
Sama halnya dengan Lindsey, Lucas juga menatap istrinya itu dalam diam. Istrinya yang terlihat semakin seksi saja dengan tubuh yang lebih berisi. Dan Lucas masih terdiam saat Lindsey sudah berbalik dan meninggalkannya.
"Sir!" panggil Patrick. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Lucas masih berdiri sambil memeluk tubuh Kayla yang menggigil ketakutan dan hanya menatap kepergian Nyonya-nya dalam diam.
Dan seakan tersadar dengan bentakan Patrick, Lucas langsung menjauhkan tubuhnya dari Kayla dan berlari mengejar Lindsey. Tapi sayangnya istrinya yang sudah berubah subur itu, tidak terlihat lagi.
Lucas kembali ke apartemen itu setelah tidak menemukan Lindsey.
"Patrick!" panggil Lucas.
Patrick langsung berlari ke hadapannya dengan tergesa-gesa. "Yes sir?"
"Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau Lindsey akan datang?!"
"Maafkan saya sir, saya juga tidak tahu kalau Nyonya tiba-tiba sudah muncul di depan pintu,"
Lucas meremas rambutnya frustasi, bagaimana mungkin Lindsey tiba-tiba sudah ada di hadapannya dan melihatnya sedang memeluk Kayla yang ketakutan.
"Dengan siapa ia kemari? Tidak mungkin istriku datang sendiri!"
Patrick sudah akan menjawab ketika ponselnya berbunyi. Patrick menyentuh layar ponsel itu untuk melihat pesan yang baru saja masuk. Dan ia mengumpat dalam hati. Bagaimana mungkin lelaki tua itu tidak mengatakan padanya kalau Nyonya-nya sudah pulang dan mau bertemu dengan Tuan-nya?
"Nyonya bersama Tuan Erick sir."
Lucas memandang Patrick tajam. "Bagaimana kau bisa tahu?"
Patrick bergerak salah tingkah. Selama ini Lucas memang tidak tahu kalau dirinya bersekongkol dengan Erick dibelakangnya. Apa yang akan Lucas lakukan padanya kalau sampai Lucas tahu kebohongan yang mereka lakukan selama ini?
"Tu-tuan Erick baru saja mengabari saya,"
Kepala Lucas memicing. "Bagaimana bisa kau dan Erick saling berhubungan?"
Patrick semakin gelagapan. "Eh, itu... sir, ehm..."
Lucas jengkel sendiri melihat tingkah Patrick seperti sekarang. Sejak kapan tangan kanannya ini menjadi lembek seperti ini. Lucas tahu kalau Patrick menyembunyikan sesuatu darinya dan itu pasti dengan Erick juga. Lucas mendengus sebal.
"Tanyakan pada TUAN-mu itu, di mana sekarang posisi mereka. Aku ingin istriku." Ucap Lucas sengaja menyindir Patrick karena merasa lelaki itu memang bekerja sama dengan Erick.
Lagi-lagi Patrick salah tingkah. Lucas tersenyum miring. Bisa juga ternyata tangan kanannya ini berekspresi lain selain datar. Ha! Ingin sekali rasanya ia meremukkan tubuh Patrick sampai halus tak bertulang sekalian. Sangat menyebalkan.
"Lu-Lucas maafkan aku,"
Lucas menoleh dan mendapati Kayla tengah menatapnya dengan penyesalan. Ia lalu menghela napas.
"Kenapa kau meminta maaf?" tanyanya kemudian beralih menatap tubuh Bryan yang tergolek lemah di dekat meja dapur. Beringas sekali Patrick menghajar lelaki itu sampai-sampai tidak sadarkan diri.
"Karena aku Lindsey jadi salah paham padamu,"
Lucas menatap Kayla tidak mengerti. "Salah paham?" tanyanya.
Kayla mengangguk. "Sudah pasti ia akan salah paham melihatmu yang sedang memelukku tadi. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk memelukmu. Aku hanya takut Bryan tiba-tiba sadar dan menyerang ku lagi." Ucapnya pelan.
Lucas menepuk dahinya. Sudah pasti istri suburnya itu salah paham padanya, melihat bagaimana tadi Lindsey terdiam kaku saat melihatnya yang tidak memahami apa-apa. Dan ia baru sadar sekarang, sedangkan tadi ia hanya terkejut melihat kedatangan istrinya itu.
Oh Tuhan, kenapa selalu seperti ini sih?
"Apa kau sudah menanyakan pada TUAN-mu di mana mereka sekarang?" Lucas beralih menatap Patrick yang masih salah tingkah. Lelaki itu lalu menunduk malu.
"Mereka di jalan menuju mansion Anda sir. Erick mengatakan kalau Nyonya Lindsey tiba-tiba diam."
"Kau sudah tidak memanggilnya TUAN?" Lucas memicingkan matanya.
"Tentu saja TUAN saya hanya ANDA," balas Patrick sedikit kesal.
Lucas menatap Patrick geli dan jijik sekaligus. "Sudahlah ayo pulang, aku ingin bertemu istriku." Ucapnya. Tapi sebelum ia pergi, Lucas menoleh pada Kayla, "Anak buahku akan mengantarkan mu ke bandara. Setelah itu kita tidak ada apa-apa lagi. Berjuanglah untuk anakmu." Ucap Lucas datar lalu meninggalkan apartemen itu.
Patrick menyusul Lucas dari belakang. "Bagaimana dengan Tuan Bryan sir?" tanya Patrick.
"Hubungi anak buahnya. Apa sekarang Bryan menjadi TUAN-mu?" tanya Lucas lagi bermaksud menyindir.
"TUAN SAYA HANYA ANDA SIR!" jawab Patrick lantang. Rasanya Patrick ingin melemparkan tubuh bosnya itu sekarang. Lucas benar-benar menyebalkan hanya gara-gara ia salah menyebut kata TUAN pada orang lain. Apa jangan-jangan bosnya ini cemburu ya?
Lucas tidak lagi membalas kalimat Patrick. Ia hanya tersenyum simpul.