The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 26 - BERTEMU ANTHONIUS



"Berhati-hati lah dalam mencari solusi dalam sebuah masalah, karna banyak dari kita yang menyesal setelah membuat keputusan yang salah terlebih jika itu menyangkut sang mantan yang hanya menambah masalah baru dalam kehidupan dan bukan memberi jalan keluar dari semua masalah yang ia timbulkan"


๐ŸŒบ Happy Reading ๐ŸŒบ


Sudah pukul setengah sembilan pagi dan Nadine pun sudah bersiap-siap untuk pergi menemui Anthonius sesuai pesan yang semalam ia kirimkan, Nadine pun hanya menjawab singkat pesan dari Anthonius itu bahwa ia setuju menemuinya ditempat yang dituliskan pada pesan.


Sebenarnya Nadine ingin merubah tempat pertemuan nya itu dengan Anthonius, tapi urung ia lakukan karena takut jika Anthonius malah akan membatalkannya. terlebih itu merupakan tempat favorit saat mereka masih berpacaran, mereka yang dulu berpacaran serba apa adanya karena Anthonius hanya mampu mengajak kencan Nadine makan di kedai kecil atau berjalan-jalan ditaman karena memang saat itu Anthonius belum mempunyai apa-apa seperti sekarang ini.


Nadine pun tiba jam hampir setengah sepuluh pagi karna jalanan macet dan terlambat dari waktu yang di janjikan, ia pun memarkirkan mobilnya didepan cafe yang dulu nya adalah sebuah kedai mie ayam. tempat yang lebih dari dua puluh tahun tidak pernah ia singgahi kini pun sudah banyak berubah, kedai sederhana berubah menjadi sebuah cafe yang tetap menyediakan mie ayam sebagai menu andalan mereka karna sang empu nya sudah lama tiada dan sekarang usaha nya pun digantikan oleh sang anak sebagai pewaris kedai mie ayam yang berubah menjadi sebuah cafe yang tetap sederhana namun dengan gaya kekinian bagi anak muda zaman sekarang.


Nadine pun melangkah kan kaki memasuki cafe tersebut, hanya ada beberapa orang pengunjung yang berada di dalam karna waktu masih pagi dan cafe baru saja buka. ia melihat sekeliling dan terpaku pada sudut ruangan dimeja sebelah kiri, sesosok laki-laki berkumis yang berbadan tegap dan memakai jas abu-abu duduk disana dengan sebuah buket bunga besar berada di atas meja. ya itu adalah Anthonius yang sudah berubah penampilan karena waktu yang telah lama tidak mempertemukan mereka, namun Nadine masih dapat mengenalinya. kemudian Nadine pun melangkah menghampiri nya dan Anthonius pun berdiri dari tempat duduk nya.


"Selamat datang nyonya Nadine Permana, kamu telat dua puluh tiga menit dari waktu yang kita janjikan" sambut Anthonius sambil menghitung jam tangannya


"Maaf tadi jalanan macet" jawabnya singkat


"Silahkan" ucap Anthonius yang memperlakukan Nadine seperti saat mereka berpacaran dulu, lalu ia pun menarik kursi yang letaknya berada disamping tempat duduknya mempersilahkan Nadine untuk duduk disana.


"Terimakasih, tapi aku bisa sendiri" tolak Nadine yang kemudian menarik kursi sendiri yang berhadapan dengan kursi Anthonius


"Baiklah, aku tidak memaksa" ucap Anthonius dengan mengangkat tangan seolah ia menyerah dan kembali duduk di kursi nya


"Ini untuk mu" Anthonius memberikan sebuket bunga lily besar untuk Nadine karna ia masih sangat hafal bunga kesukaan mantan kekasih nya itu


"Sekali lagi terimakasih Anthonius, tapi seharusnya kamu tidak perlu repot-repot dan maaf aku tidak bisa menerima bunga selain dari suami ku" tolak Nadine lagi yang membuat raut wajah Anthonius berubah namun Antonius mencoba menahan diri nya


