The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 52 - KESEMPATAN KEDUA



"Ketika kita melakukan kesalahan maka bisa jadi orang lain akan terluka, tapi jika kita selalu berusaha untuk memperbaiki nya dengan bersungguh-sungguh mungkin akan ada sebuah kesempatan kedua"


🌺 Happy Reading 🌺


Beberapa hari berlalu semenjak sang ayah koma, hari-hari yang di lalui seluruh keluarga Permana seperti tanpa arah tujuan. Pak Permana telah di pindahkan dari ICU ke kamar VVIP rawat inap sehingga Adrian dan yang lain nya lebih mudah bergantian menemani sang papah di sana.


"Mas Adrian, nanti jam dua siang kita akan rapat dengan pihak pendor perusahaan" ucap Pram mengingatkan Adrian


"Oke, terimakasih Pram sudah mengingatkan saya" jawab nya singkat karna masih memikirkan sang papah


"Sama-sama mas, kalau begitu saya permisi" ucap Pram lalu melangkah menuju pintu hendak keluar ruangan Adrian karna melihat sang bos sedang tak bersemangat


"Oh iya mas, tadi saya bertemu mba Malika dan dia bilang ingin mengajak mas Adrian makan siang bersama nanti di restoran Korea yang tak jauh dari kantor" ucap Pram yang kembali lagi karna mengingat pesan Malika


"Malika, Kapan kalian bertemu?" tanya Adrian kaget mendengar ucapan Pram


"Sebenarnya mba Malika sudah masuk kantor dari kemarin, namun karna menumpuknya pekerjaan jadi ia tak sempat menemui mas. terlebih kata nya hari ini mba Malika menghubungi mas Adrian tapi tidak ada jawaban dan kebetulan saya tadi bertemu di lift saat hendak mengambil dokumen di bagian EDP (Entry data processing)" ucap Pram menjelaskan khawatir jika Adrian kembali cemburu dan pasti akan merepotkan nya jika hal itu sampai terjadi


Adrian pun mengecek handphone di saku nya dan ternyata baterai handphone habis, semalam ia memang menginap di rumah sakit bergantian dengan Jihan dan mamah Nadine dan ia pun lupa membawa charger alhasil pagi nya handphone nya mati


"Pantes saja tidak dapat di hubungi, baterai handphone ku habis. sekalian tolong kamu charger handphone ku ya Pram dan aku pinjam handphone mu untuk menghubungi Malika" pinta Adrian


"Ini mas, kalau begitu saya ambil dulu charger handphone saya di ruangan" ucap Pram sembari memberikan handphone nya pada Adrian lalu ia mengambil charger nya di ruang kerja yang berada di samping ruangan Adrian


"Oke" ucap Adrian pun mengambil handphone Pram yang memang sudah di bukakan pola kunci nya, lalu menghubungi Malika pada nomer kontak yang tersimpan di handphone Pram


"Halo, Assalamualaikum. ada apa mas Pram?" pada deringan kedua Malika mengangkat telpon nya


"Waalaikum salam" jawab Adrian singkat


"Mas Adrian? kok tumben telpon Lika pake nomer mas Pram?" tanya Malika bingung


"Kata Pram tadi Lika nelpon mas ya? Maaf ya sayang, semalam mas menginap di rumah sakit dan lupa bawa charger terus sekarang handphone mas baterai nya habis jadi nggak tahu kalau ada telpon masuk" Adrian menjelaskan


"Oh gitu, iya nggak apa-apa kok sayang" ucap Lika mengerti keadaan sang suami yang memang bergantian dengan keluarga menginap di rumah sakit untuk menemani pak Permana yang tengah koma


"Lika sudah masuk kerja dari kemarin kok nggak ngabarin mas?" tanya Adrian


"Kemarin Lika sibuk banget mas, dua hari nggak masuk kantor karna nggak dibolehin ayah jadi kerjaan Lika numpuk. kebetulan kemarin ada rapat penting para staf jadi Lika dibolehin masuk sama ayah deh" ucap Malika dengan nada riang seperti biasa nya


