The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 43 - HONEYMOON 2



"Yang menyinari langit di malam hari adalah bulan, yang manis selain gula adalah madu. dan yang memaniskan malam untuk pengantin baru adalah bulan madu"


🌺 Happy Reading 🌺


Setelah menempuh perjalanan selama enam belas jam di atas pesawat akhirnya Malika dan Adrian sampai di Paris kota tujuan pertama bulan madu mereka, waktu menunjukkan pukul tiga pagi dan cuaca saat ini cukup dingin yang termasuk puncak ski di akhir bulan Februari. beruntung segala sesuatunya sudah di atur oleh Pram dengan sangat baik, sehingga saat mereka tiba di bandara Paris Charles De Gaulle yang berasal dari nama mantan presiden dan pendiri republik ke lima perancis. seorang laki-laki asal Indonesia yang bernama Arif, dan di tugaskan oleh Pram sebagai tour guide sudah menanti nya bersama dengan supir pribadi yang akan mengantar mereka berkeliling


"Hallo, Mr. Adrian and Ms. Malika" ucap pemuda bernama Arif itu melambaikan tangan agar mereka berdua bisa melihat ke arah nya


Adrian pun yakin bahwa pemuda itu lah yang bernama Arif yaitu tour guide yang di perintahkan oleh Pram untuk mengantar nya dan Malika mengunjungi tempat-tempat terbaik selama berada di Eropa


"Hallo, Arif? Nice to meet you" ucap Adrian menyambut uluran tangan Arif


"Saya juga senang bisa mengenal anda, dan suatu kebanggaan menjadi pemandu tuan dan nyonya Adrian selama berkeliling eropa ini" sambut nya


"Baiklah tuan dan nyonya pasti sudah lelah selama di perjalanan, mari saya antar ke hotel untuk beristirahat" ajak Arif lalu menuju mobil yang memang sudah diparkir di depan lobby bandara dan sang supir pun sudah membuka kan pintu untuk mereka, setelah semua penumpang masuk supir pun melajukan kendaraan menuju hotel Splendide royal paris yang berjarak 23 km dari bandara.


"Karna perjalanan cukup jauh, maka saya sekalian akan memberitahu waktu dan tempat yang harus nyonya dan tuan kunjungi. hari pertama yaitu nanti siang kita akan mulai setelah jam makan siang yaitu mengunjungi Museum Louvre hingga sore kemudian kembali ke hotel untuk makan malam, hari kedua di mulai setelah sarapan pagi kita akan ke Notre Dame de Paris dan instana Versailles dan hari terakhir kami akan ajak nyonya dan tuan ke pusat-pusat belanjaan souvernir dan lainnya serta malam nya kita menuju menara Eiffel dan memesan makan malam di sana" ucap Arif menjabarkan agenda mereka berdua selama di paris


Empat hari tepat nya Adrian dan Malika berada di Paris berkeliling kota mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan wajib untuk mereka kunjungi saat berada di sana, kemudian mereka pun melanjutkan plesiran ke Zurich (Swiss), Roma (Italia), Brussel (Belgia) dan terakhir Amsterdam (Belanda) hampir dua minggu sudah mereka melewati waktu bersama sebagai seorang suami istri yang sedang berbulan madu, banyak tempat yang telah mereka kunjungi dari mulai Koloseum di Roma, museum Atomium di Belgia, Vetliberg gunung berpanorama kota, danau dan Alpen di Swiss serta museum seni dan kontemporer yaitu stedelijk di Belanda


Rasa nya cukup puas bagi pasangan sejoli ini telah berlibur bersama, dan mereka akan kembali ke tanah air dengan segala kepadatan aktivitas yang sudah menunggu. terlebih Pram yang sangat kerepotan karena ketidak hadiran sang atasan membuatnya harus ekstra bekerja setiap hari nya


Sesuai kesepakatan bersama Adrian dan Malika pun sepakat setelah resepsi mereka akan tinggal di apartemen Adrian, demi menjaga keharmonisan rumah tangga tanpa ada nya campur tangan orang tua atau pun keluarga


"Terimakasih tuan dan nyonya atas semua nya, semoga pelayanan saya kali ini sebagai tour guide mendapat respon yang baik" ucap Arif yang selama mereka berkeliling Eropa selalu menemani tanpa mengeluh sekali pun


Arif adalah anak asuh Chris, bagi Chris ia sudah seperti adik sendiri. mereka sama-sama berjuang di jalanan dengan keras dan pantang menyerah, namun ketika Chris di bawa dan di berikan kehidupan yang layak oleh keluarga Permana ia pun tidak lupa kepada Arif dan menyisihkan sebagian uang nya untuk biaya sekolah Arif hingga ia sukses dan membuka jasa tour guide bagi yang ingin berkeliling Eropa saat ini.


