
"Sehebat-hebatnya kebajikan masih bisa dikalahkan dengan kebenaran, begitu pula kejahatan yang direncanakan dengan mudah bisa digagalkan tuhan. maka berbuat baiklah selagi kita bisa.."
πΊ Happy Reading πΊ
Adrian yang baru tiba di rumah segera bergegas menuju kedalam setelah memarkirkan mobil kesayangannya itu, setengah jam lagi pukul delapan malam adalah waktu nya makan malam di kediaman keluarga Adrian. ia pun setengah berlari menaiki tangga menuju kamar nya kemudian masuk ke kamar mandi untuk berendam juga membersihkan diri lalu mengganti pakaian, sebenarnya ia masih ingin beristirahat sebentar tapi ia pun segera kembali menuruni tangga menuju meja makan setelah sebelum nya bi Ani mengetuk pintu nya untuk menanyakan Adrian makan malam bersama atau tidak.
"tok tok tok, Mas Adri di tunggu tuan besar untuk makan malam" tanya bi Ani yang sudah mengasuh dirinya sejak kecil itu dari balik pintu
"Iya bi, sebentar lagi Adri turun" ucap nya dari dalam kamar dan ni Ani pun meninggalkan kamar Adrian kembali ke dapur untuk membantu mba Santi dan mba Iyem yang tengah sibuk menyusun menu makan malam ke atas meja makan.
Di meja makan sudah ada pak Permana sang papah, Jihan adik nya dan juga bu Nadine sang ibu tiri yang tengah menunggu nya, Adrian pun duduk di samping sang papah kemudian mereka pun menikmati makan malam bersama.
"Bagaimana kerjaan mu di kantor Dri?" tanya sang papah memulai percakapan mereka
"Alhamdulillah semuanya lancar Pah" jawab nya
"Terus proyek yang di Bandung bagaimana kelanjutan nya? sudah tidak ada kendala lagi kan?" tanya sang papah penasaran dengan kelanjutan proyek cabang perusahaan Surya Permana grup yang sedang di buat Adrian
"Emang nya ada kendala apa kak?" celetuk Jihan yang penasaran sedari tadi mendengar sang papah dan kakak nya itu membicarakan proyek cabang perusahaan yang sedikit di ketahui nya itu
"Nggak ada apa-apa dek, cuma sedikit insiden kecil aja" jawab Adrian
"Insiden kecil gimana maksud nya kak?" Jihan semakin penasaran
"Ih kepo banget nih anak kecil" ucap nya sambil mengacak-acak rambut Jihan yang kebetulan duduk disampingnya dan sedang cemberut sambil merapihkan rambut nya karna sang kakak tak menjawab rasa penasaran nya itu
"Tenang saja pah semua nya sudah berjalan normal, dan semua masalah sudah diselesaikan serta para pekerja pun sudah kembali bekerja seperti biasa nya. Inshaallah proses pengerjaan nya kurang lebih sudah sampai tujuh puluh lima persen pah dan mungkin bulan depan bisa selesai dikerjakan" jawab Adrian tak menghiraukan pertanyaan Jihan itu
"Alhamdulillah, semoga semua bisa selesai sesuai rencana mu dan tidak ada kendala lagi ke depan nya" ucap sang papah
"Aamiin" ucap mereka serentak
"Oh ya mamah Nadine, makasih sudah merekomendasi kan wedding organizer dan perancang busana nya" ucap Adrian yang seketika membuat Jihan, ibu Nadine dan papah nya pun tersedak bersamaan
"Tadi kakak bilang apa, mamah Nadine? Jihan nggak salah denger kan ya?" ucap sang adik aneh sambil bergantian melirik sang papah dan mamah nya itu
"Iya tadi kak Adrian panggil tante Nadine mamah, emang nya kenapa? nggak boleh gitu?" tanya Adrian berlagak polos
"Boleh kok Dri, malah tante eh maksud nya mamah seneng kok mendengar nya" ucap ibu tiri nya itu yang nampak sangat senang setelah mendengar ucapan dari Adrian, ia merasa Adrian sekarang sudah mulai menerima nya setelah beberapa tahun yang lalu ia sempat tidak ingin menyebut nya mamah. terutama semenjak sang paman Bramantyo juga istrinya yang menghasut Adrian untuk membenci Nadine karna ada maksud lain menikahi sang papah
Mereka pun melanjutkan makan malam sambil mendengarkan ocehan Jihan yang membuat suasana semakin ramai, sesekali Nadine pun menyendoki lauk bergantian ke piring pak Permana dan Adrian yang membuat Jihan pun memprotes sang mamah nya itu.
