
"Berkata jujur kepada pasangan adalah hal yang sangat penting dalam membangun sebuah hubungan, sebab jika hubungan di hiasi dengan sebuah kebohongan maka kebohongan lain akan selalu datang. maka jujur lah walau pun sulit"
πΊ Happy Reading πΊ
Malika yang sedari tadi hanya diam menyaksikan percakapan antara Adrian dan laki-laki yang bernama Randi itu pun akhirnya angkat suara saking penasarannya, ia sudah tidak sabar untuk mengetahui kebenarannya dari mulut Adrian sendiri sambil menikmati Siomay, roti bakar, kentang goreng, dan jus buah mangga yang dipesan Adrian tadi.
"Mas Adrian coba deh jujur sama Lika, sebenarnya ini cafe punya siapa? punya mas kan?" ucap Malika yang sudah tak sabar ingin mendengar penjelasan dari Adrian sambil mengunyah siomay nya
"Iya mas akan jujur sama Lika, bahwa cafe ini memang milik mas Adrian yang kebetulan baru buka belum genap setahun. Rencananya mas akan jadikan cafe ini sebagai mas kawin kita nanti" ucap Adrian yang sejenak menghentikan makan nya dan Malika pun tersedak mendengar kata-kata dari Adrian barusan
"Uhuk-uhuk, apa mas? jadi mas kawin?" tanya Malika kaget sambil menepuk-nepuk dadanya dan segera meminum jus yang diberikan Adrian
"Iya sayang, pelan-pelan makan nya ya" ucap Adrian singkat yang kembali menikmati roti bakar nya, melihat Adrian menjawab dengan santai seperti itu membuat Malika pun meletakkan sendok dan menghentikan makan nya
"Mas Adrian serius donk, lagian kenapa cafe ini di jadikan mas kawin kita nanti?" tanya Malika yang bingung dengan jalan pikir Adrian, aneh aja gitu mas kawin pernikahan nya sebuah cafe kaya nya nggak pernah terlintas dipikiran Malika. walau pun ia pernah membaca berita ada beberapa orang yang menjadikan motor, mobil bahkan rumah yang menjadi mas kawin tapi nggak kepikiran sampai cafe juga deh.
"Kenapa memangnya? Lika nggak suka ya kalau mas jadikan cafe ini sebagai mas kawin?" tanya Adrian yang akhirnya menghentikan makan nya dan mulai serius menanggapi ucapan Malika
"Bukan begitu mas, menurut Lika ini terlalu berlebihan deh mas. jadi biar cafe ini tetap menjadi usaha mas Adrian aja disamping pekerjaan kantor" ucap Malika yang merasa takut jika Adrian salah paham
"Lalu kamu ingin mas kawin yang seperti apa? Berlian, mobil atau rumah gitu?" tanya Adrian yang penasaran apakah yang akan Malika pilih
"Maaf mas Adrian jangan salah paham ya, maksud Malika bukan seperti itu. bukan kah syarat wajib nikah itu tidak harus dengan mas kawin yang berlebihan kan? karna hanya dengan seperangkat alat shalat pun pernikahan tetap sah di mata hukum dan agama ya kan mas?" ucap Malika yang diselipi tanya itu
"Iya mas tau, tapi Rasulullah pun memberikan mahar yang baik dan banyak saat menikahi Sayidina Khadijah saat itu. Jadi mas pun harus memberikan mahar yang terbaik pula untuk Malika dari hasil jerih payah mas sendiri bukan dari uang pemberian papah" ucapan Adrian seketika membuat Malika menitikkan air mata nya
"Terimakasih mas, tapi buat Malika mas kawin yang sederhana saja sudah cukup untuk dijadikan mahar saat pernikahan kita nanti. Yang penting buat Lika adalah mas benar-benar bertanggung jawab, dan menjadi suami dan imam yang baik" ucap Malika dengan suara bergetar, dan Adrian pun teringat bahwa Malika masih belum tahu kebenaran bahwa ia tidak pernah merampas kehormatan nya itu. terkesannya bagi Malika, Adrian yang tidak lari dari tanggung jawab saja sudah lebih baik dari sekedar mas kawin yang berlebihan.
Adrian pun bingung harus berkata apa, tidak mungkin juga ia menceritakan kebenaran nya karna situasi saat ini tidak tepat dan Adrian takut malah akan membuat kesalah pahaman lagi.
