The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 70 - SURPRISE JOE



"Berlibur bersama kekasih adalah salah satu agenda pasangan yang tengah di mabuk kepayang, namun berhati-hatilah jangan sampai kebablasan karna penyesalan sudah pasti datang belakangan"


๐ŸŒบ Happy Reading ๐ŸŒบ


"Surprise, selamat pagi cantik" sapa Joe setelah Jihan membalikkan badan nya melihat sosok laki-laki yang menepuk bahu nya dan sangat ia rindukan


"Kak Joe? kok nggak ngabarin Jihan kalau datang ke sini?" Jihan kaget sekaligus senang melihat sang kekasih, walaupun hampir setiap bulan Joe pasti menyempatkan diri di sela-sela kesibukan syutingnya untuk terbang ke paris dan menemui Jihan namun tetap saja membuat nya kaget karna ia datang tanpa mengabari nya terlebih dahulu


"Kalau bilang bukan surprise donk nama nya" jawab Joe sambil memeluk sang kekasih menyalurkan rasa rindu mereka yang hampir sebulan tak bertemu


"Makasih ya kak, tapi apa nggak apa-apa kak Joe setiap bulan datang ke sini? kak Joe kan pasti sibuk banget dengan jadwal syuting yang padat" Jihan merasa tak enak hati karna sang kekasih selalu menyempatkan diri untuk menemui nya, padahal ia tahu betul saat ini Joe sedang menjalani syuting film terbaru nya


"Nggak apa-apa sayang, kak Joe memang sudah buat perjanjian sebelum tanda tangan kontrak film ini kalau setiap bulan minta cuti selama lima hari untuk menemui wanita yang paling kak Joe sayangi" ucap Joe yang seketika membuat wajah Jihan merona merah dan berbunga-bunga hati nya


"Oh iya kak Joe baru aja sampai langsung ke sini, apa sudah istirahat dari hotel?" tanya Jihan


"Kak Joe baru sampai langsung ke kost'an Jihan tapi nggak ada orang, terus nyari-nyari dan benar feeling kakak kalau Jihan ada di cafe ini" ucap Joe yang memang nampak letih terlihat di wajah nya, karna memang jarak tempuh menggunakan pesawat dari Jakarta ke Paris selama 17 jam dan sudah pasti sangat melelahkan terlebih ia berangkat setelah selesai syuting


"Ya ampun kasian banget, pasti capek ya kak? kalau gitu kak Joe sarapan dulu ya nanti kita cari penginapan buat kakak" ucap Jihan penuh perhatian lalu memesankan sarapan pagi


Sesuai permintaan Joe yang sangat lapar, Jihan pun memesankan dua menu sarapan pagi yang berbeda yaitu Croque monsieur seperti sarapan Jihan saat ini serta sepiring Salad Nicoise dan Cafe au lait sebagai minuman nya. karna pada umum nya kebiasaan sarapan masyarakat Perancis tidak seperti kita di sini yang lebih dominan sarapan pagi dengan nasi dan makanan berat lain nya



Croque Monsieur yaitu Sandwich yang berisi ham dengan lelehan keju



Salad Nicoise yaitu terdiri dari ikan tuna, kacang panjang, irisan tomat, telur rebus, potongan kentang dan buah zaitun sangat cocok untuk kalian yang menyukai sarapan sehat dengan tambahan saus di atas nya



Cafe au lait yaitu jenis kopi khas dari Perancis yang merupakan perpaduan kopi hitam dengan susu yang sudah di steam dengan takaran yang sama 1:1 hingga rasa kopi tidak terlalu intens


setelah sarapan pagi mereka pun memesan kamar hotel untuk Joe beristirahat, karna rasa kantuk sudah menyerang nya dan ia pun butuh merebahkan diri setelah penerbangan yang cukup panjang. Joe pun merebahkan badan nya di atas kasur setelah memasukkan ransel yang dibawa nya ke dalam lemari pakaian yang berada di dalam kamar hotel


