
Lindsey memejamkan matanya setiap kali angin berhembus menerpa wajahnya dengan lembut. Saat ini ia tengah berada di gazebo yang dibangun Lucas di tengah-tengah taman itu. Sesekali Lindsey mengawasi Logan yang berlarian di taman dari gazebo.
Sejak Lindsey mengatakan pada Lucas kalau ia menyukai bunga yang ada di taman belakang, sejak saat itu taman bunga yang awalnya milik Patrick sudah beralih menjadi milik Lindsey. Jangan tanya bagaimana jengkelnya Patrick kala itu. Orang kepercayaan Lucas itu bahkan tidak mengajak Lucas berbicara sama sekali. Hanya beberapa kali menjawab ketika Lindsey bertanya.
Butuh waktu lama ketika Patrick akhirnya menyerahkan taman itu pada Lindsey. Detik pertama Lucas pulang bersama Lindsey dengan membawa bayi Logan di gendongan Lucas, Patrick langsung menyetujui penyerahan taman itu. Lindsey tersenyum senang. Dan sejak saat itu, Logan menjadi sangat manja pada Patrick.
Lindsey menatap Logan yang tengah berlari kecil mengejar serangga terbang. Tidak terasa Logan sudah berusia 3 tahun. Itu berarti, sudah hampir empat tahun Lindsey membangun rumah tangga bersama Lucas. Tidak terasa Lindsey sudah melewati tahun demi tahun bersama Lucas penuh kebahagiaan. Sejak kejadian ia keguguran kembaran Logan, Lucas menjadi pribadi yang over protective.
Lucas tidak pernah lagi membiarkan Lindsey pergi. Entah dengan alasan apapun itu. Dan jika Lindsey memang harus pergi, maka Lucas sendirilah yang harus mengantarkan Lindsey ke tujuannya. Jika bukan Lucas maka mentok hanya Patrick, itu pun Patrick harus membawa beberapa bodyguard bersama mereka. Dan jika Patrick juga tidak ada, maka jangan berharap Lindsey bisa pergi.
Seperti saat ini, Lucas membawa Patrick pergi bekerja ketika ia sedang ingin berbelanja. Lucas berjanji akan pulang menjelang siang, tapi sudah hampir lewat siang, suaminya itu belum juga pulang.
"Mama, kapan papa akan pulang?"
Lindsey menoleh ketika Logan berbicara di sebelahnya. Mungkin Lindsey terlalu asik melamun hingga tak sadar kalau putra semata wayangnya ini sudah berada di dekatnya.
"Papa akan pulang sebentar lagi, kenapa sayang?" Tanya Lindsey lalu mengusap rambut Logan yang sedikit basah karena keringat.
"Aku ingin bermain dengan papa. Aku bosan bermain sendiri. Papa juga membawa paman Patrick, jadi aku semakin kesepian.." Bibir Logan mengerucut dan wajahnya cemberut.
Lindsey tertawa pelan. "Logan boleh bermain dengan mama kalau Logan mau." katanya.
"Aku ingin bermain pangeran dengan kuda untuk menyelamatkan putri. Aku butuh papa atau paman Patrick untuk menjadi kudanya, lalu aku akan menyelamatkan mama dan menjadi pahlawan untuk mama." Kata Logan semangat.
"Logan sudah menjadi pahlawan mama sejak dulu. Logan pernah menyelamatkan mama dan papa. Jadi Logan adalah pahlawan kami."
Suara itu membuat Lindsey dan Logan segera berbalik. Lindsey tersenyum masam sedangkan Logan sudah berlari kencang untu memeluk Lucas.
"PAPA!!!!" Teriak Logan girang sambil berlari.
"Maaf boy, papa datang terlambat." kata Lucas setelah berhasil menangkap dan menggendong Logan.
"Yeah, Logan tidak masalah papa datang terlambat, tapi mama dari tadi terlihat murung, makanya Logan mau menghibur mama." Kata Logan. Lucas versi mini itu mengalungkan kedua lenganya pada leher Lucas.
Lucas mendongak menatao Lindsey yang saat ini tengah berdiri menatap dirinya dengan datar.
"Kau benar boy, sepertinya papa akan sengsara hari ini." Lucas meringis merasakan tatapan tajam istri seksinya itu.
"Baiklah, hari ini aku akan kembali bermain bersama paman Patrick. Papa harus menenangkan mama lagi kan?" Tanya Logan polos.
"Iya sayang. Jangan nakal pada paman Patrick ya.." nasehat Lucas dan diangguki Logan.
Sepeninggal Logan, Lucas langsung beralih pada Lindsey yang saat ini sudah beralih memunggunginya. Lucas menghela napas rendah.
"Maaf baby, rapat hari ini berjalan alot."
Lucas mulai berbicara pelan. Ia mendekti Lindaey dan memeluk tubuh istrinya itu dengan lembut. Namun tidak ada respon dari istri seksinya itu.
