
"Ketika kita dicintai seseorang terkadang kita lupa untuk selalu menjaga dan memperhatikan nya, banyak hal yang kita anggap biasa karna selalu nampak bersama. namun seperti mati rasa saat seseorang itu menghilang entah kemana. jadi jagalah selalu cinta yang diberikan oleh sang pencipta.."
πΊ Happy Reading πΊ
Pram mengemudikan mobil mencari sang bos besar setelah menghubungi anak-anak buah nya untuk melacak keberadaan pak Permana, sedangkan Adrian berada disamping nya tengah menghubungi Chris sang asisten sekaligus sekertaris pribadi setia papah nya yang sekarang berada di Surabaya mengurus perusahaan disana.
"Halo kak Chris," sapa Adrian
"Halo Adrian, ada apa? seperti nya ada hal yang sangat penting sampai kamu menghubungi ku?," tanya nya curiga
"Kak Chris, cepat pulang kak. papah diculik," ucap Adrian panik
"Apa? Baiklah Adrian aku akan segera pulang dan segera mencari keberadaan tuan, jika ada petunjuk segera hubungi aku" ucapnya sambil menutup telpon dan membereskan dokumen-dokumen penting yang berada diatas meja lalu memasukkannya kedalam brankas yang kemudian ia kunci dengan pin rahasia
Chris adalah asisten dan sekertaris pribadi kepercayaan sang papah yang sangat setia, lebih dari lima belas tahun ia mengabdikan diri kepada tuan Permana setelah tinggal di Jakarta. Chris adalah mantan seorang preman jalanan, sebenarnya ia seorang anak blesteran Jerman terlihat jelas dari wajahnya. namun kehidupannya tidak beruntung setelah perceraian orangtua nya, ia yang tinggal bersama ibu dan kedua adiknya menjadi tulang punggung keluarga terutama setelah sang ibu sakit keras dan membutuhkan banyak biaya sedangkan ayahnya telah pulang dan menetap ke negara asal nya dan telah mempunyai keluarga baru disana.
kehidupan Chris yang keras sejak kecil menjadikannya tumbuh dan besar sebagai preman jalanan, semuanya berubah saat Chris dan tuan Permana bertemu yaitu ketika Chris menolong menghajar para preman yang ingin memalak tuan Permana bersama Tante Nadine. sejak saat itulah tuan Permana manganggap chris sebagai anak angkat nya karna ia melihat kecerdasan dan potensi Chris yang bagus walau pun masih berusia belasan tahun, dan postur tubuh Chris saat ini yang memiliki tinggi 195 cm dengan berat 135 kg membuatnya cukup ditakuti oleh lawan-lawan nya. apalagi ketika Chris, Andre dan Pram bersama, mereka seperti tiga serangkai asisten/sekertaris pribadi yang tak terkalah kan karna mereka saling berhubungan dan membantu sama lain sejak beberapa tahun terakhir terutama ketika tuan Permana di incar oleh Anthonius.
Chris sampai di Jakarta setelah melalui penerbangan lebih dari dua jam karna pesawat yang sempat delay sebelum keberangkatan, Adrian dan Pram yang telah menunggu nya pun segera menghampiri Chris yang terlihat keluar menuju lobby. setelah bersalaman dan berbincang sebentar mereka pun masuk kedalam mobil dan bergegas mencari tuan Permana saat itu juga.
Chris yang mempunyai kecerdasan dan kreativitas yang baik pun mendapat apresiasi dari sang bos besar, ia yang hanya menempuh sekolah sampai tingkatan menengah pun disekolahkan kembali dengan mengejar paket C. setelah itu ia di masukkan ke salah satu universitas swasta terbaik negri dengan jurusan teknik informatika yang di ambil nya sembari bekerja dengan tuan Permana, hingga ia mampu menjadi seorang programmer yang handal dan cukup diperhitungkan.