"Maaf kan mas ya Lika, mas pasti akan bertanggung jawab tapi mas juga ingin memberikan yang terbaik. karna nanti semua yang mas punya pun akan menjadi milik Lika juga" ucap Adrian yang menggenggam serta mengecup tangan Malika
"Iya mas" ucap Malika yang kembali tersenyum mendengar kata-kata Adrian
"Yuk kita habiskan makan nya, sebentar lagi magrib kita shalat jamaah bersama ya sayang setelah itu mas akan ajak kamu ke suatu tempat spesial lagi" sambung Adrian
"Kemana mas?" tanya Malika yang selalu dibuat penasaran oleh calon suaminya itu
Setelah menyelesaikan makan dan menjalankan kewajiban di sebuah mushola kecil yang di sediakan di cafe Adrian, mereka pun pamit kepada mas Randi dengan membawa laporan keuangan yang tadi belum sempat di periksa Adrian. lalu mereka pun meninggalkan cafe menuju sebuah butik rekomendasi juga langganan Tante Nadine ibu tiri dari Adrian. Dalam benak Adrian ternyata ada keuntungannya juga punya ibu tiri seperti Tante Nadine yang seorang sosialita dan memiliki usaha kecantikan itu, karna ia banyak mempunyai teman terutama yang bisa mengurus keperluan pernikahan Adrian. sehingga ia tidak perlu pusing mencari wedding organizer, Butik dan keperluan pernikahan lainnya berkat rekomendasi dari Tante Nadine sudah tentu semuanya pun yang terbaik.
πππ
Malika pun terkejut dan tak percaya jika Adrian membawanya ke sebuah butik ternama di kota Jakarta, yang di miliki oleh seorang disainer terkenal yaitu Anna Avanih. Adrian ternyata berniat memesan setelan jas dan gaun pernikahan mereka kepada desainer kondang tersebut.
"Mas kita mau ngapain kesini?" tanya Malika heran
"Ya Ampun Lika, mau ngapain lagi kalau bukan pesan jas dan gaun untuk pernikahan kita" ucap nya sambil menggandeng Malika memasuki butik tersebut
Kebetulan Adrian pun sudah membuat janji seminggu yang lalu untuk bertemu langsung, dan sang desainer pun memang sengaja berada ditempat untuk memenuhi janji nya dengan Adrian anak sambung dari Nadine sahabat sosialita nya itu.
"Selamat malam tante Anna, perkenalkan saya Adrian anak sambung dari ibu Nadine Permana" ucap Adrian mengenalkan diri dengan mengatupkan kedua tangannya mengikuti protokol kesehatan
"Selamat malam juga cah bagus, ayo silahkan duduk. ternyata benar kamu tuh ganteng tenan toh yo, lebih ganteng dari yang aku lihat di majalah. kamu tuh hebat yo le masih muda sudah sukses dan bikin bangga kedua orangtua mu" puji tante Anna dengan logat dan gaya keseharian Jawa nya itu
"Alhamdulillah, terimakasih tante Anna atas pujiannya. oh iya tante kenalkan ini calon istri ku namanya Malika putri Adhitama" Adrian memperkenalkan Malika kepada Tante Anna, dan Malika pun tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya
"Oh jadi ini toh calon istri mu le, yang anak nya arsitek terkenal itu kan? kalau nggak salah pak Adhitama ya? duh gusti cantik tenan yo. pinter loh kamu cari calon istri, kalian benar-benar pasangan yang serasi" pujian dari tante Anna yang membuat Malika tersipu malu
"Oh Yo wis, sekarang kita ukur dulu ya dan nanti ceritakan ingin model baju seperti apa untuk akad dan resepsi pernikahan kalian" ajak tante Anna
Kemudian datang asisten Tante Anna yang bergantian mengukur badan Malika dan adrian, setelah selesai mereka pun kembali ke tempat duduk semula.
"Jadi begini tante Anna, aku dan Malika ingin konsep internasional untuk semua proses pernikahan kami dan tidak menggunakan prosesi adat masing-masing. karna pasti akan lebih banyak hal yang harus dipersiapkan dan membutuhkan banyak orang juga sedangkan saat ini masih pandemi, dan kami berusaha untuk menghindari kemungkinan buruk terjadi" ucap Adrian menjelaskan
"Kalian benar, dan Tante pun setuju semenjak pendemi ini kita harus lebih berhati-hati yo, terutama dengan acara yang kalian adakan pasti akan banyak orang yang berdatangan. semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana kalian, dan tanpa ada hambatan sedikit pun yo, aamiin" Tante Anna pun ikut mendoakan
"Aamiin" serentak Malika dan Adrian pun menjawab
"Oh ya untuk setelan jas dan gaun kalian ingin warna apa? dengan motif atau model yang bagaimana?" tanya Tante Anna memastikan, kemudian mereka pun larut dalam obrolan serius mengenai jas, gaun dan kebaya yang akan digunakan saat akad dan resepsi nanti. sedangkan tante Anna lah yang membuat desain nya sesuai dengan setelan dan gaun pernikahan impian yang mereka dambakan selama ini..
- BERSAMBUNG -
πΉHallo para readers setia ku, jangan bosen-bosen ya untuk selalu menunggu kelanjutan kisah antara Adrian dan malika yang sesuai realita atau mungkin ada beberapa hal yang sama terjadi dikehidupan kita saat ini. terimakasih juga buat kalian yang sudah like/vote dan selalu komen bijaknya, semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian.(aamiin) karna dengan itu kalian telah memberi semangat kepada author untuk melanjutkan novel the CEO'S wedding secret ini inshaallah sampai selesai nanti,mohon maaf juga jika ada kesalahan dalam penulisan novel ini dan semoga Allah SWT selalu melindungi kita dimana pun berada. thank you all..π