"Ya udah kak Joe sekarang istirahat ya, Jihan pamit karna ada kelas pagi" ucap Jihan sambil melirik arloji di tangan nya yang menandakan dua puluh lima menit lagi kelas nya akan di mulai


tanpa aba-aba Joe pun berdiri dan memeluk sang pacar yang hendak beranjak meninggalkan nya yang sontak membuat Jihan pun kaget


"E'eh kak Joe" setengah teriak Jihan refleks


"Sebentar aja Jie, kak Joe kan kangen banget sama kamu tapi sekarang malah di tinggalin" pinta Joe sambil mengeratkan pelukan nya dan beberapa kali mendaratkan kecupan singkat di pipi juga kening sang ke kasih


"Iya, Jie makasih banget kak joe udah bela-belain datang ke sini. tapi kan Jie ada kelas penting yang harus di hadiri, lagian kak Joe juga harus istirahat kalau Jie ada di sini kita pasti akan ngobrol dan kak Joe nggak bisa istirahat dengan nyaman" Jie memberi pengertian kepada Joe karna ia tahu jika sang kekasih nya itu pasti sangat capek dan butuh sekali beristirahat


"Kata siapa ada Jie nggak nyaman? kak Joe malah bisa tidur pules di pangkuan Jie" sanggah nya membalikkan tubuh sang ke kasih sambil menatap manik mata Jihan yang berwarna coklat pekat itu


"Jie janji deh, nanti siang setelah kelas selesai pasti balik lagi ke sini dan nemenin kak Joe sampai puas" janji Jie sambil mengacungkan jari kedua jari nya membentuk huruf V


"Janji ya langsung ke sini dan nemenin kak Joe sampai puas? awas kalau bohong dosa loh" cecar Joe


"Iya sayang" ucap Jihan yakin


"Apa? sayang?" mata Joe membulat sempurna mendengar nya


"Eh em kak Joe maksud nya" ucap Jie gelagapan, karna ia memang jarang sekali memanggil sayang pada Joe dan itu pun karna sering nya di paksa


"Coba bilang sekali lagi" pinta Joe sambil menangkup wajah Jihan yang sengaja memalingkan muka karna malu setelah memanggil nya sayang


"I-iya sayang" pelan dan terbata Jihan mengucapkan nya


"Apa? nggak kedengeran" Joe mulai menggoda karna ia sangat suka melihat ekspresi Jihan yang malu-malu dengan wajah yang merona seperti sekarang ini


"IYA SAYANG" setengah teriak akhir nya Jie mengucapkan nya


"Ya udah Jie pergi dulu ya kak, assalamualaikum" pamit nya sambil melepaskan pelukan Joe karna saking malu nya, lalu buru-buru kabur karna takut di goda lagi oleh Joe


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah kelas selesai dan waktu hampir memasuki jam makan siang, Jie bergegas meninggalkan kampus menuju hotel tempat sang kekasih menginap. tapi sebelum nya ia pun mampir di kedai dekat kampus nya untuk membeli air mineral, aneka roti Croissant dan Pain au Chocolat sebagai cemilan Joe setelah bangun tidur karna ia yakin pasti sang kekasih akan kelaparan nanti



"Assalamualaikum, kak Joe udah bangun belum?" seru Jihan sambil masuk ke dalam kamar hotel dengan mudah karna memang lockcard kamar ia bawa, sebagai antisipasi jika Joe terlalu nyenyak tidur nya. seperti beberapa bulan yang lalu saat Joe menginap di hotel dekat kost'an Jihan, ia pernah menunggu hampir satu jam lama nya mengetuk-ngetuk kamar hotel dan mengabaikan tatapan tamu lain nya yang melihat nya seperti orang yang diusir dari kamar sedangkan Joe tengah pulas di dalam kamar tanpa menyadari Jihan di depan kamar yang terus memanggil-manggil nama nya


"Waalaikum salam, sudah selesai kelas nya sayang?" jawab Joe yang perlahan memaksa membuka mata nya dan berusaha bangun dari tempat tidur nya menuju lemari pendingin yang menjadi fasilitas di hotel tersebut, lalu mengambil sebotol air mineral yang sudah tersedia di dalam nya


