The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 66 - PENYESALAN SHEILA



"Ketika kita diberi pilihan dalam hidup, hendak nya kita memilih pilihan yang baik karna sejati pilihan itu akan membawa kita kepada kebaikkan pula. Namun jika kita memilih kepada pilihan yang tidak baik, dikhawatirkan kehidupan kita akan berlangsung dengan tidak baik karna dampak dari pilihan yang tidak baik tadi"


🌺 Happy Reading 🌺


"Gimana dok keadaan istri saya dan calon anak kami? mereka nggak kenapa-napa kan dok?" Adrian memberondong dokter wanita spesialis kandungan yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan tempat Malika berada


"Tenang pak, alhamdulillah ibu dan bayi nya selamat. hanya sedikit terjadi pendarahan karna kata nya istri bapak sempat terjatuh tadi dan kaki nya agak terkilir namun beruntung tidak menyebabkan keguguran pada janin yang di kandung ibu Malika" ucap sang dokter yang mengetahui kecemasan Adrian karna ia sudah sering menghadapi para suami yang mengalami kepanikan seperti itu


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" akhirnya Adrian pun lega mendengar penjelasan sang dokter


"Apa saya bisa ketemu istri saya dok?" tanya Adrian lagi


"Oh silahkan pak, tapi jangan di ajak ngobrol lama-lama ya dan hanya satu orang bergantian karna ibu Malika butuh istirahat setelah itu akan kami pindahkan ke ruang rawat inap" jawab sang dokter


"Baik, terimakasih banyak ya dok" ucap nya lagi


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi" ucap sang dokter sambil tersenyum kepada Adrian dan Abah Koswara yang berada di depan pintu lalu meninggalkan mereka, Adrian pun masuk keruangan sedangkan Abah menunggu di luar


"Hai sayang, gimana sudah enakkan? apa ada yang sakit?" tanya Adrian penuh perhatian kepada sang istri yang terbangun saat ke datangan nya


"Alhamdulillah, sudah agak enakkan mas" jawab nya


"Alhamdulillah kalau gitu"


"Oh iya gimana keadaan Sheila mas?" tanya Malika langsung


"Ya Allah sayang, kok malah nanyain kabar orang yang udah berniat nyelakain kamu sih?" protes Adrian merasa tak suka saat mendengar pertanyaan sang istri barusan


"Emang kenapa sih mas? yang penting kan Lika udah baik-baik aja sekarang" ucap nya


"Nggak baik loh kalau dendam dan benci sama orang sampai segitu nya" Malika menasehati sang suami


"Bukan nya gitu sayang, kamu tuh terlalu baik sampai orang sudah sejahat itu masih aja di belain" Adrian merajuk


"Loh kok mas yang jadi marah sih? Lika rasa kalau mas atau siapa pun ada di posisi Lika saat itu pasti akan menolong Sheila kan, gimana pun juga rasa perikemanusiaan itu penting mas" bujuk Malika


"Yah walau pun dia sudah berniat jahat, tapi hati Lika nggak bisa memungkiri untuk menolong nya mas" ucap nya lagi


"Subhanallah, istri mas yang secantik bidadari ini memang wanita berhati mulia. mas beruntung bisa memiliki kamu sayang" ucap Adrian lalu memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang


"Lika juga Berutung bisa dimiliki suami yang baik dan perhatian seperti mas Adrian" balas nya dengan tersenyum indah


"Oh ya kata dokter sebentar lagi Lika akan di pindahkan ke kamar rawat inap, nanti di sana bisa lebih leluasa istirahat nya" ucap Adrian, tak berapa lama datang dua orang suster membawa brankar tempat tidur pasien. Adrian menggendong Malika dan memindahkan nya dengan sangat hati-hati lalu brankar pun di dorong menuju kamar inap, Abah Koswara dan Pram yang telah menunggu di luar pun ikut mengantar Malika


"Mas keluar sebentar ya sayang ingin bicara dengan Pram dan abah, kamu istirahat dulu ya" izin Adrian yang kemudian meninggalkan Malika setelah mengecup kening nya


