
"Perkataan yang tidak di dengar berbuntut aksi yang dilakukan, maka bersiaplah karna permainan akan segera di mulai"
πΊ Happy Reading πΊ
Chris turun tangan untuk membantu Adrian dan Pram yang dikeroyok tujuh orang, ketika Chris berlari nampak seperti the rock pada serial televisi pertandingan beladiri dengan berbagai macam settingan di dalam nya. otot nya yang besar dengan postur tubuh yang mumpuni membuat lawan nya kelimpungan, sekali tonjok para penjahat terkapar lemas tak berdaya belum lagi yang terkena tendangan mematikan nya. sayang kalau soal lari Chris termasuk lemah dan kurang cepat dengan postur tubuh yang besar seperti itu, namun kalau soal kekuatan dia jagonya dua, tiga bahkan lima penjahat bisa dibuat terkapar olehnya.
Adrian yang diperintahkan Chris untuk fokus mencari sang papah pun berlari kedalam gubuk, ia membuka pintu dan mendapati sang papah dengan luka memar diwajah dan ada bekas darah di mulut nya. amarah nya pun memuncak namun ia tak bisa melampiaskan nya langsung kepada Anthonius karna tak berada ditempat, bisa jadi Anthonius akan lebih babak belur di pukuli Adrian yang memang jago bela diri.
"Astagfirullah papah" Adrian memeluk dan menepuk wajah sang papah namun tak merespon nya
Pak Permana yang tak sadarkan diri pun segera Adrian bawa keluar, disana sudah berdatangan polisi yang tadi sempat di hubungi Chris sebelum ia membantu Adrian dan Pram. mobil ambulans pun sudah datang dan para pekerja medis sigap membantu pak Permana dengan melakukan pertolongan pertama, lalu mereka membaringkan nya di ranjang rumah sakit yang berada di dalam mobil ambulans tersebut.
"Kak, Adrian ikut menemani papah di dalam ambulans ya. kakak sama Pram mengikuti kami dari belakang" ucap Adrian mengatur perjalanan mereka yang beriringan menuju rumah sakit di Jakarta milik dokter Arif yang selama ini menjadi dokter keluarga nya.
ππ
Mobil ambulans pun sampai di rumah sakit jam delapan malam dan tuan Permana langsung mendapat penanganan begitu di turunkan dari ambulans, beruntung ia adalah tamu VVIP maka tak sulit baginya untuk mendapatkan prioritas perawatan medis disana. Adrian, Pram dan Chris yang cukup kelelahan pun hanya bisa menunggu di kursi tunggu depan ICU. dan tak lama kemudian Jihan dan nyonya Nadine yang telah di beri kabar oleh Pram akhirinya sampai disana
"Kak, gimana keadaan papah" tanya Jihan
"Kalian itu bener-bener nggak bisa di kasih kepercayaan ya, kenapa papah kalian tinggal sendirian hah?" tanya Adrian yang emosi kepada Jihan terutama kepads Nadine sang ibu tiri
"Maaf Dri, ini salah nya tante bukan salah Jihan. tante yang nggak sengaja meninggalkan papah mu saat Jihan sedang beli makan siang" ucap Nadine
"Bagaimana mungkin Tante ninggalin papah? kan sudah saya peringatkan untuk jaga papah baik-baik, tapi apa? kalian malah teledor dan benar semua ini karna tante. Tante lah penyebab semua masalah ini" ucap Adrian mulai tersulut emosi nya
"Sabar Dri, ingat ini di rumah sakit" ucap Chris sambil memegang pundak Adrian agar ia bisa menahan diri nya
"Maafin tante Dri" ucap Nadine terisak-isak yang tak mampu menahan air mata nya dan bersimpuh dihadapan Adrian, namun Adrian yang sedang emosi memilih pergi meninggalkan nya
"Sudah mah, kita duduk dulu yuk" ucap Jihan mencoba menenangkan dan mengangkat tangan sang mamah agar bangun dari duduknya di bantu oleh Chris sedangkan pram mengejar Adrian
Di acara pentas sebuah sekolah internasional ternama yang berada di Jakarta, Anthonius nampak panik karena ia telah mendapat kabar bahwa seluruh anak buahnya tertangkap dan ia pun memilih untuk meninggalkan acara. Anthonius yang telah memesan tiket ke Singapura melalui sekretarisnya pun berangkat ke bandara dengan tergesa-gesa membawa serta istri dan sang anak dengan alasan ia mengajak mereka untuk berlibur ke sana sebelum polisi datang menangkap nya dan ia pun berhasil meloloskan diri.
