
"Ketika kita melakukan kesalahan yang belum tentu kita perbuat, maka salah satu cara yang tepat yaitu menunjukkan bukti atas kebenaran yang sesungguhnya"
🌺 Happy Reading 🌺
Malam ini Malika menginap di apartemen sesuai permintaan Adrian, karna jadwal malam ini Jihan dan mamah Nadine yang menemani sang papah di rumah sakit maka ia pun mencoba membujuk sang mertua agar menyetujui ke inginkan nya itu
"Ehmm yah, maaf sebelumnya Adri ingin izin membawa Malika menginap di apartemen malam ini saja" dengan ragu-ragu akhirnya Adrian meminta izin kepada pak Tama
Sedangkan Malika yang duduk di samping sang ayah pun merasa khawatir jika ke inginan mereka akan di tolak pak Tama dan membuat Adrian kecewa, karna memang mereka sengaja pulang kerja bersama dan berniat meminta izin kepada sang ayah
"Hanya malam ini saja?" tanya pak Tama ragu
"Iya yah" jawab Adrian refleks
"Oh jadi hanya malam ini saja, tadi nya ayah kira kamu minta nya setiap waktu bersama Malika tapi ternyata segitu" pak Tama mencoba mempermainkan mereka
"Ehmm sebenarnya Adrian ingin setiap malam bersama Malika yah, tapi karna harus bergantian menjaga papah di rumah sakit seenggak nya Adrian bisa bersama Malika malam ini. itu pun kalau ayah mengizinkan kami" ucap Adrian sungkan khawatir jika sang mertua marah dan menolak niat mereka
"Terus malam-malam berikut nya gimana?" tanya pak Tama lagi
"Adrian akan segera menyelesaikan semua masalah dengan Sheila dan menunjukkan kepada ayah, Malika bahkan seluruh keluarga bahwa Adrian tidak bersalah dan semua itu hanya fitnah. sehingga ayah bisa mengizinkan Adrian dan Malika bersatu kembali selamanya" ucap Adrian penuh kejujuran
"Oke kalian boleh pergi sekarang" ucap sang ayah yang tiba-tiba bangun dari sofa yang membuat Adrian dan Malika pun kaget mendengarnya
"Maksud ayah Lika boleh menginap dengan mas Adrian?" tanya Malika penasaran karna kata-kata sang ayah yang ambigu
"Ya sudah kalau kalian tidak mau, Malika cepat masuk ke kamar" ucap sang ayah mencoba menjahili anak dan menantu nya itu
"I-iya iya yah, kami mau" ucap Adrian terbata
"Ya sudah tunggu apa lagi? cepat sana pergi" usir sang ayah yang masih menjahili mereka
"Tapi yah?"
"Tapi, tapi apa? Adrian cepat kamu bawa Lika kalau perlu selamanya tinggal di sana" ucap sang ayah memotong ucapan Lika serta mencoba menahan tawa nya karna melihat raut kebingungan di wajah anak dan menantu nya itu, bener-bener ini ya pak Tama niat banget ngejahilin mereka
"Makasih ya yah" ucap Malika seraya memeluk sang ayah karna pertanda ternyata pak Tama sudah tidak marah lagi dengan Adrian
"Iya sama-sama sayang, Lika memang sudah seharusnya bersama Adrian baik suka maupun duka. maafin ayah ya yang selama ini bersikap egois padahal benar kata Ashya, ayah yang mengajarkan kalian untuk patuh, percaya dan menghormati suami kalian kelak tapi sekarang malah ayah yang menyangkal semua perkataan itu" ucap pak Tama menyesal karena merasa gagal sebagai contoh yang baik bagi kedua putri nya
"Nggak kok yah, apa yang ayah ajarkan kepada Lika dan Ashya memang selalu benar. dan mungkin semua ayah di dunia ini akan bersikap yang sama jika posisi mereka seperti ini" ucap Malika mencoba menghilangkan rasa penyesalan sang ayah
"Benar kata Malika yah, Adrian pun jika kelak menjadi ayah pasti akan melakukan hal yang sama karna posisi nya ayah belum tahu kebenaran nya. maka dari itu Adrian minta diberi kesempatan kedua oleh ayah untuk mengumpulkan semua bukti kebenaran bahwa Adrian tidak bersalah, Adrian janji akan selalu menjaga Malika dan tidak akan membuat ayah kecewa" ucap Adrian
"Baiklah ayah coba percaya kata-kata kamu, ingat Adrian jangan sampai buat ayah kecewa kalau tidak kamu akan tahu akibat nya" ancam sang mertua
"Inshaallah yah, Adrian janji pasti akan menyelesaikan ini secepatnya dan tidak akan membuat ayah juga Malika kecewa" ucap Adrian optimis
"Gimana kalau malam ini kalian nginep di sini saja, besok malam baru kalian pulang ke apartemen karna se jam lagi kan mau magrib jadi nggak baik kalau kalian berada di jalan" pinta sang ayah dan Malika pun refleks menatap Adrian meminta persetujuan sang suami dan Adrian pun mengangguk tanda menyetujui permintaan mertua nya itu
