Not Yet Yours

Not Yet Yours
Chapter 46



Lucas memasuki ruangannya dengan langkah gontai. Ini sudah seminggu lebih namun ia masih belum bisa bertemu dengan istrinya. Ia benar-benar merindukan istri seksinya itu. Sudah seminggu lebih, ia tidak memenuhi kebutuhannya. Ia ingin istrinya kembali.


Suasana hati Lucas benar-benar memburuk.


Suara ketukan di pintu dan disusul dengan kehadiran Patrick yang berjalan mendekat ke arahnya membuat Lucas mendengus.


“Ada kabar baik?” tanya Lucas malas.


“Ada kabar baik dan kabar buruk. Yang mana yang ingin anda dengar terlebih dahulu?” Patrick menatap Lucas yang masih duduk malas di kursinya. Bosnya itu terlihat sangat berantakan.


Ini baru seminggu Nyonya-nya pergi, tapi penampilan Lucas sudah sangat mengerikan. Guratan kelelahan, kantung mata yang besar dan gelap seperti panda, rambut yang acak-acakan, cara berpakaian yang tidak benar.


Patrick merasa jengkel sendiri melihat penampilan Lucas yang seperti ini. Apa jadinya jika Nyonya-nya itu tidak akan ditemukan? Apa Lucas akan bunuh diri?


“Aku ingin mendengar kabar buruk karena hariku sedang buruk.”


Entahlah akhir-akhir ini Patrick merasa kalau tuannya itu sedikit melankolis. Saat ini Ia bahkan merasa kalau otak Lucas sedikit bergeser. Bagaimana tidak? Seseorang yang biasanya sedang merasa buruk, akan memilih untuk mendengarkan kabar baik terlebih dahulu. Bahkan beberapa orang akan lebih memilih untuk tidak mendengarkan kabar buruk sekalian.


“Kabar buruknya, mertua Anda sedang berada di sini, sir. Sepertinya perusahaan keluarga Nyonya mengalami perbaikan. Perusahaan mereka bekerja sama dengan industri permodelan terbesar di Amerika yang berpusat  di New York, Times model Agency.”


“Di mana letak keburukannya?” tanya Lucas malas.


“Sekretarisnya menghubungi saya dan mengatakan kalau tuan Erick ingin mengganti seluruh suntikan dana yang pernah Anda berikan pada perusahaan mereka.”


“Lalu?"


“Setelah itu, Anda diminta untuk menceraikan Nyonya Lindsey.”


“APA?!" Lucas sontak langsung berdiri dan menggebrak meja kerjanya.


"Dasar orang tua tidak tahu diri! Apa dia lupa kalau dia yang memohon kepadaku untuk memberikan perusahaannya suntikan dana?! Bahkan dia yang lebih dulu menawarkan Lindsey padaku! Sekarang ia ingin aku cerai dari istriku? Tua bangka kurang ajar!” makinya.


Jelas saja Lucas tidak terima. Apa Erick lupa bagaimana lelaki itu memohon suntikan dana darinya? Berani sekali tua bangka itu memintanya bercerai dari istrinya?


Selain itu, mereka semua juga tidak pernah menganggap Lindsey sebagai keluarga. Berita ini benar-benar buruk membuat ia ingin murka dan menghancurkan perusahaan tua bangka itu sekalian.


Satu hal yang harus dunia ketahui kalau dia, tidak akan pernah bercerai dari Lindsey apapun yang terjadi. TIDAK AKAN PERNAH!


“Kabar baiknya?” tanya Lucas kemudian begitu ia bisa mengendalikan diri.


“Kamar?”


“Iya, sir.”


“Jadi maksudmu, Istriku dikurung?”


Patrick mengangguk, “Secara tidak langsung bisa di katakan seperti itu, sir.”


“Damn it! Lalu di mana letak kabar baiknya?”


“Kami sudah menemukan Nyonya.”


“Tetap saja itu bukan kabar baik karena saat ini istriku sedang di kurung!”


Lucas menatap datar Patrick. “Siapkan anak buah mu. Aku akan mengambil kembali istriku. SEKARANG!” tegas Lucas menatap Patrick tajam.


Tapi sebelum mereka berangkat, Patrick kembali menghentikan Lucas.


“Sir, Bryan belum mengetahui kalau Nyonya sedang hamil.” ucap Patrick sebelum mereka sampai di pintu.


Lucas memicingkan matanya. “Apa dia akan melepaskan istriku kalau dia tahu istriku sedang hamil?”


Raut wajah datar Patrick langsung berubah menjadi serius. “Tidak sir, tapi kemungkinannya dia akan menggugurkan kandungan Nyonya jika ia mengetahui.”


“APA LAGI SEKARANG?!” teriak Lucas emosi.


“Dari informasi yang saya dapatkan, Bryan tidak pernah menyukai anak kecil maupun perempuan hamil, sir. Dia terobsesi pada Nyonya. Mungkin ia tidak akan membunuh Nyonya tapi ia mungkin akan membunuh kandungan Nyonya. Bryan cukup sering berurusan dengan polisi karena kasus yang sama."


"Kasus apa?"


"Menyerang wanita hamil dengan sengaja.”


Rahang Lucas mengeras, otot wajahnya berubah kaku. Ia menahn segala emosinya. “Aku akan membunuhnya jika ia menyentuh Lindsey dan calon anakku!" desisnya marah.


Apa-apaan lelaki sinting itu. Kali ini kata 'penyelamat' tidak akan berpengaruh apa-apa lagi. Lucas tidak akan terpengaruh lagi sekalipun Bryan pernah menyelamatkan istrinya dulu.


"Kita berangkat sekarang.” ucap Lucas bengis penuh dengan aura mematikan.