"Tapi kan sesibuk-sibuk nya Lika harus nya masih sempet cuma whatup mas donk" ucap Adrian sambil melirik ke arah Pram yang masuk ke ruangan lalu mencharge handphone Adrian di atas meja kerja, kemudian Pram pun kembali lagi keruangan nya karna tak mau mendengar atasan nya itu bermesra-mesraan


"Iya sih mas, tapi pas banget kemarin paketan handphone Lika habis dan Lika juga lupa isi pulsa. jadi maaf ya nggak sempet ngabarin, tadi nya mau telpon lewat telpon kantor tapi Lika nggak tau extension ruangan mas terus kebetulan tadi pagi ketemu mas Pram di lift ya udah Lika titip pesan aja sama dia" ucap Malika panjang lebar kali tinggi menjelaskan kepada suami nya yang memang tipe pencemburu itu


"Mas nggak marah kan?" tanya Lika tiba-tiba


"Nggak sayang, kan barusan Lika udah jelasin panjang lebar alesan nya jadi ngapain juga mas marah?" jawab Adrian


"Alhamdulillah kalau gitu, takut nya mas marah karena Lika nggak ngasih kabar" ucap Malika


"Nggak kok sayang, oh iya kata nya Lika mau ngajakin mas makan siang di restoran korea? tumben banget ngajakin kesana?" tanya Adrian


"Nggak tau juga mas, tiba-tiba aja tadi pagi inisiatif mau makan masakan Korea dan mau nya di temenin sama mas Adrian" ucap Malika polos


"Oh jadi kamu lagi ngidam ya sayang? ya udah nanti mas jemput Lika ya?" ucap Adrian


"Nggak usah mas, kita ketemuan di parkiran aja. nggak enak sama yang lain" ucap Malika setengah berbisik


"Emang nya kenapa sayang? kan kita udah resmi jadi suami istri, terus mas juga kan harus jagain Lika karna masih hamil muda" ucap Adrian sang suami siaga


"Iya mas Lika ngerti mas niat banget jadi suami siaga, tapi nggak usah jemput ke ruangan Lika juga kali nggak enak mas mentang-mentang istri CEO jadi kaya ratu di antar jemput. cuma ke parkiran juga inshaallah Lika bisa sendiri kok" ucap Malika memelas


"Ya udah iya, tapi Lika tunggu nya di lobby depan kantor aja ya jangan ke parkiran. mas nggak habis pikir kamu tuh aneh tahu sayang, biasa nya cewek-cewek tuh kalau punya suami CEO atau atasan di kantor nya pasti selalu manja, terus dateng ke ruangan suami dan kerja seenak nya. tapi ini malah sebalik nya nggak pernah ke ruangan mas kecuali nganter dokumen itu juga karna mas yang nyuruh" protes Adrian karna sang istri terlalu bersikap cuek


"Ya Allah, Lika di sini kan juga buat kerja mas bukan buat manja-manjaan sama mas Adrian. lagian kerjaan Lika emang banyak, jadi nggak sempet nyantai-nyantai apa lagi cuma sekedar mampir ke ruangan mas Adrian tanpa ada perlu yang penting" ucap Malika yang memang selalu bersikap profesional seperti sang ayah


"Huhh, iya deh mas kalah kalau udah ngomong masalah sikap profesional kamu. tapi nggak apa-apa kok sayang kalau sekali-kali Lika main ke ruangan mas Adrian, pintu ruangan mas terbuka lebar buat istri tersayang" ucap Adrian gombal


"Ya ampun, ini kan kantor mas bukan arena bermain" ucap Malika tegas


🍁🍁🍁


Dua jam berlalu nampak Adrian yang duduk termenung di kursi kebesaran nya sambil memegang dokumen yang tengah di periksa nya setelah ia menelpon sang istri tadi, banyak yang ia pikirkan terutama kesehatan sang papah dan masalah dengan Sheila yang belum menemukan titik temu terlebih kini ia harus pisah dari Malika yang tengah mengandung anak nya demi menjaga sang papah dan pembatasan yang di buat sang mertua


