
"Ketika kita kehilangan sebuah barang, sudah pasti akan selalu diingat dan dicari. tetapi jika kita kehilangan orang yang sangat di cintai, bukan hanya sekedar diingat melainkan wajib kita cari hingga dapat, tak peduli seberapa besar dan keras perjuangan yang kita lakukan yang terpenting menemukannya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri"
๐บ Happy Reading ๐บ
"Dasar b*gok loe Jhon, nyulik satu perempuan aja loe nggak becus? cepet cari sampai dapat jangan sampai dia lolos lagi" maki Sheila kepada Jhon yang menghubungi nya karna Malika berhasil kabur dan ditolong oleh para pemetik daun teh
"Baik bos" jawab Jhon dari balik telpon lalu Sheila memutuskan sambungan telponnya
"S*alan, kenapa sih tuh perempuan bisa lolos terus dari perangkap gue" umpat Sheila, yang semakin kesal jika mengingat Malika adalah wanita yang ia ketahui dari dulu sangat di cintai oleh Adrian, bahkan kecantikan nya sekalipun tidak dapat menggantikan posisi Malika di hati laki-laki yang sangat ia cintai itu
"Awas aja loe Malika, gue pasti bakal rebut Adrian dan menggantikan posisi loe saat ini" gumam nya walau pun ia masih merasa was-was jika Jhon kali ini akan gagal, maka semua usaha nya selama ini akan sia-sia
๐๐๐
Sementara itu Malika duduk termenung di teras rumah keluarga Abah Koswara, ia memikirkan bagaimana cara nya menghubungi Adrian dan mengabarkan bahwa ia baik-baik saja karna berhasil kabur dari penculikan yang di rencanakan Sheila. sebenarnya mereka berniat langsung menuju ke hotel setelah istirahat sebentar tapi cuaca saat ini tengah hujan deras dan banyak beberapa daerah yang harus mereka lewati terendam banjir, jadi Malika tidak mau mengorbankan orang lain demi menolong nya karna saat ini sikon nya sangat berbahaya dan medan jalanan yang licin diantara jurang yang curam
"Teh, teteh kenapa?" tanya Jelita putri sulung Abah Koswara dan Bu Asih, ia menghampiri malika yang tengah bingung memikirkan sang suami sambil memandangi hujan yang masih deras sejak siang tadi hingga menjelang magrib ini
"Teteh lagi mikirin mas Adrian Ta, teteh bingung gimana cara menghubungi nya karna pikiran teteh lagi kacau saat ini
"Yang sabar ya teh, Jelita yakin pasti Allah SWT akan beri jalan keluar nya. zaman sekarang kan canggih pasti teteh bisa cepet ketemu sama suami" ucap Jelita menguatkan Malika
"Astagfirullah Aladzim, kenapa nggak kepikiran dari tadi ya Ta? emm teteh boleh pinjam handphone kamu sebentar nggak?" tanya Malika segan
"Boleh atuh teh, inih. tapi maaf ya handphone saya jelek" jawab Jelita sambil menyerahkan handphone yang memang di pegang nya sedari tadi
"Emang teteh mau ngapain?" tanya Jelita penasaran
"Kamu punya akun media sosial kan? teteh boleh pinjem akun kamu nggak buat hubungi suami dan teman teteh?" pinta Malika setengah memohon
"Ada teh, staygram sama lookbook juga Jelita punya. coba aja teh siapa tau berhasil" ucap Jelita memberi izin
"Makasih ya Ta, teteh pinjem sebentar akunnya" ucap Malika yang merasa dapat angin segar setelah Jelita memberikannya izin, ia pun mencari nama sang suami pada kolom pencarian staygram dengan mengetik nama lengkap Adrian Putra Permana tanpa ada embel-embel gelar, nama keren atau alay lainnya. setelah itu ia pun mengirim pesan kepada sang suami menggunakan akun Jelita
Jelita chubby: Assalamualaikum mas, ini Malika mas pakai akun nya Jelita. sekarang Lika ada di rumah keluarga pak Koswara, tepat nya di daerah Dago karna sebelumnya Lika berhasil kabur dari penculik suruhan Sheila. mas Adrian tolong jemput Lika kesini ya๐ข
Malika pun mengirim pesan kepada Adrian dan berharap agar sang suami membuka staygram lalu membalas pesan nya itu, karna ia tahu jika sang suami tidak selalu aktif di media sosial. kebanyakan hanya mencari-cari referensi atau hal-hal yang menurut nya menarik saja, bahkan jarang sekali memposting kegiatan nya sehari-hari ke media sosial
Beberapa menit berlalu namun Adrian belum kunjung membalas pesan nya, Malika ingin sekali menghubungi telpon sang suami namun ia tidak hafal nomer telpon nya karna Adrian telah mengganti dengan nomer baru semenjak Sheila sering menghubunginya. akhirnya Malika mengembalikan ponsel milik Jelita karna tak kunjung mendapat balasan
"Ini hp kamu Ta, makasih ya" ucap Malika seraya menyerahkan handphone milik Jelita
