The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 23 - HASIL PENYELIDIKAN



"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, peribahasa yang menggambarkan betapa hebat dan pintar nya seseorang menyembunyikan keburukan suatu saat pasti akan ketahuan juga. Berbuat baiklah maka akan berbuah kebaikan pula kepada diri kita sendiri"


🌺 Happy Reading 🌺


Pagi ini sesuai janji Pram pun bertemu dengan dua orang anak buahnya yang memang bekerja sebagai detektif suruhan nya, mereka bertemu di sebuah taman yang cukup terpencil dan jauh dari keramaian kota.


Sejak jam delapan kurang lima menit Pram sudah berada di taman menunggu mereka, dan jam delapan lewat lima belas menit mereka baru sampai disana.


"Maaf mas Pram kami terlambat, tadi jalanan macet" ucap salah satu anak buahnya itu


"Huhh alesan klasik" ucap Pram yang langsung merebut map coklat ditangan anak buah satu nya lagi, dan membuat anak buah nya itu cengengesan sambil menggaruk punuk nya yang sebenarnya tak gatal karna merasa bersalah selalu membuat bos nya itu menunggu jika mereka janjian untuk bertemu.


"Ini semua bukti yang kalian dapatkan?" tanya Pram sambil membuka map coklat ditangannya


"Benar mas" jawab salah satu dari mereka yang bernama Jay alias Jayadi, ternyata di dalam nya terdapat beberapa buah foto. Pram pun mengamati satu persatu foto yang telah di cetak itu, tampak gambar mobil Toyota Camry yang selama ini menjadi penyelidikan utama mereka. Dan anak buah Pram yang bernama Jun alias Junaidi pun menerangkan satu per satu perihal foto yang mereka abadikan itu, setengah jam perbincangan mereka telah selesai dan Pram pun menyerahkan amplop coklat berisi sejumlah uang yang menjadi kesepakatan mereka jika telah selesai menyelidiki semua nya.


Nampak jelas sumringah di wajah Jay dan Jun, bagi mereka ini adalah rizky yang luar biasa terutama di saat pandemi saat ini karna pekerjaan Jay yang hanya seorang supir taxi online sedangkan Jun bekerja sebagai tukang service AC atau barang elektronik lainn nya. namun pekerjaan keseharian mereka kadang mereka gunakan sebagai bahan penyelidikan, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan saat mereka beraksi menjadi detektif dadakan.


"Terimakasih mas Pram, lain kali kalau ada job lagi hubungi kami ya" ucap Jay


"Sama-sama, semoga uang itu bisa bermanfaat buat kalian dan keluarga" ucap Pram kemudian meninggalkan mereka dan pergi melajukan mobil nya menuju kantor, beruntung juga bagi Pram sebagai asisten Adrian ia tidak harus mengantar jemput atasannya itu. karna Adrian termasuk atasan yang mengerti situasi Pram bawahannya itu walau pun terkadang Adrian sesekali minta diantar pulang atau mendadak minta di belikan sesuatu, seperti kemarin yang menyuruh Pram menyusul ke cafe demi membelikan sebuah buket bunga untuk Malika.


🍁🍁🍁


Adrian yang sedari tadi sudah tiba di kantor nya sempat bingung, kemana asisten nya itu pergi dan sampai sekarang belum datang juga. Tapi ia menduga ada hal penting yang sedang Pram lakukan dan akhirnya ia pun memilih untuk kembali memeriksa laporan-laporan yang ada di meja kerja nya, yang memang sudah di siapkan Pram sebelum ia pergi menemui kedua anak buah nya itu. Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian Adrian dari laporan yang sedang ia periksa.


"Tok tok tok, permisi mas" ucap suara yang sudah sangat Adrian kenal


"Masuk Pram" ucap Adrian, kemudian Pram pun masuk keruangan atasannya itu


"Bagaimana apa sudah ada hasil nya?" tanya Adrian yang sudah mengerti jika bawahan nya itu pasti punya kabar penting terkait penyelidikan


"Sudah mas, ini hasil nya" ucap Pram dan menyerahkan map coklat yang tadi diberikan Jay dan Jun kepada nya, kemudian Adrian pun membuka dan memperhatikan dengan seksama foto-foto yang berasal dari dalam map itu dan Pram pun menjelaskan hasil dari foto-foto yang di dapat Jay dan jun itu berikut penjelasan dari mereka juga.


