
Konten dewasaπ
"Ketika kita bekerja dengan sungguh-sungguh serta tanpa mengeluh, sudah pasti akan membuahkan hasil yang membahagiakan. tapi jika kita bekerja semau nya dan malas-malasan maka pemecatan lah yang kita dapatkan"
πΊ Happy Reading πΊ
Hari senin adalah hari yang super sibuk bagi para pekerja, hari pertama yang membuat semua nya terasa terburu-buru dan serba panik jika ada hal yang kita lupakan. hari pertama di setiap Minggu yang membuat kita semua seperti serba salah, termasuk Jun dan Jay yang nampak tergesa-gesa berlari dari parkiran perusahaan Surya Permana grup menuju lobby utama tempat dimana resepsionis berada
"Maaf mba, nama saya Jayadi dan ini teman saya nama nya Junaidi kami datang kesini karena perintah mas eh pak Adrian maksud saya" ucap Jay yang sempat bingung harus ngomong apa pada mbak-mbak resepsionis itu
"Baik, mohon tunggu sebentar" ucap seorang resepsionis berparas cantik dengan rambut di sanggul ke belakang seperti menghubungi seseorang lewat sambungan telpon kantor dan berbicara sebentar dengan seseorang di balik telpon nya itu kemudian ia pun menyelesaikan percakapan nya
"Silahkan mas berdua ke lantai delapan belas melalui lift disana, dan nanti anda akan bertemu pak Pram yang sudah menunggu di atas" ucap sang resepsionis itu
"Baik, terimakasih banyak ya mbak" ucap Jun dan Jay senang lalu mereka pun menuju lift untuk naik ke lantai delapan belas sesuai arahan dari resepsionis tadi
Setelah menaiki lift dan sampai di lantai yang di tuju mereka berdua pun segera masuk ke sebuah ruangan yang sangat besar memang sengaja dikhususkan untuk ruangan CEO, sekertaris dan asisten pribadi saja dan benar saja disana Pram telah menunggu mereka
"Selamat pagi mas Pram" ucap kedua nya sambil bergantian menyalami tangan pram
"Pagi juga Jay dan Jun, sekarang kalian ikuti saya menemui mas Adrian" ucap Pram
"Oh ya ngomong-ngomong tumben kalian tepat waktu?" tanya Pram
"Iya mas, kami sengaja bangun pagi-pagi sekali karna saking semangat nya untuk kerja" jawab Jun dan hanya di jawab anggukkan oleh Pram
Lalu Pram pun mengajak Jay dan Jun ke ruangan Adrian, sebenarnya penerimaan karyawan tidak ada hubungannya dengan CEO dan seharusnya kebagian HRD. Tapi karna ada yang ingin di sampaikan Adrian jadi Pram pun mengajak mereka terlebih dahulu menemui nya, nampak Jun dan Jay yang takjub melihat ruangan yang besar dan di isi oleh barang-barang yang pastinya sangat mahal dan mereka merasa tidak akan sanggup membeli nya. nampak seorang wanita yang di sedang sibuk mengecek dokumen di meja nya yang berada persis di depan ruangan Adrian, yang bernama Lisa sekertaris pak Permana dulu yang kini menjadi sekertaris Adrian
"Tok tok tok, mas Adrian. mereka sudah datang" ucap Pram meminta izin untuk masuk
"Silahkan masuk Pram" jawab Adrian dari dalam ruangan nya
Lalu mereka bertiga pun masuk ke ruangan Adrian, Jay dan Jun pun semakin terpukau melihat ruangan Adrian yang luas, bersih, dan sangat mewah itu
"Selamat datang Jay dan Jun, kalian tidak tersesat kan datang ke sini?" tanya Adrian yang melihat nafas kedua nya seperti terengah-engah lalu mengulurkan tangan nya
"Alhamdulillah, tidak mas Adrian. malah sangat gampang mencari nya di aplikasi pencarian lokasi saking terkenal dan besar nya perusahaan mas ini" puji Jay sambil bergantian menjabat tangan Adrian
