The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 15 - MENCERITAKAN SEMUA



"Waktu adalah obat yang mujarab dan bisa meredam segala macam amarah, sehingga ketika seseorang marah berilah ia waktu untuk meredam segala emosinya kemudian penjelasan yang diberikan akan bisa dicernanya dengan baik"


🌺Happy Reading🌺


Setiap hari menjadi hari yang sangat sibuk buat Adrian dan Malika, karna cuti yang kemarin mereka ambil menjadikan banyaknya kerjaan yang menumpuk dan harus segera mereka selesaikan. Setiap hari Adrian pun harus menghadiri rapat dua sampai tiga kali bersama klien nya, sedangkan Malika harus menyelesaikan laporan-laporan keuangan yang sekarang sudah ia selesaikan dengan baik dan telah diserahkan kepada pak Hadi selaku atasannya itu.


Ketika sore pun datang seluruh karyawan mulai pergi meninggalkan pekerjaan dan kembali pulang ke rumah masing-masing, begitu pun dengan Malika yang tengah melakukan motor matic kesayangannya menyusuri jalanan kota dengan hiruk pikuknya. Hampir setengah jam ia pun sampai di gerbang besar perumahan yang dihuni nya, ketika memasuki gerbang ini para penghuni merasa berada ditempat yang berbeda dan membuat mereka selalu merasa nyaman juga tentram dengan banyaknya pepohonan rindang, luasnya taman bermain dan anehnya masih ada sawah didalam perumahan yang sengaja tetap dijaga sehingga membuat sejuk mata memandang.


Perumahan ini adalah salah satu hasil rancangan pak Adhitama ayah Malika sendiri, dan taman ini pun hasil kerja kerasnya yang diberi nama Taman Impian karna konsep alam benar-benar terasa dan kebanyakan para penghuni perumahan ini pun merasa mereka pulang ke kampung halaman seperti impian kebanyakan orang yang setelah seharian beraktivitas. padahal perumahan ini masih berada di kota Jakarta yang terkenal dengan kesibukan dan padatnya kendaraan setiap harinya.


Malika pun berhenti sejenak disebuah taman, ia memarkirkan motornya ditepi jalan dan duduk di bangku taman sambil melihat ibu-ibu yang mengajak buah hatinya bermain sepeda, bermain bola bahkan ada yang sambil menyuapi sang anak sambil menunggu sang ayah pulang. Taman ini memang dibuka untuk umum dengan waktu yang ditentukan pastinya, sehingga banyak juga orang-orang dari perumahan lain yang datang untuk sekedar menikmati pemandangan alam atau bermain bersama anak-anak ditaman yang luas ini. beberapa pedagang pun banyak terlihat mengais rezekynya disini, mereka berjejer rapi sesuai dengan konsep yang telah dibuat sang ayah demi menjaga kelestarian alam sekitar.


Malika yang tengah menikmati pemandangan sambil menyeruput es kelapa muda yang dipesannya pun terkejut melihat kedatangan Adrian yang berada dibelakangnya entah sejak kapan


"Eh m-mas Adrian, mau beli es kelapa juga ya mas?" tanya Malika kikuk


"Kebetulan aku tadi lewat dan melihat kamu yang sedang senyum-senyum sendiri, karna penasaran jadi aku samperin deh" jawab Adrian


"Oh itu Lika lagi lihat ibu-ibu yang seru bermain sama anak nya yang lucu banget tingkah mereka, karna kebetulan baru pulang kerja dan kayak nya seger banget minum es kelapa jadi pengen duduk sebentar disini mas. Tapi ini juga Lika udah mau pulang" ucap malika sambil berdiri berniat kembali pulang


"Oh jadi kamu lagi lihatin ibu-ibu maen sama anaknya"


"Sabar ya sebentar lagi kita juga akan seperti mereka loh, punya anak dan kamu bisa ajak main ditaman ini sepuasnya" bisik Adrian yang seketika membuat rona merah diwajah Malika


"Kebiasaan deh mas Adrian, godain aku terus" Ucap Malika sambil tertunduk malu


"Emang benerkan sebentar lagi kita akan menikah, emangnya kamu enggak mau buru-buru punya anak ya?" tanya Adrian


"Eh emmm bukannya begitu mas, aku suka sekali dengan anak kecil tapi kalau masalah punya anak gimana dikasihnya aja" ucap Malika gugup


"Yang penting jangan ditunda ya" goda Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya yang sukses membuat wajah Malika kembali merona


"Mm maksud nya mas?" tanya Malika bingung


"Maksudnya nanti malam aku kerumah kamu, ingin bicara dengan om Tama masalah persiapan pernikahan kita. Jangan lupa tunggu aku ya sayang" ucap Adrian tersenyum sambil berlalu melambaikan tangannya dan melajukan mobil pulang ke rumah meninggalkan Malika dengan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus itu. lalu Malika pun buru-buru pulang dan memberitahukan sang ayah bahwa Adrian akan datang kerumah malam ini.