"Udah donk, nih kak" ucap Jihan menyodorkan sebuah paper bag yang berisi air mineral dan roti yang tadi ia beli


"Apa nih?" tanya Joe bingung


"Buka aja" perintah Jihan yang lalu menjatuhkan b*k*ng nya di atas sofa lalu menyalakan TV, sedangkan Joe menurut saja membuka paper bag yang di berikan Jihan kepada nya


"Wow, makasih sayang. kamu tau aja kalau perut kakak sudah keroncongan" ucap nya senang karna pacar nya itu sangat pengertian, bahkan hanya hal sepele seperti ini saja dapat membuat seorang aktor ternama seperti dirinya merasa sangat senang. berbeda dengan pacar-pacar nya terdahulu yang notabene adalah artis dan super model lebih mementingkan karir dan dirinya sendiri tak sedikit pula yang mendekati Joe hanya demi mendompleng popularitas mereka, terlebih mereka pun hanya suka berfoya-foya dan memoroti uang Joe saja sehingga tidak ada yang berkesan di hati nya hingga sekarang


Sebenarnya sebuah hubungan tidak harus serta merta di ukur dengan uang, kekayaan atau barang-barang mewah yang di berikan. sebuah perhatian dan pengertian sedikit saja sudah merupakan kebahagiaan dalam hubungan itu sendiri, terlebih jika cinta itu di landasi dengan ketulusan, kesetiaan dan saling kasih sayang pasti hubungan itu akan terus berlanjut mungkin hingga ke pelaminan dan Joe berharap hal itu bisa terjadi dengan hubungan nya bersama Jihan. karna ia sudah merasa sangat nyaman berada di dekat sosok wanita mungil, berhidung mancung dan berlesung pipit ini


Banyak hal yang Joe kagumi dari sosok kekasih yang susah payah ia kejar, karna ternyata tak mudah untuk mendapatkan hati Jihan yang sudah terkandung ilfill dan kesal dengan sikap Joe saat beberapa bulan yang lalu mereka bertemu di rumah sakit. namun dengan tekad yang gigih dan usaha Joe yang kuat hingga akhirnya dapat meyakinkan Jihan untuk menerima perasaan nya itu.


Jihan seorang anak salah satu pengusaha hebat negri ini yang memiliki perusahaan dalam bidang jasa dan kakak nya pun yaitu Adrian Putra Permana adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan terkenal tak kalah hebat seperti papa nya. Joe pun sangat tahu jika keluarga mereka begitu baik serta tidak memandang rendah orang lain serta penuh kehangatan, berbeda dengan diri nya yang merupakan anak broken home karna ayah dan ibu nya telah bercerai semenjak ia kecil


Sosok Jihan yang mandiri, pintar, supel dan ceria ini membuat Joe jatuh cinta. bagaimana tidak ia yang seorang anak pengusaha terkenal dan termasuk salah satu konglomerat negri lebih memilih kuliah di luar negri dengan tinggal di sebuah kost'an yang sederhana tak begitu jauh dari kampus nya serta menghilangkan kesan mewah dalam diri nya. sosok wanita mandiri yang jarang bisa ia temui dengan latar belakang keluarga kaya dan pasti nya serba ada, Jihan bahkan tidak merasa keberatan jika harus makan di pinggir jalan sekali pun, hingga tak dapat di pungkiri kekaguman Joe terhadap sang kekasih tidak pernah pudar. terlebih Jihan tidak pernah minta di belikan barang branded kepada nya jika mereka tengah berjalan-jalan di mall, bahkan pernah saat mereka tak sengaja melewati sebuah counter tas dan Joe pun menawarkan membelikan Jihan sebuah tas merek ternama namun di tolak nya mentah-mentah dengan alasan tas nya masih bagus dan buat apa juga membeli tas yang saat ini tidak ia perlukan.


