Not Yet Yours

Not Yet Yours
Chapter 66



Setelah Patrick membentak Lucas, lelaki itu langsung menyiapkan mobil agar mereka bisa segera menyusul Lindsey.


Patrick memaksa Jhon agar mengemudikan mobil itu dengan kecepatan diatas rata-rata. Patrick pikir Lucas pasti ingin cepat-cepat bertemu Nyonya-nya. Buktinya, Lucas sama sekali tidak protes sekalipun mobil yang dia tumpangi melaju kencang.


Mobil yang ditumpangi Lucas akhirnya memasuki kawasan mansion nya. Sudah berapa lama ia tidak pulang ke mansion ini? sudah sangat lama sejak Lindsey pergi. Tentu saja ia tidak akan pulang tanpa Lindsey. Istrinya.


Lucas tidak mau jika ia harus pulang sendiri. Lucas langsung mengingat setiap kenangan manisnya di dalam mansion itu bersama istri seksinya yang sekarang sudah menjadi subur. Ah, melihat tubuh Lindsey tadi ingin sekali Lucas langsung memeluk tubuh itu dengan erat.


John menghentikan mobil itu di depan teras pintu utama. Ia baru saja turun untuk membukakan pintu Lucas, tapi bosnya itu sudah lebih dulu membuka pintu sendiri. Tumben sekali, batin John senang.


Lucas memasuki mansionnya dan mendapati ayah mertuanya sedang duduk di sofa sambi menonton tv dengan secangkir kopi di tangannya.


"Merasa seperti rumah sendiri ya?" sindir Lucas.


Erick menoleh dan tersenyum. "Tentu saja, mansion ini milik menantuku." Ucapnya sarkas.


Ha! Dasar tua bangka, memangnya siapa menantu pria tua ini kalau bukan dirinya? Ini kan mansionnya. Lucas menatap Erick jengah.


"Di mana istriku?"


"Dia di mansion ini, tapi aku tidak tahu tepatnya di mana." Erick berucap acuh tak acuh. "Mansion ini terlalu besar." lanjutnya


"Bukankah ia ke sini bersamamu?" Lucas memicing tak suka melihat Erick sama sekli tidak membantunya.


"Memang, ini kan mansion milik suaminya, aku mana hapal di mana tempat favoritnya."


Erick menatap Lucas datar, "sedang apa di sini? Kau membuat putriku menangis lagi. Ia pulang dengan air mata." dengusnya.


"Aku tidak membuatnya menangis, ia salah paham lagi."


"Apapun itu, kau membuatnya menangis lagi." Erick tidak mau kalah.


Lucas memutar bola matanya jengah. Kenapa ayah istrinya harus lelaki tua ini sih? Namun tiba-tiba Lucas terkejut ketika Erick memukulnya dengan remot tv miliknya.


"Sangat tidak sopan!" dengus Erick kesal.


"Dasar tua bangka!" Lucas langsung berdiri dan meninggalkan Erick yang sudah memasang badan kuda-kuda akan memukulnya lagi.


"Menantu kurang ajar!"


Lucas tidak lagi mempedulikan Erick. Ia langsung beralih ke tempat favorite istrinya. Dimana lagi kalau bukan di taman bunga milik Patrick. Lucas berjalan ke arah taman belakang mansionnya dan menemukan Lindsey sedang berbicara dengan Patrick sambil menyentuh bunga-bunga itu.


Melihat jemari Lindsey yang menyentuh bunga itu dengan lembut, seketika Lucas ingin berubah menjadi bunga agar bisa disentuh seperti itu oleh istri suburnya itu. Lihatlah tubuh istrinya itu, semakin seksi saja. Membuat Lucas merasa gerah.


Langkah kaki Lucas bergerak mendekati Lindsey, dan dengan sekali sentakan ia mendekap tubuh istrinya itu dengan erat.


"I really miss you baby." Bisik Lucas di telinga istrinya dengan lembut. Ia menekan tubuh Lindsey agar semakin merapat padanta. Oh Tuhan betapa Lucas sangat merindukan istrinya ini.