
"Cinta adalah sebuah anugerah, cinta adalah ungkapan jiwa tapi terkadang cinta membuat orang lupa akan sekelilingnya. maka nikmatilah cinta sesuai porsinya"
๐บ Happy Reading ๐บ
Meeting antara perusahaan Surya Permana Grup dan Armada Grup pun dimulai tepat jam sembilan pagi ini, Angela yang dari awal memang berniat menggoda Adrian pun memulai aksinya. Ia memperkenalkan dirinya dengan gemulai sebagai anak dari Tuan Haditomo pemilik perusahaan Armada grup yang saat ini akan bekerjasama dengan perusahaan Adrian. mereka pun akan bekerjasama dalam bidang jasa ekspor barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan armada ke luar negri.
"Selamat pagi semua, perkenalkan saya Angela Wijaya anak dari pemilik Armada Grup yaitu tuan Haditomo Wijaya. kebetulan saya sebagai perwakilan sengaja meminta meeting hari ini diadakan disini karena saya ingin melihat langsung perusahaan Surya Permana yang sangat terkenal dengan keprofesionalan nya berkat kepemimpinan seorang CEO muda yang hebat seperti tuan Adrian ini" ucapnya sambil melirik dan tersenyum genit kearah adrian
"Terimakasih atas pujian dari nona Angela, tapi maaf kehebatan perusahaan ini bisa sangat terkenal seperti sekarang itu berkat usaha keras pak Permana yang kebetulan adalah papah saya sendiri. saya hanya melanjutkan apa yang sudah perusahaan ini capai dan berusaha terus agar perusahaan ini tetap berjalan, bahkan kalau perlu bisa lebih besar lagi dan mempunyai cabang perusahaan dimana-mana" ucapnya seolah menolak pujian dari Angela
"Tapi saya rasa peran tuan Adrian sekarang lebih menguntungkan perusahaan, karna selain tampan dan cerdas juga mempunyai wawasan luas. Tuan Adrian ini bisa menarik para client bahkan investor lebih banyak lagi" pujinya mencoba mengambil hatinya Adrian
"Sudah pasti nona, semua itu pasti akan di lakukan setiap anak terhadap perusahaan ayahnya karena merasa berkewajiban untuk melakukannya demi kelangsungan perusahaan dan nasib para karyawan selanjutnya" ucapnya seolah menolak pujian Angela dan seketika membuat Angela diam tak berkutik
"Baiklah kita langsung saja kepada inti dari meeting ini dan persentasinya akan disampaikan oleh sekertaris saya yaitu pak Pram" ucapnya mengalihkan topik pembicaraan
Kemudian Pram pun berdiri menuju sebuah papan white board di belakang Adrian yang sebelumnya sudah ia nyalakan sebuah proyektor yang menyorot kearah papan tersebut
Pram pun mempersentasikan semuanya dengan sangat baik, tapi hal itu tidak membuat Angela mengalihkan pandangannya yang sedari tadi terus menerus menatap Adrian dengan rasa kagum dan hasrat ingin memilikinya. Setelah semua sepakat dan setuju dengan persentasi dari Pram lalu perusahaan Armada pun menandatangani kontrak yang mereka sepakati itu dan meeting pun selesai. Tapi sebelum keluar ruangan Angela meminta nomer telpon Adrian dengan alasan sewaktu-waktu bisa menghubunginya mengenai kerjasama mereka, melihat ekspresi sang bos yang kurang berkenan maka Pram pun mengerti dan malah memberikan nomer telpon pribadinya kepada Angela. Angela yang merasa senang pun lalu pergi keluar dari ruangan meeting bersama sekertaris dan asistennya itu, Adrian yang sempat kesal dengan kelakuan Pram pun bertanya.
"Kenapa kamu kasih tahu nomerku Pram?" tanya Adrian sedikit kesal
"Saya tidak memberitahu nomer mas Adrian kok, yang saya kasih itu nomer saya sendiri mas" jawabnya mencoba menenangkan sang atasan
"Oh berarti kamu menipunya pram? atau jangan-jangan kau menyukai Angela?" tanya Adrian penasaran
"Tidak mas, mana mungkin saya menyukai wanita berpenampilan seksi seperti nona Angela itu. saya tadi melihat mas Adrian seperti tidak berkenan dan keberatan memberikan nomer telpon kepada nona Angela, jadi saya berinisiatif memberikan nomer saya tanpa sepengetahuan nya mas" Ucap Pram menjelaskan
"Ternyata kamu memang sekertaris yang bisa ku andalkan, dan kamu mengerti jika tadi aku tidak berniat memberikan nomer telpon ku padanya. Terimakasih Pram kamu sudah ku" ucap Adrian sambil menepuk pelan pundak Pram sekertarisnya yang setia
"Sama-sama mas, memang sudah kewajiban saya mengatur segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan mas Adrian" pungkasnya
"Baiklah karna kali ini kamu sudah melakukan hal baik untuk ku dan waktunya sudah jam istirahat, ayo ku traktir kamu makan siang di resto favoritku" ajak Adrian kepada sekertaris setiany itu
"Baik tuan, dengan senang hati" ucap Pram seraya tersenyum
Sebenarnya traktiran kali ini bukan suatu hal yang luar biasa untuk Pram, karna hampir setiap makan siang bersama Adrian ia pasti tak pernah mengeluarkan uang. Kalau pun ia yang mengeluarkan uang pasti akan diganti oleh Adrian dan hanya sebagai pinjaman sementara saja bahkan diganti lebih dari pengeluaran sebenarnya. Hal ini lah salah satu alasan yang membuat Pram betah dan sangat setia kepada Adrian selain itu Adrian pun tidak pernah berlaku seperti bos dan menyuruh Pram memanggilnya mas bukan tuan seperti kebanyakan atasan lainnya, baginya Adrian seperti keluarga yang harus ia lindungi dan sangat ia hormati karna Adrian lah yang membawanya saat dirinya dalam keadaan terpuruk.