"Iya yah, kalau gitu Lika sama mas Adrian ke kamar dulu ya buat bersih-bersih" ucap Malika
"Ya sudah, nanti ayah tunggu kalian di mushola ya kita jamaah bareng-bareng" ajak sang ayah, Malika dan Adrian pun menyetujui nya lalu mereka bersamaan menuju kamar Malika di lantai dua untuk mandi dan berganti pakaian
"Mas, Lika mandi duluan ya soal nya udah gerah banget nih" ucap Malika seraya membuka pintu kamar mandi
"Bareng aja sayang, biar lebih cepat selesai nya" ajak Adrian yang tiba-tiba ngeloyor ikut masuk ke dalam
"Eh mas jangan, nanti bukan nya cepat tapi malah kelamaan" protes Malika
"Udah ayo cepetan sayang" ucap Adrian yang menarik tangan Malika masuk kedalam kamar mandi, dan ini kesempatan untuk Adrian melancarkan aksi nya
🍁🍁🍁
Permisi, apa anda yang bernama nyonya Nadine Permana?" tanya seorang wanita paruh baya yang bergaya sosialita, ia tiba-tiba menghampiri Nadine yang baru datang ke rumah sakit untuk menemani Jihan yang sejak pagi menunggu sang papah di ruang rawat inap
"Benar saya Nadine istri tuan Permana, ada apa ya?" tanya Nadine yang merasa tidak mengenal sosok wanita itu
"Kalau anda ragu kita ngobrol di taman rumah sakit saja, dan di sana banyak orang jadi anda tidak usah takut saya melakukan kejahatan" ucap Hillary seperti mengetahui ke khawatiran Nadine
"Baiklah kalau begitu, kita ngobrol di taman saja" ucap Nadine yang menyatujui permintaan Hillary lalu mereka pun duduk di kursi taman di bawah sebuah pohon peneduh di halaman rumah sakit
"Mohon maaf sebelum nya saya menganggu waktu anda" ucap Hillary membuka pembicaraan
"Tidak apa-apa, kebetulan saya pun baru datang dan ingin menemani anak menunggu suami saya yang sedang di rawat di sini" ucap Nadine
"Oh iya saya turut prihatin atas apa yang baru saja menimpa tuan Permana, semoga beliau lekas sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga" ucap nya
"Aamiin, terimakasih atas perhatian serta doa nya" balas Nadine
"Mohon maaf kalau begitu langsung saja pada maksud dan tujuan saya menemui anda, tapi sebelumnya saya ingin bertanya. apa anda mengenal, maksud saya masih berhubungan dengan Anthonius?" tanya Hillary penuh selidik
"Anthonius? maaf memang nya ada hubungan apa anda dengan Anthonius?" Nadine balik bertanya sebelum menjawab pertanyaan Hillary
"Saya istri nya Anthonius" ucap Hillary tegas
"Jadi maksud tujuan anda menemui saya hanya untuk membahas orang itu? maaf lebih baik anda pulang, karna saya tidak sudi membahas tentang orang itu lagi" tanya Nadine yang tiba-tiba bangun dan meninggikan suara nya karna tidak senang mendengar serta kembali di kait-kaitkan dengan laki-laki itu
"Maaf kalau ini menyinggung anda, tapi saya mohon anda tenang dan kita bicarakan ini baik-baik" pinta Hillary yang menggenggam tangan Nadine berharap ia dapat penjelasan dari semua masalah yang terjadi
"Baiklah akan saya ceritakan semua nya, jadi dulu saya mengenal Anthonius atau tepat nya sangat mengenal dia karna waktu itu kami pacaran cukup lama. saya telah memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak dapat ia terima, dan semua itu terjadi sebelum saya dan mas Permana menikah. namun ia merasa jika Permana lah yang merebut saya dari nya, hingga ia dendam dan melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta nya kembali bahkan hampir membunuh suami saya. setelah menikah saya tidak pernah berhubungan bahkan tidak ada niatan mencari tahu tentang apa dan bagaimana kehidupan nya sekarang karna saya telah fokus pada pekerjaan, suami dan anak-anak yang saya cintai. entah setan apa yang sudah merasuki nya hingga ia selalu berusaha memisahkan saya dan mas Permana dan Anthonius yang sekarang bukan sosok yang saya kenal selama ini" ucap Nadine menjelaskan semua nya
"Tidak berhubungan lagi? bukankah beberapa bulan yang lalu anda pernah mengajak nya bertemu?" tanya Hillary menaruh curiga jika Nadine masih mempunyai perasaan kepada Anthonius
"Itu memang benar, saya yang pertama kali mengajak nya bertemu dan meminta nomer telpon nya dari teman saya yang kebetulan mengenal nya. mohon maaf tapi itu semua bukan seperti yang anda pikirkan, saya menemui nya hanya untuk meminta nya berhenti menganggu serta mencelakai keluarga dan menantu saya" ucap Nadine yang merasa kesal karna ia merasa di curigai oleh Hillary