"Iya mas" jawab Malika


"Abah tinggal dulu ya neng, kamu istirahat yang cukup biar badan nya kuat" pamit Abah Koswara


"Iya, makasih ya bah maaf Lika jadi ngerepotin terus" ucap nya haru


"Enteu naon-naon atuh neng, sing penting mah Malika selamet Abah juga udah seneng lihat nya" Abah tahu jika Malika merasa tak enak hati pada nya, terlebih mereka baru ketemu dan sudah banyak kejadian yang dialaminya


🍁🍁🍁


Akhirnya pagi ini Sheila pun telah di pindahkan ke ruang rawat inap, ia harus menjalankan operasi karna terdapat patahan pisau yang menyarang di perut dan jika di biarkan akan membahayakan bagi kesehatan nya. hampir lima belas jahitan yang di alami nya dan dua kantong darah golongan A pun harus ditransfusi demi kelancaran operasi nya, karna Sheila sudah cukup banyak mengeluarkan darah dan kestabilan tubuh nya sempat menurun


Beruntung Malika masih berbaik hati, Sheila yang telah melakukan kejahatan terhadap nya tapi masih tetap ia tolong demi rasa kemanusiaan. Dan kini Sheila hanya bisa terbaring lemah dengan selang infus yang masih menempel pada pergelangan tangan nya, ternyata kesehatan itu lebih penting dari apa pun bahkan uang tidak dapat membuat kita bahagia jika tubuh dan raga kita sendiri tidak sehat atau tidak dapat menikmati nya


Nampak dua personil polisi berjaga di depan kamar Sheila, karna kali ini mereka tidak ingin kecolongan lagi seperti semalam Sheila kabur di saat polisi wanita yang menjaga nya lengah ketika ia hendak di bawa masuk ke dalam mobil polisi. hingga akhirnya ia tiba di rumah Abah Koswara menggunakan taksi online yang di pesan melalui handphone yang ia bawa di tas selempang mini yang masih menggantung di leher nya itu, ia sudah mengetahui keberadaan Malika di sana dari Jhon sebelum anak buah nya itu tertangkap


"Sheila" sapa Malika yang masuk dengan menggunakan kursi roda yang di dorong oleh Adrian, karna dokter menyuruh nya untuk istirahat total tapi ia bersikeras ingin melihat keadaan Sheila dan Adrian pun memilih mengalah namun dengan syarat Malika harus menaiki kursi roda jika ingin menemui Sheila


"Maafin gue Malika, terimakasih loe udah sangat baik dan mau menolong nyawa gue ini" tangis nya pecah ketika ia mengingat betapa Malika berusaha untuk memapah nya kedalam mobil dengan kaki yang pincang setelah terjatuh akibat di kejar oleh nya, dan ia pun membalut luka di perut Sheila agar darah tidak lebih banyak keluar tanpa memperdulikan darah yang mengucur di kaki nya


"Sama-sama Sheil" ucap Malika sambil memeluk Sheila yang tengah menangis sesenggukan


"Kenapa loe mau nolong gue Lika? padahal gue kan udah jahat banget sama loe, bahkan gue juga pengen nyelakain loe. kenapa loe nggak balas dan tinggalin aja gue?" tanya nya masih dengan suara yang terisak


"Itu murni karna rasa kemanusiaan yang harus gue lakukan, lagian dirumah ada Sean yang menunggu loe dan nggak mungkin gue tega biarin dia hidup sebatang kara tanpa kasih sayang ibu nya" ucap Malika penuh ketulusan dalam kata-kata nya


"Jujur gue malu Lika, orang jahat kayak gue masih mau loe tolong bahkan loe sampe mikirin masa depan anak gue. sedangkan gue malah berniat buat ngebunuh loe dan anak loe tanpa mikirin rasa perikemanusiaan sedikit pun, sekali lagi maafin gue Lika" ucap nya lirih sambil mengingat semua yang telah dilakukan nya selama ini terhadap Malika demi terwujud niat busuk nya


