The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 38 - CEMBURU



"Ketika hati sering dongkol, pikiran tidak tenang, dan emosi tidak stabil serta sering salah paham itulah yang dinamakan penyakit cemburu, berhati-hati lah jika menghadapi nya karna penyakit cemburu ini agak susah untuk di obati"


🌺 Happy Reading 🌺


Hari sudah senja pertanda waktu akan mendekati magrib, saat itu Malika baru saja sampai di rumah setelah Joe mengantar nya pulang. ia sempat bingung karena rumah nya yaitu kediaman Adhitama dalam keadaan sepi, hanya ada dua security yang menjaga rumah nya itu sedang bermain catur dan kebetulan tak melihat nya masuk karna ia membuka pintu dengan finger print hingga tidak ada suara orang memanggil. sedangkan Joe yang salah menuruni nya di depan rumah tetangga namun Malika memaksa turun karna sudah dekat dari rumah sehingga para security pun tidak mendengar ada mobil yang parkir di depan rumah.


Malika yang merasa gerah dan lengket akhirnya memutuskan langsung masuk ke kamar karna ia merasa di rumah sedang tidak ada orang, ia kemudian mandi dan berendam dalam bathtub lalu berganti pakaian. ia yang hendak turun pun samar-samar mendengar suara berisik di ruangan bawah dan ternyata Adrian dan seluruh keluarga tengah berkumpul di ruang tengah. begitu kaget nya Adrian melihat sang istri sudah berada di rumah dan dalam keadaan baik-baik saja.


"Masya Allah,, sayang kamu sudah pulang?" Adrian setengah berteriak membuat kaget seluruh keluarga yang serentak mengalihkan pandangan ke arah Malika, Adrian pun langsung memeluk Malika saking senang nya


"Apa kamu baik-baik saja, ada yang terluka?" tanya Adrian khawatir sambil mengecek seluruh tubuh Malika karna ia takut Malika terluka atau cedera saat di culik


"Nggak ada mas, Lika baik-baik aja kok" jawab Malika memastikan


"Alhamdulillah" semua nya serentak mengucap syukur


"Terus bagaimana bisa kamu lolos dari penjahat itu sayang?" tanya sang ayah


"Kebetulan pas Lika diculik ada laki-laki yang melihat nya terus dia mengejar mobil para penculik dan berkelahi dengan mereka, habis itu dia bebasin Lika deh yah" Malika menjelaskan yang terjadi


"Laki-laki? masih muda?" tanya Adrian penasaran


"Iya mas, masih muda dan baik orang nya nama nya Joe artis film action itu loh mas" jawab Malika antusias


"Joe? artis yang mana?" tanya Adrian penasaran karna memang tidak pernah nonton acara gosip apa lagi hafal akan nama-nama artis kacuali hanya beberapa penyanyi yang ia suka saja


"Joe yang ganteng dan manis orang nya itu ya kak, dia yang main film fast four kak" Seru Jihan


"Oh yang sering main film laga itu kan Jie?" tanya Ashya


"Iya Shya, yang waktu itu kita tonton di bioskop. keren banget kan orang nya" jawab Jihan


"Aaaaaa, kenalin donk kak. kita pengen minta foto selfi" ucap Ashya dan Jihan berbarengan yang membuat kaget semua


"Aduh maaf ya, tapi kakak nggak punya nomer nya. jadi nggak bisa bantu kalian" ucap Malika serba salah


"Yahhh" keluh Ashya dan Jihan bersamaan


"Huhh dasar kalau denger cowok ganteng dikit aja mulai deh genit nya, minggir sana kakak mau bawa kakak kalian istirahat" dengus Adrian sambil membawa Malika menuju kamar di lantai atas


"Ayah, Adri bawa Lika istirahat dikamar dulu ya. soalnya kalau di sini banyak nyamuk-nyamuk berisik dan pengganggu" izin Adrian pada sang mertua


