
"Semua masalah pasti ada jalan keluar nya, semua masalah pasti ada solusi terbaiknya namun jika penyelesaian masalah dihadang/terhalang maka semua nya akan semakin lambat terselesaikan. maka hendaklah kita bijak dalam membuat keputusan"
🌺Happy Reading 🌺
Malam kian larut tapi kota Jakarta masih ramai dengan jutaan orang berlalu lalang, terlebih ini adalah malam Minggu yang sudah pasti banyak pasangan muda-mudi berkencan dengan tempat tujuan nya masing-masing.
Adrian masih sangat kesal dan bingung kenapa papah nya seolah mengesampingkan perselingkuhan Nadine dan lebih memilih dirawat oleh nya, sedangkan ia anak kandung nya sendiri lah yang pasti akan merawat nya.
Maka dari itu lah Adrian pun memilih membohongi sang papah bahwa nanti Nadine dan Jihan akan datang menemani nya dirumah sakit, lalu Adrian pun keluar kamar rawat dan menghubungi Nadine bahwa malam ini ia tidak boleh menemani pak Permana dirumah sakit.
"Halo, Tante Nadine" sapa Adrian dari balik telpon genggam nya
"Iya Adrian, ada apa nak?" tanya Nadine nampak khawatir saat Adrian menghubungi nya, ia takut akan mendapat kabar buruk
"Tante dan Jihan tidak usah dateng kesini, biar aku yang menjaga papah" ucap nya singkat lalu Adrian pun menutup telponnya dan Nadine pun tidak dapat membendung air matanya, Jihan yang kebetulan masih berada dikamar mamah nya dan melihat sang mamah menangis pun mencoba menenangkannya. Jihan tidak habis pikir dengan kelakuan kakak nya itu, dan menurut nya ini sudah sangat kelewatan.
"Maafin mamah pah, maafin pah" Isak Nadine dalam pelukan Jihan
"Mah, mamah yang sabar ya. Jihan akan hubungi mas adrian, dia udah kelewatan mah" ucap Jihan yang tambah emosi kepada Adrian
"Jangan Jihan, mamah mohon jangan nak. kakak mu lagi emosi jangan kamu balas dengan emosi juga nanti masalah nya semakin besar dan mamah nggak mau Adrian semakin membenci mamah nak" mohon Nadine kepada Jihan yang berdiri dan hendak menghubungi Adrian
"Tapi mah, kak Adrian itu udah sangat kelewatan. dia udah nggak menghargai mamah sebagai istrinya papah" emosi Jihan
"Mamah yang salah Jihan, kakak mu hanya melindungi papah. kalau saja mamah tidak menghubungi dan bertemu Anthonius pasti nggak akan terjadi seperti ini" ucap Nadine menyesal
"Jihan ngerti mah, tapi Adrian juga nggak boleh bertindak dan berkata seperti itu. seharusnya dia beri kesempatan mamah untuk menjelaskan semua nya kepada papah jangan malah dihalangi seperti ini donk" Jihan semakin emosi karna Nadine malah membela Adrian
"Nggak apa-apa sayang, ini semua memang salah mamah dan mamah pantes diperlakukan seperti itu oleh Adrian. kita tunggu sampai emosi kakak mu reda ya, dan besok kita cobauntuk bertemu papah" ucap Nadine yang hanya di jawab anggukkan kepala oleh Jihan dan Jihan pun menemani sang mamah hingga tertidur pulas dikamar nya
➡️Folback to Malika
Disisi lain Malika yang tengah berbaring dikamar nya pun teringat akan kejadian tadi dirumah sakit, saat Adrian yang tidak jadi menciumnya karna kedatangan Pram asisten pribadi kepercayaannya itu. Malika pun merasa malu dan menutup wajah nya dengan kedua tangan. kejadian itu benar-benar memalukan bagi nya dan harus bagaimana sikapnya nanti jika bertemu lagi dengan mas pram. Dering telpon pun mengagetkan Malika yang melihat layar handphone tertera nama mas Adrian disana, buru-buru ia angkat panggilan dari orang yang paling ia cintai itu.
