The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 37 - MALIKA DI CULIK



"Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan pemberian Tuhan, sebagian dari manusia pun ada yang memiliki hati iri dan dengki bahkan terobsesi untuk memiliki apa yang bukan menjadi hak nya dengan melakukan segala cara. maka dari itu berhati-hatilah dengan manusia seperti ini.."


๐ŸŒบ Happy Reading ๐ŸŒบ


Beberapa orang yang mendengar bi Sumi berteriak pun menghampiri dan bertanya bagaimana kejadiannya, namun mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa sebab mobil yang membawa Malika terdapat beberapa orang berbadan besar dan telah pergi entah kemana.


Ada sebuah mobil sedan BMW 7 series yang mengejar sebuah mobil Toyota Rush dengan kecepatan tinggi, mobil sedan itu dapat menyalip Rush tersebut di sebuah jalan perkampungan yang cukup sepi. akhirnya tiga orang penjahat yang menculik Malika pun keluar dari dalam mobil karna merasa sengaja dihalangi oleh pemilik sedan tersebut.


"Kurang ajar, siapa loe berani-berani ngalangin mobil gue?" ucap salah satu penjahat berbadan besar berambut gondrong itu


kemudian turun seorang laki-laki muda yang bertubuh tinggi dan berbadan atletis dari mobil BMW itu, kulitnya yang putih kecoklatan khas Indonesia sangat pas dengan wajah nya yang manis. ia memakai pakaian kasual dengan jaket denim sebagai pelengkap gayanya.


"Turunin cewek itu" ucap nya kepada para penjahat


"Enak aja, emang siapa loe nyuruh-nyuruh gue" ucap penjahat gondrong dengan dibarengi tawa mereka bertiga


"Dasar sampah masyarakat, nggak bisa ya loe semua nyari duit yang halal kasian kan anak istri loe dirumah?" sindir cowok tersebut


"Sial*n pake nyeramahin, gue abisin loe" dan para penjahat yang tersulut emosi nya pun mulai menyerang pemuda tersebut


Perkelahian disiang hari itu akhirnya tak terelakkan, beruntung pemuda yang bernama Joe itu bisa mengatasi serangan yang dilakukan oleh ketiga penjahat kepada nya. sehingga ia pun bisa menang dengan hanya menggunakan beberapa jurus saja.


Joe membalas serangan dengan meninju hidung, menendang perut bahkan tak segan mematahkan kaki sang penjahat jika mereka tidak meminta ampun padanya. karna ia yang seorang karate sudah mengerti betul bagian-bagian tubuh yang harus diserang, pelajaran baik terutama bagi yang sama sekali tidak bisa beladiri yaitu menyerang hidung, rahang, pangkal tenggorokan dan alat kelamin adalah cara cepat untuk melumpuhkan orang yang berusaha menjahati kita dimana pun berada.


Joe yang melihat Malika berada di dalam mobil tengah pingsan akibat obat bius para penjahat segera mengangkat dan memindahkannya ke dalam mobil lalu pergi melajukan mobil nya meninggalkan para penjahat yang sudah babak belur dihajar oleh nya, ketiga penjahat pun segera memasuki mobil lalu mengejar mobil Joe dan salah seorang dari mereka menghubungi dalang penculikan Malika.


"Halo bos, maaf kami gagal menculik Malika ada seorang pemuda yang tiba-tiba menghadang kami lalu membawa nya kabur" lapor penjahat berambut gondrong itu


"Dasar gobl*k, menculik seorang wanita aja kalian tidak becus. masa kalian bertiga bisa kalah melawan satu orang saja?" maki seseorang di balik telpon yang ternyata wanita


"Maaf bos, beladiri pemuda itu cukup tangguh dan kami bertiga bisa di kalahkan nya dengan mudah. sekarang kami sedang berusaha mengikuti nya bos" ucap sang penjahat


"Kalian ikuti terus mereka, dan jangan lupa ambil gambar yang menunjukkan kemesraan mereka berdua" ucap wanita tersebut


"Siap bos" jawab penjahat itu sebelum telponnya dimatikan oleh sang bos


"Sial, dasar preman-preman tol*l. menculik satu wanita aja nggak becus" maki wanita yang menjadi dalang penculikan Malika sambil membanting gelas yang berada diatas meja kerja nya dan ia pun kembali menyusun rencana baru bagaimana menghancurkan jalinan cinta antara Malika dan Adrian yang sudah lama mereka simpan.


๐Ÿ๐Ÿ


Adrian yang tengah berada di bandung pun sangat panik mendapat telpon dari bi Sumi bahwa Malika telah di culik yang kebetulan menghubungi nya melalui handphone Malika yang terjatuh saat di bawa penculik, lalu Adrian dan Pram memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta dan mencari keberadaan Malika.