"Huuuuu, enak aja kita dibilang nyamuk, kak Adrian tuh yang kecoa penganggu" teriak Jihan dan dibenarkan Ashya karna mereka tak terima oleh ejekan Adrian sedangkan Adrian hanya membalas dengan memeletkan lidah nya lalu membawa Malika ke kamar


"Iya Dri, ayah rasa memang lebih baik kamu bawa istri mu ke kamar. karna di sini kepala ayah juga jadi pusing" ucap sang mertua membela Adrian


"Ayahhh, malah belain kak Adrian sih" rajuk Ashya tak terima


"Iya nih ayah bukan nya bantuin kita yang sedang di tindas" protes Jihan juga


"Hadehhh, ayah mau ke kamar aja deh. pusing ngeladenin kalian" ucap pak Tama sambil menepuk pening nya dan mas Andre pun izin pamit sebelum sang bos beristirahat, tinggal lah Ashya dan Jihan yang manyun karna di tinggalkan sedangkan kedua asisten rumah tangga mereka pun kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam


"Ya udah yuk Jie kita ke kamar aja, sekalian kita kabarin kak Aina. kasian dia pasti masih nyari-nyari kak Lika deh" ajak Ashya


"Oh iya bener, ayo" mereka pun hendak ke kamar namun terhenti karena Pram yang menanyakan keberadaan Adrian, karna setelah melihat Malika sudah pulang ia pun inisiatif mengambil tas Adrian di mobil dan akan meminta izin untuk pulang


"Maaf non Jihan, sekarang mas Adrian ada dimana?" tanya Pram


"Oh kak Adrian ada di kamar dengan kak Lika, coba aja mas ketuk pintu nya" jawab Jihan


"Baik, terimakasih non" ucap Pram tersenyum lalu menuju kamar Adrian dan Malika lalu berdua mereka pun kembali menuju ke kamar Ashya


Aina yang mendapat telpon dari Ashya pun akhirnya lega, ia bersyukur bahwa Malika sahabat nya itu sudah kembali dengan selamat.


"Iya mas, Lika sudah pulang" jawab Aina


"Pulang? maksud nya giman?" tanya Alan heran


"Iya pulang, jadi tadi tuh Lika sempet dibebasin orang dari para penjahat. habis itu Lika dianter pulang ke rumah mas" jawab Aina singkat


"Oh gitu, terus sekarang kita kemana nih? kan acara nyari-nyari nya udah kelar? apa kita pulang aja?" tanya Alan lagi


"Anterin Aina sekarang kerumah Lika bisa nggak mas? please sebentar aja, Aina pengen tahu keadaan nya aja" Aina memohon pada Alan


"Siap tuan putri, tapi jangan lama-lama ya" pinta Alan


"Siap boss, habis kita lihat keadaan Lika, Aina janji langsung pulang deh mas" ucap nya dan Alan pun hanya tersenyum melihat tingkat Aina yang menggemaskan itu dan mobil pun putar arah menuju kediaman keluarga Adhitama


🍁🍁🍁


Di sisi lain Adrian mengajak Malika untuk beristirahat di kamar, Malika pun mengikuti perintah sang suami dan ia pun duduk berselonjoran di atas kasurnya. sedangkan adrian duduk disisi samping nya, Adrian sangat bersyukur Malika bisa kembali dengan selamat karna saat mendengar Malika di culik pikiran nya tidak tenang dan ia sangat khawatir jika malika mendapatkan perlakuan yang lebih buruk dari sang papah saat di culik oleh Anthonius. Berutung memang ada laki-laki bernama Joe itu yang membantu membebaskan Lika namun tetap saja hati kecil nya tidak terima karna bukan dirinya yang melepaskan sang istri namun orang lain, terlebih tadi Malika sangat berantusias menceritakan sosok Joe kepada keluarga nya.