"Gimana teh udah di bales sama suami teteh?" tanya Jelita penasaran
"Nggak di bales-bales Ta, mungkin mas Adrian masih sibuk dan emang dia tipe orang yang jarang banget aktif dimedsos" ucap Malika tak semangat
"Sabar teh, mudah-mudahan nanti suami teteh baca dan bales pesan nya. nanti kalau udah ada balesan pasti jelita kasih tau teteh deh" Jelita pun menyemangati Malika
"Makasih ya Ta" senyum Malika karna sudah diberi semangat oleh Jelita gadis manis yang baru saja ia kenal
"Sama-sama teh, ya udah atuh jangan galau terus teteh duduk di sini kita ngobrol-ngobrol sambil minum teh anget" ajak Jelita yang merasa senang karena mempunyai teman baru secantik Malika dan akhirnya mereka pun banyak bercerita pengalaman dari mulai sekolah, pekerjaan hingga seputar Maslaah cewek dan lainnya
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Sementara itu Adrian yang masih sibuk mencari Malika dengan bantuan pelacak yang berada dikalung sang istri pun merasa kesulitan, pasal nya akses jalan menuju kesana sangat sulit terlebih hujan yang cukup deras pun membuat beberapa jalan terendam banjir hingga ke pemukiman warga. Adrian pun akhirnya memilih untuk memesan kamar hotel terdekat karna tidak mungkin ia berdiam diri semalaman di dalam mobil, ia pun menghubungi Pram agar menyusul nya ke hotel
"Halo mas Adrian, maaf saya hanya mendapatkan handphone nya saja mas tapi tidak dapat menemukan mba Malika" ucap Pram yang merasa tak enak hati
"Ya sudah kalau gitu, saya juga belum bisa menemukannya karna terhalang banjir"
"Oh ya Pram, kalau gitu sekarang kamu balik ke hotel saja wakili saya dan ucapkan permohonan maaf pada seluruh pemegang saham. setelah itu istirahat semalaman di sana besok kamu sekalian check out dan minta kunci cadangan kamar lalu bawa semua barang-barang terus susul saya di The kartipah hotel" perintah Adrian
"Baik mas" jawab nya singkat sebelum Adrian menutup telponnya, lalu Pram pun kembali melajukan mobil nya menuju The Luxury hotel tempat awal mereka menginap. Berutung Pram dan Adrian memang tamu khusus di Luxury hotel hingga ia mudah meminta cardlock cadangan dan mengambil barang-barang Adrian dan Malika di dalam hotel dengan bantuan petugas kamar perempuan, ia takut jika ia yang mengemasi sendiri barang-barang milik Malika maka Adrian akan marah dan cemburu seperti yang sudah-sudah terjadi karena hal sepele
"Akhirnya bisa rebahan juga, capek banget gue setelah dari semalam nyiapin berkas-berkas terus pagi nya rapat terus dari siang sampai sore nyari-nyari keberadaan mbak Malika tapi nggak ketemu juga dan tadi malam gue juga yang harus mewakili mas Adrian diperjamuan makan para pemegang saham" keluh nya, memang pekerjaan Pram cukup berat terlebih jika sang atasan mengalami masalah. sekalipun itu termasuk masalah pribadi Adrian, is lebih sering ikut andil mencari jalan keluar dan beruntung gaji yang diterima pun cukup fantastis hingga ia bisa mempunyai apartemen serta mobil dan yang lebih penting ia bisa membayar semua hutang keluarga nya berkat bantuan serta kebaikan dari Adrian hingga ia akan selalu berusaha membantu apapun yang dibutuhkan oleh Adrian dan keluarga nya
Matahari pagi sudah menyambut hari, Pram sejak jam enam pagi telah mengemasi seluruh barang-barang milik Adrian dan Malika ke dalam bagasi mobil. ia pun mengemudikan mobil nya setelah sarapan terlebih dahulu lalu berangkat menuju hotel yang telah diperintahkan Adrian semalam, dan sekarang Pram pun sudah sampai di depan hotel tepat jam setengah delapan pagi. Pram menghubungi Adrian beberapa kali dari lobby hotel namun tidak kunjung diangkat, ia pun pergi ke resto memilih untuk memesan kopi dan sebuah sandwich sebagai pengganjal perut karna ia kembali lapar akibat perjalanan yang cukup jauh lalu mengirim pesan kepada Adrian memberitahukan keberadaan nya sat ini
"Ting" bunyi lift hotel terbuka, nampak sosok Adrian pun keluar dari dalam lift dengan menggunakan kaos polo warna hitam berlengan pendek dengan celana jeans dongker dilengkapi kaca mata hitam yang semakin memancarkan aura ketampanan nya. Ia pun menenteng totebag yang berisi baju kotor nya karna semalam ia sempat mampir untuk membeli baju dan celana ganti lengkap dengan pakaian dalam yang kini dipakai nya