Saat Adrian memperhatikan sebuah foto laki-laki menggunakan jas hitam yang ia rasa seumuran dengan papah nya itu Pram pun menjelaskan lebih detailnya


"Ini adalah foto Anthonius Atmajaya CEO Hillary hotel yang ada di Indonesia, ia juga adalah dalang dari semua hal yang terjadi kepada keluarga Adhitama selama ini mas" Pram menjelaskan


"Lalu apa alasan ia menyuruh orang melakukan hal keji terhadap Malika juga berusaha membunuh om Tama?" tanya Adrian yang merasa bingung karena selama ini tidak pernah mendengar om Tama dan sang papah menyebut-nyebut nama seorang Anthonius


"Sebenarnya ini lebih kepada dendam pribadi terhadap tuan besar yang telah menikahi pacar nya terdahulu yaitu nyonya Nadine mas" ucap Pram yang membuat Adrian semakin bingung


"Apa? Tapi kenapa mereka melampiaskannya ke keluarga Adhitama bukan ke papah atau keluarga ku?" tanya Adrian yang kesal karna tidak habis pikir dengan kejadian buruk yang beberapa kali menimpa keluarga Adhitama


"Jadi karna itu Anthonius juga dendam kepada om Tama? Tapi kenapa selama ini keluarga ku baik-baik saja dan tidak pernah mengalami seperti yang dialami keluarga Malika?" tanya Adrian yang mulai geram


"Sebenarnya menurut penyelidikan anak buah ku Anthonius beberapa tahun yang lalu pernah mencoba melukai tuan besar saat mas Adrian mas berkuliah di london, beruntung berhasil di gagalkan oleh mas Andre. Anthonius juga beberapa kali ingin menjatuhkan perusahaan dan membuat anjlok saham dengan menghasut para klien dari perusahaan Surya Permana grup, tapi karna tuan besar adalah seorang pengusaha yang hebat dan pintar hal itu bisa diatasi nya dan tidak berdampak buruk terhadap perusahaan"


"Mulai saat itu tuan besar pun memperketat pengamanan terhadap semua anggota keluarga termasuk kepada mas Adrian yang berada di luar negri" lanjut penjelasan Pram kepada adrian


"Jadi karna itu papah sengaja menyewa body guard untuk menjaga gue di Canada? dan gue sempet salah sangka karna merasa di kekang oleh nya" lirih Adrian bertanya pada diri nya sendiri


"Benar mas" jawab Pram yang merasa di tanya Adrian


"Dan masalah mba Malika di kantor itu karna ia dituduh menggelapkan uang perusahaan nya yang di ternyata dilakukan oleh rekan senior nya sendiri dikantor yang kebetulan berhubungan.."


"Dengan Anthonius? maksud kamu ini bagian dari rencana Anthonius juga kan?" tebak Adrian


"Benar mas, tapi mas tidak perlu khawatir karena saya sudah mempunyai bukti-bukti yang dapat membantu mba Malika terlepas dari fitnah itu" ucap Pram yang menyerahkan sebuah flashdisk dari dalam saku celana nya


itu


"Kurang ajar Anthonius, gue bakal bikin loe nyesel berani menganggu keluarga dan calon istri gue" emosi Adrian yang meninju tangannya ke tembok


"Terimakasih kasih Pram, Kamu memang bisa di andalkan" ucap Adrian yang kemudian memeluk Pram karna merasa banyak di bantu oleh nya, namun tiba-tiba sekertaris Adrian masuk keruangan nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena pintu memang tidak ditutup saat Pram masuk kedalam ruangan Adrian


"Astagfirullahaladzim, eh maaf pak tadi pintu nya sudah terbuka jadi saya masuk aja. Ini laporan yang tadi bapak minta, kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap sekertaris Adrian yang bernama Lisa kemudian pamit sambil menundukkan wajah nya setelah menyerahkan dokumen laporan yang di minta Adrian pagi tadi, dan seketika melepaskan pelukan mereka.


"Huhhh" serentak Adrian dan Pram pun menepuk wajah mereka karna merasa akan menjadi bahan ghibah nanti


"Ya sudah Pram lebih baik kamu kembali keruangan mu dulu, daripada akan nambah masalah baru" perintah Adrian


"Baik mas, kalau begitu saya kembali ke ruangan" ucap nya lalu beranjak meninggalkan ruangan Adrian dan kembali ke ruangan nya, namun sebelum sampai ia mendengar sekertaris Adrian sedang bergosip dengan dua karyawan lain membicarakan apa yang dilihatnya tadi di ruangan adrian.


"Apa yang kalian ghibah kan?" Pram menghampiri mereka dan bertanya


"Ng-nggak ada pak, kami hanya membicarakan pekerjaan saja" ucap Lisa gagap


"Dengar ya baik-baik kalau kalian masih ingin bekerja di sini lebih lama, jangan membicarakan hal buruk yang belum tentu kebenarannya terutama hal itu mengenai pak Adrian atasan kalian sendiri" ancam Pram yang mulai kesal dan meninggalkan mereka semua


"Baik pak" jawab mereka serentak yang segera membubarkan diri dan kembali kepada pekerjaan masing-masing


maka berhati-hati lah dengan ghibah, karna jika hal itu tidak benar maka omongan buruk tersebut bisa saja kembali kepada diri kita sendiri. Naudzubillah..


🌹Hai para readers, terimakasih bagi yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita novel the Ceo's wedding secret ini. jangan bosen-bosen ya untuk memberi like/vote dan komen bijak nya sebagai penyemangat author dalam melanjutkan novel ini. thank you allπŸ’