
"Mendapatkan gelar kelulusan adalah hal yang bisa kita banggakan, mendapatkan pekerjaan adalah hal yang kita inginkan, tapi ketika mendapatkan seorang pasangan hidup adalah suatu hal yang sangat kita butuhkan terutama dalam mengisi semua kekosongan. maka jaga serta rawat lah ia sebagai mana mestinya..!
πΊ Happy Reading πΊ
Malika benar-benar merasakan kebahagiaan yang selama ini ia impikan bisa bersanding, bercanda gurau, dan hidup bersama Adrian akhirnya terwujud. banyak hal yang ingin ia lakukan bersama Adrian, seperti layaknya seorang kekasih yang dimabuk asmara namun dengan status yang pastinya berbeda.
"Mas, Lika mau tanya boleh?" ucap Malika
"Silahkan sayang, kamu mau tanya apa aja inshaallah pasti mas jawab" ucap Adrian memastikan
"Sekarang gimana perasaan mas setelah menikahi Lika?" tanya Malika
"Perasaan mas pasti nya seneng, seneng banget malah" jawab Adrian sambil mengeratkan pelukannya ketubuh Malika
"kenapa?" tanya nya lagi
"Sebab doa-doa mas selama ini terkabul, mas selalu berdoa agar bisa menjadi suami Lika. karna memang sudah lama sekali mas mencintai Lika sangat dalam, namun selalu tidak dapat mas ungkapkan hanya sikap ketus, cuek bahkan kejahilan yang malah sering mas berikan ke Lika demi menutupi perasaan mas sebenarnya" ungkap Adrian yang membuat Malika pun terharu lalu mereka duduk diatas kasur dan Adrian memeluk nya dari belakang sambil menciumi rambut malika
"Sejak kapan mas menyukai Lika?" tanya Malika penasaran
"Ehmm, sejak kita masih kecil. yang mas sadari sih ketika Lika SMP dan mas SMA, masih inget nggak ketika pulang sekolah Lika pernah dikasih surat cinta sama cowok? nah semenjak itu mas sadar bahwa mas cemburu dan mencintai Lika" Adrian bercerita
"Oh yang surat nya tiba-tiba mas rebut dan sobek-sobek itu ya? jahat banget sih mas, kasian tahu dia udah buat surat capek-capek malah di sobek-sobek di depannya lagi" ucap Malika iba
"Jahat? berarti Lika ngarepin dapet surat itu ya?" Adrian mulai cemburu dan membalikkan tubuh Lika hingga wajah mereka saling berhadapan
"N-nggak juga sih mas, cuma kasian aja seenggaknya kalau Lika nggak suka kan bisa nolak dia baik-baik" ucap Lika yang takut melihat tatapan interogasi Adrian saat ini
"Oh ya tapi kan mas bilang sama cowok itu kalau Lika adik mas dan nggak boleh pacaran?" ucap Lika mengalihkan pembicaraan
"Mas emang sengaja ngomong kayak gitu" ucap Adrian
"Kok sengaja, emangnya kenapa?" tanya Lika kembali penasaran dan memberanikan menatap kedua manik bola mata Adrian
"Karna mas cemburu sayang" ucap Adrian yang kemudian mencium bibir Malika dan membuatnya terjatuh dengan posisi Adrian berada diatas tubuh nya, setelah beberapa saat Adrian akhirnya melepaskan tubuh Malika.
"Mas nggak mau kamu pacaran dengan orang lain, karna pas mas denger kamu pacaran saat kuliah itu rasa nya sakit banget Lika tapi mas sendiri nggak berani ngungkapin nya" ucap Adrian serius
"Tapi kan sekarang Lika sudah jadi istri mas seutuhnya, dan itu semua sudah masa lalu" ucap Malika berusaha menenangkan hati sang suami
"Maka dari itu mas bersyukur banget bisa jadi suami Lika, dan terimakasih sudah mau menerima mas" ucap Adrian penuh haru
"Sudah siang, yuk kita turun mas buat sarapan atau makan siang" ajak Malika yang perut nya sudah mulai keroncongan, ternyata dengan banyak nya gombalan cinta dari Adrian tetap tidak membuatnya merasa kenyang ya.
