
Lucas membawa Lindsey ke dalam mansion. Ia menggendong Lindsey ala koala. Sedangkan yang digendong masih terus menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Lucas.
Sepertinya ia memang masih malu. Hal ini terlihat dari gerakannya yang enggan menjawab maupun menyahut ketika Lucas memanggilnya, membuat lelaki itu semakin terkekeh.
“Lindsey.” panggil Lucas entah sudah yang ke berapa kalinya.
Namun nihil, wanita yang di panggil itu tetap tidak menyahut. Lama-kelamaan Lucas juga jadi kesal karena panggilannya tidak tidak disahut. Ia merasa diabaikan.
Lucas membawa Lindsey ke dalam ruang kerjanya. Ia berusaha mendudukkan istrinya itu di sofa yang ada di ruang kerjanya, Tapi pelukan Lindsey di lehernya semakin erat, tidak ingin dilepas.
Alhasil Lucas duduk di sofa dengan Lindsey yang saat ini duduk di atas pangkuannya.
Sejenak Lucas berpikir kalau Lindsey mungkin saja terlelap di gendongannya, tapi ternyata tidak karena tubuh Lindsey masih menegang kaku.
Ia akhirnya membiarkan Lindsey berada di pangkuannya sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk lehernya. Sayangnya hal itu cukup berhasil membuat ia gerah dan geli karena hembusan napas Lindsey di lehernya.
Sejujurnya, ia juga tidak ingin melepaskan Lindsey karena sudah pasti istrinya ini akan langsung membuat jarak untuk tidak berdekatan dengannya. Dengan alasan menahan malunya.
Lindsey memang tidak pernah menolak saat ia menggenggam tangan atau memeluknya. Istrinya itu bahkan tidak menolak saat ia menciumnya seperti yang lelaki itu lakukan saat di taman belakang tadi.
Lucas sangat menikmati hal ini dan ia ingin seperti ini selamanya dengan Lindsey. Memeluk dan mencium istrinya ini selama dan sebanyak mungkin. Bahkan sesering mungkin. Ia tidak ingin melewatkan hal tersebut.
Tapi di lain sisi ia juga tidak yakin dengan keinginannya sendiri. Entah kenapa ia memiliki firasat yang tidak baik tentang istrinya ini. Ia seakan tahu jika istrinya ini tengah menyembunyikan sesuatu yang besar.
Ia tidak tahu apa, yang jelas Lindsey bukanlah seperti yang terlihat. Wanita yang baik hati, ramah, ceria dan segala hal bentuk positif yang sudah melekat pada istrinya ini sejak pertama kali muncul di dunia permodelan.
Tidak, Lindsey bukan seperti itu.
“Lucas.” panggil Lindsey membuyarkan pikiran Lucas.
“Hmm?” Lucas melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Lindsey dan memeluk tubuh wanita itu agar semakin rapat padanya.
“Aku malu.” cicit Lindsey pelan.
Sudah Lucas duga.
“Malu kenapa?”
Tidak ada jawaban yang ia dengan dari Lindsey membuat lelaki itu semakin penasaran.
“Lindsey?”
“Aku malu pada Patrick dan semua pelayan yang ada di mansion ini.” lanjut Lindsey.
“Tidak perlu malu.” ucapnya datar.
“Lucas.” panggilnya lagi.
"Kenapa sayang?”
Tidak ada jawaban selama beberapa saat. Pipinya merona, sampai kemudian Lindsey kembali bersuara “Tidak jadi.” ucapnya.
Posisi mereka tidak berubah selama beberapa saat karena memang tidak ingin terlepas dari pelukan itu.
Pelukan hangat dan nyaman, seperti yang selalu diinginkan oleh semua orang. Dan Lindsey menerima pelukan itu dari Lucas.
Jantung Lindsey berdetak tak karuan, sedangkan dari tadi detak jantung Lucas normal. Selama ia menyembunyikan kepalanya pada dada Lucas, ia bisa merasakan detak jantung lelaki itu. Normal.
Lindsey tersenyum kecut. Sebenarnya apa yang ia harapkan dari ciuman Lucas? Apa ia berharap bahwa lelaki itu juga akan deg-deg'an seperti dirinya?
Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi karena Lucas memang tidak normal, kecuali jika sebaliknya. Contohnya seperti dia yang menyukai Lucas dan jantungnya selalu berdetak dua kali lebih cepat jika bersama dengan lelaki itu.
Seperti saat ini.
“Lindsey.” panggil Lucas.
“Ya?”
Tidak ada lagi balasan dari Lucas membuat Lindsey penasaran dan menarik kepalanya dari ceruk leher Lucas untuk memandang wajah suaminya itu.
“Ada apa?” tanyanya.
Lucas hanya menatap dalam ke manik mata Lindsey. Ia diam dan tak bersuara. Lindsey juga hanya menatap Lucas dalam diam namun penasaran.
Wajah mereka semakin dekat dan bahkan sekarang Lindsey bisa merasakan hembusan napas Lucas yang hangat mengenai wajahnya membuat Lindsey langsung menutup kedua matanya.
Namun sedetik kemudian lelaki itu kaget karena Lindsey menggerakkan bibirnya terlebih dahulu. Ini benar benar di luar perkiraan Lucas. Ia baru saja ingin menggerakkan bibirnya karena Lindsey tidak menolak ciumannya.