"Iya Sheil, semoga semua ini bisa jadi pelajaran berharga dan loe bisa menjalani kehidupan lebih baik lagi dari sekarang" ucap Malika


"Maafin aku ya Adrian? karna selalu berusaha menganggu dan menghancurkan rumah tangga kalian, kamu berutung bisa mendapatkan wanita sebaik Malika. dan sekarang aku yakin kamu memilih wanita yang tepat dan memiliki hati yang sangat baik" ucap Sheila memuji kebaikan Malika sang rival yang dulu sangat di benci nya itu


"Iya Sheila, semoga kelak kamu pun mendapatkan pasangan yang baik dan bisa membahagiakan mu. aamiin" ucap Adrian dengan di amini Sheila dan Malika karna ia mendoakan kebaikan pada Sheila, walau pun sebelum nya ia sempat menolak menemani Malika yang hendak menemui Sheila. namun berkat ketulusan hati yang di perlihatkan sang istri, ia pun mulai memaafkan Sheila dan menghilangkan benci serta dendam sesuai yang di nasehat kan Malika kepada nya. tak lama setelah itu Malika pun pamit untuk kembali beristirahat di kamar rawat nya dengan bantuan Adrian


☘️☘️☘️


Dua bulan lebih setelah kejadian penculikan Malika di Bandung, kini Malika dan Adrian tengah mengadakan syukuran tujuh bulanan calon anak mereka. para tamu yang hadir hanya dari kalangan keluarga, sahabat dan tetangga terdekat saja dan dengan acara pengajian yang mereka adakan secara sederhana sesuai permintaan Malika. karna bagi nya yang penting kebahagiaan bisa tersampaikan bersama orang-orang terdekat tanpa harus dilaksanakan dengan cara yang berlebihan


Kebahagiaan mereka pun bertambah, setelah beberapa hari yang lalu sang papah yaitu tuan Permana sudah bangun dari koma dan kini bisa menghadiri acara syukuran calon cucu pertama penerus dua keluarga mereka. semua nampak bahagia termasuk Ashya kini mulai berani membawa kekasih nya menemui sang ayah, namun masih belum mendapat lampu hijau untuk menikah karna si bontot belum lulus kuliah. sedangkan Jihan telah kembali ke Paris melanjutkan kuliah nya yang sempat cuti dan akan menyelesaikan semua nya hingga akhir tahun, karna Joe sang artis terkenal yang telah mengejar nya mati-matian dan hampir sebulan sekali terbang menemui nya di sana kini tengah menunggu nya pulang dan bersiap untuk meminang Jihan.


Tak berbeda jauh dengan nasib percintaan Alan dan Aina, akhir bulan ini mereka akan menikah setelah Alan bisa meyakinkan Aina memantapkan pilihan dan langsung menemui sang ayah yang masih bertugas dinas di Malang. Pram yang sebelum nya sangat cuek dengan wanita terlebih dengan percintaan, kini diri nya di buat bucin oleh kepolosan Jelita anak dari Abah Koswara yang kini bekerja di perusahaan Adrian dan tinggal di Jakarta. terlebih Abah Koswara ternyata dulu nya adalah ketua geng dari kak Chris yang selalu membantu pak Permana ketika mereka tinggal di Bandung saat Adrian masih kecil dan belum mengingat apa-apa, dan kini semua nya bisa berkumpul dengan penuh kebahagiaan


"Assalamualaikum" suara seorang wanita mengalihkan seluruh pandangan para hadirin, mereka yang tengah berbincang setelah acara pengajian selesai sambil menyantap hidangan pun menghentikan kegiatan nya


"Waalaikum salam" jawab hampir seluruh tamu undangan yang memang hanya bersisa keluarga Adrian dan Malika saja dengan pak RT dan pak RT yang masih ikut nimbrung bersama istri-istri mereka


"Maaf ada keperluan apa anda kesini?" tanya mamah Nadine yang menunjukkan rasa tak suka dari kata-kata nya


