The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 60 - ADRIAN KECELAKAAN



"Janganlah menghalalkan segala cara demi mendapatkan sebuah cinta, dan jangan pula melakukan siasat licik demi memuluskan jalan anda. karena sejati nya itu semua akan mendapatkan balasan dari yang maha kuasa"


🌺 Happy Reading 🌺


"Mas, mas Adrian bangun mas" tangis Malika memenuhi koridor rumah sakit


"Mas jangan tinggalin Lika mas, mas sudah janji kita akan merawat anak kita nanti sama-sama sampai dewasa. ayo bangun mas, bangun" rintihan Malika membuat seluruh keluarga yang berada di sana tak dapat menahan tangis, bahkan ayah, Alan dan para sekertaris yang laki-laki pun tidak dapat membendung air mata mereka yang sedih dan merasa terpukul dengan kepergian Adrian


"Mas bangun, masssss" teriak Malika


"Sayang, bangun sayang" Malika pun akhirnya terbangun dari mimpi buruk lalu memeluk Adrian yang sejak tadi membangunkan malika saat mengigau memanggil-manggil nama nya


"Kenapa sayang, Lika mimpi buruk ya?" tanya Adrian


"Iya mas, dimimpi aku lihat mas Adrian udah terbujur kaku dan nggak bangun-bangun. Lika nggak mau itu terjadi mas, Lika nggak sanggup kehilangan mas Adrian " Isak nya dalam pelukan hangat sang suami


"Husst, sabar ya sayang. kita berdoa aja semoga mimpi Lika ini hanya bunga tidur, dan jangan lupa selalu doain mas di setiap Malika shalat ya" pinta Adrian berusaha menenangkan sang istri dan Malika pun hanya mengangguk


"Aduh" Malika mengaduh merasa perut nya seperti ada yang menendang dan refleks memegang perut nya


"Kenapa sayang? apa yang sakit?" Adrian panik mendengar sang istri seperti kesakitan


"Perut Lika di tendang baby mas" ucap nya sambil tersenyum karna merasakan momen ini untuk pertama kali nya


"Alhamdulillah, ya Allah anak papah sudah bisa nendang perut mamah ya? coba papah pengen ngerasain" ucap Adrian dari haru bercampur gembira sambil menempelkan wajah nya di perut Malika dan calon bayi mereka pun seperti mengerti lalu menendang kembali perut Malika


"Masha Allah, hebat banget anak papah sudah ngerti ya. sehat-sehat ya sayang nya papah sampai kita bisa bertemu nanti" ucap Adrian sambil mengecup dan mengelus perut Malika


"Makasih ya sayang" ucap Adrian lalu memeluk dan mencium Malika bertubi-tubi


"Iiihhhh, mas mau ngapain sih?" tanya Malika ketika Adrian mulai melucuti pakaian nya


"Mau nengokin dede bayi" goda nya sambil menciumi tubuh Malika lalu melancarkan aksi nya di pagi hari ini


🍁🍁🍁


"Mas ini hasil laporan bulan ini cabang dari bandung, lalu besok siang kita ada meeting di sana dan malam nya ada perjamuan makan malam dengan para pemegang saham" ucap Pram mengingatkan


"Oke Pram, dan saya akan mengajak Malika juga jadi tolong usahakan cari tempat-tempat terbaik agar istri dan calon anak saya itu merasa nyaman di sana" perintah nya


"Baik mas, akan saya usahakan" ucap Pram


"Oh iya bagaimana kabar nya Jay dan Jun? apa mereka betah kerja di cabang kita?" tanya Adrian yang mengingat kedua detektif amatiran itu


"Sejauh ini saya lihat mereka betah dan bekerja dengan baik, terlebih mereka cepat akrab dengan para karyawan di sana mas. jadi tidak ada kendala apa pun dan saya pun melihat mereka sangat senang bisa bekerja di sana" Lapo Pram yang memang sempat mengintip kinerja ke dua orang itu saat ia mengaudit kantor cabang sebagai orang kepercayaan Adrian


"Alhamdulillah kalau gitu, tadi nya saya kira mereka tidak kerasan kerja di sana karna mereka kan termasuk orang-orang yang bebas dan tidak pernah terikat kontrak kerja dengan siapa pun. saya sudah kalau gitu kamu boleh kembali ke ruangan mu Pram" ucap Adrian yang sempat mengira bahwa kedua orang itu tidak akan betah bekerja


"Baik mas, kalau gitu saya pamit kembali ke ruangan" ucap Pram lalu keluar ruang kerja Adrian untuk kembali ke ruangan nya dan setelah itu ia pun mereservasi kamar hotel tempat mereka menginap nanti di Bandung


"Halo Lisa, tolong kamu serahkan dokumen data-data para karyawan yang beberapa hari lalu saya minta dari pihak HRD" ucap Adrian pun menghubungi Lisa lewat sambungan telpon kantor yang saling berhubungan


"Baik pak" jawab Lisa, yang tak berapa lama mengantarkan beberapa dokumen data karyawan yang di minta nya


