
"Ketika kepercayaan seseorang kau khianati maka sulit bagi nya untuk memaafkan, tapi jika kepercayaan itu selalu kau jaga dengan baik sepenuh hati maka kebahagian lah yang akan selalu datang"
πΊ Happy Reading πΊ
Kedatangan Sheila ke apartemen Adrian sudah pasti membuat luka yang mendalam, terutama bagi Malika yang telah memberikan kepercayaan sepenuh nya oleh Adrian dan kini ia merasa sudah sangat di bohongi oleh sang suami
"Lika bener-bener nggak nyangka mas, ternyata kamu memang sebejat itu" ucap Malika emosi setelah pintu tertutup sejak kepergian Sheila tadi nampak butiran bening mengalir di wajah cantiknya
"Sayang mas bener-bener nggak merasa melakukan nya, dan itu cuma fitnah Sheila aja untuk menghancurkan pernikahan kita" ucap Adrian mencoba meyakinkan Malika dan hendak mengusap air mata di pipi sang istri namun Malika memalingkan wajah
"Please, kamu percaya sama mas. mas yakin itu bukan anak mas" mohon Adrian sembari menggenggam tangan malika karna Malika tidak menjawab perkataan nya, namun Malika pun melepas genggaman tangan Adrian lalu pergi ke kamar sedangkan Adrian ia tinggal sendiri di ruang tamu
Adrian yang merasa serba salah pun memilih mengejar Malika dan terus berusaha meyakinkannya bahwa anak itu bukan lah hasil hubungan terlarang antara diri nya dan Sheila selama menuntut ilmu di Canada
"Sayang mas mohon, jangan seperti ini. tolong percaya sama mas dan mas yakin banget kalau anak itu bukan anak mas" ucap Adrian terus berusaha meyakinkan Malika
"Mas, Lika sebenarnya mau percaya tapi hal ini sulit rasanya buat Lika. terlebih mas pernah melakukan hal tak senonoh terhadap Lika dan besar kemungkinan mas pun melakukan hal yang sama dengan wanita itu sedang kalian berdua berada di dalam satu kamar yang sama" ucap Malika kesal hingga tangis nya pun tak dapat tertahan lagi
Adrian benar-benar terpojok saat ini, di satu sisi ia ingin meyakinkan sang istri bahwa ia tidak akan melakukan hal terlarang itu tapi di sisi lain Malika yang belum tahu kebenaran tentang siapa yang hendak memperkosa nya pun berbalik menyimpulkan dan mulai tak mempercayai suami nya sendiri. seandainya waktu itu Adrian menceritakan semua nya pasti kesalah pahaman antara diri nya dan Malika sudah terselesaikan, kini hanya tinggal penyesalan yang Adrian rasakan.
Malika yang sudah kepalang emosi pun mulai mengelurkan pakaiannya dari dalam lemari dan memasukkan nya kedalam koper, Adrian yang melihat hal itu pun berusaha mencegah nya
"Sayang kamu mau kemana? tolong jangan seperti ini, kita bicarakan dulu baik-baik" pinta Adrian mencegah Malika
"Mas, Lika butuh waktu buat berpikir dan kalau kita bersama bawaannya Lika jengkel terus. mendingan sekarang Lika nginep di rumah ayah dan mas di sini aja buat introspeksi diri" ucap Malika yang lanjut berkemas
"Oke kalau itu mau Lika, tapi mas anter ya" bujuk Adrian
"Terserah" ucap Malika dengan kata pamungkas andalan para wanita setelah ia selesai memasukkan semua pakaian yang diperlukan
"Oke kamu tunggu di sini dulu ya sayang, sebentar aja mas mandi dan ganti pakaian habis itu kita langsung kerumah ayah" ucap Adrian yang mencoba membujuk Malika untuk duduk di kasur menunggu sampai Adrian selesai
"Jangan lama-lama" ketus Malika lalu Adrian pun segera masuk untuk mandi setelah itu berganti pakaian di ruang ganti
"Ya Allah, kenapa semua nya jadi begini?" gumam Malika
"Maafin mamah ya sayang, mamah bingung harus berbuat apa?" ucap Malika sambil mengelus perut nya yang belum buncit itu dan butiran air mata pun kembali membasahi pipi nya
Sedih rasanya bagi Malika, ia yang seharus nya tengah berhasil memberi surprise kepada Adrian dan merasakan kebahagiaan seperti calon orang tua pada umum nya kini hanya emosi dan kekecewaan yang ia dapatkan. saat ini Malika pun berniat untuk tidak memberitahu tentang kehamilannya pada Adrian, yang terpenting ia akan berusaha selalu menjaga calon bayi yang berada di rahim nya kini hingga terlahir dengan selamat.