"Mas Adrian, sebentar lagi jam makan siang. bukan nya mas sudah janji ya buat makan siang bersama mba Malika?" ucap Pram yang lagi-lagi selalu membuyarkan lamunan nya


"Astagfirullah, saya hampir lupa Pram. ya sudah kalau gitu saya makan siang dulu ya Pram" ucap Adrian refleks melihat jam tangan nya lalu segera mengambil handphone dan kunci mobil lalu turun menggunakan lift ke basement parkiran, kemudian Adrian pun melajukan mobil nya menuju lobby depan kantor untuk menjemput sang istri


"Lama banget sih mas, Lika sampai pegel nih nungguin mas Adrian dari tadi" ucap Malika ngambek


"Maaf ya sayang mas telat, untung tadi sempet diingetin sama Pram" ucap Adrian sambil membukakan pintu untuk sang istri di kursi depan berdampingan dengan diri nya yang mengemudi


"Tuh kan kebiasaan, pasti mas lupa deh" ucap Malika setelah mereka berdua berada di dalam mobil yang di kemudikan Adrian menuju restoran Korea


"Sekali lagi maaf ya sayang, tadi mas lagi periksa dokumen penting jadi terlalu fokus sampai hampir lupa janjian makan siang kita" mohon Adrian namun hanya di balas manyun oleh Malika


"Jangan ngambek donk sayang, maafin mas ya. kan sayang loh momen bagus kita saat bersama ini jadi rusak karna Lika terus-terusan ngambek sama mas" ucap Adrian lalu menggenggam dan mengecup tangan Malika


"Iya mas, Lika nggak ngambek kok" ucap Malika tersenyum, ia sadar bahwa momen seperti ini memang jarang bisa mereka lakukan. terlebih setelah menikah ada saja ujian yang membuat mereka harus terpisah untuk beberapa saat, jadi rasa nya sayang melewati momen kebersamaan dengan ngambek atau bertengkar hanya karna masalah sepele


"Nah gitu donk my princess cantik nya mas" ucap Adrian yang membuat mereka tertawa


sepuluh menit mereka sampai di tujuan, kedua nya masuk kedalam restoran di sambut seorang pelayan di depan pintu masuk. sang pelayan pun mempersilahkan Adrian dan Malika untuk memilih tempat meja yang diinginkan, dan Adrian pun memilih tempat yang cukup strategis selalu di samping jendela dengan view jalanan ibukota


Malika sudah tak sabar untuk memesan masakan khas Korea itu, ia pun memesan Tteokbokki (kue beras pedas), kimbap (nasi gulung Korea agak mirip sushi), Dakkochi (sate ayam pedas) kimchi sawi putih dan nasi dengan Bulgogi (daging sapi cincang) lalu Adrian hanya memesan Bibimbap (nasi campur Korea) karna melihat sang istri yang seperti orang kelaparan dengan memesan banyak menu saja sudah membuat nya kenyang. tak lupa juga mereka pun memesan Omija Cha( minuman yang terbuat dari Magnolia berry atau buah lima rasa) dan Banana milk yang sangat populer itu, pelayan yang telah mencatat semua pesanan Malika dan Adrian pun segera menyiapkan pesanan mereka. tak berapa lama hidangan yang mereka pesan pun telah sampai




(gambar hanya sebagai pemanis ya readers)


Malika yang memang pencinta masakan pedas akhir nya tak tahan untuk melahap dan mencoba satu persatu semua masakan khas Korea itu, pesanan Adrian pun tak luput dari incaran nya. hingga Adrian yang melihat sang istri makan dengan lahap hanya bisa tersenyum, bagi nya ini suatu ketenangan tersendiri karena tidak jarang banyak para ibu hamil yang tidak dapat merasakan nikmat memakan makanan bahkan banyak yang mem*nt*hkan kembali makanan nya karna faktor hormon mereka yang memang tak stabil