Adrian yang nampak emosi dan hendak keluar dari rumah sakit pun tiba-tiba berpapasan dengan Sheila, wanita yang dulu mengejar-ngejar nya di kampus dan selalu menganggap nya sebagai pacar padahal mereka belum pernah resmi jadian. namun Adrian yang kala itu kesepian dan tahu jika Malika di Indonesia pun mempunyai pacar, maka ia pun membiarkan Sheila mengaku-ngaku sebagai pacar tanpa menolak nya dengan jelas.
"A-adrian, sedang apa kamu di sini?" ucap Sheila yang nampak terkejut dan gugup bertemu Adrian
"Sheila, aku sedang menunggu papah yang sakit. kamu sendiri?" ucap Adrian
"Oh a-aku, aku tadi jenguk teman di sini. kalau gitu aku duluan ya Yan, lain kali kita ngobrol lagi" ucap nya seperti bingung menyembunyikan sesuatu kemudian ia pun buru-buru pamit pergi
namun Adrian yang masih memperhatikan nya dari kejauhan tak sengaja melihat ada seorang anak kecil yang berusia sekitar lima tahun samar-samar memanggil Sheila mamah dan berlari menghampiri nya. Sheila yang masih terkejut pun seperti mencari-cari apa kah Adrian melihat nya, Adrian yang kebetulan mengamati di samping pintu keluar rumah sakit pun memiringkan badannya sehingga tidak terlihat oleh Sheila. setelah Sheila merasa Adrian tidak ada lalu mereka pun pergi dengan bergandengan tangan keluar dari rumah sakit, tiba-tiba saat melihat segila dengan anak itu terbesit rasa yang tidak enak dihati nya dan Adrian pun merasa aneh dengan tingkah Sheila yang biasa nya jika bertemu selalu ingin menempel dengan nya
itu.
"Apa aku salah denger ya, anak itu panggil Sheila mamah?" gumam nya yang sempat penasaran, namun lamunan nya seketika buyar ketika Pram datang dan mengagetkan nya.
"Mas Adrian" ucap nya lagi karna belum ada jawaban dari Adrian yang nampak memikirkan sesuatu
"Eh, oh kamu Pram. iya ada apa?" tanya Adrian yang kaget
" Mas ngapain diam di sini?" Pram berbalik tanya
"Oh, tadi aku sempat ketemu Sheila Pram, tapi sekarang ia sudah pergi" ucap Adrian yang membuat Pram diam sejenak mencoba mengingat siapa Sheila
"Sheila? oh mba sheila pacar mas saat di Canada itu ya?" tanya Pram yang telah mengingat ny
"Ssstt mantan, pacar ku sekarang Malika Pram" ucap Adrian sambil menempelkan telunjuk ke bibir nya
"Iya iya mas, terus sekarang mas Adrian mau kemana?" ucap Pram mengalah lalu mengalihkan pembicaraan takut sang bos baper dan nanti nya ia juga yang akan repot
"Kita cari makan Pram, aku laper" ajak Adrian
"Baik mas" jawab Pram yang memang merasa kelaparan juga karna dari siang mereka sudah sibuk mencari tuan Permana dan belum sempat makan dan minum apa-apa, mereka pun akhirnya makan malam di restoran siap saji dekat rumah sakit. tak lupa juga Pram pun membelikan tiga kotak nasi beserta ayam goreng dengan beberapa cemilan dan air minum untuk Chris, Jihan dan nyonya Nadine karna ia tahu mereka pasti belum makan dan sudah pasti Adrian lah yang membayar nya meski pun ia tengah kesal dengan Jihan juga Nadine namun rasa kepedulian nya tetap ada.
