
Dengan cepat Kayla langsung memeluk perutnya berusaha melindungi anaknya. Apa mau Lucas? Kenapa lelaki ini muncul sekarang? Apa jangan-jangan Lucas sudah mengetahui semuanya? Sepertinya memang begitu mengingat berita perceraian Lucas dan Lindsey sudah menjadi berita utama beberapa minggu terakhir ini.
"Kayla?" tanya Lucas lagi.
Nada suaranya tidak marah, bahkan cenderung pelan namun membuat Kayla semakin takut padanya.
"Katakan padaku, apa itu anakku?" tanya Lucas lagi masih dengan nada dan intonasi yang sama.
"Lucas maafkan aku," ucap Kayla gemetar. Ia berjalan mendekati Lucas lalu bersimpuh di hadapan lelaki itu. "Sungguh itu bukan keinginanku. Maafkan aku Lucas." Kayla mulai terisak sambil gemetar karena ketakutan.
"Kenapa kau meminta maaf padaku? Bukankah itu anakku?" Lucas menatap Kayla seakan ia sedang kebingungan. Sedangkan Patrick hanya menatap Tuannya itu dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca. Bukan datar seperti biasanya.
Kayla semakin memeluk perutnya dengan erat lalu menggeleng pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu dengan menggeleng? Apakah anak yang diperutmu itu bukan anakku?"
"Maafkan aku Lucas, kumohon jangan sakiti kami, ku mohon Lucas ampuni aku dan anakku. " Kayla menangis keras dan tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.
"Aku tidak akan menyakiti anakku, Kayla."
"Tapi mereka bukan anakmu," ucap Kayla terisak. Lucas tersenyum miring lalu menatap Kayla datar.
"Lalu kenapa kau mengaku kalau yang ada dalam perutmu itu adalah anakku?"
"Maafkan aku Lucas, aku tidak punya pilihan. Lelaki sinting itu memaksaku melakukannya, kalau tidak ia akan membunuh anakku!"
Lucas memicingkan matanya. "Lelaki sinting?"
"Iya! Lelaki itu gila. Ia mengancam akan membunuh anakku jika aku tidak membuatmu berpisah dengan Lindsey."
"Dan kau melakukannya?" desis Lucas tajam.
"Maafkan aku, bukan keinginanku untuk mengaku seperti itu, tapi aku tidak memiliki pilihan lain." Isak Kayla gemetaran.
"Bagaimana dengan rekaman itu Kayla?" tanya Lucas lagi, "Itu kiriman darimu bukan? Kau yang mengambil pena itu dari ruanganku."
"Bukan aku pelakunya! Aku memang mengambil pena itu, tapi bukan aku yang mengirimkannya pada Lindsey!" Kayla berteriak membela dirinya dengan kuat.
Kayla mengangguk takut-takut. "Itu benar, tapi setelah aku mengetahui kalau aku hamil, aku tidak lagi mencoba mengirimkannya. Saat itu aku hanya ingin meminta pertanggung jawaban dari lelaki yang menghamiliku."
Lucas tersenyum miring, "jadi maksudmu rekaman itu dikirimkan oleh hantu?"
Kayla menggeleng. "Pengirim rekaman itu bukan aku, tapi aku yakin pengirimnya adalah orang yang sama yang menghamiliku dan yang memaksaku untuk mengatakan kebohongan itu pada ayah mertuamu."
Lucas terkejut mendengar ucapan Kayla. Apa itu artinya kalau selama ini memang ada banyak orang yang ingin ia berpisah dari Lindsey?
"Lelaki itu mengancam akan membunuhku dan anakku kalau aku tidak menuruti kemauannya. Maafkan aku Lucas." Kayla kembali terisak penuh penyesalan.
"Bukankah kau bilang anak itu adalah anaknya? Bagaimana mungkin ia ingin membunuh anaknya sendiri? Apa kau berusaha menipuku?" Tanya Lucas tak percaya. "Aku jadi semakin tidak percaya pada wanita ular sepertimu Kayla."
Kayla menggeleng dengan cepat. "Tidak Lucas! kau harus percaya padaku, yang kukatakan adalah kebenarannya!" teriak Kayla.
"Bagaimana mungkin aku mempercayaimu? Kau mengatakan hal itu hanya untuk melindungi dirimu bukan?! Tidak ada laki-laki yang akan membunuh anaknya sendiri!" desis Lucas tajam.
Kayla kembali menggeleng cepat. "Sudah kukatakan kalau lelaki itu sinting dan gila. Ia sangat membenci wanita hamil!" pekik Kayla frustasi.
Lucas terdiam. "Siapa lelaki yang menghamilimu?" tanyanya tajam.
Kayla menatap Lucas ragu-ragu dan Lucas menyadari itu. Ada beberapa alasan mengapa Kayla ragu untuk menyebutkan siapa lelaki itu. Tapi Lucas tidak akan berhenti, lelaki yang sudah mencoba menghancurkan rumah tangganya tidak pantas untuk hidup.
"Kalau kau tidak mengatakan siapa orangnya, maka aku anggap kau berbohong dan aku akan membuat kau serta anakmu itu hidup dalam neraka."
Wajah Kayla pucat pasi mendengar kalimat Lucas barusan. Kayla tahu Lucas bukan orang yang akan mengingkari kata-katanya. Tapi kalau Kayla mengatakan siapa laki-laki yang menghamilinya, maka tidak menutup kemungkinan kalau Lucas akan membunuh lelaki itu.
"Kau tetap menutup mulutmu? Berarti kau memang berbo-"
"Bryan, Bryan Adams." Ucap Kayla memotong ucapan Lucas. Persetan dengan hidup Bryan, yang penting dia dan anaknya baik-baik saja. "Lelaki yang membuatku hamil dan menyuruhku melakukan itu semua adalah Bryab Adams." ucap Kayla.
Lucas memejamkan matanya menahan setiap emosi yang nyaris meledak mendengar nama laki-laki yang selamanya akan menjadi musuhnya.
SIALAN!!!
Tunggu saja, Lucas akan menghabisi lelaki itu!