"Gimana sayang enak nggak makanan nya?" tanya Adrian


"Enak banget sayang, makasih ya mas udah mau nemenin Lika makan siang di sini" ucap Malika


"Iya sama-sama sayang, mas malah yang seharus nya berterima kasih karna Lika masih mau memberi kesempatan kedua kepada mas untuk menjadi suami dan ayah yang baik. maafin mas ya selama pernikahan ini sering bikin Lika nangis dan kecewa" ucap Adrian haru, karna ia tak menyangka jika Malika masih mempercayai nya terlebih sampai sekarang ia belum juga bisa mendapatkan bukti untuk menyangkal semua tuduhan Sheila terhadap nya


"Inshaallah Lika akan selalu berusaha percaya sama mas Adrian, karna hati kecil Lika merasa kalau mas itu nggak bersalah dan pantas mendapatkan kesempatan kedua. lagian mas juga harus membuktikan kepada ayah dan papah kalau mas nggak bersalah kan?" ucapan Malika membuat Adrian bahagia dan merasa dianggap sebagai suami yang patut dipercaya


"Iya sayang, mas akan berusaha secepat nya membuktikan kebenaran itu" ucap adria. sambil mengelap bibir Malika yang belepotan karna ia makan sambil bicara


"Pelan-pelan sayang makan nya, sampai belepotan gini kaya anak jarang makan enak nih" celetuk Adrian


"Sembarangan nih kalau ngomong, di rumah ayah Lika makan nya enak-enak juga tau mas apa lagi masakan bi Sumi dan Mbak Yati nggak kalah sama masakan restoran bintang lima" ucap Malika membanggakan diri


"Oh masakan bi Sumi dan mbak Yati toh, kalau itu sih mas juga yakin pasti enak masakan nya tapi nggak tau deh kalau Lika yang masak" ledek Adrian


"Iiiihhh rese banget sih, Lika juga kan bisa masak tau mas" protes Malika sambil mencubit pinggang Adrian yang membuatnya meringis kesakitan


"Iya ampun, ampun tuan putri" mohon Adrian sambil tertawa karna ia memang paling senang meledek sang istri, sebenarnya ia pun tahu jika Malika bisa memasak terlebih masakan kesukaan nya yaitu ayam rica-rica pedas yang pernah Lika buatkan untuk nya karna memang kedua nya penggemar makanan pedas


"Habisin makanan nya sayang, mas seneng deh kalau lihat Lika makan nya lahap kayak gini. tapi Lika sering mual atau sering mengalami morning sickness nggak?" tanya Adrian penasaran


"Kadang mas, rasa nya itu leher kayak kecekik. terus mau m*nt*h tapi nggak keluar nyiksa banget deh" jawab Malika yang memang kebanyakan di alami ibu hamil pada umum nya


"Sabar dan kuat ya sayang, itu ujian Lika sebagai calon ibu. maafin mas juga ya belum bisa selalu ada di samping Lika, tapi kalau Lika butuh apa-apa harus hubungi mas ya" ucap Adrian menyemangati sang istri


"Iya mas, makasih ya udah khawatirin Lika dan baby" ucap nya


"Sama-sama sayang, makasih juga Lika selalu berusaha jaga anak kita dengan baik. jangan lupa vitamin dan susu nya di minum, kalau stok nya mau habis minta sama mas ya" ucap Adrian penuh perhatian sambil menggenggam serta memeluk Malika karna rasa sayang dan kangen nya selama ini..


- BERSAMBUNG -


🌹Hallo para readers tetap semangat ya menjalani hari, dan mohon maaf ya jika terdapat kata atau typo dalam penulisan novel ini The ceo's wedding secret ini karna author cuma seorang manusia biasa. jangan lupa juga ya untuk selalu like/vote dan komen bijak nya, karna author sangat senang bisa menjadi bagian dalam imajinasi kalian.. thanks you allπŸ’