"Mentang-mentang udah baikan mas Adrian terus yang disendokin lauk, aku juga mau kali mah" protes Jihan yang kembali memanyunkan bibir nya
"Iya sayang, sini mamah ambilkan kamu mau apa lagi? ayam rica-rica, telor balado, ikan goreng apa tambah sayur lodeh nya?" tanya sang mamah yang siap menyendokan lauk untuk Jihan
"Jihan mau tambah ayam rica-rica sama sayur lodeh nya mah" ucap jihan manja sambil menyodorkan piring
"Huhh dasar anak manja, ambil sendiri juga bisa kali" ledek Adrian
"Bomat(bodo amat), sirik aja kali" ucap nya singkat
"Hussst, udah Jihan jangan berantem terus ayo lanjutin makan nya" ucap sang mamah dan mereka pun kembali melanjutkan makan malam dengan lebih tenang
πππ
Adrian yang setelah makan malam memilih melanjutkan menonton drakor bersama Jihan di channel kesayangan adik nya itu, ia pun menghampiri sang papah yang hendak masuk ke ruang kerja nya untuk mencari tahu kebenaran dari hasil penyelidikan anak buah Pram.
"Pah, ada yang mau Adri omongin penting" ucap Adrian setengah berbisik sambil celingak celinguk mencari keberadaan bu Nadine
"Kamu nyari ngapain Dri celingak celinguk gitu, ayo katanya ada yang mau di omongin?" tanya sang ayah yang aneh melihat tingkah Adrian
"Nggak, itu mamah Nadine ada di mana pah?" tanya nya
"Oh mamah kamu lagi di kamar, capek kata nya seharian ngurusin salon yang hari ini ramai pengunjung" ucap sang papah sembari masuk kedalam ruang kerja dan duduk di kursi nya
"Oh gitu" singkat Adrian
"Emang kamu mau ngomong apa?" lanjut sang papah
"Ini pah teh nya, diminum ya Dri" ucap Nadine yang menyodorkan dua cangkir teh untuk papah dan Adrian
"Ya makasih mah" jawab Adrian yang kemudian bersamaan dengan sang papah menyeruput teh yang di berikan
"Makasih sayang, kenapa kamu yang antar? kata nya sedang capek istirahat aja di kamar" ucap pak Permana mencoba menghilangkan keterkejutan nya itu
"Iya pah, habis ini mamah juga mau istirahat tadi lupa belum bikinin teh buat papah. eh pas ke dapur bi Ani sudah buatin katanya tadi disuruh papah ya? karna di dalam juga ada Adrian jadi sekalian aja di buatin dan mamah cuma bawain ke sini" ucap nya
" Iya tadi papah pikir mamah lagi kecapean mau langsung istirahat, jadi papah suruh bi Ani aja yang anterin teh nya" ucap sang papah
"Yaudah kalau gitu mamah balik ke kamar ya pah" ucap Nadine
"Ya mah" jawab papah, dan kemudian Nadine pun keluar dari ruang kerja papah. Setelah merasa kondisi aman mereka pun kembali melanjutkan obrolan
"Kamu kenal Anthonius darimana?" tanya sang papah berbisik takut sang istri mendengar percakapan mereka
"Apa benar Anthonius dulu adalah kekasih mamah Nadine pah?" tanya Adrian memastikan
"Iya benar, sebelum menikah dengan papah mamah Nadine tengah berpacaran dengan nya, lalu mamah Nadine memilih papah dan kami pun menikah setelah itu Anthonius pun sangat membenci papah" jawab sang papah jujur
"Jadi benar bahwa papah telah mengambil kekasih nya? dan itu membuatnya sangat dendam ke papah dan om Tama" tanya Adrian lagi
"Tama? Iya benar ia pun sangat membenci Tama, karna Tama lah yang sudah berhasil menyatukan papah dan mamah Nadine saat itu" jawab sang papah
"Terus kenapa kamu tanya papah tentang Anthonius? dan dari mana kamu tahu tentang semua ini" tanya sang papah yang penasaran
"Sebenarnya Anthonius lah dalang dari semua masalah yang menimpa keluarga Adhitama, dia juga yang menyuruh orang untuk memperkosa dan melukai Malika pah" jawaban Adrian yang membuat sang papah terkejut
"Apa? Kurang ajar Anthonius, jadi dia dalang dibalik semua kejadian ini" pak Permana mulai emosi sambil memukulkan tangannya ke meja
"Sabar pah" ucap Adrian mencoba menenangkan emosi sang papah
" Jadi menurut penyelidikan anak buah yang disuruh Pram, Anthonius juga yang ingin mengagalkan proyek pembangunan cabang baru perusahaan kita di bandung pah" ucap Adrian yang kemudian menceritakan semua perbuatan Anthonius dari mulai menyuruh orang untuk membuat kecelakaan di proyek pembangunan perusahaan di Bandung agar pembangunan gagal total dan perusahaannya menderita kerugian besar serta rencana Anthonius yang memfitnah Malika di kantor dengan menjadi kambing hitam dari penggelapan dana yang di lakukan oleh orang suruhan nya.