"Siapa mah?" tanya pak Permana penasaran namun tidak dijawab nya, karna memang hanya Nadine lah yang mengenal sosok wanita sebaya nya itu


"Sebelumnya saya ucapkan selamat atas syukuran calon baby nak Malika dan Adrian, serta mohon maaf jika kedatangan saya kali ini menggangu acara keluarga yang memang tidak mengundang saya sebagai tamu undangan. dan Perkenalkan saya adalah Hillary istri dari Anthonius" ucap nya yang membuat hampir seluruh keluarga yang mengetahui tentang Anthonius pun kaget mendengarnya terkecuali Nadine yang memang telah mengetahui nya


"Lalu ada keperluan apa anda menemui kami? jangan bilang kalau anda kembali berniat meminta agar kami mengurangi atau membebaskan suami anda?" cecar Nadine yang saat awal pertemuan mereka sempat di buat kesal oleh Hillary


"Tidak nyonya Nadine, masalah Anthonius saya sudah pasrah dan mengikhlaskan nya karna suami saya itu memang pantas mendapatkan hukuman nya" jawab nya namun tatapan tajam Nadine seperti masih mengintrogasi maksud dan tujuan nya tiba-tiba datang ke acara anak dan menantu nya tanpa izin


"Karna saya rasa ini adalah waktu yang tepat di saat dua keluarga Permana dan Adhitama berkumpul, jadi saya memberanikan diri datang ke sini untuk meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas semua perbuatan yang telah dilakukan suami saya terlebih kepada nak Malika yang sempat mendapat pelecehan oleh anak buah suruhan Anthonius" timpal nya lagi


"Pelecehan? maksud nya pelecehan apa?" tanya Malika bingung


"Ssssst, nanti mas yang akan menjelaskan semua nya" ucap Adrian mengalihkan ucapan Malika


"Jadi mas tau?" tanya Malika yang semakin bingung


"Iya sayang, nanti ya mas jelaskan semua nya" ucap Adrian menahan rasa ke ingin tahuan sang istri, karna menurut adrian sekarang waktu nya belum tepat dan hanya papah, ayah, Alan dan ketiga sekertaris mereka saja yang mengetahui rahasia itu


"Terimakasih atas kedatangan nyonya Hillary di acara syukuran calon anak kami ini, mohon maaf jika penyambutan kami tadi kurang berkenan" sambut Adrian karna ia merasa perlu melakukan itu sebagai pemilik acara


"Inshaallah kami sekeluarga telah memaafkan perbuatan Anthonius, namun jika maksud kedatangan nyonya Hillary seperti yang mamah Nadine tadi ucapkan mohon maaf kami sekeluarga tidak dapat menyetujui nya. karna semua perbuatan yang dilakukan Anthonius sangat kelewatan dan kurang ajar terlebih ini juga menyangkut keselamatan nyawa seluruh keluarga kami" ucap Adrian dengan tegas


"Seperti yang saya bilang tadi, saya tidak bermaksud untuk meminta kebebasan Anthonius tapi saya hanya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya. dan saya rasa ini adalah waktu yang tepat di saat keluarga Adhitama dan Permana berkumpul, terlebih karna kelalaian saya yang membiarkan Sheila melakukan tindakan kejahatan kepada Malika. padahal saya telah mengetahui semua rencana nya tapi malah tidak bertindak cepat untuk untuk menghalangi nya" ucap Hillary penuh penyesalan yang membuat seluruh keluarga Adrian dan Malika pun merasa bingung dan aneh, kenapa ia harus meminta maaf demi Sheila dan ada hubungan apa mereka sebenarnya?..


-BERSAMBUNG-


🌹 Alhamdulillah, alur nya sudah mulai mendekati tamat ya readers. semoga kalian suka dengan jalan cerita novel ini dan tetap semangat menyambut idul Fitri..💪✨


Jangan lupa juga untuk selalu like/vote dan komen bijak nya ya sebagai penyemangat author menyelesaikan novel The ceo's wedding secret ini, thank u all..💐