Arif memang sudah tidak tinggal di Indonesia, ia menetap di Paris dengan usaha yang terbilang sukses ini, karna sikap empati dan rasa ingin membalas jasa kepada keluarga Permana maka ia pun menyempatkan diri untuk langsung memandu perjalanan Malika dan Adrian. karna ia merasa ke sukseskan nya ini pun berkat kebaikan dan kemurah bagian keluarga Permana terhadap nya dan Chris.


"Pelayanan mu sungguh luar biasa Arif dan aku bangga bisa melihat mu sukses seperti sekarang ini, jangan lupa untuk pulang ke tanah air dan mampir ke kediaman kami" setelah beberapa hari Adrian baru tahu dari Pram jika Arif adalah adik angkat Chris, saat pertama bertemu ia adalah seorang anak yang berbadan kurus, berbaju lusuh dan seperti kurang gizi kini menjadi sosok yang tampan, baik dan luar biasa.


"Baik tuan, terimakasih atas tawaran nya. selamat jalan dan sampai bertemu lagi" ucap Arif yang mulai mengembang ujung mata nya seperti kehilangan sesosok kakak yang ia rindukan, Adrian yang melihat itu pun segera memeluk Arif dan mencoba menguatkannya yang pasti sedang rindu kepada Chris dan kampung halaman nya


"Terimakasih banyak mas Arif" ucap Malika menjabat tangan dan di sambut oleh Arif dengan hangat, lalu mereka pun masuk bandara menuju pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas dengan tujuan kota Jakarta


🍁🍁🍁


Adrian masih tertidur pulas setelah semalam mereka tiba di Indonesia, seluruh keluarga belum mengetahui kepulangan mereka karna sesuai rencana mereka akan membuat surprise maka dari itu mereka pun memilih langsung pulang ke apartemen milik Adrian. Malika yang memang sudah merasa tidak enak sejak resepsi dan merasa sudah terlambat datang bulan pun akhirnya memberanikan diri mengambil test pack yang ia beli saat perjalanan pulang semalam


Malika tidak ingin memberitahu Adrian sebelum hasil nya jelas, maka nya semalam ia berbohong kepada Adrian untuk mampir ke apotik membeli obat angin sebelum pulang ke apartemen mereka


"Mas mampir sebentar ya ke apotik, Lika pengen beli obat kayak nya Lika masuk angin deh" pinta nya kepada Adrian yang langsung menyetujui dan meminta sang supir online untuk berhenti di apotik terdekat, setelah selesai membeli obat mereka pun melanjutkan perjalanan


Harap-harap cemas pasti nya bagi Malika yang menunggu hasil tes urin saat ini, namun Lika menyerahkan semua nya kepada sang maha kuasa jika memang saat ini ia langsung diberikan momongan maka ia sangat bersyukur dan jika tidak maka ia pun harus menerima nya dengan lapang dada


"Alhamdulillah" ucap syukur Malika tak henti-hentinya ia panjatkan, dua garis merah sangat jelas terpampang pada alat yang mendeteksi kehamilan lewat urin itu, ia pun sangat senang tanpa terasa setengah berlari keluar kamar mandi dan hendak membangunkan sang suami yang masih tertidur pulas padahal waktu sudah menunjukan pukul sembilan pagi


"Mas, mas bangun" ucap Lika mencoba membangunkan Adrian


"Mas bangun, ada yang ingin Lika tunjukkan" pinta nya


namun belum juga Adrian membuka mata nya tiba-tiba terdengar bunyi bel pintu dari luar apartemen mereka, dan Malika yang tadi nya sangat antusias akhirnya mengurungkan niat nya untuk membangunkan Adrian setelah melihat siapa tamu yang datang sedangkan keluarga nya tidak seorang pun mengetahui kepulangan mereka


"Siapa ya yang datang? apa jangan-jangan mas Pram" gumam Malika yang penasaran, karna memang kemungkinan sang suami pasti telah memberitahukan kepulangan mereka kepada sekertaris pribadi nya itu, ia pun menaruh test pack di dalam laci meja rias nya dan segera menuju ke pintu, tapi sebelumnya ia merapihkan setelan baju tidur yang ia kenakan lalu menutupinya dengan bathrobe


"Iya ada apa mas Pra.." ucapan Malika pun terhenti saat melihat sesosok wanita cantik nan seksi yang ternyata menjadi tamu mereka pagi ini


"Hai, Adrian nya ada?" tanya wanita itu santai seperti tidak memperdulikan siapa wanita yang berada di depannya saat ini


"M-maaf, tapi kamu siapa? dan ada apa pagi-pagi cari suami saya?" tanya Malika curiga


Adrian yang hanya mengenakan bokser tanpa memakai baju membuat seketika mata wanita itu pun menatap ke arah tubuh atletis nya, Malika yang merasa risih dan menyadari pandangan nakal itu pun segera menutupi tubuh Adrian dengan bathrobe atau jubah mandi yang ia kenakan


"Sheila? ada apa kamu kesini?" tanya Adrian terkejut yang membuat Malika pun bertanya-tanya siapa kah wanita itu sebenarnya dan ada hubungan apa dengan Adrian sang suami


"Hai Yan, sudah lama ya kita tidak bertemu" ucap wanita yang ternyata bernama Sheila itu


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Adrian tegas


"Kenapa memang nya yan, apa aku sudah tidak boleh mengunjungi mu lagi?" tanya Sheila dengan bahasa menggoda nya dan Malika pun mencoba tenang dan memperhatikan dengan seksama


"Siapa dia mas?" tanya Malika tiba-tiba


"Dia.."


