
Lindsey menatap patrick dengan raut wajah kesal. Tidak sepenuhnya kesal sebenarnya, hanya saja ia sedikit kaget sekaligus tidak nyaman ketika Patrick mengusir Kayla tadi siang dengan cara yang menurutnya 'kurang pantas'.
Bagaimana mungkin Patrick bisa tiba-tiba muncul di belakangnya dan mendorong wanita itu sampai terjatuh? Benar-benar di luar dugaan!
Wanita bernama Keyla itu bahkan belum sempat berbicara dengannya, tapi Patrick sudah lebih dulu muncul dan mengusirnya.
Sebenarnya ia tadi cukup penasaran dengan wanita itu, apalagi wanita itu berbicara dengan percaya diri bahwa ia adalah wanita Lucas. Jujur saja kalau ia sangat terkejut mendengar wanita itu mengatakan hal konyol sekaligus menyakitkan itu. Tapi sebagai seorang istri ia juga ingin tahu apa yang dilakukan Lucas sebelum menikah dengannya.
Apalagi sepertinya Lucas adalah orang yang cukup tertutup mengenai kehidupannya. Toh faktanya Lucas bukanlah seorang gay seperti yang di beritakan selama ini. Selain itu, Lucas juga ternyata suka mengoleksi majalah yang berisi tentang dirinya. Ternyata suaminya itu cukup narsis.
Terlebih lagi, Lindsey ingin tahu kehidupan percintaan seperti apa yang Lucas jalani dibalik topeng gay yang selama ini sudah tumbuh bersamanya. Ia tidak mungkin bertanya pada Lucas, dan ternyata wanita itu muncul di saat yang tepat. Ia hampir saja mengetahui hal itu, tapi ternyata Patrick lebih gesit darinya. Benar-benar menyebalkan.
“Ada apa, baby?” tanya Lucas saat melihat Lindsey menatap kesal Patrick yang berdiri di dekatnya, mereka memang sedang mendiskusikan hasil laporan pengamatan Patrick mengenai proyek yang diminta Lucas untuk dikerjakan lelaki itu beberapa waktu yang lalu.
Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Lucas. Lelaki itu tadi memintanya untuk menemaninya bekerja dengan alasan tidak ingin jauh-jauh dari Lindsey. Tadi siang saat Lucas pulang, lelaki itu langsung menghampiri Lindsey dan memintanya menemaninya bekerja.
Untuk apa sebenarnya Lucas pulang, kalau di rumah pun lelaki itu masih bekerja? Sekarang sudah cukup malam tapi pekerjaan Lucas sepertinya masih belum selesai. Sebenarnya tidak ada masalah sebelumnya, sebelum Patrick datang dan mengingatkannya pada apa yang dilakukan Patrick siang tadi sebelum Lucas pulang.
Mendengar suara Lucas, Patrick juga ikut menoleh ke arah Lindsey dan mendapati wanita itu menatapnya dengan tatapan kesal.
“Apa ada yang salah, Nyonya?” Patrick bertanya datar, ia sebenarnya juga bingung kenapa Lindsey menatapnya seperti itu.
“Tidak ada.” Dengan gerakan pelan namun pasti, Lindsey berdiri dan berbalik. Wajahnya masih menampakkan ekspresi kekesalan yang sangat kentara.
Entahlah, kenapa juga ia masih kesal dengan Patrick sampai malam hari begini. Padahal Patrick sudah mengusir Keyla dari siang tadi. Seharusnya ia bisa melupakan kekesalannya kan.
Ia menjadi seseorang yang agak berlebihan akhir-akhir ini.
Tapi kalau mengingat bagaimana Patrick mengusir Keyla tadi siang, itu benar-benar membuat Lindsey syok. Tapi sudahlah, Lindsey akan melupakan bagian di mana Patrick berubah menjadi sosok yang menyeramkan tadi siang.
Patrick menyeramkan sekaligus menyebalkan dan menjengkelkan dan mengesalkan. Ishhh! Patrick itu memang benar-benar ya!
Dari pada ia harus menahan rasa kesalnya setiap kali melihat wajah datar Patrick yang sangat-sangat tidak merasa bersalah itu, akan terasa lebih baik jika ia pergi dari ruangan itu segera. Lagi pula melihat Patrick dan Lucas bekerja seperti itu sepertinya masih perlu waktu lama.
Tapi belum sepuluh langkah ia berjalan, Lucas sudah lebih dulu menggenggam tangannya dan menghentikan langkahnya. Tak lama kemudian, suara Patrick ikut menyusul dibelakang Lucas.
“Saya permisi sir, Nyonya.”
Lindsey menatap punggung Patrick yang sudah semakin menjauh.
Lindsey tidak menjawab pertanyaan Lucas barusan dan malah menarik tangan lelaki itu untuk mengikutinya. Ia membawa Lucas ke sofa dan mendudukkannya di sana, lalu ikut menyusul Lucas dengan duduk di pangkuan suaminya itu.
Ia menyerukkan kepalanya di leher lelaki itu dengan manja lalu memeluk leher Lucas erat. Lindsey bisa mendengar kekehan kecil Lucas. Namun tak ayal Lucas juga membalas pelukannya. Nyaman.
“Lucas.”
“Hmm?”
“Patrick menyebalkan.” ucapnya manja.
“Well, itu bukan rahasia lagi.” Lucas tertawa kecil sambil mengecup puncak kepala Lindsey.
“Ia mengusir seorang wanita dengan kasar tadi siang.” ucap Lindsey dengan merajuk.
Kening Lucas mengerut, mengusir wanita? Evelyn? Berani sekali Patrick? Lucas akan segera mengadu ke Jonathan, supaya sepupunya itu memberi Patrick sedikit pelajaran. Ia sendiri tidak mungkin menghukum Pastrick, karena sudah dipastikan dengan sangat jelas kalau Patrick akan biasa-biasa saja menerima hukuman darinya.
“Apa ia mengusir Evelyn?”
“Tidak, bukan perempuan jurnalis itu.”
Kening Lucas semakin mengerut. Bukan Evelyn? Lalu siapa? Tapi jika dipikir-pikir lagi, tidak mungkin juga Patrick akan mengusir Evelyn, karena lelaki itu tahu kalau Evelyn adalah gadisnya Jonathan.
“Siapa?”
“Kau yakin ingin mendengar namanya?”
“Tentu saja, tidak biasanya Patrick kasar pada orang terutama wanita.”
“Tapi wanita itu juga sangat menyebalkan!”
“Siapa?” Lucas semakin penasaran, apa ada tamu selain Evelyn tadi siang? Tapi kenapa ia tidak tahu.
Lindsey menarik kepalanya dari ceruk leher Lucas dan menatap dalam ke manik mata lelaki itu. Ia bisa melihat bola mata Lucas yang membesar karena terkejut saat ia mengucapkan kalimatnya.
“Namanya Keyla, dan ia mengaku sebagai wanitamu.”