"Bisa aja kamu Jay, saya kira kalian tersesat sebab nafas kalian seperti orang sehabis berlari maraton. silahkan duduk" ucap Adrian yang mengajak kedua nya untuk duduk di sofa sedangkan Pram hanya berdiri di belakang Adrian
"Oh itu tadi kami lari dari parkiran sampai ke lobby utama mas, karna takut terlambat" ucap Jun yang kini nafas mereka sudah mulai normal kembali dan Adrian serta Pram tertawa mendengar nya
"Oh pantes saja kalian tadi datang sampai dengan terengah-engah begitu" ucap Pram yang membuat kedua nya pun tersipu malu
"Baiklah kalau gitu, saya akan menempatkan kalian di kantor cabang yang tidak terlalu jauh dari rumah kalian. dan apa bila Pram memerintahkan kalian untuk kembali mencari informasi maka kalian bisa cuti bekerja" ucap Adrian
"Baik mas, tapi kalau mencari informasi kami nggak perlu cuti kerja kan bisa kami lakukan sepulang kerja mas kecuali mendesak baru kami putuskan untuk cuti" usul Jun yang sepemikiran dengan Jay
"Iya benar mas, kami bisa kok melakukan nya setelah pulang kerja" timpal Jay
"Baiklah kalau kalian menginginkan seperti itu, oh iya kalau gitu kalian akan ditempatkan gudang induk saja bagian pemasaran ke gudang-gudang cabang sehingga kalian bisa sekalian jalan jika nanti saya membutuhkan informasi" ucap Adrian yang akhirnya menetapkan pekerjaan untuk Jay dan Jun
"Terimakasih banyak atas kebaikan mas Adrian, pekerjaan apa pun yang mas berikan inshaallah akan kami lakukan dengan sebaik-baiknya. terlebih istri saya yang sangat senang suami nya bisa bekerja di perusahaan besar ini berkat kebaikan mas Adrian dan mas Pram" ucap Jun semangat
"Jangan sungkan seperti itu, kalian memang orang-orang yang pantas mendapatkan nya dan saya hanya ingin melihat kalian bekerja dengan sungguh-sungguh serta tidak mengecewakan kami termasuk keluarga kalian di rumah" ucap Adrian
"Baik mas" jawab Jay dan Jun kompak
"Saya rasa sudah cukup pembicaraan kita ini, sekarang kalian boleh datang ke kantor cabang tempat dimana kalian besok akan bekerja. Biar nanti Pram yang akan menunjukkan jalan nya" Adrian pun memerintahkan Pram untuk mengantar mereka
"Maaf mas Adrian kami tidak ingin merepotkan mas Pram, kasih kami alamat nya saja mas nanti biar kami yang kesana mencari nya sesuai alamat yang diberikan" ucap Jay sungkan
"Nggak perlu bertele-tele, ayo cepat kalian mau kerja apa tidak. mas Adrian saya pamit mengantar mereka" ucap Pram yang langsung berjalan keluar ruangan Adrian dan buru-buru mereka pun mengikuti Pram setelah menyalami tangan Adrian namun belum sampai Pram membuka pintu tiba-tiba sebuah ketukkan pintu terdengar
"Tok tok tok, Mas" ucap suara dari balik pintu dan Adrian yang telah hafal pun segera bangkit dan membukakan pintu nya, setelah pintu di buka Malika kaget karena banyak sekali orang yang berada di depan pintu ruangan Adrian
"Maaf Lika ganggu ya mas? ini file yang mas minta" ucap Malika sungkan karna ia mengira jika Adrian sedang bertemu tamu penting
"Tidak sayang, mereka calon karyawan baru di bagian cabang kita dan kebetulan sekarang akan menuju ke sana di temani Pram" ucap Adrian yang mengetahui Malika merasa tak enak mengaggu nya dan Malika pun mengangguk tanda mengerti
"Oh iya Jay dan Jun perkenalkan ini istri saya, nama nya Malika yang kebetulan bekerja di sini juga" ucap Adrian lalu Jay dan Jun pun memperkenalkan nama mereka masing-masing namun saat hendak menjabat tangan Malika Adrian pun refleks menampik nya dan menggenggam tangan Malika