"Aku pacar nya Adrian saat kuliah di Canada" potong Sheila sebelum Adrian selesai bicara


"Bukan, kita cuma teman deket dan aku tidak pernah menganggap kamu sebagai pacar ku" ucap Adrian membela diri


"Sudah lah sayang, kamu akui saja semua nya. kita pacaran selama berkuliah di Canada dan sampai detik ini pun kita belum putus, tapi kamu malah menikah dengan wanita ini" ucap Sheila ketus


"Cukup, buang semua omong kosong mu Sheila. kita tidak pernah ada hubungan apa-apa baik dulu, sekarang maupun nanti" bentak Adrian yang sempat membuat Malika pun kaget


"Kamu tega ninggalin aku demi wanita ini yan? aku yang sudah susah payah mengandung dan membesarkan anak kita, sekarang kamu buang aku gitu aja?" Jeger bagai disambar petir Malika dan Adrian sangat terkejut mendengar perkataan Sheila barusan


"A-anak? maksudnya kamu dan mas..?" Malika tidak kuat melanjutkan perkataannya


"Iya aku dan mas mu ini sudah memiliki anak, dan kami melakukan nya ketika masa-masa kuliah" ucap Sheila yang tak malu


"Stop, cukup Sheila jangan kamu fitnah aku dengan omong kosong mu itu. aku tidak pernah melakukan nya walau sekali pun dengan mu" ucap Adrian emosi yang hendak menampar wajah Sheila namun ditahan oleh Malika


"Sabar mas, tenangkan diri mu" ucap Malika mencoba menenangkan Adrian


"Aku bicara sejujur nya dan gadis kecil ini adalah anak mu" ucap Sheila menunjukkan sebuah foto gadis kecil yang cantik dengan rambut berwarna kecoklatan sama dengan warna rambut sheila yang di gerai sebahu, namun nampak lemah bersandar pada kursi


"Suka atau tidak suka kamu harus mengakui nya Adrian, kamu ingatkan malam dimana kamu mabuk dan pagi nya sudah berada di ranjang yang sama dengan ku?" ucap Sheila yang membuat Adrian mengingat-ingat kejadian saat kuliah, waktu itu ia berada di klub dengan teman-teman nya tiba-tiba kepala nya terasa pusing dan kemudian ia tidak ingat apa yang terjadi tahu-tahu pagi nya ia sudah bersama Sheila di ranjang


Seketika perkataan itu seperti tamparan untuk Malika, ia baru saja mempercayakan hati nya kembali kepada Adrian namun pengkhianatan lah yang kali ini harus ia terima


"Mas apa semua yang ia kata kan benar?" tanya Malika serius


"Buat apa kamu tanyakan lagi, sudah jelas ia adalah ayah dari anak ku" potong Sheila


"Aku bertanya pada suamiku dan bukan kamu" ucap Malika kesal yang membuat Sheila pun terdiam


"M-maaf sayang, tapi mas bener-bener nggak tahu dan nggak sadar pada waktu itu. mas nggak yakin dan nggak mungkin juga mas melakukan hal bodoh seperti itu" ucap Adrian yang bingung bagaimana meyakinkan sang istri bahwa ia tidak bersalah


"Kamu pintar menyembunyikan kebusukan mu Adrian" sindir Sheila


"Cukup, gue nggak mau loe ngomong buruk tentang suami gue dan sekarang lebih baik loe pergi dari sini" usir Malika tanpa hormat


"Terserah kamu mau mengakui nya atau tidak Adrian, tapi yang pasti anak itu adalah anak mu dan oh ya selamat atas pernikahan kalian" ucap Sheila kesal karna merasa Malika tidak terprovokasi lalu pergi meninggalkan apartemen mereka, Malika cukup bagus dalam menempatkan diri pada saat-saat seperti ini karna meladeni seorang pelakor tidak perlu dengan emosi yang meluap tapi lebih dengan strategi yang matang dan jangan sampai kita terprovokasi karna itu memang keinginan nya sehingga dapat mengambil keuntungan dari semua perbuatan yang kita lakukan dan bisa jadi nanti kita lah yang malah akan di rugikan..


- BERSAMBUNG -


🌹Mohon maaf author baru sempet update hari ini karna kodisi badan yang tidak memungkinkan, terimakasih atas banyak suport yang para readers berikan semoga kebaikan ini akan kembali kepada diri kalian juga..


jangan lupa tetap like/vote dan komen bijak nya ya readers, author sangat senang bisa membalas komen kalian..thank you allπŸ’