"Come on, it's just a friendly flower Nadine" ucap Anthonius


"I don't want to accept" jawab Nadine tegas


"Oke, lalu apa yang membuatmu datang kepada ku nyonya Nadine? ku kira kau akan kembali kepada ku dan meninggalkan si br*ngs*k Permana itu" tanya Anthonius sedikit kesal menyebut nama Permana


"Jangan mimpi kamu Anthonius, aku tidak berniat sedikit pun untuk meninggalkan mas Permana. apa lagi hanya untuk kembali kepadamu" balasan Nadine lebih pedas


"Kedatangan ku kesini hanya untuk meminta mu menyelesaikan semua dendam, ya dendam antara kamu dan mas Permana maupun dengan mas Tama. percuma Anthonius semua nya sudah berakhir dan kita memang tidak di takdir kan untuk bersama, jadi buat apa kamu melampiaskan nya kepada orang lain? mereka nggak salah, sebelum mas Tama membujukku untuk menikah dengan mas Permana suami dari almarhum Andin sahabat ku sendiri kita itu sudah putus Anthonius, ingat kita sudah putus karena sikap mu yang terlalu tempramental dan kecemburuan mu kepada siapa pun itu yang membuat ku sudah tak tahan" ucap Nadine yang mulai menitikkan air mata karena emosi mengingat kejahatan yang dilakukan Anthonius kepada keluarga Adhitama dan suami nya.


"Aku tidak pernah merasa putus dengan mu Nadine" bentak Anthonius yang tiba-tiba berdiri dan membuat beberapa orang yang berada di cafe itu pun melihat kearah mereka dengan tatapan aneh


"Sudah lah Anthonius, semuanya sudah berakhir. dan lupakan semua dendam mu" ucap Nadine pun berdiri dan memohon


"Tidak, aku tidak terima ini semua terjadi. sampai kapan pun kau adalah milikku dan tidak ada satu orang pun yang boleh memilikimu selain aku" bantah Anthonius sambil menggenggam kedua lengan Nadine dengan kasar kemudian menghempaskan Nadine ke kursinya lalu ia pun meninggalkan Nadine yang menangis karena merasa sia-sia menemui laki-laki kasar dan pendendam seperti Anthonius itu.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Di sisi lain Malika yang dari kemarin diantar jemput ke kantor oleh Adrian pun merasa sangat senang, perasaan nya mulai stabil dan kebenciannya terhadap Adrian pun sedikit demi sedikit mulai menghilang terlebih karna perlakuan romantis yang Adrian berikan membuatnya seperti mabuk kepayang.


Setibanya dikantor Malika pun bergegas masuk kedalam setelah mobil Adrian menghilangkan dari pandangan nya, ia pun menaiki lift menuju lantai ruang kerja nya. lift pun berbunyi dan pintu terbuka sesuai lantai yang dituju Malika, ia pun keluar lift dan menuju ruangannya namun Aina memanggilnya dan mengatakan bahwa ia dipanggil pak Hadi ke ruangannya.


"Woy Lika, cieee kaya nya seneng banget nih yang tiap hari dianter jemput pangeran pujaan hati nya?" sindir Aina


"Yey, sirik aje loe" Malika menyikut Aina


"Oh ya loe dicari pak Hadi tadi, katanya loe di suruh ke ruangannya" ucap Aina


"Ada apa ya?" tanya


"Nggak tau deh gue, emang masalah loe itu belum kelar juga ya? terus gimana hasil cctv nya?" tanya Aina penasaran


"Hahh rusak? ya gila kali perusahaan logistik yang paling terkenal ini kagak bisa beli cctv baru, itu kan penting banget Lika buat pengawasan di semua perusahaan" cibir Aina yang tidak menyangka dengan apa yang didengarnya


"Yahh mau gimana lagi, emang begitu kenyataan nya" keluh Malika


"Yaudah jangan dibahas, bikin mood gue rusak aja loe. sekarang gue ke ruangan pak Hadi ya Na" ucap Malika dan berlalu meninggalkan sahabat nya itu yang sedang melamun memikirkan nasib Malika. tiba-tiba ada suara yang sangat familiar buat Aina dan menyadarkannya dari lamunan


