The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 19 - MENJADI KAMBING HITAM



"Kesalahan bisa dilakukan oleh siapa saja, kesalahan juga bisa terjadi kapan dan dimana saja tanpa kita disengaja. akan tetapi jika kesalahan memang lah disengaja maka ada maksud yang patut kita waspadai"


๐ŸŒบ Happy Reading ๐ŸŒบ


Hari sudah siang dan setelah mengisi perut Malika pun kembali sibuk mencari dokumen yang kemarin menjadikannya sebagai kambing hitam karna tersangkut kasus penggelapan dana perusahaan,, sebenarnya uang segitu bisa dengan mudah ia dapatkan terlebih sang ayah adalah seorang arsitektur terkenal negri ini dan sudah banyak rancangannya yang menjadi icon kebanggaan negri. namun ia ingin mencoba menyelesaikan nya sendiri tanpa harus melibatkan keluarganya termasuk Adrian, malika pun berharap dokumen itu dapat ditemukan sehingga bisa ia jadikan bukti untuk membersihkan namanya dari prasangka buruk orang-orang.


"Aduh kemana sih tuh dokumen? perasaan sebelum gue cuti udah dimasukin didalam laci ini deh" gerutu Malika


"Nyari apa sih non?" suara Aina mengagetkan Malika


"Astagfirullah, bisa nggak sih loe jangan ngagetin gue Na?" bentak Malika


"Ya maaf, habisnya dari tadi gue liatin loe sibuk banget ngegeledah semua lemari sama laci diruangan loe ini. emang nyari apa sih Lika?" tanya Aina penasaran


"Hadeehhh, pusing kepala gue Na dari tadi nyari dokumen yang dibuat pak Ronald buat penyediaan palet dibagian produksi tapi nggak ketemu-ketemu. loe bantuin gue kek jangan diem aja disitu" pinta Malika


"Oh dokumen yang jadi masalah karena uang anggaran yang keluar lebih dari perencanaan itu ya? emang waktu itu loe taruh dimana ka?" tanya Aina


"Gue yakin banget sebelum cuti kemarin gue taruhnya dilaci bawah meja gue ini Na, tapi dari kemarin gue cari-cari nggak ketemu jg" ucap Malika sambil meremas dan mengusap wajahnya kasar


"Coba loe inget-inget lagi deh, siapa tau cuma lupa taruhnya dimana" saran Aina


"Apa mungkin ada yang ngambil kali ya Na? soalnya nggak mungkinkan tiba-tiba tuh dokumen hilang atau lari sendiri, tapi kuncinya kan selalu gue bawa" Malika mulai curiga


"Bisa jadi, coba loe inget-inget dulu siapa yang pernah masuk ruangan loe ini? atau loe boleh cek cctv nanti lihat siapa orang yang mencurigakan masuk dan ambil dokumen loe" Aina memberi saran lagi


"Nah bener banget kata loe, gue emang harus cek cctv ruangan gue. pinter banget sih Aina, makasih ya buat ide ny" ucap Malika sambil memeluk sahabat ny itu, lalu Malika dan Aina pun meminta izin kepada pak Hadi agar diperbolehkan masuk ke ruangan pemantau cctv dan melihat siapa saja yang masuk ke ruangannya saat ia cuti kemarin.


"Tok tok tok, Permisi pak Hadi. Saya Malika dan Aina ada perlu sebentar" ucap Malika dari balik pintu


"Iya Malika, silahkan masuk" jawab pak Hadi


"Ada perlu apa Malika?" tanya pak Hadi hingga membuat Malika dan Aina pun saling beradu pandang, khawatir jika bos killer mereka akan marah besar


"Begini pak, apa boleh kami minta izin untuk melihat rekaman cctv kantor di ruangan pemantau?" tanya Malika


"Memangnya ada apa kalian ingin melihat cctv kantor?" pak Hadi berbalik tanya


"Sebenarnya ini mengenai anggaran dana yang bermasalah pak, dokumen yang pak Ronald serahkan kepada saya hilang" jawab Malika ragu


"Apa? kamu bilang dokumennya hilang?" pak Hadi terkejut


"Iya pak, yang kemarin saya bawa saat rapat itu kebetulan hanya ada foto copyannya sehingga tidak bisa membantu saya menunjukan kebenarannya. Dan anehnya dokumen yang asli hilang padahal sudah saya taruh di lemari meja kerja sedangkan kuncinya selalu saya bawa pak" Malika menjelaskan


"Baiklah Malika saya coba mempercayai alasan mu ini, dan semoga ucapan mu bisa dipercaya. kalian saya izinkan melihat cctv kantor dan nanti saya yang akan menghubungi pak Anton selaku penanggung jawab ruang pemantau cctv kantor" ucap pak Hadi memberikan izin kepada Malika


"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak" ucap syukur Malika dan Aina berbarengan saking senangnya mereka mendapat izin dari pak Hadi, Lalu pak Hadi pun menghubungi pak Anton melalui telpon kantor yang berada diatas meja kerjanya.


"Terimakasih pak hadi, kalau begitu kami permisi pak" ucap malika yang membuka pin tu dan meninggalkan ruangan pak Hadi dengan diikuti Aina dibelakangnya.


