
"Berpikirlah sebelum bertindak, Karna apa yang kita lakukan tanpa memikirkan nya terlebih dahulu terkadang malah menjadi Boomerang untuk diri kita sendiri"
๐บ Happy Reading ๐บ
Adrian masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi, ia pun mengambil dan membuka map coklat yang dibawa Pram semenjak mereka berangkat ke rumah sakit. Memang benar ternyata itu adalah foto Nadine bersama Anthonius laki-laki yang baru ia ketahui dari Pram sebagai dalang dibalik semua kejadian yang menimpa keluarga Adhitama terutama kepada Malika sang calon istri nya. terbersit rasa menyesal dalam dirinya karna merasa bodoh kemarin-kemarin sudah menganggap Nadine sebagai mamah nya dan merasa di tipu dengan tingkah laku nya yang seolah baik di depan tapi menusuk di belakang.
Adrian menduga apa kah Nadine selama ini berselingkuh dengan Anthonius dan hanya berpura-pura mencintai papah nya, jika benar berarti ia lah seorang pengkhianat yang selama ini berada di dalam keluarga Permana. ternyata kebencian paman Bramantyo beralasan dan benar ada nya bahwa Nadine itu bukan lah orang baik, ia hanya mengincar harta sang papah.
Sementara itu Nadine yang sudah berada di spa dan salon kecantikan milik nya setelah pertemuannya dengan Anthonius beberapa jam yang lalu, ia sedang berbincang dengan tamu VVIP seorang ibu pejabat yang menjadi langganan salon nya itu. Dering ponsel menghentikan pembicaraan mereka dan Nadine pun pamit untuk mengangkat telpon yang tertera nama Jihan pada layar smartphone nya itu, betapa kaget nya Nadine mendengar berita bahwa suami nya yaitu pak Surya Adhi Permana mendadak kolabs saat berada diperusahaan. Ia pun kembali pamit kepada tamu nya dan segera pergi menggunakan mobil meninggalkan spa dan salon kecantikannya setelah meminta sang manager untuk menghandle semua nya, perasaan Nadine tak tenang ia mengendari mobil dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menabrak orang yang akan menyebrang jalan beruntung ia masih bisa mengendalikan laju mobil sehingga tabrakan tidak terjadi.
Nadine keluar dari mobil untuk melihat keadaan seorang gadis yang hampir jadi korban tabrakan mobil nya, untung gadis itu hanya shock dan hanya terbentuk juga lecet-lecet sedikit lalu Nadine pun meminta maaf dan menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada nya dan memberikan kartu namanya jika ada kekurangan biaya yang harus ia tanggung karna sang gadis sempat menolak untuk di bawa kerumah sakit. setelah masalah dengan gadis itu selesai Nadine pun kembali melajukan mobilnya untuk menjemput Jihan di mall, karna saat Adrian menghubungi Jihan diri nya sedang reuni dengan teman-teman nya di sana sedangkan saat berangkat tadi Jihan dijemput teman nya jadi ia tidak membawa kendaraan. Jihan masuk kedalam mobil sang mamah setelah ia menunggu hampir setengah jam di depan lobby mall bersama teman-temannya yang menemani sampai sang mamah datang
"Mah kok lama datang nya? Jihan sampai khawatir takut mamah kenapa-napa juga" tanya Jihan sambil terisak tangis setelah masuk ke dalam mobil
"Maaf sayang, tadi mamah hampir menabrak orang beruntung dia tidak kenapa-napa" ucap Nadine yang masih fokus menyetir menuju rumah sakit tempat pak Permana dirawat
"Alhamdulillah, berarti kita masih dilindungi Allah mah. semoga papah juga baik-baik aja ya mah, Jihan takut mah" ucapnya sedih sambil memeluk sang mamah yang sedang menyetir di samping nya
"Husttt, jangan berpikir yang nggak-nggak Jihan. inshaallah papah pasti baik-baik aja" ucap Nadine sambil fokus kembali pada setir nya lalu mereka pun terdiam seakan berkelut dengan pikiran masing-masing
๐๐๐
Adrian pun bangkit dari tempat duduk nya melihat dari ujung lorong Nadine dan Jihan sedang menuju ketempat nya, diruang ICU tempat sang papah dirawat. nampak wajah kesal Adrian ketika melihat Nadine datang namun ia mencoba menahan karna tidak ingin terjadi keributan di rumah sakit dan takut akan menggangu pemulihan papah nya itu.
"Adrian, bagaimana keadaan papah?" tanya Nadine yang telah sampai di rumah sakit bersama Jihan
"Iya mas bagaimana keadaan papah sekarang" Jihan pun bertanya
"Papah sedang di tangani dokter di dalam" ucap nya singkat
"Sebenarnya apa yang terjadi Dri? kenapa papah bisa pingsan?" tanya Nadine yang penasaran dan menghampiri Adrian lebih dekat
"Tante tanya kenapa? coba tanya sama diri tante sendiri" ucap Adrian yang malah bertanya balik yang membuat Nadine dan Jihan pun kaget sekaligus bingung, kenapa Adrian memanggil Nadine dengan sebutan tante bukan mamah sedangkan kemarin Adrian sudah menganggap dan menyebut Nadine sebagai mamah nya sendiri.