"Kamu sudah mengecek dokumen ini Lisa?" tanya Adrian sambil mengecek kembali dokumen yang di pegang nya


"Sudah pak, ini adalah data karyawan pusat dan ini adalah data karyawan cabang kita. hampir semua karyawan di kantor pusat ini telah bekerja cukup lama dan mereka bekerja dengan sangat baik pak, terlebih ketika pak Adrian berjanji akan memberikan imbalan umroh untuk mereka yang berdedikasi tinggi selama satu tahun ke depan, mereka pun menjadi semakin giat dan semangat dalam bekerja pak" ucap Lisa menyerahkan beberapa dokumen yang di bawa nya


"Alhamdulillah kalau gitu, semua itu memang pantas mereka dapatkan Lisa. saya hanya sebagai atasan memberikan sedikit hadiah yang sebenarnya memang pantas mereka semua dapatkan" ucap Adrian yang merupakan seorang atasan teladan persis seperti sang papah, kedua nya memang sangat memikirkan kesejahteraan para karyawan nya. bahkan Surya Permana Grup tak tanggung-tanggung untuk menggelontorkan dana bagi karyawan yang mempunyai keluarga yatim dan piatu, perusahaan Adrian akan menyantuni mereka dan memberikan biaya sekolah gratis


"Terimakasih Lisa atas bantuan nya, kamu boleh kembali ke meja kerja mu" ucap Adrian


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu pak Adrian" pamit Lisa lalu kembali ke meja sekertaris yang berada di depan ruang kerja nya sedangkan Adrian kembali memeriksa dokumen karyawan yang bekerja di perusahaan nya itu


☘️☘️☘️


"Mas besok kita pergi ke Lembang ya, di sana banyak tempat yang bagus pemandangan nya juga indah" pinta Malika sambil mengelus perut nya yang sudah mulai membuncit memasuki bulan ke lima


"Iya sayang, mas janji akan mengabulkan permintaan tuan putri kemana pun yang Lika minta" ucap nya


lalu mobil Adrian pun menuju sebuah hotel mewah Trans Luxury hotel Bandung di Batununggal, kira-kira berjarak sekitar 3,8 km dari pusat kota Bandung. hotel yang mewah dengan desain interior luar biasa membuat yang melihat nya pun kagum, Pram telah sampai lebih dulu di sana ia nampak sedang duduk santai di sebuah sofa lobby hotel yang memang sengaja menunggu kedatangan mereka sambil meregangkan otot setelah beberapa jam perjalanan dari Jakarta


"Hai Pram, kamu udah nyantai aja nih" Adrian melambaikan tangan dari pintu masuk saat melihat Pram menghampiri nya setelah sebelumnya mereka di sambut baik oleh pihak hotel


"Selamat datang mas Adrian dan mba Malika, ini kunci kamar nya. seperti biasa kamar saya ada di sebelah jadi kalau perlu apa-apa bisa hubungi saya" sapa Pram menawarkan pada atasan nya itu


"Oh itu sudah pasti donk" jawab Adrian seperti ada maksud terselubung dalam kata-kata nya yang membuat Pram dan Malika aneh mendengar nya


"Makasih ya mas Pram" Malika mengucapkan terimakasih


"Sama-sama mba Malika, itu memang sudah tugas saya" ucap nya


"Ya udah kita langsung ke kamar aja yuk, Lika capek nih mas mau istirahat" pinta Malika dan mereka pun berjalan menuju lift lantai 17 dengan 280 kamar dan suite, karna memang hotel ini terdiri dari 18 lantai dan merupakan hotel bintang 6 pertama di Indonesia dengan berbagai macam fasilitas yang bagus, terlebih dekat dengan trans studio bandung yang didalam nya terdapat trans studio mall, Ibis trans studio Bandung dan salah satu indoor theme Park terbesar di dunia. Setelah beristirahat rencana nya mereka akan jalan-jalan di sana karna rapat di tunda sampai esok siang jadi mereka lebih leluasa menikmati nya, sedangkan besok siang Adrian akan sangat sibuk dan malam nya mereka pun harus menghadiri acara jamuan makan bersama pemegang saham dan kolega-kolega yang bekerja sama dengan perusahaan Adrian saat ini


Setelah bangun tidur dan makan, mereka pun berniat mengunjungi trans studio bandung yang hanya berjarak 0,2km dari hotel, namun sayang mereka sempat kecewa karna trnas studio masih di tutup di tengah pandemi saat ini. tak ingin membuat sang istri bersedih, Adrian pun mengajak Malika untuk ke taman Selfi lalu mampir ke masjid trans studio untuk shalat Ashar. kemudian melanjutkan kembali ke taman balai kota Bandung yah walau pun hanya jalan-jalan sederhana tapi setidak nya bisa menghibur sang istri, nanti setelah rangkaian acara dinas Adrian selesai ia akan mengajak sang istri ke Lembang dan menginap di villa keluarga nya yang berada di sana. Pram yang tidak ingin menjadi obat nyamuk pun memilih untuk mengantarkan Adrian dan Malika ke balai kota, setelah itu ia pun berkeliling dengan mobil nya menghilangkan kejenuhan. ia lebih baik pergi, dari pada ikut si bos yang terkadang muncul sifat jahil nya yang sering menyindir bahkan sengaja bermesraan di depan nya. maklum lah jomblo terkadang suka baperan melihat pasangan terlebih suami istri yang bermesraan di depan nya. sebenarnya Pram bisa saja mencari pacar namun ia sangat pemilih, terlebih ia merupakan bawahan dari seorang pengusaha muda yang kaya raya dan pasti nya banyak orang-orang yang tidak hanya berniat mendekati Adrian tetapi ada yang berniat jahat juga jadi ia waspada jika salah-salah mencari malah ia membawa musuh dalam selimut yang bisa mengancam keselamatan atasan nya itu


