
Lucas menatap Lindsey yang tiba-tiba banyak diam. Ia kembali merasa seperti saat mereka pertama kali menikah dulu. Dimana Lindsey hanya akan berbicara jika ditanya.
Ada apa dengan istri seksinya ini? Lucas merasa ada yang salah dengan sikap Lindsey.
Mereka sedang duduk di meja makan menikmati sarapan yang dibuat oleh Lindsey khusus untuknya. Tapi Lucas merasa ada yang berbeda dengan sikap Lindsey pagi ini. Tepatnya sejak beberapa jam yang lalu.
Lucas menatap arlojinya. Belum ada dua jam sejak mereka masih baik-baik saja di ruang kerjanya tadi. Tapi kenapa dalam waktu yang singkat ini, tiba-tiba terasa berbeda?
“Baby,” panggil Lucas.
Lindsey mendongak menatap Lucas datar. “Hmm?”
“Apa ada masalah?”
“Tidak ada,” ucap Lindsey lalu tersenyum. Senyum yang penuh kebohongan.
“Benarkah?”
Lindsey mengangguk mantap, lalu kembali tersenyum. Masih dengan senyum yang sama.
“Baby, katakan pa-”
“Sudah ku katakan tidak ada masalah.” Lindsey masih bertahan dengan senyumnya.
Sayangnya Lucas bukan orang yang mudah dibodohi dengan sebuah kebohongan. Ia tidak mudah di tipu. Itulah salah satu alasannya kenapa ia bisa berjaya dan memiliki harta seperti ini. Orang lain tidak akan bisa menipunya.
“Baby, aku tidak suka orang kebohongan.” ucap Lucas tegas.
Sejenak Lucas bisa melihat guratan terkejut di wajah Lindsey. Namun hanya sebentar karena detik selanjutnya guratan itu hilang dan berganti dengan raut wajah datar. Ia tahu ada yang tidak beres, tapi ia tidak tahu tentang apa.
“Ayo kita bercerai.” ucap Lindsey akhirnya.
Bagai bom atom yang meluluh lantakkan kota Hirosima dan Nagasaki, Lucas merasa bahwa ia juga baru saja terkena bom tersebut. Ia mendadak kaku di tempatnya. Ia tidak salah dengar kan?
“A-a-apa?”
“Ayo bercerai.”
Lucas menggenggam garpu yang ada ditangannya dengan kuat. Ternyata ia tidak salah dengar. Ia mengetatkan rahangnya menahan amarah yang sudah siap meledak.
Lucas tidak tahu apa yang sudah terjadi hanya dalam waktu 2 jam. Tapi sungguh, apapun yang sudah terjadi benar-benar berhasil membuat ia emosi.
“Lebih baik kau pikirkan lagi apa yang baru saja kau ucapkan.” Dengan kasar, Lucas langsung berdiri dari tempatnya dan meninggalkan ruang makan dengan Lindsey yang masih menunduk.
Lucas mengambil ponselnya dan langsung berjalan keluar mansion. Ia berbicara sebentar dengan Patrick sebelum masuk ke dalam mobilnya yang kemudian melaju meninggalkan halaman mansion dengan kecepatan diatas rata-rata.
________
Lucas tidak bisa berkonsentrasi selama rapat berlangsung. Bahkan mungkin tidak mendengarkan orang yang sedang presentasi di depan sana. Saat ini pikirannya hanya tertuju pada Lindsey yang tiba-tiba meminta cerai darinya.
Apa yang sebenarnya terjadi selama ia bersiap-siap tadi? Baru tadi pagi mereka masih bersama dan berpelukan bahkan berciuman dengan panas. Tapi setelah ia selesai bersiap-siap untuk berangkat, sikap Lindsey berubah 180 derajat.
Apa yang sudah terjadi selama ia bersiap-siap? Patrick juga mengatakan kalau ia tidak tahu apa-apa mengapa Lindsey tiba-tiba bersikap seperti itu.
Ia sempat mendengar Patrick mengatakan kalau mungkin saja hal tersebut terjadi karena Lindsey sedang mengandung. Biasanya hormon ibu hamil akan sangat cepat berubah. Tapi tetap saja tidak mungkin sampai meminta cerai, batin Lucas.
Tapi apa benar istrinya itu hamil? Memang benar sih kalau ia juga berharap agar Lindsey segera hamil. Lucas ingin memiliki keluarga lengkap, ia ingin menjadi seorang ayah yang merasakan bagaimana rasanya menggendong anaknya sendiri.
Tapi rasanya itu belum akan terjadi dalam waktu dekat ini. Sepertinya.
“Sir?”
Lucas tersentak kaget, ini kali pertama ia tidak berkonsentrasi saat rapat.
“Ya, kenapa?”
“Jadi bagaimana pendapat Anda dengan pembangunan tersebut?”
Lucas menatap lurus pada kerangka gambar yang ada pada slide di layar proyektor. “Sepertinya aku harus memikirkanya ulang. Berikan proposalmu itu pada Tomi, aku akan meninjau ulang.”
“Kita sudahi rapat pagi ini, saya ada urusan lain.” ucap Lucas dan langsung berdiri dan meninggalkan ruang rapat itu dengan tergesa-gesa.
Ia tidak kembali ke ruangannya, melainkan menelepon John untuk menjemputnya dan mengantarnya pulang.
Ia harus segera kembali pulang dan bertemu Lindsey.