ππ
Adrian pun akhirnya mengantar Malika kerumah sang mertua, tidak lupa juga mereka membawa oleh-oleh yang akan di berikan kepada seluruh anggota keluarga, sahabat, sekertaris dan para pekerja rumah tangga. selama di perjalanan Malika hanya diam dan memilih memalingkan wajah ke arah jendela, sebenarnya ia ingin pulang sendiri ke rumah sang ayah namun ia tidak ingin keluarga nya curiga dan menanyakan keberadaan Adrian sedangkan mereka baru saja pulang bulan madu. Malika pun mencoba berpikir jernih ia memilih di antar pulang pun agar orang lain terutama pelakor itu tidak merasa menang dan berbicara seenak nya, ia tetap harus memperlihatkan bahwa pernikahan nya baik-baik saja karna masih ada kepercayaan dalam hati nya untuk Adrian walau pun sedikit.
Masih banyak di luar sana para wanita yang hebat, yang bisa menahan sakit yang lebih dari yang saat ini ia rasakan. ia pun berusaha mencoba berpikir jernih karna ada kemungkinan bahwa anak itu bukan lah benih dari Adrian, semua nya belum pasti hanya Sheila lah yang mengatakan nya tanpa di barengi dengan bukti yang jelas kalau pun wanita itu bersikeras maka Adrian pun pasti tidak akan tinggal diam dan akan menuntut tes DNA karna itu adalah salah satu menunjukkan kebenaran yang sesungguh nya
"Sayang" panggilan Adrian membuyarkan lamunan Malika
"Mas minta waktu ya untuk menyelesaikan ini semua, dan mas mohon selama Lika berada di rumah ayah jangan dengarkan dan pikirkan hal-hal buruk tentang mas dan rumah tangga kita. mungkin ini adalah ujian yang Allah berikan buat kita, tapi mas yakin kita pasti bisa mengatasi semua nya. apa pun dan bagaimana pun masalah yang akan kita hadapi kedepan nya mas ingin selalu berada dan berjuang bersama Malika" ucap Adrian sambil mengecup tangan Malika lalu memeluknya erat dan mengecup kening nya, tanpa Malika sadari ternyata mereka sudah berada di depan kediaman Adhitama
"Iya mas, Malika akan coba" jawab Malika setelah Adrian melepaskan pelukannya
"Untuk sementara kita tutupi masalah ini semua dari seluruh keluarga terutama papah dan ayah ya sayang, mas janji akan berusaha menyelesaikan semua nya dengan segera. mas akan buktikan kalau mas tidak bersalah, jadi Lika tetap bersabar ya sayang" pinta Adrian yang di setujui Malika, karna untuk sekarang Malika pun tidak berniat memberitahukan Masalah ini kepada keluarga nya terutama sang ayah yang pasti akan khawatir dan emosi saat mengetahui nya
"Iya mas" jawab nya singkat
"Terimakasih sayang, sudah mau memberi kepercayaan kepada mas" ucap Adrian lalu mereka pun turun dari mobil dan Malika masuk kedalam rumah sedangkan Adrian mengambil koper dan oleh-oleh untuk seluruh keluarga Adhitama menyisakan oleh-oleh untuk keluarga nya dan para sekertaris di dalam mobil nya
βοΈβοΈβοΈ
"Waalaikum salam" jawab serentak seluruh penghuni rumah, nampak sang ayah yang sedang membaca koran di ruang tamu ditemani Ashya yang sedang tiduran di sofa sambil memainkan handphone nya. sedangkan kedua bibi asisten rumah tangga mereka sedang menyiapkan masakan, karna sebentar lagi memang waktu nya makan siang.
"Horee, kak Lika udah pulang. oleh-oleh nya mana kak?" pinta Ashya yang langsung bangun ketika mendengar suara sang kakak datang
"Husst, kamu ini belum apa-apa udah nanya oleh-oleh" omel pak Tama yang membuat Ashya cemberut
"Nggak apa-apa yah, nggak aneh Ashya kan emang begitu orang nya" ucap Malika yang membuat sang ayah pun tertawa
"Kapan kamu sampai di Indonesia sayang?" tanya sang ayah ketika Malika menyalami tangan nya dan mereka pun berpelukan melepas kangen karna dua minggu tidak bertemu
"Semalam yah, karna capek dan jarak bandara lebih dekat ke apartemen mas Adrian jadi kami menginap di sana. maaf yah karna ingin memberi kejutan jadi kami sengaja tidak mengabari seluruh keluarga" jawab Lika
"Alhamdulillah kalau gitu, tadi nya ayah sempet khawatir karena kalian belum juga memberi kabar kepulangan tapi ayah bersyukur kalian sudah sampai dengan selamat ayah juga sudah sangat senang" ucap syukur sang ayah karna melihat anak nya baik-baik saja
"Oh iya mana suami mu ka? kamu ke sini sendirian?" tanya sang ayah celingukan yang baru menyadari ketidak hadiran menantu nya itu