"Hei Aina, kok ngelamun?" tanya Deandra sambil menepuk pundak Aina


"Eh mas Dean, iya ada apa mas?" jawab Aina yang gelagapan karna kaget di tanya oleh gebetannya itu


"Nggak ada apa-apa, cuma aneh aja pagi-pagi ngapain kamu ngelamun disini?" tanya nya


"Oh itu, nggak cuma mikirin Malika aja mas kasian dia ada aja masalah yang menimpa nya. terlebih masalah penggelapan dana kantor kemarin, aku yakin banget Lika nggak bersalah dan dia tuh nggak bakalan ngelakuin hal bodoh kayak gitu mas" ucap Aina yang kembali teringat akan ujian hidup untuk sahabatnya saat ini


"Benar kamu bilang, kasian ya Malika. mas juga percaya kalau dia nggak bakal ngelakuin hal seperti itu, dia pasti butuh seseorang yang bisa jadi penyangga saat sedang goyah seperti saat ini dan mas berharap bisa jadi penyangga itu" ucap Deandra keceplosan dan seketika sadar dan menutup mulut nya


"Maksud nya mas?" tanya Aina pura-pura polos


"Oh itu, nggak maksud mas dia pasti butuh kamu sahabatnya sebagai penyemangat saat dia lagi down gini" ucap Deandra yang jadi gelagapan


"Oh gitu, kirain apa? klo itu mah udah pasti mas. Aina selalu kasih suport buat Malika dan berdoa supaya masalahnya cepat selesai" ucap Aina


"Aamiin, menurut ku kamu memang sahabat yang baik Na" puji Deandra


"Makasih mas" jawab Aina malu


"Ya udah, mas balik ke ruangan dulu ya" ucap nya


"Iya mas, silahkan" jawab Aina lagi yang senang bisa berbicara dengan gebetan nya yang ia sukai sejak pertama kali melihat Deandra saat di pindah tugaskan dari kantor cabang ke kantornya ini, tapi ia pun tak menampik bahwa Deandra lebih menyukai Malika dibandingkan diri nya.


Namun Aina tetap optimis karna ia tahu betul bahwa Malika hanya mencintai Adrian seorang dan tidak ada peluang bagi laki-laki lain termasuk Deandra, terlebih malika akan menikah dengan Adrian jadi lebih banyak kesempatan untuknya menjadi kekasih Deandra.


โžก๏ธFolback Malika


Setelah mendengarnya dari Aina bahwa Malika di panggil pak Hadi, ia pun segera menuju ke sana. Malika memasuki ruangan atasannya itu setelah mengetuk pintu dan mendapat persetujuan dari pak Hadi ia pun masuk kedalam.


"Kata Aina pak Hadi memanggil saya, ada apa ya pak?" tanya Malika


"Iya benar, Malika tolong kamu urus semua data keuangan bulan ini, dari mulai pemasukan sampai pengeluaran ke rekening perusahaan kamu yang handle mulai saat ini" jawab pak hadi


"Maaf pak, tapi itu bukannya kerjaan pak Anton ya?" tanya Malika bingung


"Ya memang itu kerjaan nya pak Anton, tapi mulai hari ini saya mau kamu yang handle semua nya" perintah pak Hadi


"Pak saya nggak enak sama pak Anton, nanti pak Anton gimana? sedangkan masalah saya kemarin saja belum bisa saya selesaikan, masa sekarang saya mengambil kerjaan orang lain pak" Malika mencoba menolak permintaan sang atasan nya itu


"Saya nggak mau tahu, kamu tetap menghandle kerjaan pak Anton. untuk masalah kamu yang kemarin nanti kita bahas selanjutnya, sekarang kamu boleh kembali ke ruangan mu" perintah pak Hadi dan tidak dapat di ganggu gugat lagi oleh Malika


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" Ucap Malika dan pamit meninggalkan ruangan pak Hadi dengan langkah gontai..


- BERSAMBUNG -


๐ŸŒนHalo para readers terimakasih masih setia menunggu author update kelanjutan cerita cinta antara Malika dan Adrian ini, jangan lupa ya untuk like/vote dan komen bijak nya sebagai penyemangat author melanjutkan novel the Ceo's wedding secret ini.. thank you all๐Ÿ’