"Biadab, benar-benar tidak bisa kita biarkan kejahatannya ini. terus apa rencana kamu selanjutnya Dri? kasihan Malika, sekarang dia pasti sedang bingung" tanya sang papah
"Tenang aja pah, Adri sudah punya bukti untuk membantu masalah Malika. dan untuk sementara kita ikuti permainan mereka saja, sampai Adrian mengumpulkan bukti lebih banyak lagi dan membalas semua perbuatannya itu" ucap Adrian
"Baiklah jika itu keinginan mu, kamu harus ekstra berhati-hati menghadapi nya dia itu licik dan beberapa kali juga ingin melukai papah dan menghancurkan perusahaan kita. papah nggak mau kamu celaka Dri" raut khawatir tampak diwajah sang papah
"Inshaallah Adrian bisa jaga diri, dan maaf ya pah selama ini Adrian salah sangka saat papah menyuruh body guard mengawasi Adrian di Canada" ucap Adrian menyesal sambil menundukkan wajah nya
"It's okay my son, papah ngerti kok alasan kamu saat itu yang merasa seperti terkekang dengan pengawasan yang papah berikan" jawab sang papah yang menghampiri Adrian dan menepuk bahu nya, seketika Adrian pun bangkit dari duduk nya dan memeluk sang papah
"Makasih banyak ya pah" ucap Adrian terharu
"Papah dan mamah Nadine sudah banyak berkorban, tapi Adrian malah selalu berprasangka buruk. Adrian janji mulai sekarang akan memperbaiki semua nya" ucap Adrian dan menyebabkan bulir bening jatuh ke pipi nya
"Berarti sekarang kamu sudah bisa menerima mamah Nadine? dan tidak membenci nya lagi" tanya sang papah yang melihat Adrian mengeluarkan air mata itu
"Ia pah" jawab Adrian sambil menghapus air mata di pipi nya
"Tapi papah nggak nyangka loh, Jagoan papah yang selalu terlihat cool, cuek, dewasa, berani dan sok tegar sekarang lagi nangis di depan papah nya" ledek sang papah tersenyum yang berusaha mencairkan suasana
"Ehem ehem, maaf ya Adrian nggak nangis pah. kebetulan tadi saat berpelukan mata Adri kena ujung kerah papah jadi kelilipan terus nggak terasa keluar air mata gitu deh pah" ngeles Adrian menunjuk kerah baju polo sang papah dan pura-pura mengucek matanya mencoba menahan malu karena di ledek sang papah. dan mereka pun tertawa bersama menyadari tingkah konyol Adrian itu
Tanpa mereka duga Nadine ternyata masih berada di balik pintu, ia penasaran karena sebelum masuk ruang kerja pak Permana ia mendengar Adrian menyebut nama Anthonius lalu ia memutuskan untuk menguping setelah mengantarkan teh kepada suaminya itu. Dan betapa terkejutnya ia mendengar penjelasan Adrian kepada sang papah bahwa Anthonius lah dalang dari semua kejadian yang terjadi dan ia ingin membalas dendam kepada Adhitama dan suami nya, terutama terhadap Malika yang tidak ada sangkut paut nya dengan masa lalu mereka itu.
Nadine tanpa sadar pun menangis mendengar semua penjelasan Adrian, ia pun pergi menuju kamarnya karna takut Adrian dan sang suami menyadari bahwa ia telah mendengar semua nya. Nadine merasa sedih serta bersalah atas apa yang terjadi, pikirannya pun kacau dan ia memutuskan ingin mencari tahu juga menghubungi Anthonius untuk menyelesaikan semua nya dan berharap agar Anthonius bisa melupakan semua dendam nya itu..
- BERSAMBUNG -
πΉHai para readers yang setia selamat tahun baru 2021, semoga tahun ini bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu baik dalam segi Rizky, Kesehatan juga keimanan kita..aamiin
Spesial Bab ini author bikin lebih panjang dari biasa nya ya, sebenarnya untuk menebus keterlambatan author dalam update cerita the Ceo's wedding secret untuk hari ini. terimakasih banyak untuk suport,like/vote dan komen bijaknya. thank you allπ