The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 25 - MENGHUBUNGI ANTHONIUS



Konten dewasaπŸ’ž


"Mantan adalah seseorang yang lebih baik kita jauhi, bukan karena benci atau menyesali tapi mencoba menghindari masalah buruk yang kemungkinan terjadi. ingat..! masa lalu tidak dapat kita ubah, tapi karna masa lalu lah bisa merubah semuanya.."


🌺 Happy Reading 🌺


Malam itu Nadine tidak bisa tidur nyenyak seperti biasa nya, ia kepikiran dengan percakapan antara Adrian dan sang papah yang tadi sempat ia dengar. Nadine menatap dalam-dalam wajah sang suami karna merasa menyesal menjadi penyebab kekacauan yang menimpa keluarga Adhitama. Nadine pun berjanji akan memperbaiki ini semua dan menyelesaikan masalah dendam yang Anthonius alamat kan kepada orang-orang yang salah.


Setelah mendengarkan percakapan antara Adrian dan sang papah tadi, saat itu juga ia pun memutuskan untuk mencari tahu nomer telpon Anthonius yang dapat dihubungi melalui teman-teman sosialita nya yang kebetulan ada beberapa dari teman nya itu mempunyai kontak Anthonius sang pemilik Hillary hotel bintang lima yang sering dipakai mereka untuk mengadakan acara. Nadine pun berdalih kepada teman-teman nya bahwa ia ingin survei tempat untuk membuat acara, jika sesuai dan cocok maka ia pun akan memakai hotel itu. Setelah mendapatkan nomer ponsel Anthonius lalu Nadine pun segera menghubungi nya di balkon kamar saat sang suami masih berada di ruang kerja mengurus beberapa laporan penting karena besok pak permana harus masuk ke kantor untuk rapat bulanan dengan para pemegang saham dan kebetulan ini menjadi kesempatan Nadine untuk bertemu dengan Anthonius untuk menyelesaikan semua masalah saat sang suami tengah sibuk dikantor.


Bunyi dering telpon terdengar dari handphone Nadine tanda bahwa nomer yang dituju benar-benar aktif, tak berapa lama suara yang beberapa tahun tak didengarnya itu pun menyapa


"Hallo, dengan siapa saya berbicara?" tanya suara berat khas milik Anthonius itu


"Anthonius, ini aku Nadine Permana" jawab Nadine, Anthonius yang tak menyangka mendengar suara wanita yang selama ini selalu di rindukannya itu sangat senang namun ia pun merasa kesal karna Nadine menyematkan nama orang yang paling dibenci nya di dunia ini dibelakang namanya


"Apa kabar nona cantik? sudah lama kita tidak bertemu, dan ada angin apa seorang istri pengusaha terkenal pemilik Surya Permana grup ini menghubungi ku?" tanya Anthonius yang menekankan nada bicara nya seolah menyindir Nadine yang dulu lebih memilih bersama Permana dibandingkan diri nya yang belum menjadi dan mempunyai apa-apa seperti sekarang ini


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu, apa besok kamu ada waktu luang?" tanya Nadine yang tidak menghiraukan sindiran dari Anthonius itu


"Ada hal penting apa yang membuat seorang nyonya Nadine Permana ingin bertemu dengan mantan nya? apa kamu tidak takut jika nanti suami mu tahu dan salah paham?" kembali Anthonius menyindir Nadine dengan nada bicara nya dan Nadine sebenarnya muak harus berbicara dengan orang yang sudah tidak pernah ada dalam pikirannya itu


"Untuk apa aku takut? aku hanya ingin menyelesaikan kesalah pahaman dengan mu yang melibatkan mas Tama dan suami ku" ucap Nadine yang mulai tersulut emosi namun ia pun merasa was-was bagaimana jika hal ini diketahui mas Permana, bahwa ia bersikeras menemui Anthonius untuk menyelesaikan semua masalah yang disebabkan oleh nya.


"Anthonius cepat jawab, apa besok kamu punya waktu?" Nadine kembali bertanya setengah memaksa dan ingin secepatnya menyelesaikan sambungan telpon dengan Anthonius, karna ia takut sang suami akan kembali ke kamar dan mendengar ia sedang menghubungi Anthonius.


"Sabar nyonya Nadine Permana, aku harus tanya asisten ku dulu apakah besok schedule ku padat atau tidak. nanti akan aku kabari kapan dan dimana tempat kita akan bertemu esok" ucap Anthonius dan tiba-tiba menutup sambungan telpon dari Nadine


"Halo halo Anthonius, ish ngeselin banget sih nih orang. berasa banget orang penting, emang dia pikir siapa maen matiin telpon aja" gerutu Nadine yang kesal dengan perlakuan Anthonius terhadapnya itu, pak Permana yang masuk ke kamar pun nampak bingung dengan Nadine bukan kah tadi ia bilang capek tapi sekarang sedang ngomel-ngomel dibalkon kamar mereka


sontak Nadine pun kaget mendengar ucapan suami nya barusan, ia pun bertanya-tanya apa kah suaminya itu mendengar Nadine menghubungi Anthonius.