Jelas saja, Lucas tidak akan menyia-nyikan kesempatan emas ini. lelaki itu langsung meraih tengkuk Lindsey dan memperdalam ciuman mereka. Sesekali Lucas bahkan menyesap bibir Lindsey lembut membuatnya melenguh pelan.
Tidak ada lagi ciuman lembut setelah Lucas menarik dagu Lindsey lembut untuk membuka bibir wanita itu dan Lindsey melakukannya. Setelahnya tidak ada lagi ciuman lembut dari lelaki itu. Lucas semakin mengeratkan tubuh Lindsey padanya, sambil mengelus punggung Lindsey dengan lembut.
Lidah Lucas membelai dan membelit lidah Lindsey. Ia sudah merasakan lidah Lindsey! Dan terasa sangat lembut! Sepertinya semua yang ada pada Lindsey adalah kelembutan.
Lucas benar-benar hampir gila saat merasakan lidah dan bibir Lindsey. Ini adalah kenikmatan yang tiada tara dan tidak tertandingi.
Bahkan setiap wanita yang sudah dicobanya tidak ada yang senikmat istrinya ini. Mendekati kenikmatannya saja tidak sama sekali.
Entah sejak kapan tapi yang pasti saat ini Lucas sudah berada di atas dan menindih Lindsey di sofa. Tangan Lindsey juga sudah mengusap-usap lembut dada bidang lelaki itu. Sungguh inilah kenikmatan yang sesungguhnya untuk Lucas.
Ciuman Lucas turun pada leher Lindsey dan lelaki itu menggigitnya, emang sengaja ia lakukan untuk menandai Lindsey bahwa wanita ini miliknya. Selamanya.
“Sir!”
Ya Tuhan!!! Demi para dewa yang disembah Spongebob selain Neptunus. Kenapa dan akan selalu menjadi kenapa! Kenapa Patrick selalu mengganggunya?!
Lucas sepertinya harus kembali memikirkan untuk memecat Patrick!
Dengan sangat tidak ikhlas, ia melepaskan bibirnya dari leher Lindsey lagi-lagi dengan berat hati, namun kali ini berat yang sangat-sangat berat.
Sebelum menoleh pada Patrick, Lucas menatap wajah Lindsey yang sudah berwarna merah padam. Kali ini wanita di hadapanya ini hanya memejamkan matanya dan langsung memutar kepalanya menghadap sandaran sofa, karena kedua tangannya entah sejak kapan sudah ditahan oleh Lucas di atas kepala Lindsey.
Lucas menoleh dan menatap tajam Patrick yang lagi-lagi menatapnya dengan wajah datarnya.
Tidakkah lelaki ini merasa bersalah karena mengganggu kegiatannya dengan istrinya?
Bahkan lebih dari itu, Patrick bahkan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Buktinya sekarang pintu ruangannya terbuka dan Patrick berada di dekat pintu itu dengan wajah datar menatap kearahnya.
“Apa!” geram Lucas menahan emosinya.
“Anda kedatangan tamu!” balas Patrick tak kalah geram.
PATRICK BENAR-BENAR MANUSIA YANG SANGAT MENYEBALKAN! Ingatkan Lucas untuk meninjau ulang proses pemecatan Patrick!
“Siapa?” tanya Lucas namun kali ini dengan wajah penasaran, tidak biasanya Patrick memanggilnya jika ada tamu.
Biasanya Patrick terlebih dahulu menghadapi dan menemui tamu itu. Jika dirasa tidak penting, maka Patrick akan langsung mengusir tamunya. Intinya tidak mudah bagi orang yang ingin bertemu dengan Lucas melalui Patrick. Setiap orang yang ingin bertemu dengannya selalu berdasarkan seleksi Patrick.
Tapi kali ini, Patrick bahkan mendatanginya langsung dan mengatakan kalau ada tamu yang ingin bertemu. Lelaki itu juga mengganggu kegiatannya.
“Siapa tamunya?” tanya Lucas datar, posisinya tubuhnya dengan Lindsey masih tidak berubah. Lindsey masih tetap berada di bawahnya dengan kepala yang menghadap pada sandaran sofa.
“Mungkin Anda bisa melihatnya sendiri, sir.” nada suara Patrick terdengar ragu, sangat tidak biasa.
“Laki-laki atau perempuan?”
“Perempuan sir.”
“Apa aku mengenalnya?”
“Seharusnya Anda mengenalnya sir.”
“Seharusnya? Kenapa begitu?”
“Ia adalah kerabat Nyonya Lindsey.”
Lindsey menoleh ketika mendengar Patrick yang mengatakan bahwa tamu Lucas adalah kerabatnya. Tapi kenapa menemui Lucas?
“Siapa?”
Suara lembut itu membuat Lucas menoleh pada Lindsey yang ada dibawahnya, wanita inilah yang sedang bertanya pada Patrick. Sepertinya rasa malu Lindsey sudah menguap.
“Adik Anda, Nyonya.” ucap Patrick datar.
Bersamaan dengan itu, sosok wanita muncul di belakang Patrick dan menatap tajam ke arah Lindsey.
“Aku akan tinggal di sini selama liburan.” ucap Liliana dengan angkuh masih dengan tatapan tajamnya yang mengarah pada Lindsey, yang masih berada di bawah Lucas.