
"Salah satu momen terbaik wanita adalah saat mengandung sang buah hati, rasa mual, sakit dan tak enak pun menjadi satu namun semua tetap saja membahagiakan bagi seorang ibu. karna tidak semua wanita dapat merasakan nya, maka dari itu hargailah sebaik-baiknya"
πΊ Happy Reading πΊ
Sudah beberapa hari berlalu semenjak pemeriksaan kandungan dan kini Malika telah resmi bekerja di perusahaan Adrian di bagian management keuangan yang memang bidang yang telah di geluti nya selama ini, rencana nya pun malam ini Adrian dan seluruh keluarga akan makan malam sebagai rasa syukur untuk merayakan kehamilan Malika
"Pram, kamu sudah reservasi restoran untuk syukuran nanti malam kan?" tanya Adrian
"Sudah dari beberapa hari yang lalu mas, inshaallah semua nya sudah saya atur dengan baik. kenapa memang nya mas?" ucap Pram yang berusaha meyakinkan bos nya itu namun masih ada rasa khawatir yang mengganjal dalam diri Adrian tapi entah apa, dan ia sendiri pun bingung
"Nggak, nggak ada apa-apa Pram. mungkin cuma perasaan saya aja yang agak kurang enak jadi kebawa baper deh" ucap Adrian
"Baiklah, kalau gitu kamu boleh kembali keruangan mu Pram" ucap Adrian seraya menyerahkan dokumen yang telah ia tanda tangani, lalu Pram pun meninggalkan ruangan Adrian kembali menuju ruangannya sambil membawa dokumen tersebut
Adrian yang merasa gelisah pun memilih menghubungi sang istri yang berada satu lantai dibawah ruangan nya
"Halo sayang, lagi sibuk?" tanya Adrian dari balik telpon
"Halo mas, iya lumayan nih mas Lika harus merekap semua data keuangan bulan ini. emang nya ada apa mas?" tanya Lika
"Nggak, nggak ada apa-apa sayang. mas nanti cuma mau ngajak makan siang seperti biasa, ya sudah kalau gitu jangan terlalu capek ya dan jangan lupa diminum vitamin juga buah nya" ucap Adrian
"Iya sayang, makasih ya papah udah perhatian sama dedek" ucap Malika menirukan suara anak kecil dan mereka pun tertawa
"Sama-sama sayang nya papah, ya sudah sampai ketemu makan siang nanti ya. Wassalamu'alaikum cantik" tutup telpon Adrian setelah Malika pun membalas salam nya
πππ
Sementara itu di sebuah ruangan kantor yang terletak di hotel bintang lima milik Anthonius, Hillary sang pemilik hotel yang memang tengah menyelidiki kasus sang suami pun menerima hasil penyelidikan nya dari kedua detektif yang membantu nya ity
"Brakkk" sebuah map coklat di lempar ke atas sebuah meja, nampak beberapa berkas pun berhamburan keluar dari map tersebut
"Br*ngs*k kamu Anthonius, b*Jing*n" teriak Hillary tak henti-hentinya mengumpat sang suami
"Apa semua data yang kalian dapat ini valid?" tanya nya pada seorang detektif yang memang orang kepercayaan nya itu
"Saya jamin semua nya valid nyonya, karna saya telah memeriksa semua orang yang terlibat dan mengintrogasi mereka dan semua nya mengakui hal yang sama" ucap detektif itu
"Sit, ya tuhan kenapa aku harus memilih orang yang salah" sesal nya
"Baiklah, kalian boleh keluar dan nanti aku akan transfer uang yang sudah ku janji kan" perintah Hillary kepada kedua detektif itu
"Baik nyonya, kalau begitu kami permisi" ucap sang detektif lalu mereka pun meninggalkan ruang kerja Hillary
"Akan aku hancurkan semua rencana busuk mu itu Anthonius, dan kau akan menyesal pernah mengkhianati ku" gumam Hillary penuh emosi
βοΈβοΈβοΈ
Malam ini tepat pukul tujuh malam seluruh keluarga Adhitama dan Permana berkumpul di sebuah restoran ternama yang menjadi pilihan Adrian dan Malika untuk merayakan kehamilan anak pertama mereka, tak hanya keluarga inti yang berada disana mereka pun mengundang Aina, Alan dan pasti nya trio sekertaris tak ketinggalan hadir sebenarnya Adrian mengundang sahabat nya satu lagi yang bernama Biru namun ia tak dapat hadir karna ada kerjaan yang tak dapat ia tinggalkan, mereka saat SMA memang terkenal dengan sebutan tricool yaitu Adrian, Alan dan Biru yang sama-sama memiliki wajah tampan, pintar dan populer. namun sayang Biru tak dapat mengikuti jejak mereka untuk melanjutkan sekolah di luar negri karna ia lebih memilih mendaftarkan diri di salah satu universitas terbaik di Indonesia.
