
Maaf kalian nunggu lama lagi :(
Virus ini benar-benar menyusahkan :(
Btw itu aku baru sadar kalo nggak ada chapter 53 wkwk maaf salah ketik. karena udah terlanjur yaudah aku lanjutin aja angkanya ya :)
*****
Lucas memandangi bangunan-bangunan tinggi dari jendela ruangannya sambil duduk bersandar di kursi kebesarannya.
Sudah lebih dari dua bulan dia hidup sendiri tanpa melihat istrinya lagi. Selama itu pula Lucas merasa kalau hidupnya benar-benar tidak berarti. Ketiadaan Lindasey di sisinya membuat Lucas akhirnya mengerti apa itu kesepian bahkan merasa kosong. Seakan ada yang hilang darinya.
Sedih rasanya ketika seseorang yang kita cintai lebih memilih pergi dengan kesalahpahaman yang diyakininya.
Pandangan Lucas beralih pada tumpukan kertas yang tertata rapi di meja kerjanya. Surat permohonan perceraian yang dikirim oleh Lindsey. Jumlah surat itu mungkin sudah mencapai angka ratusan.
Selama dua bulan ini, Lindsey gencar sekali mengiriminya surat cerai. Tapi bukan Lucas namanya jika ia akan mengabulkan permintaan cerai tersebut. Lucas hanya membiarkan surat itu berada di atas mejanya. Sekarang tumpukan surat itu hampir memenuhi meja kerjanya.
Lucas tidak berniat membuang surat itu. Ia juga tidak memperbolehkan OG maupun OB untuk membersihkan mejanya.
Lucas menghukum dirinya dengan surat cerai itu. Betapa sakit yang ia rasakan setiap kali melihat surat-surat itu. Keberadaan surat-surat itu juga membuat ia berpikir bahwa Lindsey tidak ingin kembali bersamanya.
“Sejak kapan kau menjadi keras kepala?” gumam Lucas pelan sambil menatap tumpukan surat itu.
Lucas mengalihkan pandangannya ketika pintu ruangannya diketuk dan dibuka dengan pelan. Patrick masuk sambil membawa sebuah surat yang Lucas jelas sudah tahu itu surat apa.
“Apa anda ingin saya membuang surat ini sir?” tanya Patrick sambil melihat puluhan surat yang sama yang tergeletak di meja kerja Lucas.
“Tidak, letakkan saja di sini.”
Patrick mengangguk dan meletakkan surat itu di meja Lucas bersama dengan surat-surat lain yang serupa.
“Apa ia tidak lelah mengirimiku surat-surat ini terus?” Tanya Lucas miris.
“Sepertinya tidak sir, Nyonya tidak terlihat ingin menyerah dengan keinginannya.”
“Sampai Anda menemukan di mana perempuan ular itu sir dan menyelesaikan semuanya. Pemberitaan mengenai perpisahan Anda dan Nyonya sudah menyebar luas dan semakin panas. Perempuan itu harus segera disingkirkan sir.”
“Kemana perempuan ular itu pergi?! Seharusnya kalau dia sedang mengandung anakku, ia akan menemui ku! Tapi perempuan ular itu malah hilang bagai ditelan bumi!”
“Kalau begitu kita harus semakin berusaha mencarinya sir, sebelum saya terlambat.”
Lucas menatap Patrick tidak mengerti, “Terlambat apa?” tanyanya.
“Terlambat melihat Anda frustasi karena sesuatu.” Kata Patrick langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Lucas yang semakin bingung dengan kalimat yang menurutnya ambigu itu.
Setelah keluar dari ruangan Lucas, Patrick menelpon seseorang. “Saya sudah memberikan suratnya.” Patrick berbicara sambil berlalu meninggalkan ruangan Lucas dengan senyuman.
Setelah selesai bertelepon, Patrick berjalan ke sebuah kafe yang ada di dekat kantor Lucas. Ia memasuki kafe itu dengan raut wajah datarnya, beberapa orang yang mengenalnya langsung menunduk hormat.
Pelanggan kafe itu memang kebanyakan pegawai Lucas. Mereka semua pasti mengenal Patrick yang adalah tangan kanan bos mereka, yang selalu ada dimanapun bos mereka ada.
Patrick menaiki tangga menuju lantai dua kafe itu. Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang janjian dengannya. Setelah menemukan orang itu, Patrick lalu berjalan menuju orang itu dan mengambil tempat duduk berhadapan.
“Apa Anda sudah menunggu lama sir?” tanya Patrick.
“Tidak juga. Bagaimana kabar Lucas?”
“Keadaan Tuan masih ‘buruk’.”
Lelaki itu menggeleng tipis dan tersenyum. “Apa kau sudah menemukan dimana perempuan bernama Kayla itu?”
“Dua hari lalu saya mendapatkan informasi kalau perempuan itu berada di Amsterdam, saya sudah mengutus beberapa orang untuk menangkapnya. Tuan Lucas masih belum mengetahui hal itu.”
“Dia memang lambat.”
“Dan semakin lambat setelah Anda memisahkan Tuan Lucas dan Nyonya Lindsey.”