🍁🍁🍁


"Assalamualaikum, bi Sumi apa Ayah sudah pulang?" tanya Malika kepada asisten rumah tangganya itu yang sedang berada di dapur


"Waalaikum salam, ada non tadi tuan baru pulang langsung masuk ke kamar mungkin sedang mandi" jawab bi Sumi


"Oh iya tolong bibi siapkan makan malam yang lebih banyak ya, nanti mas Adrian akan datang kesini dan kemungkinan juga akan makan malam bersama. Terimakasih ya bi" ucap Malika


"Baik non Malika" jawab bi sumi


"Ayah lagi sibuk?" tanya Malika


"Tidak sayang, hanya memeriksa email yang dikirimkan mas Andre saja. emangnya ada apa Lika?" pak Tama balik bertanya


"Tadi sepulang kerja Lika mampir sebentar di taman impian dan bertemu mas Adrian, dan mas Adrian bilang malam ini akan kerumah untuk membicarakan pernikahan kami yah" ucap Malika serius


"Bagus lah kalau begitu, berarti Adrian benar-benar menepati janjinya untuk menikahi Lika dan mengurus semua keperluan pernikahan kalian" ucap pak Tama


"Kira-kira nanti Lika ingin konsep pernikahan seperti apa?" tanya sang ayah


"Lika inginnya sederhana aja yah, nggak usah terlalu mewah yang penting sakral dan penuh kebahagiaan karna momen berkumpulnya dengan seluruh keluarga lebih terasa" jawab Malika antusias


"Tapi keluarga Adrian itu terpandang lika, tidak mungkin juga hanya dihadiri keluarga saja pasti banyak kolega yang akan diundang. Dan ayah pun pasti akan mengundang kolega-kolega ayah. Terlebih lagi ini seperti menjadi keterikatan antara perusahaan ayah dan perusahaan paman Permana yang sekarang dipimpin Adrian calon suami mu, dan pasti media pun akan meliputnya" sang ayah menjelaskan


"Kalau begitu gimana baiknya aja deh buat ayah dan mas Adrian" jawab Malika dengan nada sedikit kecewa dan menuju dapur meninggalkan sang ayah yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karna merasa sang anak masih manja dan belum mengerti maksudnya


Ucapan salam dan ketukkan pintu pun mengusik Malika yang tengah sibuk menata piring dan gelas di meja makan, ia pun menjawab salam dan membukakan pintu.


"Waalaikum salam, Iya sebentar" ucap Malika


Dan ternyata tamu yang ditunggu pun telah datang, Adrian yang datang bersama yang papah dengan gaya santai nya memakai kaos panjang berwarna maroon dan celana jeans hitam menambah aura gantengnya semakin terpancar. sedangkan malam ini Malika menggunakan baju terusan panjang di bawah lutut berlengan pendek berwarna maroon juga dengan aksen pita pada bagian depan.


"Wah wah wah,, kalian janjian pake baju couple ya?" goda pak Permana melihat keterkejutan Malika dan Adrian yang sama-sama menggunakan baju berwarna maroon


"Ini bukan couple pah, warna nya aja yang sama. itu tanda nya kami memang punya ikatan batin, ya kan Malika?" kali ini Adrian yang menggoda Malika, dan alhasil ucapan papah dan anak itu membuat wajah Malika seketika merona dan ia pun menundukkan wajahnya karena malu.


"Silahkan masuk Paman, Ayah ada diruang kerja" ucap Malika masih malu-malu


"Aku nggak di suruh masuk nih? kok papah doang yang di sebut?" ucap Adrian yang masih senang menggoda Malika


"Silahkan masuk mas Adrian" ucap Malika memaksa tersenyum dengan penuh tekanan pada kata-kata nya karna mulai merasa kesal selalu digoda Adrian


"Terimakasih Lika" ucap Adrian yang tersenyum geli melihat tingkah Malika saat ini dan sang papah pun hanya tersenyum dan geleng-geleng melihat kelakuan anaknya yang senang sekali menggoda calon menantunya itu. lalu Malika pun mempersilahkan paman Permana dan Adrian duduk diruang tamu lalu ia menuju ruang kerja sang ayah untuk memberitahu bahwa tamu yang ditunggu sudah datang.


"Tok tok tok, yah Paman Permana dan mas Adrian sudah datang" ucap Malika dari balik pintu


"Iya Malika, ayah akan segera keluar" jawab sang ayah dari dalam ruang kerja,kemudian pak Tama pun segera menonaktifkan laptopnya serta membereskan semua laporan yang tadi diperiksanya dan memasukkannya kedalam laci lalu menguncinya. ia pun bergegas keluar ruangan dan menuju keruang tamu tempat dimana Permana dan Adrian menunggunya.


- BERSAMBUNG -


🌹Hai para readers, mohon maaf beberapa hari lalu author tidak sempat update. karna berhubung author pun seorang ibu dua anak yang merangkap juga menjadi guru TK dan sekarang akan memasuki semester ganjil, jadi author disibukkan dengan persiapan ujian untuk anak-anak. mohon para readers yang baik bisa mengerti dengan situasi author saat ini ya.


Terimakasih untuk selalu setia menunggu kelanjutan cerita antara Malika dan Adrian, dan jangan lupa untuk selalu like/vote dan komen bijaknya yang menjadi semangat author menulis kelanjutan novel the Ceo's wedding secret ini.. thank you all💐