"Assalamualaikum, terimakasih untuk papah, mamah, ayah dan kalian semua yang sudah menyematkan hadir malam ini" sapa Adrian seraya memberi sambutan
"Alhamdulillah akhirnya sebentar lagi kami akan menjadi orang tua, dan kami mohon doa nya agar segala sesuatunya berjalan dengan baik dan tanpa hambatan sedikit pun.aamiin" ucap Adrian memohon doa kepada seluruh keluarga yang hadir
"Aamiin" semua kompak mendoakan
"Mohon petuah dan bimbingan nya ya papah, mamah juga ayah, agar kelak kami bisa menjadi orangtua yang baik dalam mengasuh buah hati kami ini" ucap Malika menambahkan
"Sudah pasti nak, kami pun akan andil dalam mengurus cucu pertama ini" ucap sang papah bersemangat
"Betul itu, kalau perlu kita bergantian menjaga nya ya Dhi?" ucap pak Tama tak kalah antusias yang membuat semua orang pun tertawa melihat semangat kedua calon kakek itu
"Apa jenis kelamin nya Ka?" tanya Aina penasaran
"Belum ketahuan Na, baby masih Malu-malu jadi menurut dokter Gladis saat sedang di usg ia membelakangi kami" ucap Malika
"Iiihh gemesss deh, kamu masih malu-malu ya sayang" ucap Ashya yang refleks memegang perut Malika
"Apa pun jenis kelaminnya yang penting calon anak kalian sehat, dan kalian bisa merasakan menjadi orangtua seutuh nya" ucap mamah Nadine memberi petuah
"Iya mah, kami tidak terlalu memusingkan jenis kelaminnya, sudah diberikan momongan saja buat kami sangat bahagia" ucap Malika senang
"Braaak" pintu ruangan privat tempat Adrian mengadakan acara di buka paksa
"Luar biasa, ternyata kamu sedang mengadakan pesta tanpa mengundang ku Adrian" ucap Sheila dengan lantang nya membuat semua orang bangun dari kursi nya
"Sheila?" gumam Malika
"Mau apa kamu datang ke sini?" tanya Adrian berjalan mendekati Sheila
"Aku kan bagian dari kehidupan mu Adrian? jadi sudah pasti aku pun harus berada di sini dengan seluruh keluarga mu" ucap Sheila yang mulai berani merangkul kan tangan nya ke lengan Adrian
"Jangan kurang ajar kamu Sheil, aku tidak pernah menganggap mu bagian dari hidup ku apalagi masuk kedalam keluarga ku" bentak Adrian yang mulai gusar dengan tingkah Sheila
"Oh ya? bagaimana dengan anak kita? bukan kah dia juga berhak menjadi bagian dari keluarga Surya Permana?" ujar Sheila penuh percaya diri
"Anak? maksud nya apa Dri?" tanya tuan Permana bingung
"Maksud nya aku dan Adrian sudah memiliki anak pah, kami melakukannya ketika sama-sama berada di Canada" ucap Sheila sembari memanggil seorang gadis kecil dengan rambut di kuncir dua memakai dress pink senada dengan sepatu nya memasuki ruangan tersebut bersama kedua bodyguard Sheila
"Jaga ucapan loe ya Sheil, gue nggak pernah sedikit pun nyentuh apa lagi ngehamilin loe" bentak Adrian yang emosi tak terkendali hampir saja menampar Sheila namun bisa dicegah oleh Alan yang berada di samping nya saat itu
"Sini sayang? perkenalkan ini adalah Sean singkatan dari nama Sheila dan Adrian, dan usia nya saat ini adalah enam tahun, ayo Sean beri salam kepada keluarga mu" ucap Sheila memperkenalkan sang anak namun Sean nampak ragu untuk memperkenalkan diri nya,semua yang hadir pun nampak kaget melihat seorang gadis kecil yang nampak lemah itu
"Mereka siapa mom? kenapa kita kesini?" tanya sang gadis kecil merasa takut berada ditempat asing dengan orang-orang yang tak ia kenali
"Itu papah Sean, dan ini keluarga Sean" ucap Sheila menunjuk Adrian
"Diam kamu Sheil, aku bukan papah nya" bentak Adrian yang kembali tersulut emosi
"Nggak mungkin, lelucon apa yang sedang kamu pertontonkan Adrian? Dhi, aku bener-bener nggak nyangka ternyata kelakuan anak mu seperti ini? kalian sudah menyakiti hati anak ku yang sekarang tengah mengandung anak Adrian dan apa ini balasan yang harus di terima Malika hah?" pak Tama tidak dapat menahan emosi nya kini
"Nggak yah, ini semua nggak bener" Adrian mencoba menjelaskan
"Malika, Ashya ayo kita pulang nak. di sini kita sudah tak di butuhkan lagi" perintah sang ayah yang menyeret kedua anak nya untuk pulang kerumah kediaman Adhitama