"Sayang, tadi kamu di bawa penculik itu kemana? terus gimana cerita nya kamu bisa dianter pulang sama si Joe itu" tanya Adrian penasaran


"Lika nggak tau pasti nya sih mas, tapi kata Joe dia melihat Lika di culik saat di depan supermarket. lalu ia kejar mobil penculik nya dan menghadang mobil lalu mereka berkelahi setelah Joe memang melawan penjahat itu ia bawa Lika kerumah nya, karna pas Lika sadar sudah ada di rumah Joe" Malika menceritakan kejadian yang terjadi


"Kata nya? yakin Joe nggak berbuat apa-apa? terus kenapa dia bawa Lika kerumah nya sih?" ucap Adrian kesal


"Terus menurut mas Lika harus di bawa kemana sama Joe? ke hotel, apa ke rumah sakit? Lika kan nggak terluka apa-apa dan Lika juga nggak bawa identitas diri, sedangkan handphone Lika nggak tau ada dimana sekarang" ucap nya mencoba membela Joe


"Tapi kan.."


"Udah deh mas Lika capek mau istirahat dulu, nanti kita obrolin lagi" ucap Lika kesal karna merasa dicurigai oleh Adrian dan Adrian pun akhirnya mengalah lalu memilih keluar kamar, saat membuka pintu pas sekali bertemu bertemu Pram di depan kamar yang baru saja akan mengetuk pintu


"Eh mas Adrian, ini mas tas nya" Ucap Pram sambil menyodorkan tas milik Adrian yang di bawa nya dan Adrian pun menerima nya


"Kalau gitu saya pamit pulang ya mas" izin Pram


"Eh tunggu dulu Pram, saya masih ada perlu. sebentar" ucap Adrian menahan kepergian Pram, ia pun kemudian masuk kekamar untuk menaruh tas nya di atas nakas kemudian keluar kamar pelan-pelan agar tidak mengganggu Malika


"Oh iya Pram, kamu kenal artis yang nama nya Joe?" tanya Adrian


"Joe? artis apa mas?" Pram berbalik tanya


"Kata Jihan sih artis film action fast four gitu deh, coba kamu cari tahu tentang nya" ucap Adrian sambil berjalan beriringan menuruni tangga menuju ruang tamu, dan Pram pun mengeluarkan ponsel nya sambil mencari di aplikasi pencarian nama Joe artis yang barusan di sebutkan oleh Adrian


"Yang ini mas?" Pram menyodorkan ponselnya kepada Adrian yang tengah duduk di sofa


"Oh ini yang nama nya Joe, lumayan juga orang nya. pantesan dua bocil genit itu ganjen banget, tapi sayang masih gantengan gue" ucap nya Adrian yang membuat Pram terbatuk karna kenarsisan bos nya itu


"Kenapa Pram?" tanya Adrian melirik dengan tajam


"N-nggak, nggak ada apa-apa mas" jawab Pram yang merasa terancam dengan lirikkan Adrian seperti protes atas ketidak percayaan Pram karna kegantengan nya


"Ya sudah kamu boleh pulang, tapi tolong kamu selidiki si Joe ini Pram? apa dia ada kaitannya dengan penculikan Malika atau memang benar dia hanya niat menolong aja" Perintah Adrian


"Baik mas akan saya selidiki dan saya pamit pulang" ucap Pram lalu beranjak dari tempat duduk nya dan pulang membawa mobil nya sendiri yang memang ia parkir di kediaman Adhitama sejak pagi, karna tugas nya harus menjemput dan pergi kantor dengan menggunakan mobil Adrian.


Hari yang cukup melelahkan buat seorang sekertaris pribadi seperti Pram, lagi-lagi ia harus berurusan dengan dua detektif ngaret itu lagi. bagaimana lagi semua nya demi memenuhi keinginan sang atasan yang sedang cemburu dengan artis bernama Joe itu, sudah pasti Pram lah yang kena imbas nya..


- BERSAMBUNG -


🌹 Terimakasih buat para readers yang selalu setia, jangan bosan-bosan ya untuk menunggu kelanjutan kisah cinta antara Malika dan Adrian dalam novel The ceo's wedding secret ini..


jangan lupa juga untuk selalu like/vote dan komen bijak nya untuk author, thank you all..💐