"Mendingan sekarang kalian buruan ke kantor cabang, nanti keburu kesiangan" ucap Adrian mengalihkan perhatian, Pram yang sudah hafal betul dengan karakter Adrian akhirnya segera mengajak Jay dan Jun pergi ke lobby utama menggunakan lift sedangkan Adrian membawa Malika yang sempat bingung dengan kelakuan nya masuk kedalam keruangan
Saat Pram beserta Jay dan Jun berada di dalam lift, ia akhirnya menjelaskan kebingungan yang baru saja terjadi
"Oh gitu" ucap mereka kompak tanda mengerti
πππ
"Mas, kenapa sih barusan kok sikap mas begitu banget?" tanya Malika penasaran setelah duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Adrian
"Kenapa apa nya sih sayang?" tanya Adrian pura-pura tidak mengerti yang tengah mengambilkan minum di kulkas
"Itu tadi pas mereka ingin menjabat tangan kenapa mas malah menampik dan menggenggam tangan Lika?" protes Malika
"Oh itu" Adrian pun membawakan Malika sekotak susu ibu hamil dingin dan sekaleng minuman ion penyegar
"Ini di minum dulu sayang" Adrian menyodorkan sekotak susu ibu hamil itu kepada sang istri
"Mas cemburu ya?" tanya Malika menebak isi hati Adrian
"Nggak kok sayang" Adrian berpura-pura
"Masa sih? terus kenapa tadi sikap nya tiba-tiba kayak gitu?" Malika kembali mencecar Adrian karna ia merasa jika sang suami menyembunyikan sesuatu
"Mas nggak cemburu, cuma nggak suka aja kalau tangan istri mas ini di pegang laki-laki lain" ucap Adrian sambil menggenggam dan mencium tangan kanan sang istri yang sukses membuat Malika merona
"Tapi kan jadi nya nggak enak mas sama kedua orang tadi" eluh Malika yang memang tipe orang yang tidak enakkan
"Nggak apa-apa sayang, pasti nanti Pram juga menjelaskan ke mereka kok" ucap Adrian yang tiba-tiba memeluk Malika
"Terus kenapa mas tiba-tiba nyuruh Lika yang nganterin file? biasa nya juga kan pak Anton yang langsung mengantarkannya" tanya Malika yang aneh tiba-tiba sang atasan bagian keuangan menyuruhnya mengantarkan file ke ruangan Adrian
"Mas sengaja agar Lika dateng ke sini, lagian punya suami CEO tapi nggak pernah ke ruangan nya kecuali di suruh atasan" kali ini Adrian yang protes
"Sayang kan Lika udah bilang, di sini kan kita sebagai atasan dan bawahan jadi Lika hanya bersikap profesional aja. lagian kerjaan Lika dan mas Adrian kan sama-sama banyak jadi nggak mungkinkan juga kita mesra-mesraan di kantor" ucap Malika
"Kata siapa nggak bisa?" tanya Adrian menggoda Malika dengan mengernyitkan sebelah mata nya
"Maksud nya mas?" Malika merasa aneh dengan kelakuan sang suami yang tiba-tiba membuatnya bergidik
"Sebentar ya" ucap Adrian lalu keluar ruangan memberi tahu Lisa agar tidak ada yang menggangu nya
"Lisa, kalau ada yang mencari atau ingin masuk bertemu saya tolong bilang saya sedang ada tamu penting dan tidak bisa di gangu sampai jam makan siang nanti ya" pesan Adrian kepada sang sekertaris
"Baik pak" ucap Lisa yang paham betul apa yang akan dilakukan atasan nya itu lalu Adrian pun kembali ke dalam ruangan nya
"Huft, paling juga si bos pengen mesra-mesraan di dalam tuh sama istri nya" gumam Lisa
"Sini ikut mas" ucap Adrian yang sebelumnya telah mengunci pintu ruangannya lalu mengajak sang istri ke dalam kamar khusus yang berada di dalam ruangan nya itu
"Mau ngapain mas?" tanya Malika curiga
"Udah ikut aja, pasti Lika suka deh" ucap Adrian menarik tangan sang istri untuk mengikuti nya, Malika pun hanya bisa menurut memasuki kamar khusus tempat Adrian beristirahat atau sekedar melepas penat saat lelah di kantor. lalu Adrian pun membawa Malika untuk duduk di sebuah kasur berukurang king size sama besar serta tipe nya dengan kasur yang berada di apartemen mereka dan ternyata merupakan kasur favorit Adrian