Adrian merekrut Pram ketika mereka tak sengaja bertemu empat tahun silam dipinggir jalan saat Pram dipukuli oleh orang-orang penagih hutang almarhum orang tuanya, dahulu orangtua Pram termasuk salah satu pengusaha sukses negri ini tapi karena sang ayah ditipu oleh sepupuhnya sendiri yang sangat dipercayainya hingga membuat perusahaannya bangkrut dan terlilit hutang yang cukup besar kepada bank. Hal itu membuat sang ayah harus berusaha mencari pinjaman kesemua sahabat dan keluarganya, pada saat mencari pinjaman itu lah ayah dan ibunya mengalami kecelakaan beruntun dijalan sehingga menewaskan mereka ditempat kejadian, Pram yang saat itu baru lulus kuliah dan belum bekerja hanya bisa mencari kerjaan serabutan demi mencukupi kehidupan sehari-hari nya dan membayar cicilan bank yang dibebankan kepadanya. semua aset yang tersisa dari sang ayah satu persatu ia jual demi menutupi hutang namun tetap tidak terlunaskan, hingga semua berubah dengan kehadiran Adrian yang melunasi hutang-hutang almarhum sang ayah dan memberinya pekerjaan sampai saat ini menjadi orang kepercayaan dan paling setia kepada Adrian.
Sesampainya di resto Adrian memesan menu yang enak-enak dan termasuk ada salah satu menu kesukaan sekertarisnya itu, bagi Pram Adrian memang atasan yang baik dan sangat pengertian. Sambil menunggu menu datang Adrian pun mengirim pesan kepada Malika yang hari ini pun sudah mulai masuk bekerja setelah beberapa hari cuti menjaga sang ayah yang kecelakaan kemarin.
"Assalamualaikum, hai calon istriku apa kamu sudah makan siang?" Adrian mengirim pesan
"Waalaikum salam, belum mas. sekarang aku masih menyelesaikan laporan yang kemarin sempat tertunda" jawab Malika
"Tunda dulu dan makan lah, nanti kamu sakit loh" kembali Adrian mengirim pesan
"Tanggung mas" balasnya
"Aku nggak mau yah calon istriku sakit dan jadi kurus saat hari pernikahan, nanti disangka orang karna kamu terpaksa dan tertekan menikah dengan ku" kirim Adrian sambil senyum-senyum sendiri
"Iya deh mas, sekarang aku makan deh kebetulan bawa bekal juga dari rumah karena aku lagi males keluar kantor" balas Malika
"Nah gitu dong, makan yang banyak ya sayang" Adrian kembali mengirim pesan sambil tersenyum malu karena mengetikkan kata sayang kepada Malika untuk pertama kalinya
"Iya bawellllllll" jawab Malika dengan dibubuhi emoticon manyun
"Hahaaaaaa, kamu kalau lagi kesel lucu deh" goda Adrian
"Gomballllll" jawab Malika
"Beneran sayang, coba kalau lagi deket pasti udah mas cubit pipi kamu saking gemesnya" Adrian masih menggoda Malika
"Iiih seneng banget sih ngeledekin aku? awas aja kalau ketemu" balas Malika
"Emang nya mau diapain kalau udah ketemu?
"Mau di cium ya?" Adrian masih menggoda Malika
"Enak aja, rugiiiii tau" jawab Malika singkat
berbarengan dengan pesanan yang datang dan Adrian pun menyudahi pesan singkat mereka
"Sudah dulu ya sayang, makanan mas udah dateng nih. kamu makan yang banyak ya biar nanti nggak pingsan pas ijab kabul, heheee" pesan Adrian yang senang sekali menggoda Malika
"Makannya hati-hati ya mas, awas nanti tersedak gara-gara kebanyakan ngegombal loh" balas Malika yang langsung dibalas dengan tawa Adrian terbahak-bahak
Melihat Adrian yang dari tadi senyam-senyum dan sampai tertawa seperti itu pun membuat Pram geleng-geleng kepala, ternyata benar apa yang dikatakan kebanyakan orang bahwa cinta itu bisa membuat orang gila dan lupa akan segalanya. Ya termasuk atasannya ini yang tanpa Adrian sadari dari tadi tawanya itu membuat orang-orang yang berada di resto pun menatap aneh padanya, maka dari itu hati-hati lah saat sedang jatuh cinta karena bisa jadi kamu akan melakukan hal yang sama dan membuat mu disangka gila karena cinta..
- BERSAMBUNG -
๐นHai para readers yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita the Ceo's wedding secret ini, apa kabarnya hari ini? semoga selalu diberi kesehatan dan dilimpahkan rizkynya oleh tuhan yang maha esa..Aamiin
Mohon untuk selalu like/vote dan komen bijaknya ya sebagai penyemangat author melanjutkan novel ini. thank you all๐