Chris melacak keberadaan tuan Permana menggunakan GPS yang sudah ia pasang pada cincin sang tuan, hal itu sudah ia perhitungkan mengenai beberapa tahun yang lalu sering terjadi hal-hal buruk yang hampir menimpa tuan Permana. dan kegunaan cincin pun sangat membantu nya dalam mengawasi keberadaan dan keselamatan sang tuan, akhirnya Chris dapat menemukan tempat tuan Permana disembunyikan. ia pun menyuruh Pram untuk mengikuti jalan yang ditunjukkan pada GPS tersebut
"Alhamdulillah, Adrian keberadaan tuan sudah ku temukan" ucap Chris fokus pada laptop nya yang duduk disebelah Pram sedang mengemudi
"Di mana persisnya kak?" tanya Adrian yang berada di kursi belakang
"Tuan berada di luar kota Jakarta tepat nya di daerah perbatasan Bekasi dan Karawang" ucap Chris menjelaskan yang sempat menengok pada Adrian
"Pram, ikuti petunjuk jalan GPS yang diberikan. gunakan lajur tol agar kita lebih cepat menemukan tuan, kita harus segera sampai sebelum hal buruk terjadi" ucap Chris yang mulai khawatir karena jarak tempuh jakarta - Bekasi yang hampir dua jam
"tenang saja kak, percayakan pada ku" jawab Pram yakin, yang kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan terus melewati kendaraan-kendaraan didepannya.
Adrian dan Chris yang sudah mengetahui bahwa Pram memang pengemudi yang bisa diandalkan pun hanya bisa mengangguk setuju, tidak bisa dipungkiri Adrian dan Pram memang penggila balapan terlebih Pram lebih mendominasi kecepatan karna ia memang sehari-hari menggunakan mobil sedangkan Adrian lebih sering di supiri oleh Pram dibanding membawa mobil nya sendiri. Adrian dan Chris mengistirahatkan tubuh mereka dengan bersandar dan sesekali memejamkan mata, sedangkan Pram menghidupkan lagu beraliran keras agar matanya tetap terbuka dan fokus pada kemudinya karna perjalanan kali ini terasa panjang dan melelahkan bagi mereka.
ππ
Permana pun mulai sadarkan diri karna efek obat bius nya hilang, ia bingung ketika menemukan dirinya berada didalam sebuah gubuk dan terasa hembusan angin seperti disebuah pantai. ia pun mengingat kembali kejadian saat dirumah sakit ketika Nadine pamit untuk menemui dokter dan tak berapa lama dua orang penjahat muncul lalu membekap hidung dan mulut nya setelah itu ia pun tak sadarkan diri dan terbangun entah berada dimana saat ini
suara pintu dibuka membuyarkan lamunan Permana, dan samar-samar tampak sesosok laki-laki berkumis dan bertubuh tegap mendekat padanya dengan di dampingi dua orang laki-laki yang bisa dipastikan bahwa mereka lah yang menculik nya.
"hahaaa, selamat datang tuan Permana. bagaimana apa tidur mu nyenyak?" tanya suara laki-laki itu menyambutnya yang masih belum ia kenali
"Siapa kau? kenapa kau membawa ku kesini?" ucap Permana seraya berdiri dari tempat duduknya
"Nyala kan lampu" ucap nya, kemudian sekeliling pun menjadi terang dan Permana pun mengenali sosok laki-laki itu
"Anthonius?" ucap Permana
"Bagaimana apa kamu suka dengan tempat ini? dan disini lah tempat yang cocok untuk menjadi kuburan mu Permana" yang kemudian ia menonjok wajah Permana hingga tersungkur kelantai
"Lakukan apa yang menjadi dendam mu padaku hingga kamu puas Anthonius, tapi jangan pernah kau sentuh keluarga ku dan Adhitama karna aku tidak akan tinggal diam sedikit pun" ucap Permana yang bangkit menantang Anthonius
"Kurang ajar, kau sudah tidak berdaya seperti ini masih berani menantang ku" ucap Anthonius kembali melayangkan tendangan ke perut hingga mengeluarkan darah dari mulut Permana