"Aku sudah mencoba mempercepat rapat hari ini, tapi beberapa karyawan memang sengaja untuk memperlama rapat ini." kata Lucas lagi. Dan lagi-lagi, Lindsey tidak meresponnya.
"Aku sungguh-sungguh sayang. Kau bisa bertanya pada Patrick kalau tidak percaya
Kau tahu sendiri aku tidak mungkin lebih memilih perusahaan dibandingkan dirimu.." Lanjut Lucas was-was.
"Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku sayang?" Tanyanya mulai feustasi karena sedari tadi Lindsey hanya diam.
Dan setelah pertanyaan itu keluar, barulah Lindsey mulai bergerak. Ia membalikkan tubuhnya menatap suaminya yang terlihat frustasi.
Lucas mengangguk cepat.
"Semuanya tanpa terkecuali?" Tanya Lindsey memastikan.
Lucas kembali mengangguk cepat.
"Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi kau benar-benar harus menuruti kemauanku." kata Lindsey dan Lucas lagi-lagi mengangguk.
"Sekarang ayo pergi ke mall. Ada pakaian yang ingin ku beli." Kata Lindsey membuat Lucas melongo.
"Mall?" tanyanya tak percaya.
"Yeah." Jawab Lindsey dengan senyum mengembang.
"Sayang, kau bisa membeli barang dengan onlins tanpa harus berkeliling mall yang pastinya menguras tenaga." Kata Lucas protes.
"Kau tidak mau menemaniku?" tanya Lindsey datar.
"Sayang bukan begitu. Aku mau menemanimu. Itu adalah tugasku sebagai suamimu, tapi keliling mall? Kau bisa kelelahan sayang. Aku tidak mau kau kelelahan." Kata Lucas menjelaskan.
"Itu sama artinya dengan kau memang tidak ingin menemaniku." Kata Lindsey, "sayang sekali, padahal aku ingin pergi berdua denganmu tanpa membawa Logan. Yah sekedar menikmati pernikahan kita. Sejak Logan hadir, kita sudah tidak pernah lagi berkencan. Yah sayang sekali..." Kata Lindsey pura-pura kecewa.
"Tanpa Logan?"
Lucas menatap Lindsey dengan mata berbinar. Dalam sekejab ia langsung bersemangat. Bagaimana mungkin Lucas tidak bersemangat jika akhirnya ia bisa pergi berduaan dengan Lindsey, istri seksinya.
Lindsey mengangguk lalu menatap Lucas dengan tatapan pura-pura sedih. "Tapi kau tidak ingin pergi kan, mungkin bisa lain waktu." katanya.
"Tidak sayang, ayo kita keliling mall. Dengan senang hati aku akan menemanimu." kata Lucas semangat.
Sebenarnya tadi alasan Lucas menolak adalah karena Logan pasti ikut dengan mereka. Istrinya itu tidak akan mau meninggalkan Logan bersama nanny-nya. Jika mereka ke mall, maka Lucas yang akan bertugas membawa barang belanjaan Lindsey dengan Logan yang akan senantiasa di gendongannya karena tidak mau berjalan dengan kakinya sendiri. Dan jika seperti itu, maka Lucas tidak akan bisa bermanja-manja pada Lindsey di depan umum.
Tapi kali ini berbeda. Mereka akan pergi berbelanja berdua. Hohoho! Tidak mungkin Lucas akan melewatkan kesempatan ini. Kesempatan untuk memamerkan sisi manjanya pada istrinya di depan umum.
"Kau serius mau menemaniku keliling mall?" Tanya Lindsey pura-pura tak percaya.
"Tanpa Logan kan? Tentu saja aku akan menemani istri tercintaku ini." Kata Lucas kembali memeluk manja Lindsey.
"Bagaimana kalau aku kelelahan selama berkeliling?" pancing Lindsey.
"Oh, tidak masalah sayangku. Aku akan menggendongmu untuk mendatangi toko yang kau inginkan!" Kata Lucas dan langsung menggendong Lindsey ala bridal.
Lindsey tertawa. "Kenapa berubah pikiran?"
"Tidak apa-apa. Rasanya aku juga sudah lama tidak pergi ke mall." bohong Lucas.
Tidak mungkin Lucas mengatakan yang sebenarnya kalau ia senang bisa berkencan dengan istrinya tanpa anaknya.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa tidak mengajak Logan?" tanya Lucas penasarang.
"Ayah dan ibuku akan menjemput Logan sebentar lagi. Mereka merindukan Logan, jadi hari ini Logan akan bersama kakek dan neneknya. Jadi kita bisa berkencan." Kata Lindsey geli.
"Oh benarkah? Ayo kita ke mall!" Teriak Lucas semangat sambil membawa Lindsey yang berada di gendongannya menuju mansion untuk bersiap-siap pergi ke mall.