"Anda kan seorang pemilik hotel bintang lima terkenal dan pasti nya mempunyai koneksi yang tidak sedikit, jadi silahkan anda cari tahu apa saja yang sudah suami anda perbuat terhadap keluarga saya dan jika tujuan anda kesini untuk meminta keringanan atas hukuman yang suami anda terima. mohon maaf saya tidak akan melakukan itu karena Anthonius pantas mendapatkan nya bahkan menurut saya hukuman nya itu kurang, saya rasa sudah cukup pembicaraan kita dan saya tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi karena saya menjadi emosi. mohon maaf kalau begitu saya pamit, permisi nyonya Hillary" ucap Nadine yang menjadi emosi lalu meninggalkan Hillary sendirian di taman
Hillary yang melihat sikap Nadine barusan yakin bahwa suami nya lah yang selama ini mengejar-ngejar cinta Nadine, sedangkan Nadine sudah jelas telah mencintai tuan Permana suami nya saat ini. sebenarnya Hillary sudah mendapatkan bukti dari sekertaris nya, namun ia ingin melihat sendiri apa benar Nadine sudah tak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Anthonius dan ternyata benar semua bukti yang menyatakan bahwa Anthonius lah yang bersalah terlebih Anthonius sampai menyuruh orang untuk memperkosa Malika yang kini menjadi menantu keluarga Permana dengan alasan membalas dendam kepada Adhitama yang ia kira sebagai penyebab Nadine memilih menikahi Permana di banding diri nya. sebenarnya masih banyak yang ingin Hillary bicarakan, tapi sayang nya Nadine sudah terbawa emosi dan ia pun mengurungkan niat nya itu lalu pergi meninggalkan rumah sakit dengan dua bodyguard nya yang ternyata menunggu tidak jauh dari tempat mereka berbicara
➡️Folback to Malika
Malam ini Malika merasa sangat senang karena sang ayah telah memaafkan Adrian, dan kini mereka tengah bersiap untuk makan malam setelah sebelumnya berjamaah di mushola kecil di samping rumah nya dengan Adrian sebagai imam shalat
"Ayah mau makan pakai lauk apa?" tanya Malika yang bersiap menyendokan lauk untuk sang ayah
"Ayam goreng sama sayur asem nya di pisah aja Lika" jawab pak Tama kemudian Malika pun memberikan apa yang di inginkan sang ayah
"Mas Adrian mau pakai apa? apa sama juga kayak ayah?" tanya Malika
"Boleh sayang, tapi sekalian sama sambel terasi nya juga ya kayak nya mantep nih sayur asem, ayam goreng dan sambel terasi+lalapan buatan bi Sumi" ucap Adrian yang membuat Malika manyun karna Adrian memang sengaja menggoda nya
"Nih mas" dengan ketus Malika pun menyodorkan piring berisi nasi dan lauk yang tadi di minta Adrian
"Cieee, ngambek nih cerita nya?" ledek Ashya yang dari tadi memang memperhatikan tingkah kedua nya
"Maka nya punya suami di masakin donk kak, tar mas Adrian berpaling ke bi sumi ma. gawat jadi nya" sindir Ashya
"Hustt, nggak boleh ngomong sembarangan" celetuk pak Tama tiba-tiba
"Bener tuh yah, omelin aja nih si cerewet" Malika mengompori sang ayah
"Becanda kali yah, lagian emang bener kan semenjak menikah Ashya nggak pernah tuh lihat kak Malika masakin buat kak Adrian" ucap Ashya tak mau di salahkan dan hany membuat Adrian menahan tawa melihat tingkah adik dan kakak itu
"Sotoy banget nih bocil, emang nya kakak kalau masakin buat mas Adrian harus laporan sama kamu gitu?" ucap Malika kesal
"Udah stop, sekarang waktu nya makan bukan untuk berdebat" ucap sang ayah tegas
"Iya yah" kompak Malika dan Ashya pun menjawab, lalu mereka pun melanjutkan makan nya dan sesekali sang ayah menanyakan keadaan pak Permana karna ia sudah sangat rindu dengan sahabat nya itu. pembicaraan mereka pun berlanjut di taman belakang, sambil bermain catur dan menyeruput teh hangat disertai cemilan sebagai pelengkap. Malika pun ikut menemani Adrian dan sang ayah, sedangkan Ashya lebih memilih masuk ke kamar karna harus mengerjakan tugas-tugas kuliah nya..
- BERSAMBUNG -
🌹JANGAN LUPA YA PARA READERS UNTUK SELALU LIKE/VOTE NOVEL THE CEO'S WEDDING SECRET INI, SERTA KOMEN BIJAK KALIAN MENJADI PENYEMANGAT AUTHOR DALAM MENGUPDATE NOVEL INI. THANKS YOU ALL💐