"Pram, segera hubungi kak Chris dan minta agar ia segera mencari keberadaan Malika" ucap Adrian yang panik dan tak berbeda pula dengan keluarga Adhitama, ayah Malika yang mendapat kabar dari Adrian pun segera mencari keberadaan Malika bersama Andre sang sekertaris. pak Tama pun mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari dimana keberadaan putri sulung nya itu dan berharap Malika segera di temukan tanpa kurang sedikit pun.


Ashya yang mendengar dari bi Sumi pun mengajak Jihan serta untuk mencari sang kakak, sebelum berangkat bersama Ashya Jihan pun memberitahu sang mamah dan mereka sepakat untuk merahasiakan nya dari sang papah yang masih dalam masa pemulihan itu.


sedangkan Nadine merasa sangat bersalah, ia yakin jika ini adalah perbuatan Anthonius. karna hingga saat ini Anthonius belum bisa di temukan keberadaan nya dan masih dalam buronan polisi.


"Ya Tuhan, semoga Malika baik-baik saja" gumam Nadine kemudian ia pun menuju kamar untuk menemani suami nya yang tengah tertidur


"Ada apa mah?" tanya Permana yang merasa jika sang istri tengah gelisah


"N-nggak ada apa-apa pah, mamah cuma nggak enak badan aja. mungkin mamah masuk angin" ucap Nadine yang berbohong karena takut sang suami tahu dan berdampak pada kesehatan nya


"Ya sudah mamah istirahat aja, sini tidur bareng papah" ucap Permana menepuk kasur pertanda mengajak sang istri untuk tidur dan istirahat disamping nya


"Iya pah" jawab Nadine yang kemudian ikut berbaring di kasur namun mata nya tetap tak mau terpejam karna mengkhawatirkan menantu nya itu


Aina yang mendapat kabar dari Ashya lewat grup whatup yang memang beranggotakan mereka berempat pun ikut panik dan meminta izin dari kantor nya untuk pulang cepat, Aina pun berbohong pada pak Hadi dan rekan-rekannya bahwa ia ada urusan mendadak karna tidak ingin kehilangan Malika ini menjadi berita heboh di kantornya nanti. tanpa sadar ia pun menghubungi Alan dan meminta bantuannya untuk ikut mencari Malika, Alan yang kebetulan sedang senggang pun bersedia menemani Aina dan terlebih Malika adalah istri sahabatnya sendiri jadi ia merasa perlu membantu mencari nya juga.


"Halo mas Alan, maaf mas Aina bingung harus menghubungi siapa. Aina minta tolong mas bisa bantu Aina mencari Malika?" tanya Aina


"Iya nggak apa-apa Aina, memang ada apa dengan Malika?" Alan berbalik tanya karna bingung


"Astagfirullah, baik mas akan bantu mencari sekarang Aina share lokasi nanti mas jemput" ucap Alan yang kemudian keluar dari kantor nya dan melajukan mobil menjemput Aina


Folback Malika โฌ‡๏ธ


Malika pun akhirnya terbangun setelah Joe menempelkan obat angin ke hidung nya, ia pun kaget dan berteriak karena dalam ingatan nya ia tengah di culik oleh orang yang berpura-pura menanyakan alamat saat ia dan bi Sumi hendak pulang dari supermarket.


"Aaaaaaaaa, mau apa kamu?" teriak Malika sambil mundur dari tempat duduk nya dan refleks melihat seluruh pakaiannya yang ternyata masih utuh, karna ia teringat kejadian saat dirinya bangun dan berada di kamar Adrian dalam keadaan hampir tak berpakaian


"Hussttt,, berisik banget sih" ucap Joe sambil mengusap-usap telinga nya yang pengang karna teriakan Malika


"S-siapa kamu?" Malika memberanikan diri bertanya


"Gue Joe, masa loe nggak kenal gue?" ucap nya heran, Joe merupakan aktor film action yang terkenal serta di gilai banyak wanita terlebih ia pun baru pulang dari luar negri karna harus syuting film dengan para bintang Hollywood meskipun hanya sebagai pemeran pendukung saja bagi nya itu sudah pencapaian yang luar biasa


"Nggak penting mau loe siapa kek, terus ngapain loe bawa gue kesini?" tanya Malika emosi


"Bener-bener nih cewek ya nggak tau terimakasih"


"Gue yang udah bantuin loe lepas dari preman-preman yang mau nyulik loe tadi" jawab Joe yang ikut terbawa emosi dan membuat Malika terdiam mencoba mencerna perkataan Joe barusan, ia pun melihat sekeliling ruangan yang ternyata sangat mewah karna biasa nya di film-film penculik akan membawa korban nya ke gubuk atau ke rumah kosong.


