Not Yet Yours

Not Yet Yours
Ekstra Part II



** *Aku upload lagi ekstra part Lucas sama Lindsey buat kalian readers tercinta. Btw aku seneng banget tau baca komen kalian. aku jadi semangat nulisnya wkwkw *


~*Happy reading***~


Lindsey memandangi Logan dengan gemas. Putranya yang sudah berusia 3 tahun itu sedang merajuk padanya.


Logan merindukan Lucas.


Yup, Lucas sedang pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan masalah terkait proyek resort baru miliknya. Hadiah aniversery pernikahan mereka yang ke 4 tahun. Sudah seminggu lebih Lucas berasa di sana, jadi wajar jika Logan sudah merindukan papanya. Dan dia sendiri juga merindukan suaminya.


“Sayang, papa akan pulang nanti malam. Sekarang ayo kita makan siang.”


“NOOOO! Mama biyang papa puyang tayi tua hali cang yayu, api sekayang papa juka beyum campai!” ucapnya lalu menenggelamkan kepala kecilnya ke bantal.


Lindsey ingin tertawa mendengar putranya itu berbicara. Bagaimana tidak, kosa kata yang diucapkan Logan sangat-sangat sulit dimengerti. apalagi kalau sudah merajuk seperti ini, kalimatnya sangat berantakan. Dan cukup membuat Lindsey kewalahan untuk mengerti.


Lindsey menggaruk kepalanya bingung. Ia sudah kehabisan akal untuk membujuk Logan. Putranya ini persis seperti Lucas yang tukang ngambek dan merajuk tidak jelas. Sangat menyebalkan!


“Sayang, kalau kamu makan nanti mama minta papa belikan mobil-mobilan yang besar ya.”


Logan semakin menenggelamkan kepalanya ke bantal dan menggeleng tegas. “Nooo!” teriaknya namun teredam karena tertutup bantal. “I want papa right now!” ucapnya dan mulai menangis.


“Logan, mama juga kangen papa. Tapi papa pasti marah kalau degar Logan tidak mau makan.”


“Tapi Ogan mawu papaaa!”teriaknya kencang melemparkan bantalnya ke lantai.


“Hei jagoan kenapa menangis?” suara berat itu terdengar dari pintu kamar Logan. Dan secepat itu pula Logan sudah berlari sambil merentangkan tangannya pada Lucas.


Lucas tertawa dan meraih tubuh Logan ke dalam gendongannya.


“Papa yu hiee!” ucapnya semangat kemudian memeluk leher Lucas dengan erat. (Papa you here!)


Lindsey mendekati Lucas lalu tersenyum. Lucas langsung mencium bibir Lindsey begitu istrinya itu menghampirinya.


“Ada apa?” tanyanya begitu bibir mereka menjauh.


“Logan merindukanmu, ia tidak mau makan.”


Lucas lalu menatap Logan yang saat ini juga tengah menatapnya polos. “Kenapa tidak mau makan?”


“Papa!” ucapnya lalu kembali memeluk leher Lucas.


“Logan, papa bertanya. Kenapa tidak mau makan?” tanya Lucas lagi.


“I wan yu papa. I miss yu.” Ucap Logan dan menundukkan kepalanya.


Lucas tersenyum dan mencium pipi putranya itu dengan lembut dan sayang.


“Tapi kau membuat mama khawatir.”


“Illy? Mama?” Logan beralih menatap Lindsey dengan matanya yang sudah membulat. (Really? Mama?)


Lindsey mengangguk. Logan kembali menunduk. “I'm solly mama,” ucapnya.


Lucas menurunkan Logan dan menyuruh putranya itu berjalan sendiri ke ruang makan. Logan menurut dan berjalan dengan pelan menuju meja makan.


“Jadi bagaimana hasilnya? Kapan akan mulai di bangun?” tanya Lindsey pada Lucas yang sudah merangkulnya. Mereka berjalan di belakang Logan, memperhatikan putra mereka berjalan. Takut-takut kalau seandainya Logan akan terjatuh.


“Sudah membaik. Mereka sudah mulai membangun beberapa hari yang lalu. Tapi ngomong-ngomong aku sangat merindukanmu.” Ucapnya mengalihkan topik pembicaraan mereka. Lucas mengusap punggung Lindsey dengan pelan dan lembut.


“Hentikan, jangan sekarang!” desis Lindsey mencoba menahan dirinya.


“Kenapa honey?” tanya Lucas tetap tidak berhenti, “seminggu lebih menahan membuatku hampir karatan.”