"Mah kok nggak di jawab pertanyaan papah, emang habis nelpon siapa sih?" melihat sang istri yang hanya diam tanpa menjawab Permana pun kembali bertanya


"Oh nggak ini anu pah, tadi temen mamah ngeselin banget lagi enak-enak ngobrol maen matiin telponnya aja kata dia nelponnya udah dulu ada suaminya baru pulang" jawab Nadine gagap sambil memijat kepala nya yang pusing karena harus cepat mencari alasan


"Oh kirain papah apa, yah wajar mah kalau suami pulang kan emang harus di prioritaskan sama istri nya. nanti atau besok aja telpon lagi nya kalau emang masih ada hal penting yang pengen mamah omongin, nggak baik tau ganggu waktu orang. mending sini ngobrolnya sama papah di kasur yuk" ucap Permana yang kemudian memeluk sang istri lalu membawanya keranjang dan mencumbu Nadine untuj menyalurkan hasrat yang ia rasakan


"Dasar papah genit" ucap Nadine lalu bibir mereka pun saling berpagutan, kemudian bibir Permana pun berpindah mengecup leher hingga area sensitif Nadine yang membuat nya pun geli namun menambah hasrat di dalam tubuh mereka yang tengah berbaring di ranjang tanpa mengenakan sehelai benang pun. mereka pun melakukan senam malam yang panjang dan penuh keringat dengan desahan nikmat keluar dari bibir merah Nadine, butuh waktu lama untuk menyelesaikan ini semua terlebih Permana adalah sosok suami perkasa yang membuat nya harus rela bergadang malam ini.


ditengah aktivitas malam mereka terdengar suara dering pesan dari ponsel Nadine yang dikirim oleh Anthonius yang diberi nama Mr. xi alan pada ponsel nya, namun Nadine urung membuka nya dan lebih memilih melanjutkan hasrat nya bersama sang suami.


🍁🍁🍁


Tak seperti biasanya pagi ini adalah hari yang sibuk untuk Nadine, ia harus menyiapkan keperluan suami nya yang akan berangkat ke kantor untuk rapat bulanan dengan para pemegang saham. pak Permana memang tidak setiap hari harus pergi kekantor hanya beberapa kali dalam sebulan semenjak ia mengalami sakit jantung dan sesuai kesepakatan rapat pemegang saham dua tahun yang lalu dan saat itu Adrian yang menjabat sebagai wakil pun harus menggantikan sang papah menjadi CEO mengemban tanggung jawab sang papah. sedangkan pak permana lebih banyak menangani perusahaan dari rumah, sebagai pemilik perusahaan Surya Permana Grup pak Permana dibantu oleh sekertaris nya yang bernama Lisa jika ada beberapa laporan yang perlu tanda tangani atau persetujuan nya maka Lisa lah yang akan mengantar nya ke kediaman permana itu.


"Mamah berangkatnya bareng papah atau gimana?" tanya Permana setelah selesai sarapan pagi


"Papah duluan aja entar telat, mamah berangkat ke salon nya nanti agak siangan pah masih mau rebahan sebentar di kamar" ucap Nadine mencari alasan agar ia bisa mengendarai mobil sendiri tanpa diketahui sang suami jika hari ini ia janjian bertemu dengan Anthonius


"Ya sudah papah berangkat dulu ya mah" ucap Permana yang tau jika sang istri masih kelelahan karna aktivitas semalam ia pun mengulurkan tangan kanannya yang disalami Nadine dan kemudian mencium pipi sang istri lalu berangkat ke kantor ditemani Lisa yang sudah dari tadi menunggunya diruang tamu mengecek dokumen untuk rapat sambil menyantap sarapan yang di berikan oleh bi Ani atas perintah nyonya Nadine


Kebetulan hari ini Adrian kembali ke apartemen nya, yang ia tinggalkan semenjak sang papah menderita penyakit jantung menjadi anak siaga saat takut-takut jika penyakit sang papah kumat tapi hanya saat week end lah Adrian kembali ke apartemen nya itu. sebenarnya ia lebih memilih menginap disana karna tahu Lisa sang sekertaris papah nya itu akan datang ke kediaman Permana menemani sang papah ke kantor sambil menjelaskan hasil laporan nya di dalam mobil sang papah. Adrian masih tengsin bertemu sekertaris papah nya itu mengingat Lisa pernah memergoki nya berpelukan dengan Pram di dalam ruangan nya sebagai ucapan terimakasih karna Pram telah banyak membantu nya dan pasti dianggap aneh dari penglihatan orang lain, namun berbeda dengan sikap Pram yang nampak biasa saja jika bertemu Lisa karena memang menurut nya ia merasa memang tidak terjadi apa-apa diantara diri nya dan Adrian saat itu jadi buat apa ia harus malu terhadap Lisa atau yang lainnya. yah begitulah Pram yang kehidupannya dulu keras dan penuh perjuangan sehingga membentuk dirinya bermental baja yang cuek akan cibiran bahkan makian dari orang lain yang ditujukan kepada nya. dan sepertinya Pram memang harus dicarikan pasangan agar hidup nya tidak kaku dan penuh warna, sehingga ia bisa merasa kan bagaimana dicintai dan mencintai orang yang kita sayang dengan penuh perhatian yang saling kita dapatkan..


- BERSAMBUNG -


🌹 Terimakasih masih setia menunggu author menulis kelanjutan novel the Ceo's wedding secret ini, jangan lupa memberikan like/vote dan komen bijak nya ya.. thank you allπŸ’