Adrian yang memang sudah membaca pesan dari Pram pun segera menghampiri nya di resto hotel, ia tadi tidak sempat menjawab telpon Pram karna sedang mandi dan berganti pakaian
"Mas" Pram melambaikan tangan nya mengetahui kedatangan Adrian, agar Adrian tidak perlu mencari-cari keberadaan nya di antara para pengunjung restoran
Adrian pun duduk berhadapan dengan Pram yang tengah menikmati sarapan nya, dan beberapa pasang mata pengunjung pun nampak memperhatikan dua sosok laki-laki tampan tersebut. mereka yang biasanya memakai pakaian formal dengan setelan jas lengkap, kini hanya memakai pakaian santai terlebih Pram yang hanya memakai kaos maroon dan celana pendek karna memang seharusnya hari ini ia kembali ke Jakarta meninggalkan Adrian dan Malika yang masih ingin berlibur. tapi ia malah terjebak dalam situasi saat ini dan memilih untuk tetap bersama Adrian sampai Malika ditemukan
Setelah Adrian duduk, tak berapa lama makanan yang sengaja di pesan oleh Pram untuk Adrian pun datang. Pram memang paket komplit dan sangat kompeten dalam pekerjaan nya, ia bukan hanya bawahan terkadang malah seperti seorang istri yang sangat tahu apa yang dibutuhkan Adrian
"Alhamdulillah, tahu aja kamu Pram kalau saya sudah lapar?" ucap Adrian setelah pelayan pergi lalu memilih segera menyantap makanan nya itu, meskipun sang istri tengah hilang dan belum diketahui keberadaannya tapi bagi seorang laki-laki yang berpikiran secara logis pasti memilih untuk mengisi asupan makan dan istirahat yang cukup demi mendapatkan energi kembali sambil memikirkan cara dan solusi terbaik. berbeda dengan para istri atau wanita yang selalu menggunakan perasaan dalam mengambil semua tindakan, terkadang para wanita menjadi tidak nafsu makan dan selalu memusatkan pikiran kepada orang tersebut hingga membuatnya kurang tidur dan jatuh sakit yang malah membuat pencarian terhambat
"Semua barang-barang ku dimana Pram?" tanya Adrian sambil menyeruput teh hangat milik nya
"Ada di bagasi mobil saya mas" jawab Pram yang nampak mencari sesuatu di dalam tas pinggang nya itu
"Kamu yang merapihkan semua nya? termasuk pakaian Malika juga?" tanya Adrian selidik, tuh kan benar sesuai dengan perkiraan Pram yang sangat tahu betul sifat Adrian
"Tenang aja mas, pakaian mbak Malika yang merapihkan nya petugas hotel perempuan kok. mana berani saya yang melakukannya" ucap Pram yang merasa lega karena telah mengambil langkah yang tepat
"Bagus, bagus" Adrian mengacungkan jempol kirinya nya kepada Pram sedangkan tangan kanan nya sibuk menyuap nasi goreng yang dipesankan Pram, setelah selesai mereka pun bergegas mencari keberadaan Malika yang kali ini menggunakan mobil Adrian dengan mengikuti petunjuk pada alat pelacak yang terhubung dengan cincin Malika
Beruntung banjir yang menggenangi jalan telah surut, mereka pun dapat melalui jalan satu-satu nya itu menuju lokasi GPS yang menunjukkan keberadaan cincin Malika. setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang paling besar di antara rumah lainnya dengan pelataran yang cukup luas dan berada di paling ujung hingga berjarak cukup jauh dari rumah lainnya, dan merupakan rumah yang cukup asri berlantai dua didominasi kayu dan terdapat ukiran-ukiran cantik pada setiap sisi rumah membuat orang yang datang pun merasa nyaman serta betah berlama-lama di sana
"Benar di sini mas tempat nya?" Pram menanyakan kepastiannya karna kemungkinan Adrian atau alat tersebut bisa salah
"Sesuai alat pelacak di sini tempat nya Pram, ya sudah kita coba tanya dulu. karna feeling saya merasa Malika benar ada didalam rumah ini" ucap Adrian meyakinkan
"Semoga saja ini bukan tempat Sheila menyekap mbak Malika" celetuk Pram yang membuat Adrian tiba-tiba menatap nya aneh
"Maksud kamu Pram?" tanya adrian penasaran dengan ucapan Pram barusan
"Saya cuma waspada aja mas, semoga ini bukan jebakan Sheila" ucap nya yang membuat mereka berdua pun lebih waspada dengan kemungkinan yang terjadi
"Krekk" suara pintu di buka padahal mereka belum sempat mengetuk pintu dan mengucapkan salam, nampak sosok yang selama ini Adrian rindukan keluar dari pintu tersebut
"Malika"
-BERSAMBUNG-
๐นJangan lupa untuk like/vote dan komen bijak kalian ya para readers, terimakasih banyak karna selalu setia menunggu author menulis kelanjutan novel The ceo's wedding secret ini..love u all๐