Tapi kalimatnya tersebut malah membuat Lindsey tertawa. “Kau tidak mungkin karatan, kecuali milikmu sebuah besi.” Ucapnya dan kembali tertawa.


“Baby aku tidak suka kau menertawakan milikku. Akan kutunjukkan seberapa keras ia yang mampu membuatmu berteriak seharian. Dan pegang kata-kataku, kau tidak akan tidur sampai besok!” ucap Lucas memperingati Lindsey.


Lindsey menelan ludah kasar. “Kau sedang bercanda kan?”


“Tentu saja, tidak. Aku serius. Sangat-sangat serius honey.”


Mereka sudah sampai di meja makan. Lindsey menjauhkan diri dari Lucas dan membantu Logan naik ke atas kursinya. Sedangkan Lucas, lelaki itu sudah mengambil tempat duduk di dekat Logan. Lindsey mulai menyiapkan makanan untuk Logan dan Lucas. Tapi setiap kali melihat tatapan Lucas, jantung Lindsey mulai berdebar.


Mereka sudah selesai makan siang. Lindsey buru-buru membawa Logan ke kamar putranya itu dan langsung mengunci pintunya. Ia menidurkan Logan dan mengambil posisi tidur di sebelah putranya itu. Setidaknya siang ini, ia bisa aman dari Lucas.


Tapi entah bagaimana cerita dan caranya, Lucas sudah berada di kamar Logan dan mulai menggedong Lindsey keluar dari kamar putra mereka. Lindsey pura-pura memejamkan matanya dan tertidur. Aduh jantungnya berpacu sangat cepat.


Lucas mengendongnya bukan ala-ala bridal melainkan seperti koala. Dan benar kata lelaki itu, Lindsey bisa merasakan milik Logan yang sangat keras. Apa yang akan terjadi padanya setelah ini? Lindsey panik.


“Patrick, temani Logan sampai besok. Jangan ganggu aku sepanjang hari ini samapi besok!” ucapnya tegas namun serak.


Dan setelah itu Lindsey kembali merasakan Lucas membawanya berjalan, entah kemana. terasa sangat jauh. Selama perjalanan itu, Lindsey merasakan bibir panas Lucas menyentuh lehernya. Damn! Sangat nikmat, membuat Lindsey mengerang secara tidak sadar.


“Aku tahu kau tidak tidur honey, aku bisa merasakan debaran jantungmu yang sangat kencang.” Ucapnya lembut.


Lucas menjatuhkan tubuh Lindsey beserta tubuhnya di sebuah ranjang yang sangat empuk. Lucas tepat berada di atasnya dengan tampilan yang sangaat menggiurkan.


Perlahan Lindsey membuka matanya dan mendapati Lucas menatapnya dengan lapar. Lelaki itu tersenyum miring, lebih tepatnya menyeringai.


“Bagaimana kalau kita memberi Logan adik, aku rasa usianya sudah cukup besar untuk menjadi seorang kakak.”


Lagi-lagi Lucas berkata dengan suaranya yang serak. Sesekali ia ******* bibir Lindsey dengan panas dan liar, lalu melepaskannya. ********** lagi kemudian melepaskannya lagi. Membuat Lindsey mengerang frustasi.


“Lucas,” panggil Lindsey frustasi karena ia sudah sangat ingin.


“Yes honey, call my name!” ucap Lucas lalu kembali ******* bibir Lindsey. Melepas setiap kain yang melapisi tubuh istrinya itu dengan liar. Meremas dua aset kesayangnya di bagian atas tubuh Lindsey dengan lembut, membuat sang istri melenguh.


Dan tidak butuh lama, Lucas sudah menyatukan tubuh mereka dengan sekali sentakan. Dengan dirinya yang masih berpakaian lengkap sedangkan lindsey yang tidak mengenakan apa-apa.


Dan lindsey sadar, Lucas benar-benar tidak membiarkannya tidur. Lelaki itu mencintainya dari siang hingga dini hari. Sedangkan Lindsey sudah sangat lemas, tidak memiliki kekuatan bahkan hanya sekedar berbicara.


Lucas menatap istrinya dan mengecup keningnya dengan lembut. “Aku tahu kau lelah, Aku memaafkanmu kali ini. Sekarang tidurlah sebelum aku kembali melahap habis tubuhmu.” Ucapnya lalu memeluk tubuh Lindsey yang lemas.


“Lain kali jangan menentawakannya, ia tidak suka ditertawakan.” Ucap Lucas lagi. Lindsey hanya menggumam, membuat Lucas tertawa kecil lalu ikut tidur di samping istrinya itu.