"Yah, maaf yah ini nggak seperti yang ayah pikirkan. tolong percaya yah dan dengarkan penjelasan Adri dulu" pinta Adrian mencegah sang mertua membawa Malika perhi
"Tam, tunggu Tam. aku juga baru tahu semua ini, kita dengarkan dulu penjelasan Adrian" mohon pak Permana kepada sahabat nya itu
"Cukup, ini semua sudah sangat menyakiti hati kami dan kalian dengan gampang nya meminta ku untuk percaya?" tepis pak Tama lalu meninggalkan ruangan kemudian keluar restoran dan memasuki mobil yang di kendarai oleh Andre bersama Ashya dan Malika yang masih terisak tangis ikut di dalam mobil sang ayah sedangkan Adrian dan seluruh keluarga mengejar Malika dan meninggalkan restoran, nampak para pengunjung restoran pun bingung dengan apa yang terjadi namun mereka tidak tahu kejadian yang sebenarnya
"Puas loe Sheil sudah membuat acara Adrian dan Malika kacau? ini kan memang tujuan loe?" sindir Alan yang nampak kesal karna Sheila berniat menghancurkan rumah tangga sahabat nya itu
"Salah ku apa Lan? aku kan hanya ingin anak ku dapat status yang sama dan mana aku tahu kalau saat ini Malika tengah hamil dan kalian sedang merayakannya" ucap Sheila berpura-pura
"Dasar perempuan ul*r, gue yakin betul bahwa anak ini bukan anak Adrian dan suatu saat loe akan dapat balasan nya Sheil" bentak Alan sambil melewati Sheila bersama Aina keluar dari ruangan karna lebih memilih untuk pulang
Sheila yang masih berada di ruangan tersebut pun tertawa puas karena dapat memecah belah rumah tangga Adrian dan Malika
"Hahaaaa, Gue bilang juga apa Adrian loe pasti bakal terima semua balasan nya.ayo sayang kita pulang" lalu Sheila memilih pergi meninggalkan restoran beserta anak dan kedua bodyguard nya itu nampak senyum penuh kemenangan di wajah nya
Sebuah mobil Alphard putih sampai di kediaman Adhitama, nampak pak Tama, Ashya dan Malika pun turun dari mobil itu dan di susul oleh Andre yang telat membukakan pintu karna pak Tama lebih memilih untuk turun lebih dulu dan segera masuk kedalam rumah, tak lama berselang sebuah mobil yang diyakini milik Adrian pun sampai dan buru-buru ia pun memasuki kediaman Adhitama itu
"Malika, sayang kamu percayakan sama mas" ucap Adrian lalu memeluk Malika
"Cukup Adrian, sekarang kamu pergi dari sini saya tidak ingin melihat mu lagi" usir pak Tama
"Yah, Lika mohon dengarkan penjelasan mas Adrian dulu" ucap Malika karna selama di perjalanan tadi sang ayah tidak mau mendengarkan kata-kata nya sedangkan Ashya hanya bisa diam karna ia pun tak mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi
"Lika, apa kamu masih mau percaya dengan laki-laki yang jelas-jelas sudah menipu mu ini? dia sudah mengkhianati mu Lika, dia sudah mempunyai anak dari orang lain dan dia tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya itu" ucap sang ayah dengan nada tinggi
"Tam, aku mohon tam kita dengarkan penjelasan Adrian dulu. biar aku yang akan menghukum nya jika benar-benar ia melakukan hal itu" pinta pak Permana
"Cukup Dhi, aku minta kalian semua keluar dari rumah ku. aku mau istirahat, Malika Ashya kalian masuk kamar, dan Andre tolong kamu bereskan semua ini" ucap pak Tama bersikeras tak ingin mendengarkan penjelasan Adrian dan memilih menuju kamar nya untuk beristirahat sedangkan Adrian dan keluarga nya harus menerima keputusan pak Tama saat ini lalu mereka pun memilih pulang ke kediaman Permana yang memang terletak tak jauh dari rumah nya..
- BERSAMBUNG -
πΉ Alhamdulillah, terimakasih kepada para readers yang masih setia menunggu author pulih dan melanjutkan cerita novel The ceo's wedding secret ini. berkat doa dan dukungan kalian tentu semua bisa kembali seperti sediakala, dan author doa kan yang saat ini sedang sakit atau menghadapi ujian hidup semoga segera pulih dan dapat terselesaikan dengan baik..aamiinπ€²
tetap semangat menjalani hidup dan jangan putus asa untuk melangkah menuju yang lebih baik, mohon maaf jika komen bijak nya belum sempet author balas dan sekali lagi terima kasih atas like/vote serta komen bijak kalian..thanks you all π