"Maaf mas Adrian dan mbak Malika saya hanya mengantarkan saja dan tidak ikut, nanti saya akan jemput mas lagi. jadi kalau sudah ingin pulang hubungi saya ya mas" ujar Pram


"Emang nya mas Pram mau kemana? kenapa nggak ikut sama kita aja" tanya Malika


"Saya mau cari rumah temen lama mbak, kebetulan kata nya dekat-dekat sini" jawab Pram berpura-pura


"Oke" jawab Adrian singkat


"Oh gitu, ya udah hati-hati di jalan mas. makasih ya sudah di anterin" ucap Malika yang turun dari mobil dengan di bantu sang suami siaga, yang selalu mengandeng nya seperti takut sang istri terjatuh yang dapat membahayakan kehamilan nya. dan pasti nya pemandangan itu membuat jiwa jomblo Pram bergejolak, namun ia pun tidak bisa berbuat apa-apa lalu kembali melajukan mobil nya membelah jalanan kota Bandung


"Mas Lika mau itu" pinta Malika sambil menunjuk gerobak jajanan pinggir jalan yang menjajakan kue cubit itu


"Ayo kita beli" ajak Adrian yang memang biasa dengan jajanan pinggir jalan walau pun diri nya seorang CEO perusahaan yang kaya raya, tapi tidak mempermasalahkan jenis makanan asalkan itu bersih, baik dan halal pasti ia pun akan memakan nya


"Kamu yakin bisa ngabisin semua ini sayang?" tanya Adrian tak percaya yang kedua tangan nya penuh dengan jajanan yang di beli sang istri, dari mulai seblak, kue cubit, batagor, tahu susu sampai jus buah naga sedangkan Malika tengah asyik menyantap siomay ikan sambil duduk di kursi taman di bawah pohon rindang


"Iya mas, kalau pun nggak habis kan da mas Adrian yang bantuin" ucap nya enteng sambil nyengir lalu kembali menyuap siomay ikan yang berada di tangan nya di alasi Styrofoam itu dan mereka pun menikmati kebersamaan sambil menceritakan masa lalu yang terkadang lucu dan menggemaskan. hingga petang kedua nya pun kembali ke hotel karna Pram telah menjemput mereka sesuai permintaan Adrian karna hampir magrib


🌷🌷🌷


Malika yang meringkuk sendirian merasa bosan di kamar hotel, meskipun fasilitas di dalam nya sangat mewah namun ia merasa jenuh karna Adrian tidak bersama nya yang sedang rapat bersama Pram dan para pemegang saham sesuai agenda yang di jadwalkan. tiba-tiba sebuah ketukan pintu dari arah pintu kamar nya, Malika pun bergegas bangkit berharap sang suami yang datang dan telah menyelesaikan rapat nya lebih cepat


"Selamat pagi Bu" sesosok laki-laki asing berbadan tegap dengan setelan jas yang rapih berdiri di hadapan nya


"Selamat pagi, ada apa ya pak?" tanya Malika ragu dan setengah takut


"Saya di minta tuan Adrian menjemput ibu, karna sekarang tuan mengalami kecelakaan dan sedang menjalankan perawatan di rumah sakit" laki-laki itu mengabarkan


"Astagfirullah Aladzim, bagaimana bisa? kapan kejadian nya pak?" air mata Malika pun mengalir tak tertahan


"Sekarang mas Adrian berada dirumah sakit mana pak?" tanya Malika panik


"Di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung Bu, mari ibu saya antar ke sana secepatnya" ajak laki-laki itu


"Sebentar pak, saya ambil tas dulu" ucap Malika yang kemudian masuk kedalam kamar mengambil handphone yang ia masukkan kedalam tas dan ia pun memakai sepatu selop tanpa hak yang mempermudah jalan nya, lalu ia kembali menemui laki-laki itu setelah menutup pintu dengan cardlock mereka pun pergi meninggalkan hotel menuju ke rumah sakit..


-BERSAMBUNG-


🌹 Terimakasih para readers masih setia menunggu author melanjutkan novel The ceo's wedding secret ini, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya. tetap semangat dan selalu jaga kondisi tubuh ya para readers


Jangan lupa untuk like/vote dan komen bijak nya ya, marhaban ya Ramadhan..💐🥰