Jihan bermimpi menjadi seorang desainer ternama, dan mempunyai butik seperti sang mama. jadi ia lebih merasa puas jika bisa menghasilkan brand atau produk nya sendiri, ketimbang harus memakai brand ternama saat ini dengan harga yang kurang lebih tak masuk akal buat nya. yah mungkin sebagian dari mereka beranggapan bahwa kekayaan itu adalah sebuah gengsi yang harus di pertontonkan, tak apa lah bagi mereka yang memang dasar nya sudah kaya. tapi bagaimana dengan orang yang berusaha terlihat kaya dengan kemampuan yang se'ada nya? 'Think smart' itu diperlukan tentu nya, karna sedikit kesalahan bisa membuat kita jatuh kedalam lubang kehancuran, jadi bergaya lah sesuai kemampuan!


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


"Makasih ya kak, udah bela-belain datang ke sini" ucap Jihan saat Joe memeluk nya sambil menatap matahari terbenam di sebuah pantai buatan bernama Paris plage, yang terletak di dalam kota Paris di sepanjang sungai seinge. Tujuan pemerintah kota dengan pembuatan pantai buatan ini agar para warga bisa merasakan suasana pantai di dalam kota tanpa meninggalkan kota Paris, namun hanya bisa dirasakan pada musim panas saja seperti saat ini


"Sama-sama Sayang, kak Joe akan lakukan hal apa aja biar bisa dekat sama kamu. walaupun harus menyebrangi sungai ini pun kak Joe berani loh" Joe mencoba mencairkan suasana dan berhasil membuat Jihan tertawa, karna ia tahu jika sang kekasih saat ini tengah merasa terharu dengan perjuangan nya yang tanpa terasa kurang lebih empat bulan sudah selalu menjenguk Jihan di paris


"Ah gombal, lagian sungai nya kan nggak jauh-jauh amat kak" cibir Jihan sambil mencubit pergelangan tangan Joe


"Aww, sakitt Jie" pekik Joe karna lengan nya seperti terbakar berkat cubitan Jihan yang sekuat tenaga


"Ya ampun, ini tangan apa capit kepiting kepiting sih? sakit banget nyubit nya" tanya Joe sambil mengangkat pergelangan tangan Jihan


"Bukan capit kak, tapi ini Tang tau. sini Jihan cubit lagi mau?" ancam Jihan yang membuat Joe pun segera berlari menghindari cubitan berikut nya


"Hahahaa, udah ah capek kak" Jihan mengalah dan duduk di kursi taman sambil meminum air mineral yang ia bawa dalam tas


"Capek ya sayang? lagian kamu sih maen nyubit-nyubit kakak" sindir Joe yang ikut bergabung duduk di samping pacar nya itu


"Oh iya kak, kira-kira dua Minggu lagi kak Aina dan kak Alan akan menikah nanti kak Joe bisa ikut hadir nggak?" Jihan teringat dengan undangan dari Aina sahabat Malika sejak SMP yang merupakan kekasih dari sahabat Adrian


"Jie pulang?" tanya nya


"Iya lah, ngapain jie ngajakin kak Joe kalau Jie nya di sini?" celetuk nya


"Beneran Jie pulang ke Indonesia? berapa lama?" tanya Joe lagi


"Nggak lama sih kak, paling tiga harian di sana" ucap Jihan


"Ya udah kalau gitu kak Joe yang akan jadi pasangan kamu pas undangan nanti" ucap Joe mantap, karna ia senang dua Minggu lagi akan kembali bertemu dengan Jihan..


- BERSAMBUNG -


๐ŸŒนAlhamdulillah, akhirnya author bisa update kembali dan terimakasih buat dukungan para readers semua. sedikit demi sedikit akhirnya kerjaan author kelar, dari mulai ujian akhir sekolah sampai ngisi raport dan lain sebagainya. tinggal acara kelulusan nya aja nih yang belum rampung terlebih pandemi di sini masih tinggi, dan semoga aja cepat selesai sebelum masuk tahun ajaran baru(aamiin)


Jangan bosan-bosan ya menunggu update bab selanjut nya, terimakasih banyak atas support kalian dan jangan lupa juga like/vote serta komen bijak nya ya..thank you all๐Ÿ’