"Halo, Assalamualaikum mas" sapa Malika
"Waalaikum salam, sudah sampai rumah sayang?" tanya Adrian yang menelpon Malika dikursi tunggu depan kamar rawat sang papah karna tidak takut menganggu tidur nya sedangkan Pram lah yang menunggu pak Permana di dalam
"Alhamdulillah udah sampe, hampir sejam yang lalu mas" jawab Malika
"Kok nggak ngabarin mas sih kalau kamu sudah sampai dari tadi?" tanya Adrian lagi
"Maaf mas lupa, Lika kan pulang kerja langsung kerumah sakit jadi nggak sempet pulang dulu. maka nya sampai rumah Lika langsung mandi dan ganti baju karna gerah dan bau keringet mas" jawab Malika
"Terus sekarang udah wangi donk?" ledek Adrian
"Udah donk mas" ucap Malika yakin
"Masa sih? Sayang jauh ya kalau deket pasti udah mas cium deh" ucap Adrian yang keceplosan
"Eh m-maksud mas kecium wanginya" ucap Adrian yang serba salah karna takut Malika ngambek lagi
"Huhh dasar genit" teriak Malika
"Soal tadi mas minta maaf ya Lika, kamu pasti jadi malu ya karna tak sengaja Pram melihat kita. mas janji lain kali akan menahan diri" ucap Adrian menyesali
"Iya mas nggak apa-apa" ucap Malika
"Beneran nggak apa-apa?" Adrian memastikan
"Iya bener mas" jawab Malika
"Waduh kalau gitu kenapa tadi nggak jadi aja ya, bodo amat deh ada Pram juga" goda Adrian
"Lagian ada-ada aja deh mas Adrian, Lika nggak habis pikir deh orangtua lagi sakit mas malah cari kesempatan" ketus Malika
"Iya iya maaf sayang, bercanda kok" bujuk Adrian
"Mas Adrian tadi khilaf, jangan marah lagi ya?" pinta nya
"Bomat (bodo amat)" ledek Malika sambil terkekeh geli
"Awas ya kalau ketemu nanti mas kelitikin, mas tahu loh kelemahan kamu" ucap Adrian tersenyum sendiri membayangkan ucapannya
"Iya iya Lika maafin kok mas, tapi jangan ngelitikin ya" pinta nya
"Nggak janji ya" ngeles Adrian
"Ih dasar curang, Oh ya gimana paman mas? sudah siuman belum?" tanya Malika mengalihkan pembicaraan
"Alhamdulillah sudah bangun tadi, sempet makan bubur dan minum obat dan sekarang sudah tidur lagi" jawab Adrian
"Alhamdulillah, semoga paman Permana cepat sembuh dan bisa kembali kerumah. Oh ya mas Lika minta mas jangan terlalu keras ya sama mamah Nadine, karna bagaimana semua itu belum tentu benar dan mas harus lihat dari sisi ketulusan cinta mereka. Lika yakin kebenaran pasti akan terungkap, tolong mas bersikap bijaksana ya?" pinta Malika
"Mas juga masih bingung harus gimana, tapi makasih ya sayang atas masukannya" ucap Adrian
"Iya sayang, eh mas maksudnya" Malika keceplosan
"Apa? tadi Lika panggil mas apa? coba lebih jelas lagi" goda Adrian
"Iya mas, gitu" ucap Malika malu
"Bukan itu, tapi yang sebelumnya. coba sekali lagi mas mau denger" bujuk Adrian
"Iya sayaaaaaaaaaang" ucap Malika panjang
"Hahahaaaa, panjang amat a nya? makasih ya sudah menghibur dan temani mas malam ini, sudah malam istirahat ya sayang. jangan lupa mimpikan mas. assalamualaikum" ucap Adrian
"Iya sama-sama mas, mas juga istirahat ya kan cape dari siang sudah nungguin paman. waalaikum salam" ucap Malika lalu Adrian pun menutup telponnya kemudian Malika bersiap-siap untuk tidur dan berharap ada Adrian dalam mimpinya
🍁🍁🍁
Anthonius malam ini sangat senang, ia tak henti-hentinya tertawa karena telah mengetahui orang yang paling dibencinya hari ini terkapar dirumah sakit. Ia masih belum puas dan dendam nya belum terbalaskan jika Permana dan Adhitama belum mati, bagi nya ini baru permulaan dan dua sahabat itu harus menderita.
"Kerja bagus kalian, semoga Permana mati dan membusuk dirumah sakit. Hahaaaaa" tawa nya lewat sambungan telpon dengan anak buahnya, sambil menyumpahi Permana yang ia ketahui terkena serangan jantung dan dilarikan kerumah sakit setelah melihat foto-foto pertemuannya dengan Nadine yang sengaja Anthonius kirim.
"Kalian pantau terus perkembangan selanjutnya, lebih cepat dia mati lebih bagus jika berhasil kalian akan ku beri bonus besar dan lakukan semua nya dengan bersih tanpa bukti" perintahnya
"Baik tuan, secepatnya akan kami lakukan sesuai perintah yang tuan berikan" jawab sang anak buah yang masih memantau perkembangan Permana dirumah sakit lalu Anthonius pun menutup telpon nya
"Sebentar lagi dendam ku terbalas dan kamu harus merasakannya Permana. akan ku buat keluarga mu dan Adhitama berantakan, usaha kalian akan ku hancurkan serta akan kurebut kembali Nadine. Hahaaaaa" teriak Anthonius merasa senang dengan berita yang didengarnya, dering telpon menghentikan tawa Anthonius buru-buru ia angkat karna tertera nama Istri pada layar handphone nya.
"Halo, mom" sapa nya
"Halo, dad. What are you doing? ini sudah malam kenapa belum pulang?" tanya sang istri bernama Hillary dengan logat bule nya yang berasal dari Perancis pemilik seluruh Hillary hotel yang berada di beberapa kota besar di Indonesia
"Oh s-sebentar lagi mom, i'm going home" ucap nya terbata
"Okey, i'm wait don't be late" ucap Hillary kemudian menutup telpon nya, dan Anthonius pun segera meninggalkan kantor nya menuju penthouse tempat tinggalnya yang ternyata semua kekayaan nya adalah milik sang istri. suami takut istri juga ternyata Anthonius ini, baru disuruh pulang langsung nurut aja..
- BERSAMBUNG -
🌹 Terimakasih kepada seluruh readers untuk selalu setia menunggu kelanjutan novel the Ceo's wedding secret ini, komentar dan suport kalian menjadi semangat tersendiri bagi author.. inshaallah sebisa mungkin akan author balas komen nya dan sekali lagi terimakasih sebanyak-banyak nya, jangan lupa untuk like/vote dan komen bijaknya ya.. love u all💐