"Adrian sebenarnya ada apa nak? mam- tante tidak mengerti apa maksud kamu" ucap Nadine yang bingung harus menyebut diri nya mamah atau tante kepada Adrian
"Nih tante lihat sendiri pengkhianatan Tante ke papah" ucap Adrian emosi sambil menyerahkan map coklat yang ia pegang, Nadine pun menerima map coklat itu. ia dan Jihan pun penasaran dan membuka map yang ternyata berisikan foto-foto diri nya dan Anthonius saat tadi pagi mereka janjian bertemu.
Air mata Nadine pun mengalir deras dan mengerti ternyata inilah penyebab sang suami kolabs, bagaimana tidak semua foto itu diambil dengan angel yang membuat orang lain salah paham terhadap pertemuan nya dan Anthonius tadi pagi. Nadine sangat menyesali harus bertemu dengan Anthonius yang sudah jelas berencana untuk menjebak diri nya, meras bodoh nya ia tidak curiga dan tidak berhati-hati saat bertemu dengannya.
"Adrian kamu salah paham nak, memang benar tante tadi bertemu dengan Anthonius tapi itu semata-mata karena tanpa ingin meminta agar ia menghentikan semua balas dendam nya kepada keluarga kita terlebih kepada Malika" ucap Nadine mencoba menjelaskan semuanya kepada Adrian
"Jadi tante sudah tau semua nya? kenapa tante tidak bicara dulu dengan papah? atau jangan-jangan tante memang bersekongkol dengan Anthonius kan?" tanya Adrian emosi dan hanya di jawab dengan gelengan kepala Nadine yang merasa terpojok dan salah dalam mengambil tindakan hingga kesalah pahaman ini terjadi
"Laki-laki itu selingkuhan tante Nadine" ketus Adrian yang seketika membuat Nadine kaget mendengar ucapan Adrian itu
"Apa? jangan asal jeplak kak, nggak mungkin mamah melakukan hal keji itu" bantah Jihan yang tahu jika mamah nya tidak akan melakukan hal itu
"Mah, coba jelasin sama Jihan. siapa laki-laki itu? dan ada hubungan apa mamah dengan nya?" pinta Jihan dan Nadine hanya diam dan menangis tanpa menjawab pertanyaan dari Jihan
"Mah, Jihan mohon katakan yang sebenarnya. mamah nggak mungkinkan melakukan hal bodoh itu kan, mamah jangan diem aja dengan ucapan kak Adrian" ucap Jihan menangis dan memohon agar mamah nya menyangkal bahwa ucapan Adrian itu tidak benar
Tiba-tiba dokter yang memeriksa pak Permana pun keluar dari ruang ICU, dan bertanya siapa keluarga dari sang pasien.
"Mohon maaf siapa disini yang keluarga pasien?" tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU tempat pak Permana mendapat penanganan
"Saya Adrian, anak pasien dok" ucap Adrian segera
"Baiklah mas Adrian, silahkan ikut ke ruangan saya" ajak sang dokter
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" cegah Nadine yang menghampiri dokter sebelum mereka menuju ruangan
"Untuk sementara kondisi pasien sudah stabil Bu, dan saya akan menjelaskan nya di ruang kerja saya. jika ibu ingin mengetahui nya silahkan ikut kami" ucap sang dokter
"Tidak usah dok, biar saya saja yang ikut dengan dokter" sanggah Adrian yang tidak ingin Nadine ikut bersama nya
"Baiklah kalau begitu, mari mas Adrian dan permisi nyonya" ucap sang dokter muda berusia tiga puluh tahun itu yang seolah tidak ingin ikut campur dalam masalah keluarga mereka
Adrian dan dokter yang bernama Calvin tertera pada nametag nya pun pergi meninggalkan Nadine dan Jihan, sedangkan Pram mengikuti Adrian menuju ruangan dokter. Nadine merasa terpukul dan bersalah dengan kejadian ini, seandai nya ia tidak gegabah untuk menemui Anthonius pasti kejadian nya tidak akan seperti ini dan Adrian pun tidak akan kembali membenci nya.
"Maafin mamah pah" lirih Nadine menatap suami nya dari celah jendela ruang ICU yang tergeletak dengan alat bantu pernapasan serta selang infus yang menempel di tubuh nya.
"Sabar ya mah, papah pasti kuat dan cepat sembuh jadi kita bisa berkumpul lagi" ucap Jihan menenangkan mamah nya itu sambil memeluk nya dari belakang
"Aamiin, makasih sayang" ucap Nadine sambil menggenggam tangan Jihan yang memeluk nya
โก๏ธFolback Malika
Malika yang mendapat kabar dari Jihan bahwa sang calon mertua nya kolabs pun terkejut, ia pun berencana sepulang kerja akan menuju rumah sakit untuk melihat keadaan paman permana karna saat ini tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlebih pak Hadi sang atasan meminta nya untuk menyelesaikan laporan keuangan dan segera menyerahkannya hari ini juga. Di satu sisi Malika ingin mendampingi Adrian yang pasti sangat terkejut dan panik tapi di sisi lain pekerjaan nya pun saat ini sangat penting..
- BERSAMBUNG -
๐น Terimakasih kepada para readers atas dukungannya untuk author dalam melanjutkan novel the Ceo's wedding secret ini๐ dan semoga ditengah pandemi ini kita semua selalu diberi limpahan Rizky, kesehatan, panjang umur dan selalu dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin aamiin ya rabbalallamin ๐คฒ๐ป