"Ka kayaknya gue nggak bisa ikut keruangan pemantau deh, jam istirahatkan udah lewat dari tadi entar gue dicariin mba Jenny. loe tau sendiri kan bawelnya kayak apa?" ucap Aina sambil nyerocos mempraktekkan gaya bicara orang yang mereka bicarakan itu


"Hahaaa, bisa aja mulut loe itu kalau nyontohin orang. yaudah sonoh gih balik ke asal habitat loe" ledek malika sambil menepuk mulut Aina yang masih monyong karna mencontohkan gaya jenny yang katanya bawel itu


"Enak aja loe bilang habitat, dikata gue hewan kali" protes Aina


"loe bukan hewan, tapi nying-nying. hahaaaa" ucap Malika yang berlari karna Aina yang bersiap memukulnya


"Dasar sue loe" teriak Aina sambil mengejar Malika, tanpa mereka ketahui ada sesosok laki-laki yang memperhatikan tingkah laku mereka dari kejauhan yaitu Dendra seorang laki-laki yang bekerja di tempat yang sama dengan mereka dan selama ini menyimpan rasa suka terhadap Malika. Malika yang sudah masuk ke dalam ruangan cctv pun harus menelan kecewa karena saat itu cctv ny rusak.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


โžก๏ธFolback Adrian


Kemarin Adrian sempat merasa kesal karena Malika tidak memberi kabar, bahkan pesan dan telpon darinya pun tak dibalas. Namun setelah mendengar penjelasan dari Malika rasa kesalnya pun berangsur hilang, Adrian berusaha mengerti dengan pekerjaan Malika yang pasti sangat sulit karena memikul tanggung jawab yang besar sebagai staf/bagian keuangan dikantornya. Adrian pun merasa ada yang disembunyikan oleh Malika dan ia merasa ada masalah besar yang sedang ditutupi calon istrinya itu, ia pun menghubungi dan meminta sang sekertaris untuk menyelidikinya.


"Halo pram, tolong kamu coba selidiki masalah yang sedang dihadapi Malika dikantornya. dan segera laporkan kepadaku" pinta Adrian


"Baik mas, akan saya selidiki" ucap Pram,


Kemudian Adrian pun mengirim pesan kepada Malika.


"Assalamualaikum, Sudah makan siang sayang?" Adrian mengirim pesan, setelah beberapa menit tidak mendapat balasan ia pun segera menghubungi Malika. Namun sayang telonnya pun tidak diangkat, sehingga membuat Adrian menjadi cemas.


"Malika sebenarnya masalah apa yang sedang kamu hadapi?" batin Adrian


Setelah dua jam berlalu, pikiran Adrian pun masih tak tenang sedangkan hari sudah mulai sore. Lalu ia pun memutuskan untuk menjemput Malika dikantornya sebelum jam pulang kerja, Adrian takut Malika sudah pulang jika ia terlambat menjemputnya. setelah selesai membereskan dokumen yang telah ia tanda tangani, Adrian pun membawa tas juga kunci mobil dan pergi meninggalkan ruangannya.


Adrian pun melajukan sedan toyota crown mewahnya yang kebetulan sama dengan para Mentri Indonesia saat ini, ia pun meninggalkan kantor dan menuju New Logistic Corporation tempat dimana Malika bekerja. Kurang dari setengah jam Adrian pun sampai dan ia sengaja memarkirkan mobilnya didepan cafe yang berada persis di samping kantor malika, setelah keluar dan membeli minum Adrian pun kembali kedalam mobil untuk menunggu Malika. dan tepat para karyawan pulang kerja ia pun keluar dari mobil dan sengaja masuk kedalam kantor Malika yang berlantai lima belas itu, saat berjalan memasuki kantor Malika sudah pasti Adrian menjadi perbincangan para wanita yang melihatnya. tatapan kagum,suka dan penasaran pun terlihat jelas dari wajah wanita -wanita yang melempar senyum kepadanya itu, namun hal itu tidak membuat Adrian bergeming karna ia memang tipikal cowok yang cuek dan setia. waduh jarang-jarang ya ada cowok ganteng,mapan,Soleh,cuek sama para cewek dan setia lagi.


"Gila ganteng dan cool banget tuh cowok" ucap salah satu wanita yang menatap Adrian saat ia masuk kedalam kantor


"Itu bukannya Adrian Putra Permana ya CEO dari Surya Permana Grup?"ucap seorang karyawan pria berkemaja biru kepada temannya


"Benar kata loe, dia memang Adrian CEO Surya Permana Grup yang sering masuk majalah bisnis karna bisa membuka tiga cabang selama empat tahun menjabat menjadi CEO menggantikan papahnya" sahut teman pria itu yang memakai kemeja putih dengan setelan rompi hitam diluarnya


"Mau ngapain ya dia kesini? apa mau kerjasama dengan perusahaan kita" ucap laki-laki dan sama-sama mereka jawab dengan mengangkat bahu serentak, tanda bahwa mereka tak mengetahuinya.


Adrian pun kebagian receptionis untuk menanyakan ruangan Malika, dan receptionis pun mengarahkannya untuk menuju lantai lima bagian keuangan dengan menggunakan lift yang berada disebelah kanan. Namun Adrian memilih mengurungkan niatnya masuk keruangan Malika, ia memilih untuk menunggu malika di lobby perusahaan sambil duduk disofa yang berada tidak jauh dari meja receptionis tadi..


- BERSAMBUNG -


๐ŸŒนHalo para readers mohon maaf jika banyak kesalahan/typo dalam penulisan novel ini, jangan lupa juga untuk selalu vote/like dan komen bijak ya sebagai penyemangat author dalam melanjutkan pembuatan novel the CEO wedding secret ini. thank you all๐Ÿ’