ππ
Diruang makan sudah berkumpul banyak orang, ada kakek dan nenek Malika, ada Jihan juga Ashya serta para orang tua mereka. sedangkan ketiga sekertaris pribadi sudah kembali bekerja dan pastinya mereka masih disibukkan untuk mencari dimana keberadaan Anthonius, karna hal ini menyangkut keselamatan para atasan mereka yang dalam bahaya jika Anthonius masih bisa berkeliaran dengan bebas di luar sana.
"Ciee..pengantin baru, yang baru bangun" ucap Jihan yang ditimpali Ashya kompak meledek Adrian juga Malika dan semua pun tertawa mendengar nya
"Bisa aja nih bocil-bocil" balas Adrian dengan mengacak-acak rambut Jihan dan Ashya yang membuat mereka pun menjerit
"Aaaaaahh, kebiasaan banget nh kak Adri" dengus Jihan
"Iya kebiasaan buruk nya nggak hilang-hilang nih" balas Ashya
"Hahaaaaa, mau kakak tambahin lagi?" ancam Adrian
"N-nggak, nggak kak" ucap mereka kompak
"Peace, damai ya kak" ucap Ashya yang diikuti Jihan
"Bagus, gitu donk jadi anak yang nurut. kalau masih nyindir-nyindir lagi bukan cuma kakak acak-acak aja nih rambut tapi.." ucap Adrian sambil memperagakan memotong rambut dengan jari nya yang membuat Jihan dan Ashya seketika ribut ngoceh-ngoceh tidak jelas dan Malika hanya tertawa kecil melihat sang suami menggoda adik-adik nya itu
"Hahaaa, nggak apa-apa Dhi (panggilan akrab pak Tama untuk pak Surya Adhi Permana). lagian Malika dan Ashya juga kalau bertemu nggak jauh beda, sama aja deh" ucap sang ayah dan dibarengi tertawa kedua laki-laki itu, sedangkan Malika hanya manyun saja mendengar nya
"Iya biarin aja, nama nya juga anak muda pasti saling ledek-ledekan. ya kan kek?" ucap sang nenek
"Iya udah biarin, entar juga mereka capek sendiri" jawab sang kakek dan semua pun tertawa mendengar nya
"Ayo kita lanjutin makan nya, jangan di diemin aja mubadzir kan" ucap pak Tama, semua pun akhirnya kembali melanjutkan makan nya dan Malika menyendoki nasi juga menu yang diinginkan Adrian. duh so sweet banget ya kalau yang udah jadi suami, mau apa-apa udah ada yang melayani.
πππ
Pagi ini Adrian disibukkan dengan agenda meeting yang padat, ia pun harus bolak-balik Jakarta-bandung untuk mengecek semua kesiapan cabang perusahaan baru disana sebelum peresmian nanti. sudah beberapa hari Adrian yang masih tinggal sementara di kediaman Adhitama pun sejak pagi sudah meninggalkan Malika yang masih cuti karna permintaan nya, ia kasian melihat Malika yang masih capek dan kurang tidur karna kegiatan malam yang mereka lakukan demi mengejar target cucu untuk kedua orangtua.
"Pram, semua dokumen cabang Bandung apa sudah selesai semua?" tanya Adrian
"Sudah semua mas, tapi sedang saya periksa dikhawatirkan masih ada kekurangan" jawab Pram
"Oke, nanti kalau sudah selesai letakkan di meja" perintah Adrian
"Baik mas" jawab Pram
Kemudian Adrian pun yang duduk di kursi nya memilih menghubungi sang istri disela-sela kesibukan nya itu, sembari menunggu Pram yang tengah duduk di sofa tamu ruangan nya sedang mengecek semua dokumen yang di perlukan. dalam benak Pram yah begitulah bos mah terima beres, dan ia lah yang harus kepusingan mengecek sendirian banyak nya dokumen.