"Ini apartemen gue, tadi gue bingung mau anterin loe kemana. soal nya gue nggak liat ada kartu identitas yang loe bawa" ucap Joe yang melihat kebingungan Malika saat memandangi sekeliling ruangan


"M-makasih, maaf tadi gue sempet salah paham" ucap Malika malu


"It's okey, lain kali perhatiin baik-baik. tampang gue yang keren kayak gini nggak mungkin kan seorang preman apa lagi penculik" ucap Joe dengan narsis nya yang membuat Malika terheran karna melihat ada orang senarsis Joe


"Nih minum, jangan bengong begitu melihat ketampanan gue" Joe menyodorkan minuman botol dingin yang ia ambil dari kulkas dan menyadarkan Malika dari keterheranan kena melihat kenarsisan Joe


"Hahh, nggak salah denger nih gue?" ucap Malika yang membuang pandangannya karna males melihat Joe namun tidak berani meminum air yang diberikan karena ia masih takut sebab baru mengenal nya


"Ayo gue anter loe pulang" ajak Joe lalu mengambil kunci mobil nya yang berada di atas nakas dan seketika Malika pun beranjak dari sofa dan mengikuti Joe keluar dari apartemen milik nya


Malika yang masih bingung dan canggung pun masih heran bagaimana bisa ia yang sedang di culik tiba-tiba bisa berada di rumah Joe, penjelasan Joe tadi masih belum meyakinkannya dan sesekali ia pun kembali menatap Joe yang serius menyetir.


"Alhamdulillah masih ketemu laki-laki baik yang mau nolong aku" gumam nya dalam hati dan ia pun tidak menyangkal jika Joe memang cukup tampang terlebih kebaikan hati nya yang rela menolong Malika yang orang lain


"Gue emang ganteng dari dulu, jadi nggak usah di perjelas lagi deh" ucap Joe membuat Malika terbelalak dan mencabut kata-kata dalam hati nya tadi


"Pede banget sih jadi orang, gue cuma penasaran aja gimana bisa loe nyelametin gue?" akhirnya Malika memberanikan diri bertanya lagi


"Oh gue kirain loe naksir sama gue, heheee" yang membuat Malika mengerutkan alisnya karna tak habis pikir dengan kenarsisan makhluk satu ini


"Jadi cerita nya tadi pas gue liat loe di culik preman-preman itu di depan supermarket, gue yang kebetulan baru pulang dari luar negri dan mau masuk supermarket beli minuman akhirnya memilih nolongin loe dulu dan menghajar preman-preman itu terus loe gue bawa kabur deh" ucap Joe menjelaskan


"Astagfirullah, terus giman sama bi Sumi?" tanya Malika yang tiba-tiba ingat dengan asisten rumah tangga yang telah merawat nya sejak kecil itu


"Kayak nya baik-baik aja deh, tadi gue sempet lihat lagi di tanya-tanya warga setelah dia teriak minta tolong" ucap Joe


"Alhamdulillah, untung bi Sumi nggak di culik juga" ucap Malika yang merasa tenang, dalam batin Joe ia merasa Malika wanita yang unik karna dalam keadaan seperti ini aja dia masih sempat-sempatnya khawatirin orang lain, terlebih itu hanya seorang pembantu.


"Oh ya nama loe siapa?" tanya Joe yang baru sadar belum berkenalan


"Malika" jawab nya singkat


"Oh Malika, nama yang bagus. gue Jonathan panggil aja Joe" ucap Joe sambil mengulurkan tangan kanan nya sedangkan yang kiri masih memegang kemudi dan Malika pun membalas uluran tangan Joe


Malika pun telah memberitahukan alamat rumah nya sehingga sepanjang perjalanan mereka pun mengobrol untuk menghilangkan rasa canggung, tanpa terasa mobil Joe pun telah sampai di depan rumah Malika. Malika yang mengajak Joe untuk mampir pun ditolak nya karna ia ingin beristirahat setelah beberapa jam perjalanan pulang dan belum sempat beristirahat, dan Malika pun sangat berterima kasih atas kebaikan Joe yang rela menunda istirahat demi menolong diri nya. jarang-jarang loh ada orang yang seperti itu, paling banter juga langsung hubungi polisi dan sebutin plat nomer mobil penjahat nya biar polisi yang cari deh..


- Bersambung -


๐ŸŒนJangan lupa untuk like/vote dan komen bijak nya ya para readers, karna itu menjadi penyemangat tersendiri buat author melanjutkan novel The ceo's wedding secret ini.. terimakasih banyak bagi yang selalu setia juga suport kalian kepada author selama ini,Thanks you all..๐Ÿ’