"Aku lebih baik mati dibanding harus jadi pengecut seperti mu, yang berulang kali menggunakan cara licik untuk menghancurkan keluarga dan sahabat ku" ucap Permana terengah-engah yang tetap berusaha bangkit
"Ya kau memang akan mati Permana, dan aku akan membawa Nadine kembali ke sisi ku" tawa Anthonius yang merasa menang
"Bajing*n, tidak akan ku biarkan kau menyentuh Nadine sedikit pun" Permana melayangkan tinjunya ke wajah Anthonius dan nampak bibir Anthonius pun mengeluarkan sedikit darah karna pukulan Permana, lalu Anthonius yang bertambah emosi pun memukuli Permana beberapa kali namun aksi nya terhenti karena handphone nys berbunyi dan ternyata itu dari Hillary sang istri yang menghubunginya. lalu ia pun keluar dari gubuk tersebut untuk mengangkat telpon sang istri
"Hallo, mom. ada apa?" tanya Anthonius yang kesal karna kesenangannya di ganggu
"Dad, where are you now? mom ke kantor tapi dad tidak ada, jangan bilang dad lupa kita harus datang ke pentas Cloe di sekolah" ucap Hillary yang nampak kesal karna Anthonius tidak berada di kantor nya
"Astaga, sorry mom. dad ada kerjaan sebentar, mommy berangkat duluan nanti dad pasti menyusul" ucap Anthonius yang memang lupa dengan janji nya hadir ke acara Cloe sang anak semata wayang nya itu, setelah menutup telpon Anthonius pun memerintahkan beberapa anak buah nya untuk tetap menjaga Permana sedangkan ia harus pulang terlebih dahulu
πππ
Akhirnya mereka bertiga sampai setelah menempuh satu jam lebih perjalanan dan lebih cepat dari biasa nya berkat kehebatan Pram, nampak sebuah gubuk yang dijaga tujuh orang berjarak kurang lebih seratus meter dari mobil mereka.
"apa benar ini tempat nya kak?" tanya Adrian kepada Chris yang tengah mengamati
"Benar, sesuai pengunjuk gps disini lah tempat nya dri" jawab Chris
"Kalau begitu aku akan turun dan memastikannya kak" ucap Adrian yang keluar mobil dan melangkah mendekati gubuk itu
"Aku ikut mas" ucap Pram yang melangkah keluar mengikuti Adrian
Adrian yang melihat dua mobil terparkir dan salah satu nya mobil toyota camry yang ia kenali, mobil milik penjahat yang selama ini mengikuti Malika berada disana membuat nya yakin bahwa sang papah berada didalam. beberapa penjahat yang melihat Adrian dan Pram mendekat pun segera menghampiri nya.
"Siapa kalian?" tanya salah seorang penjahat
"Dimana kalian sembunyikan papah ku" teriak Adrian yang mulai emosi, lalu keluarlah dua orang penjahat yang mengenali Adrian dan Pram. karna selama ini mereka berdua lah yang membuntuti Adrian dan Malika
"Dia Adrian anak tuan Permana yang kita sekap di dalam" ucap salah satu penjahat yang keluar dari gubuk itu
"Cepat lepaskan papah ku, jika kalian mau selamat" ancam Adrian
"Cari mati loe" ucap salah satu penjahat yang melayang kan tinju ke wajah Adrian namun bisa ditangkis nya dan Adrian berbalik menyerang dengan memelintir pergelangan tangan dan menendang perut penjahat itu
Pram yang mendapat serangan pun membela diri, ia menonjok wajah dan menendang kaki penjahat hingga bertekuk lutut. sedangkan Chris yang dari tadi memperhatikan dari kejauhan pun sudah mulai gatal tangannya karna sudah bosan melawan samsak dan sudah lama baginya tidak melakukan pemanasan langsung dengan lawan manusia..
- BERSAMBUNG -
πΉJangan lupa untuk like/vote dan komen bijaknya ya para readers, terimakasih banyak atas dukungan kalian kepada author selama ini. semoga cerita The ceo's wedding secret ini kalian sukai,thank you all..π