Not Yet Yours

Not Yet Yours
Chapter 43



Bentakan demi bentakan hampir setiap pagi mengawali hari Patrick. Seharusnya ia tidak mengatakan kepada Lucas mengenai kehamilan Nyonya-nya itu.


Lihatlah sekarang lagi-lagi Lucas mengamuk seperti orang gila. Memarahi beberapa detektif swasta yang lelaki itu sewa untuk mencari istri dan calon anaknya.


“Kenapa mereka masih belum menemukan Istriku Patrick! Demi Tuhan ini sudah hampir seminggu!”


“Tuan, mereka sudah berusaha mencarinya.”


Lucas langsung menoleh menatap Patrick dengan tajam.


“Lalu mereka mau menyerah mencarinya begitu?!” desis Lucas tajam.


“Tentu saja mereka tidak menyerah Tuan. Anda harus bersabar.”


“Bersabar katamu? Sudah hampir seminggu istriku menghilang dan kau menyuruhku bersabar?”


“Seharusnya Anda tidak membiarkan Nyonya pergi saat itu.”


“Jangan mengungkitnya lagi!”


“Tidak bisa. Bagaimana mungkin Anda tidak sadar kalau Nyonya sedang hamil? Anda kan tidak pernah absen menyentuh Nyonya.” sindir Patrick.


Mendengar itu, Lucas meringis. Ia memang cukup bodoh karena tidak merasakan perbedaan pada tubuh Lindsey.


Oh ayolah, Lagipula Patrick pasti tahu kalau Lucas akan berubah menjadi dungu jika melihat istri seksinya telanjang. Lucas tidak punya waktu untuk melihat perbedaan-perbedaan dan perubahan-perubahan yang ada di tubuh Lindsey.


Selain bentuk payudara istrinya yang sedikit membesar namun sangat sensitif, dan perutnya yang juga sedikit mengencang, serta pinggulnya juga hanya sedikit melebar. Itu pun hanya berubah sedikit, jadi bagaimana ia bisa tahu? Lucas kan bukan dewa.


Patrick hanya mencari alasan agar bisa memarahinya.


Tapi tunggu dulu!


Payudara membesar dan sensitif? Perut mengencang dan pinggul melebar? Kalau diingat-ingat lagi, wajah Lindsey juga berubah menjadi lebih cerah dan sangat cantik.


Oh shit! Bukankah itu tanda-tanda kehamilan? Damn Lucas! Kau menyadarinya bodoh!


“Suruh mereka kembali mencari Istriku.” Ucap Lucas tiba-tiba.


“Tidak apa-apa Tuan, Nyonya akan segera ditemukan.” Patrick berucap seolah ia mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Lucas.


Well, tapi sepertinya Patrick memang tahu karena selanjutnya lelaki itu berkata demikian, “Hanya berubah sedikit memang, jadi wajar Tuan tidak terlalu memperhatikannya.”


Lucas menunduk. Damn! Bagaimana mungkin Patrick lebih tahu mengenai istrinya dibandingkan dirinya sebagai suami?


"Tentu saja saya lebih tahu Tuan. Saya sudah pernah mengatakan sebelumnya kalau saya lebih berpengalam tentang perempun dibandingkan Anda." ucap Patrick yang lagi-lagi bisa membaca pikirinnya.


“Kau pasti sudah menertawakan kebodohanku.” Lucas menatap Patrick datar.


"Tidak juga. Saya tidak mungkin menertawakan atasan yang menggaji saya."


Lucas memejamkan matanya sejenak. Terserahlah apa yang Patrick katakan, yang jelas saat ini Lucas sangat merindukan Lindsey. Istrinya yang sangat cantik dan seksi.


Tapi lebih dari itu, Lucas sangat ingin mengelus perut Lindsey yang berisi anak mereka, yang terlambat ia ketahui.


"Kita akan segera menemukan Nyonya dan calon Tuan muda.” Ucap Patrick tiba-tiba.


Kata terakhir itu membuat perasaan Lucas sedikit menghangat. “Kenapa kau yakin kalau anakku laki-laki?”


“Hanya terkaan saja Tuan.” ucap Patrick lalu memutar bola matanya.


Lucas mulai berpikir kalau jangan-jangan Patrick memang seorang peramal? Ah sudahlah.


Ini semua gara-gara Bryan yang membawa Lindsey pergi. Lelaki sialan!


“Bryan sialan!” Teriak Lucas pias.


Tiba-tiba saja ia merasa marah pada dirinya yang membiarkan Lindsey pergi. Tapi ia lebih benci pada laki-laki ******** yang membawa istrinya pergi.


Sejenak Patrick menganga karena terkejut, tapi sedetik kemudian ia tersadar dan berdehem.


“Kita akan menemukan mereka Tuan, bersabarlah.” Patrick tahu Lucas marah, dan ia berusaha menghibur lelaki itu.