
Lucas tersentak mendengar kalimat istrinya tersebut. Sungguh ia tidak tahu kalau tadi siang Keyla datang dan mengatakan hal yang tidak-tidak pada istrinya. Perempuan sialan! batin Lucas emoji.
Dan lagi, kenapa ia tidak tahu kalau Keyla datang? Apa Patrick lupa memberitahu nya kalau wanita ular itu datang dan menemui istrinya?
Memang benar kalau ia belum menceritakan apapun pada Lindsey mengenai masa lalunya khususnya perempuan ular bernama Kayla.
Lucas pikir Lindsey tidak perlu tahu mengenai masa lalunya. Mereka memulai semuanya dari nol tanpa mengetahui masa lalu dan kehidupan masing-masing. Ekhem ralat, Lindsey yang tidak tau tentang dirinya. Lucas memejamkan matanya, Lindsey sudah mencoba terbuka mengenai masa lalunya padanya.
Kalau diingat-ingat memang ia sendiri yang belum menceritakan masa lalunya pada Lindsey.
Tapi Masa lalu Lucas bukan sesuatu yang baik untuk di dengar. Masa lalunya terlalu ‘menyenangkan’ dan ia takut jika seandainya mengatakan masa lalunya pada Lindsey, istrinya itu akan sakit hati. Apalagi sebelumnya yang Lindsey tahu dia seorang gay! damn it!!!
Lucas hanua tidak ingin Lindsey pergi. Ia takut istrinya pergi. Menceritakan masa lalunya pada Lindsey akan menjadi peluang istrinya itu untuk bisa pergi.
Katakanlah ia terlalu paranoid, tapi ia sudah terlanjur jatuh cinta pada Lindsey sangat dalam. Ini kali pertama ia jatuh cinta dan ia tidak ingin kehilangan orang yang ia cintai. Lucas memang baru menyadari rasa cintanya ketika ia menerima surat sialan dari laki-laki sialan itu. Ia tidak ingin berbagi istrinya dengan siapapun. Ia tidak akan pernah rela.
“Lucas.” suara lembut itu membuyarkan lamunan Lucas sekaligus sedikit mengagetkannya.
“Siapa Keyla?”
“Baby.”
“Apa ia benar-benar wanita mu?” Lucas bisa merasakan ada perubahan nada di suara istrinya itu.
“No, not again.”
“Apa maksudmu?”
“Baby, percaya padaku ia bukan siapa-siapa.”
“Lucas, just tell me!”
“Baby.”
Lucas menatap istrinya dengan ragu-ragu. Apakah ia harus menceritakan masa lalunya yang ‘menyenangkan’.
Cukup lama Lucas menatap Lindsey dalam diam, sampai ia merasakan kalau Lindsey berdiri dari pangkuannya dan meninggalkannya sendirian di ruang kerjanya.
“Baby.”
“Kau bisa menceritakannya kapan-kapan, aku sudah tidak mood lagi untuk mendengarkan mu berbicara.”
Lucas menatap punggung Lindsey yang sudah manjauh dan menghilang dibalik pintu. Damn! Istrinya bahkan tidak menoleh padanya saat berbicara. Apa ia melakukan kesalahan? Bukan tidak ingin bercerita tapi Ia hanya tidak ingin Lindsey pergi, sungguh. Hanya itu tidak ada yang lain lagi.
Lucas menghela napas rendah dan berdiri keluar dari ruang kerjanya. Ia berjalan menuju gazebo dan menemukan Patrick di luar sedang duduk diam, tidak melakukan apa-apa. Lelaki itu terlihat seperti robot yang kehabisan baterai.
“Apa yang kau pikirkan?”
Lucas menghampiri Patrick dan duduk di samping lelaki itu. Patrick memang menyebalkan tapi dia adalah orang yang paling Lucas percayai hingga saat ini. Patrick bisa menjadi seorang teman yang baik untuk bercerita.
Patrick menoleh dan menatap Lucas berjalan ke arahnya “Bukan hal yang penting sir.”
Ternyata tebakan Lucas benar, Patrick sedang berpikir. Padahal tadi ia hanya menebak-nebak saja tapi ternyata memang benar kalau Patrick sedang berpikir. Raut datar Patrick kadang membuatnya mengira kalu lelaki itu mayat hidup atau zombie.
“Lalu kenapa kau berpikir sampai seperti itu?”
“Saya hanya bingung sir.”
“Bingung?”
Lucas mengamati wajah Patrick, datar. Kenapa Patrick tidak bisa menunjukkan raut wajah yang lain selain raut wajah datar? Butuh ketelitian tingkat tinggi untuk bisa membaca raut wajah Patrick dengan benar. Ini kali pertama ia berhasil menebak apa yang dilakukan Patrick. Dan bodohnya ia merasa sangat senang.
Apa Lucas memang bodoh? Sebelumnya juga ia tidak tahu harus berbuat apa ketika Lindsey marah.