Kini mereka duduk saling berhadapan, manik mata Adrian pun menatap intens ke mata Malika yang masih merasa kan canggung saat berhadapan dengan suami nya itu. Malika pun mencoba mengalihkan pandangan nya dengan melihat ke arah lain namun tangan Adrian menuntun wajah nya untuk tetap melihat ke arah nya
"Mas kangen Lika" ucap Adrian yang membuat Malika pun terkejut mendengar nya pasal nya mereka kan hampir dua minggu sudah kembali tinggal bersama, bagaimana bisa Adrian mengucap kangen seperti tak bertemu lama dengan nya
"Ih mas bercanda deh, nggak lucu tau" ucap Malika yang benar-benar aneh melihat kelakuan suami nya itu
"Beneran sayang, mas ngerasa tiba-tiba kangen banget sama Lika maka nya mas suruh pak Anton agar Lika yang nganterin file nya ke sini" ucap Adrian dengan wajah serius dan tidak bercanda
Tiba-tiba Adrian pun mencium bibir Malika perlahan dengan lembut dan penuh kehangatan, cukup lama namun Malika pun membalas ciuman Adrian yang berubah menjadi beringas dan nafsu yang tidak dapat terelakkan
"Boleh ya?" tanya Adrian menatap ke tubuh Malika setelah pagutan kedua nya terlepas karna nafas mereka yang sudah terengah-engah dan Malika pun hanya mengangguk malu menandakan setuju untuk melanjutkan ke arah yang lebih panas lagi
Tanpa aba-aba Adrian pun melepaskan jas dan kemeja nya lalu melemparkannya ke sembarang arah kemudian kembali mencium Malika dengan penuh nafsu, sedangkan tangan nya mulai melucuti blazer dan kemeja bahkan celana bahan yang dipakai sang istri hingga menyisakan lingerie yang membalut tubuh Malika. Adrian yang melihat nya pun semakin tergoda dan membuka celana panjang nya hingga kini tubuh nya polos tanpa sehelai benang pun, Malika pun hanya bisa pasrah saat sang suami mencium dan mencumbu seluruh tubuh nya inci demi inci tanpa terlewat sedikit pun hingga mereka melakukan kegiatan pagi yang panas di dalam sebuah kamar khusus yang berada didalam ruangan Adrian.
"Jangan di tahan sayang, disini kedap suara" ucap Adrian yang tahu jika Malika berusaha menahan mati-matian desahan nya karna ia takut akan di dengar oleh sekertaris Adrian, tapi berbeda dengan Adrian yang nampak biasa dan menikmati semua nya. Malika pun akhirnya tak dapat menahan suara nya dan kamar khusus itu pun di penuhi desahan- desahan nikmat dari kedua nya yang sama-sama tengah dimabuk asmara dan melupakan semua pekerja yang ada..
-BERSAMBUNG-
πΉ Terimakasih bagi para readers yang sudah bersabar menunggu kelanjutan novel The ceo's wedding secret ini, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan jadwal update author yang memang dari awal sudah author beri tahu jika tidak bisa update setiap hari karna beberapa kesibukkan yang author jalani selain sebagai penulis novel.
Author tidak bisa meminta para reader untuk selalu menyukai novel ini, karna karakter dan sifat setiap orang kan berbeda-beda. terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mau mengerti dan memahami beberapa faktor yang author sebutkan tadi karna sejati nya author pun selalu mencoba untuk memberikan hasil terbaik melalui novel ini, sekali lagi terimakasih atas dukungan dan komen bijak para readers karna itu menjadi motivasi tersendiri buat author.. thanks you allπ