πππ
Sudah tiga hari pak Permana berada di rumah setelah hampir seminggu di rawat dirumah sakit, dan sesuai permintaan nya Adrian akan menikahi Malika hari ini tanpa menggelar acara resepsi. semua itu dilakukan sebab pak Permana yang masih khawatir karena Anthonius belum tertangkap dan pak Aditama pun menyetujui nya demi keselamatan bersama maka Adrian dan Malika hanya melaksanakan acara akad saja dengan mengundang keluarga inti dan tetangga terdekat tanpa menggelar resepsi seperti rencana sebelumnya.
beruntung pemilik hotel tempat menggelar resepsi adalah milik orang tua Alan sahabat nya sendiri, jadi dengan mudah ia bisa mengganti tanggal resepsi yang tertunda. sedangkan untuk gaun pun telah selesai dibuat dan undangan Adrian memang baru memesannya saat sang papah berada di rumah sakit dan semua nya telah di atur Pram sesuai resepsi yang diundur sepuluh hari kedepan.
Acara yang dilaksanakan malam hari di taman belakang kediaman Adhitama pun berjalan dengan baik dan sesuai protokol kesehatan, Adrian yang sebelum nya sempat grogi dan nervous pun berhasil melafalkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas. begitu pun Malika yang menunggu di dalam rumah dengan perasaan deg-degan yang terus mendera, namun perasaannya berubah menjadi bahagia dengan disahkan nya Adrian sebagai suami nya saat ini.
setelah proses ijab kabul selesai pengantin wanita pun di panggil untuk proses penandatanganan buku nikah, tampak Adrian tertegun melihat Malika yang berkebaya putih senada dengan beskap yang dipakai nya saat ini. Malika yang menggunakan riasan pengantin khas sunda membuat nya terlihat sangat cantik nan anggun rupawan, ia pun duduk berdampingan dengan Adrian untuk menandatangani buku nikah kemudian melanjutkan prosesi acara lainnya. nampak Alan yang hadir bersama Chris, Andre juga Pram dengan gaya kegantengan masing-masing pun menghampiri Adrian dan Malika di pelaminan.
"Congratulation bro" ucap Alan menjabat tangan Adrian dan memeluk sahabat nya itu
"Makasih banyak bro, loe udah sempet-sempetin hadir di pernikahan gue" ucap Adrian haru saat Alan memeluknya
"Sama-sama Dri, semoga loe dan Lika bahagia dunia dan akhirat ya" ucap Alan seraya mendoakan
"Aamiin" ucap Adrian dan Malika berbarengan
"Sekali lagi selamat ya Lika" ucap Alan yang berganti menjabat tangan Malika
"Makasih ya kak Alan" ucap Malika dan di ikuti Chris, Andre dan Pram yang saling bergantian menjabat tangan kedua mempelai.
malam ini Malika merasa sangat bahagia terlebih ia melihat Adrian dan keluarga nya kembali akur dan Jihan juga Ashya yang semakin kompak, dan sang ayah yang sedang berbincang dengan sang papah dan ibu mertua yang selalu tersenyum menyiratkan kebahagiaan karna sang putri tercinta telah di persunting laki-laki yang dicintai nya. kebahagiaan nya bertambah dengan kehadiran kakek dan nenek nya beserta paman dan bibi nya juga kehadiran keluarga dari Adrian tak terkecuali paman Bramantyo pun hadir bersama sang istri. tak lupa juga kedatangan sahabat setia nya Aina yang telah membantu Malika mempersiapkan segala keperluan acara dan tengah berbincang-bincang akrab dengan Alan dan tiga serangkai sekertaris/ asisten pribadi yang sangat luar biasa itu. acara berlangsung hingga pukul sebelas malam dan para tamu undangan pun telah berpamitan pulang hanya tersisa kakek juga nenek malika, kedua mertua, adik, dan para sekertaris yang memang sudah di pastikan akan menginap sedangkan Aina yang diantar Alan pun harus pamit pulang. malam ini cukup melelahkan untuk Adrian dan Malika yang tengah bersiap-siap menganti pakaian di kamar setelah beberapa jam menggunakannya..
- BERSAMBUNG -
πΉHalo para readers, Alhamdulillah kisah cinta Adrian dan Malika akhirnya dapat dipersatukan. namun kisah cinta mereka belum berakhir dan harus melalui lika-liku dan ujian pernikahan, sanggupkah Malika dan Adrian melalui nya? jangan lupa untuk selalu setia menunggu akthor membuat kelanjutan cerita The ceo's wedding secret ini ya, ingat untuk selalu like/vote dan komen bijak nya kepada author ya..mohon dukungan nya ya untuk para readers semua..thank you allπ