"Nggak yah, mas Adrian ikut kok lagi mengambil barang-barang dimobil. Oh iya Lika mau minta izin untuk sementara akan tinggal di sini karna mas Adrian akan jarang pulang karna harus bolak-balik mengurus perusahaan di Bandung" ucap Malika berbohong demi menutupi masalah yang tengah di hadapi nya, Adrian yang tiba-tiba masuk pun mendengar semua perkataan Malika barusan
"Assalamualaikum, yah" Adrian mengucap salam kepada sang mertua dan ia pun langsung menyalami tangan pak Tama setelah menaruh koper serta oleh-oleh yang ia bawa
"Waalaikum salam, panjang umur pas banget lagi di omongin. tadi nya ayah kira Adri nggak ikut ke sini" ucap sang mertua
"Ikut donk yah, masa istri Adri pulang sendiri. kan kasian takut ada yang nakalin" ucap Adrian mencoba melawak
"Hahahaa, kamu bisa aja Dri" ucap sang mertua dan merangkul Adrian mengajak nya untuk duduk dan ngobrol-ngobrol sambil minum kopi
"Hadehh, ayah kebiasaan deh kalau udah ada mas Adri lupa sama anak-anak nya" sindir Ashya yang membuat semua nya pun tertawa, Ashya memang tahu banget karna sang ayah kepingin punya anak laki-laki sejak dulu. namun karna sang ibu telah tiada dan pak Tama pun enggan untuk menikah lagi maka hal itu pun tidak pernah terpenuhi, jadi jika ada Adrian pasti sang ayah akan betah berlama-lama ngobrol dengan nya terlebih Adrian memang tipe orang yang nyambung dan supel jika diajak bicara terutama mengenai perusahaan dan bisnis yang ia pelajari
"Jangan cemburu gitu donk Shya, itu ada oleh-oleh buat kamu, ayah dan semua yang ada dirumah ini. tolong kamu bagi-bagi kan ya" ucap Adrian meminta bantuan
"Nah gitu donk kak Adrian kakak ipar Ashya yang baik hati dan tidak sombong" puji Ashya seperti penjilat setelah mendapat oleh-oleh
"Satu lagi jangan lupa, rajin menabung" ucap Adrian menimpali ucapan Ashya dan membuat mereka pun tertawa
"Ngomong-ngomong yang mana punya Lika, yang mana punya ayah nih kak? terus buat bibi dan yang lainnya juga yang mana?" cerocos Malika
"Duh bawel banget nih anak, maka nya lihat baik-baik itu udah ada nama nya masing-masing keles" ucap Malika kesal mendengar ocehan adik nya itu yang tak mau berhenti
"Ya maaf, habis tulisan nya kecil-kecil jadi Ashya kan nggak ngeh kak. ini pasti tulisan kak Malika nih kecil-kecil banget kaya cacing kepanasan" ledek Ashya
"Bawel loe, masih mending gue beliin. sini kalau nggak mau gue ambil lagi" ucap Malika yang hendak mengambil bingkisan oleh-oleh tertera nama Ashya itu
"Et et, barang yang sudah diberikan tidak boleh di ambi lagi. inget, emang kak Malika mau borok sikutan?" ancam Ashya yang menakut-nakuti Malika dengan mitos yang sudah kadung turun temurun di negri kita ini
"Bilang aja emang loe mau kan, pake sok sok an ngancem gue lagi. maka nya kalau di kasih sesuatu sama orang tuh bersyukur dan berterimakasih, ini bisa nya malah ngomentarin doang" ucap Malika sambil menjewer telinga Ashya
"Aduh aduh aduh,, Iya iya makasih kakak ku tersayang. makasih juga ya kakak ipar ku kak Adrian" ucap Ashya dengan bergaya seperti abdi istana memberi hormat kepada tuan raja dan ratu nya
"Udah telat kali" ucap Malika yang membuat ayah dan Adrian pun tertawa melihat tingkah mereka berdua
"Astagfirullah, Bener-bener ya kalian kalau udah ketemu selalu ada aja yang jadi bahan pertengkaran" ucap sang ayah yang menghela nafas dan Adrian pun hanya tersenyum melihat tingkah Malika yang mengomeli sang adik ia pun berharap dengan bercanda dan berada dengan keluarga nya sekarang Malika bisa sedikit melupakan rasa sakit nya
"Ya sudah kalau gitu Lika ke atas ya yah, mau istirahat sebentar" ucap Malika dan melangkahkan kaki nya menaiki tangga menuju ke atas lalu masuk ke dalam kamar nya, lalu ia memilih berbaring di kasur yang sudah ia rindukan selama pergi berbulan madu dan tanpa terasa ia pun tertidur lelap..
- BERSAMBUNG -
πΉ Hai para readers jangan lupa untuk like/vote dan komen bijak nya ya, Terimakasih atas dukungan dan komentar-komentar yang sudah kalian berikan kepada author. semoga kedepan nya novel The ceo's wedding secret ini bisa lebih baik dan bisa di nikmati banyak orang,aamiin.. thanks you allπ