kemudian ia pun harus menaruhnya di dalam mobil saat Adrian berpura-pura izin pada Malika untuk ke toilet padahal ia menemui Pram diparkiran butik, benar-benar penuh drama bos nya satu ini.


"Hadeehhh, emang sampai segitunya ya orang jatuh cinta?" keluh Adrian lalu mengacak-acak rambut nya kasar, karna tak habis pikir dengan kelakuan atasannya itu.


Beruntung bagi Pram karna Malika mengerti situasi dirinya yang sudah capek itu, lalu menyuruhnya pulang tanpa mengikuti mereka lagi. Rasanya setelah sampai apartemen ia pun ingin berendam, lalu menghirup wangi sabun dengan aroma terapi yang membuat pikirannya kembali jernih. setelah sampai lalu memarkirkan mobilnya di basement apartemen, Pram pun masuk kedalam lift dan menekan tombol lima tempat kediamannya berada. setelah sampai ia pun bergegas keluar lift, membuka pintu dengan sidik jari karna apartemen miliknya mempunyai sistem keamanan yang baik selain menggunakan password pada pengunci pintu nya. kemudian ia pun melempar tas k'sofa dan menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya itu untuk berendam sesuai keinginannya.


Setelah setengah jam berlalu Pram pun telah selesai berpakaian kaos dipadu boxer sebagainya dan menuju dapur untuk menghangatkan makanan cepat sajinya di microwave. setelah jadi ia kemudian duduk di kursi balkon dan menyantap makanannya itu, di dampingi dengan jus jeruk sambil menikmati pemandangan malam hari kota Jakarta. Dering telpon mengalihkan perhatiannya dan tertera nama anak buahnya yang ditugaskan mencari tahu masalah dikantor Malika dan siapa orang yang selama ini menteror keluarga Adhitama.


"Halo, bagaimana sudah ada hasil dari penyelidikan kalian?" tanya Pram menjawab telpon nya


"Baik kalau begitu besok jam delapan pagi kalian kumpulkan semua buktinya dan bertemu dengan ku di tempat biasa" ucapnya lagi dan kemudian menutup telponnya, lumayan capek juga ya jadi seorang asisten seperti Pram ini butuh tenaga ekstra untuk menjalani semuanya..


- BERSAMBUNG -


🌹Halo para reader selamat liburan untuk kalian yang bisa menikmati libur panjang, dan yang masih bergelut dengan kesibukan jangan patah semangat ya inshaallah semua akan berbuah manis kedepannya.. terimakasih untuk kalian yang sudah menyukai dan selalu menunggu kelanjutan novel the Ceo's wedding secret ini, author sangat senang bisa menjadi bagian dari para penulis yang tidak gampang membuat karya-karya terbaiknya,terlebih author pun masih dalam proses belajar menjadi penulis yang baik dengan segala kekurangan yang ada. mohon maaf ya jika banyak kekurangan dan typo pada penulisan novel ini,dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan juga lindungan ditengah pandemi ini..aamiin 🤲


thank you all💐