"Assalamualaikum sayang" sapa Adrian dari balik telpon genggam nya
"Waalaikum salam suami ku" jawab Malika
"Emm, seneng banget deh sekarang ada yang manggil suami" ucap Adrian sambil melirik Pram yang menjadi cemberut dan baper mendengar nya
"Mas, kenapa sih lebay banget?" tanya Malika aneh
"Nggak apa-apa sayang, mas seneng aja sekarang udah nggak JOMBLO lagi" ucap nya sengaja ditekankan karna kembali menyindir Pram, seketika Pram yang merasa disindir pun pamit ke toilet dan membuat Adrian tertawa melihat tingkah laku nya
"Hahaaaaa, kena deh" tawa Adrian tak tertahan kan
"Mas? kamu lagi ngapain sih?" tanya Malika penasaran
"Iya sayang, mas nggak ngapa-ngapain kok cuma lucu aja lihat tingkah nya Pram" ucap Adrian dan kembali tertawa mengingat betapa lucu nya ekspresi Pram tadi
"Oh pantesan aja mas pasti lagi ngeledekin mas Pram ya? jangan gitu mas, kan kasian mas Pram" pinta Malika
"Iya sayang, cuma bercanda aja kok" ucap nya
"Mas nanti Lika ke supermarket sebentar ya, mau beli keperluan pribadi" ucap Lika meminta izin
"Tapi jangan sendiri ya sayang, harus ada yang menemani" pinta Adrian yang khawatir jika Malika keluar rumah sendirian
"Iya mas, nanti Lika minta di anterin sama bi Sumi" ucap nya
"Ya sudah kalau begitu hati-hati ya sayang, jangan lupa makan siang. sebentar lagi mas berangkat ke Bandung, kemungkinan akan pulang tengah malam" ucap Adrian berpamitan
"Ya sayang, hati-hati juga dijalan ya mas. jangan lupa makan dan minum vitamin yang Lika beli" Malika berpesan
"Siap nyonya boss, Wassalamu'alaikum" Adrian pun menutup telpon nya setelah mendengar Malika menjawab salam nya, dan Pram pun kembali masuk keruangan Adrian. sengaja ia memang kembali setelah sang atasan menyelesaikan telponnya, karna ia tidak mau menjadi bahan sindiran Adrian yang selalu senang meledek nya.
Sesuai permintaan Adrian ia pun pergi ke supermarket dengan di antar oleh bi Sumi, Malika mengendarai motor matic nya sedangkan bi Sumi di bonceng di belakang. hanya sekitar sepuluh menit malika sudah sampai di depan supermarket, ia dan bi Sumi pun bergegas masuk dan membeli semua keperluan yang mereka butuhkan.
Tanpa terasa setengah jam sudah mereka asyik berbelanja dan Malika pun membayar semua nya di kasir, setelah selesai membayar mereka pun berjalan menuju motor matic kesayangan Malika yang di parkir persis di depan supermarket itu. ketika Malika baru saja keluar dari parkiran dan hendak masuk ke arah jalan tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang menghampiri Malika seperti hendak bertanya arah jalan sehingga ia pun berhenti, namun saat Malika lengah mereka membekap hidung dan mulut Malika dengan obat bius, kemudian membopong nya kedalam mobil yang berhenti di samping nya. bi Sumi yang melihat kejadian tersebut pun tidak sempat berbuat apa-apa dan hanya berteriak minta tolong namun sayang mobil itu sudah pergi jauh meninggalkan nya yang bingung sendirian di sana..
- BERSAMBUNG -
πΉHalo para readers yang setia, terimakasih atas komen-komen bijak kalian yang menjadi suport tersendiri untuk author. sedikit cerita author sebenarnya sudah lama mencari-cari visual yang cocok untuk beberapa karakter di novel The Ceo's wedding secret ini, berhubung author harus mencocokkan kriteria yang pas dengan karakter yang author buat jadi nggak mudah untuk mendapatkan nya terkadang sudah dapat visual yang satu tapi yang satu nya lagi belum pas. bener-bener dilema deh, tapi author usahakan yang terbaik dan mohon maaf jika ada yang tidak sesuai dengan keinginan kalian ya. akan author update visual nya pada bab pertama ya, terimakasih all..ππ€